Portfolio bulan Juni 2018 & hello kembali!

Porto per closing 29 Juni 2018!

Hello kawan-kawna, akhirnya saya sempatin untuk mengupdate blog juga. Maaf sudah cukup lama saya tidak aktif, dan beberapa pertanyaan yang sempat di tanyakan di blog ini juga lambat saya tanggapi. Jujur jika saya beralasan bahwa saya tuh lagi sibuk bangat dengan “real life”, anda juga belum tentu percaya, namun sesungguhnya selain itu, sebetulnya emang ada rasa malas untuk menulis juga, karena porto lagi membara hahaha! Jadi maklum lah!

Anyway, karena saya sudah sempat membahas sekilas porto terbaru saya di stockbit, dan emang saya sudah berniat mengupdate porto terbaru supaya blog ini ga menghanyut tanpa tuan maka lets do it! Semoga dengan ini, saya juga akan mendapatkan kembali ide-ide baru untuk melanjutkan article-article selanjutnya.

But where to start? Maybe saya coba mulai dengan curhatan dulu ya…. and see how it goes ikutin flownya nanti.

So, first thing first! Porto terbaru!

Hingga article ini saya tulis, posisi saya masih sama sejak awal Juli hingga hari ini, baik dalam jumlah jenis saham maupun lot yang dimiliki!

Jadi anda bisa lihat, saham yang sebelumnya saya miliki di post terakhir penutupan tahun 2017 yang berjumlah 8, kini hanya tersisa 4 saja. Saya melakukan switching saham di tgl 26 April 2018, dengan menjual semua posisi saya di MPPA (harga 350-352), KBLI (harga 452), ROTI (harga 1205) dan AISA (harga 555) lalu beli ke LPCK (harga 2550) dan sedikit SCMA (harga 2450-2460).

Porto terkini, per closing 16 Juli 2018

Sekilas Porto per closing hari ini, Senin 16 Juli 2018! Saya baru sadar kalau gambar Porto di atas (per closing Juni 2018) tidak ada info bobot masing-masing saham karena saat itu saya captured dari HP, jadi yang ini saya tambahkan sehingga anda bisa lihat bobot saya lebih kurang masih sama, hanya saja LPCK sekarang sudah menggantikan JSMR di posisi top, tapi karena penurunan harga saham LPCK yang jauh dari perkiraan menyebabkannya bobot saham ini berada di posisi ke 2.

Jika anda menanyakan saya mengapa mengambil keputusan switching pada penghujung April 2018, bukan lebih awal atau hold saja sahamnya karena prinsipnya kan long term investment?

Well… jawaban singkat dan sederhana saya adalah…. tindakan yang saya ambil pada saat itu adalah keputusan yang terbaik pada saat itu pula!

Seandainya saya memiliki mesin waktu tentunya banyak sekali yang akan saya rubah karena telah mengetahui masa depan, tapi karena masa depan itu adalah misteri, maka banyak hal yang saya buat adalah lewat pertimbangan atas kondisi saat itu, maka sulit untuk bisa saya justify/adili kini dengan kondisi yang berbeda.

Jika saya tau LPCK bisa di beli di harga 1800, maka tentu saja saya tidak hanya akan menahan diri beli di 2500, tapi menahan diri tidak beli saham ini sama sekali sejak 2 tahun yang lalu dan tunggu hari ini hehehe! Itu kalau saya berandai-andai tapi kita sesama tau bahwa hal itu adalah hampir mustahil.

Terus jika anda tanya saya lagi, apa penyesalan terbesar dari kejadian kali ini? PENGGUNAAN MARGIN tanpa maksud bertrading adalah penyesalan terbesar saya! Karena prinsip longterm investment adalah bersahabat dengan waktu, namun jika sudah berutang, maka kita sebetulnya sedang melawan waktu.

Jadi saran dan nasehat saya buat anda yang mungkin baru terjun ke dunia saham belum lama, barang kali anda nyasar-nyasar lalu pas mendarat di article ini, ingat jika anda ingin berinvestasi jangka panjang, maka bersahabatlah dengan waktu, artinya HINDARI PEMAKAIAN MARGIN!

Ok, saya kira untuk article kali ini, cukup disini dulu, anggap saja article untuk saya warming up! hehehe….!!!

Oh ya sebelum saya lupa. Saya menerima banyak sekali reaksi yang berbeda-beda dari teman maupun pembaca tentang porto saya ini, sebagian memberikan semangat dan dukungan, dan sebagian lagi memberi kritik dan nasehat atas keputusan investasi saya. Tidak peduli dimana anda berdiri, saya berterima kasih kepada anda semua, karena sudah memberikan perhatian kepada saya! So, thank you all and thank you for your support and honesty! Semoga anda juga sehat, keluarga bahagia dan sukses selalu!

Sekian untuk article kali ini, ketemu lagi di article selanjutnya (God knows when… hehehe)

Salam Longterm Investment!

Alianto Chan

Portfolio bulan Desember 2017 (Tutup Tahun 2017)

Setahun kini telah berlalu. Rasanya waktu tidak menunggu ya… mau suka duka, cuan rugi, sehat sakit, sukses gagal, waktu terus berjalan tidak menunggu…!

Bagaimana dengan tahun 2017 anda? apakah sudah merasa lebih baik dibanding setahun sebelumnya? Apakah banyak resolusi-resolusi yang diniatkan kini telah tercapai atau masih ada hal-hal yang belum tuntas?

Walaupun kita sebagai investor jangka panjang selalu bilang, jangan diukur waktu, think longterm. Namun, kadang emang butuh melihat waktu juga, untuk meng-flashback dan menjadikannya sebagai barometer atau tolak ukur atas pencapaian-pencaian kita dan untuk mengetahui seberapa jauh petualangan yang telah ditempuh.

Rasanya banyak yang mau saya ceritakan dalam article ini namun tidak tau mulai dari mana hahaha….

Mungkin kita mulai dari pembahasan Monthly Report saja dulu. Secara MoM Porto saya tergerus 10,33% sedangkan secara Full Year 2017 telah merosot 26,13%! Angka ini cukup berbalikan dengan target yang ingin saya capai yaitu pertumbuhan 22,5% per tahun. Padahal secara Full Year 2017, Index IHSG telah meroket tinggi mencapai pertumbuhan 19,99%.

Di tahun 2017, Porto saya hanya sempat cetak growth 4 dari 12 bulan saja, artinya selama 8 bulan porto saya dalam posisi kontraksi, dibanding dengan IHSG yang berhasil mencetak 10 bulan hijau vs 2 bulan merah.

Bisa dilihat juga dari chart Porto vs ISHG di atas, di bulan Mei 2017 Porto saya sempat mencetak pertumbuhan yang sama dengan IHSG, namun setelah itu seperti parasut yang terjun bebas hingga penutupan tahun 2017 dimulai dengan koreksi masif mulai bulan Agustus hingga Desember.

Penurunan yang drastis ini juga tidak terlepas dari strategi saya dalam pemanfaatan akun margin, sehingga nominal porto menjadi lebih besar dan sialnya pas rugi, ruginya pun lebih besar!!!! Selain itu, setiap bulan juga ada kontribusi bunga pinjaman yang harus dibayar sehingga juga turut mengkikis nilai porto. Namun terlepas dari itu semua, barangkali yang lebih berperan atas penurunan porto saya ini adalah kompilasi saham-saham yang ada dalam portofolio itu sendiri.

Mari kita lihat dulu pergerakan harga saham per emiten yang kini masih ada di portofolio sepanjang 1 tahun ini:

  1. AISA  (minus) 75,53%, vs porto (minus) 67,31%
  2. JSMR (plus) 48,15%, vs porto (plus) 36,72%
  3. KBLI (plus) 54,35%, vs porto (minus) 7,79%
  4. LPCK (minus) 37,82%, vs porto (minus) 29,60%
  5. LPPF (minus) 33,88%, vs porto (minus) 20,43%
  6. MPPA (minus) 69,46%, vs porto (minus) 60,56%
  7. ROTI (minus) 20,31%, vs porto (minus) 13,15%
  8. SCMA (minus) 11,43%, vs porto (minus) 6,42%

Cukup buat sesak nafas ya…. disaat IHSG rally begitu semangat, saham pegangan saya mala bergerak melawan arah turun sangat masif, hanya ada 2 emiten yang berhasil mencetak harga positif yaitu JSMR dan KBLI di 2017 yang ada dalam porto, sisanya semua turun double digit bahkan 4 diantaranya turun lebih dari 30%.

Alhasil, anda bisa lihat dari table portofolio saya, full year 2017 turun 26,13%.

Ok, setelah kita singkirkan pembahasan tentang angka dan statistik hasil kinerja portofolio, saya ingin bicara sedikit tentang 3M, yaitu Mental, Money Management dan Metode dalam investasi saham saya.

Mental

Kudu bersyukur bahwa tahun ini walaupun tantangan sangat besar, saya tetap bisa sabar dan tenang menjalani ini semua. Banyak berterima kasih kepada komunitas kami “Saham Indonesia” yang tanpa lelah terus mendorong semangat untuk sabar, sadar dan setia pada prinsip-prinsip FA yang kami pelajari dan percaya walaupun market mengatakan hal lain.

Bertentangan dengan opini publik itu tidak gampang, dimana semua hal yang kita lakukan itu terlihat salah dan pasar sementara pun berpendapat demikian, sehingga kita terus ditantang untuk mencurigai kapasitas dan keputusan yang telah diambil.

Kadang perbedaan antara disiplin dan egois itu sangat tipis, dan sering disalah fahami apalagi yang kita bahas ini bukanlah sesuatu yang baku seperti Matematika (ilmu pasti) tapi sesuatu yang lebih ke seni dengan setiap penilaian, pemahaman, anlisa dan opini yang unik tergantung yang melihatnya.

Dan apakah melihat hasil pencapaian full year 2017 tidak membuat hati kecil saya bertanya, barang kali dia benar dan saya salah? Tentu pernah, namanya juga manusia hehehe… tapi again, ini balik lagi ke dilema disiplin vs egois tadi.

Yang pasti beberapa nilai mentalitas baik yang selalu saya ingatkan diri seperti:

Jangka pendek market adalah mesin coblos, dan jangka panjang market adalah mesin timbang.

Tidak pernah ada logika yang jelas dibaik sebuah pergerakan harga saham secara jangka pendek, apa saja bisa memicunya untuk bergerak tanpa korelasi paralel dengan fundamental perusahaan.

Sama halnya dengan demam crypto currency yang sedang terjadi atau demam bunga tulip di abad 17 di Belanda, dan demam akik di Indonesia 2 tahun yang lalu yang dipicu oleh FOMO (Fear of missing out) alias takut ketinggalan. Cepat atau lambat pada akhirnya semua akan kembali ke logika waras dengan penyesuaian nilai sesungguhnya barang tersebut, dan inilah yang kita sebut mesin timbang dalam jangka panjang.

Seorang investor yang disiplin harus legowo melihat orang lain cuan di saham yang bertentangan dengan prinsipnya. 

Ini kadang juga susah. Melihat orang lain bahkan teman sekalipun yang cuan besar di saham-saham yang bukan merupakan kompetensi kita akan menimbulkan rasa iri dan sedih. Rasa ini kemudian akan menimbulkan kecemasan hati yang akhirnya memicu kita masuk kedalam lingkaran setan yang tadinya kita mencoba jauhi. Prilaku sosial FOMO ini sangat bahaya dan akan selalu berada di lingkungan kita, maka kita harus bertanya balik, “Lingkungan yang membentuk manusianya, atau manusia yang membentuk lingkungannya?” Anda berdiri di posisi mana?

Bagi saya pribadi, kunci untuk stay focus (disiplin) itu ada di “KEJUJURAN”.  Kejujuran baik kepada diri sendiri maupun kepada yang lain. Kejujur akan menimbulkan kepercaya diri karena tidak ada lagi rahasia yang harus disembunyikan dan kita membuka peluang kepada yang lain untuk mengenal kita yang sesungguhnya tanpa topeng tanpa kebohongan yang harus kita terus melapisnya demi menutup kebohongan sebelumnya (baca: cape…).

Dan itulah yang saya coba lakukan lewat blog ini, membuka diri secara jujur kepada anda, alhasil kinerja apapun yang saya capai, saya santai saja, toh sudah saya buka semua dan sudah bisa anda lihat dari bulan ke bulan 🙂

Money Management

Hm….. hingga kini saya masih terus teringat kritik dari teman-teman atas keputusan saya memanfaatkan margin dalam investasi. Dengan semua logika dan alasan yang disampaikan kepada saya, terbukti saat ini porto saya cukup terganggu oleh yang namanya MARGIN.

Ini akan menjadi PR saya di tahun 2018 nanti, yang belum saya selesaikan di tahun 2017. Pemanfaatan Margin saya saat ini telah mencapai 40% dari total portofolio. Dengan portofolio saya yang merah 90% saham, adalah tantangan besar buat saya untuk memutuskan bagaimana menghilangkan margin. Yang paling logis adalah jual saja saham-saham sehingga margin hilang, atau suntikan dana segar, atau opsi-opsi lain. Ini akan menjadi PR carry over ke 2018.

Setelah masalah margin kelar nanti, tugas selanjutnya saya adalah penyediaan cashflow cadangan 5%-10% yang nantinya bisa selalu saya manfaatin untuk membeli saham murah yang makin murah. Lihat saja posisi saya saat ini yang stuck dengan margin sehingga ruang gerak menjadi sangat terbatas, sehingga saham yang saya beli di harga lebih mahal 20% hingga 70% kini hanya didiamin saja.

Metode

Ada potensi di 2018 nanti jika saham yang sudah murah tapi dihargai semakin murah sedangkan perusahaan tidak terlibat dalam masalah besar, bahkan bisnis masih tumbuh stabil, maka ada kemungkinan saya akan melakukan switching saham secara besar-besaran.

Salah satu calon yang saya miliki saat ini adalah WIKA. Secara bisnis masih bagus, proyek carry over juga telah mencapai 100T dimana proyek HSR menempati bobot +/- 15% saja. Dengan harga saat ini di 1500-1600 sebetulnya sudah sangat menarik, namun karena posisi keuangan saya juga terbatas, dan masih belum memutuskan apakah ada saham yang patut saya singkirkan dari porto, maka saya tetap sabar menimbang potensi.

Dari 8 saham yang saya miliki, cenderung yang akan saya buang adalah MPPA/ROTI/KBLI/SCMA/JSMR, dengan berbagai pertimbangan, baik dari segi fundamental, persentase kerugian yang masih minim di porto, potensi saham penggantinya yang bisa memberikan nilai return yang jauh bagus atau bobotnya terlalu kecil di porto sehingga lebih baik di konsolidasi menjadi 1 saham tertentu saja.

Selain itu, utk metode tidak banyak yang berubah, saya masih percaya dan setia pada cari analisa dan valuasi saya, mungkin sedikit perubahan, yaitu penentuan MOS yang lebih besar kedepannya. Tentunya beberapa pengalaman di tahun 2017 cukup membuat kaget, sebuah saham yang tadinya sudah murah ternyata bisa jauh murah jika pasar kehilangan optimisme, dan oleh karena itu, sesungguhnya sebagai seorang investor, kita harus bisa memanfaatkan kesempatan kesalahan penilaian gini.

Kira kira itu saja dulu yang ingin saya sampaikan di kesempatan ini. Semoga anda yang berlibur diluar sana, jaga diri, hati-hati di jalan dan selamat menikmati perayaan tahun baru.

Semoga tahun 2018 dan kedepannya makin cerah. Akhir kata, selamat tinggal tahun 2017, dan selamat datang tahun 2018!

Happy New Year 2018 to us all!!!

Til next year! Sekian dari saya!

Salam longterm investment,

Alianto Chan

Sekilas saham yang ada di Portofolio – AISA

Logo Tiga Pilar Sejahtera

Produk Tiga Pilar Sejahtera

AISA – Tiga Pilar Sejahtera Food

LK AISA 2017: Q1, Q2 dan Q3 secara isolated!

Beberapa point yang mau saya highlights:

1. Menyangkut divisi Makanan. Terlihat dari LK 3xQ 2017 yang terlah dirilis, efek kasus beras hampir tidak ada efek sama sekali secara external terhadap perusahaan. Mungkin secara internal interlinknya baik itu secara kasus maupun secara beban divisi beras, maka akan turut nanti mempengaruhi LK secara overall, namun secara langsung ke divisi Makanan tidak ada.

2. Divisi makanan masih tetap mencetak margin laba yang stabil yaitu range dari 8% s/d 10%.

3. Divisi makanan walaupun dengan Pendapatan yang selama ini jauh kecil dibanding Divisi Beras, namun membukukan Laba yang lebih menarik.

4. Di sisi yang berbeda, Divisi Beras dengan harga beras “Premium” yang dijual, hanya mampu membukukan Margin bersih 5% saja, nahhh kini dengan adanya intervensi Pemerintah untuk menetapkan harga atas, maka akan sangat mempengaruhi profitabilitas dan hampir sudah terlihat AISA sudah mulai mengalami kerugian, disamping Brand Image yang telah sekian rusak (berdasarkan Revenue yang dicapai di Q3).

5. Dengan kondisi profitabilitas yang berjalan, tentunya akan membuat legah jika Divisi Beras bisa dilepas, karena divisi ini tidak menguntungkan lagi, namun memiliki beban yang besar terhadap fundamental perusahaan.

6. Dengan pertumbuhan divisi Makanan yang tumbuh 15% secara compound, maka jika nanti Divisi Beras berhasil di divestasi dan semua beban one-off atau lain-lain sudah kelar, maka Laba AISA bisa mencapai 230M-240M (mungkin 1 hingga 2 tahun lagi setelah divisi Beras kelar dan AISA belum bankrut), maka EPS AISA adalah Rp 75. Dengan harga saham AISA saat ini masih dibawah 500, maka PER adalah < 7x.

Dari table atas kita bisa lihat bahwa divisi Makanan sebetulnya masih tumbuh cukup sehat, naik 100% setiap 4 tahun alias CAGR 15%. Dan size Pendapatan pun tidak beda jauh dari emiten STTP (Siantar TOP) yang juga bergerak dibidang FMCG, dengan PER > 20x dan NPM 8% (namun belum membandingkan rasio-rasio lain).

Jadi, dari data-data atas saya simpulkan bahwa DIVISI BERAS harus di CUTLOSS! Makin bertele proses divestasi maka makin tidak jelas FUNDAMENTAL AISA akan menjadi. Mampukah AISA mengdivestasikan divisi Beras setelah 2 opsi yang ditawarkan sudah ditolak oleh Bond Holder?

Mari kita lihat dulu Beban Pinjaman AISA hingga Q3, seberapa parah fundamental AISA dalam waktu dekat ini?

Utang bank Jangka Pendek = 2,107T

  • Sindikasi Rabobank International total 1,275T,bunga COF + 2,35% p.a.
    Jaminan adalah Tagihan dan Persediaan divisi Beras, jatuh tempo 1 Maret 2018.
  • Citibank total 355M, bunga JIBOR + 330 bps p.a.
    Jaminan adalah Persediaan perusahaan, jatuh tempo 11 Maret 2018, namun ada syarat-syarat yang harus dipenuhi:

    1. TIDAK menggabung usaha dengan perusahaan lain, TIDAK mengakuisisi dan TIDAK menjual, menyewakan, mengalihkan atau melepas property maupun asset perusahaan.
    2. TIDAK melakukan transaksi selain selain transaksi usaha umum.
    3. TIDAK mengubah susunan pemegang saham.
  • JP Morgan total 288M, bunga JIBOR + 4,5% p.a.
    Jaminan adalah Persedian perusahaan, jatuh tempo 28 Juni 2018.
  • Bank UOB total 160M, bunga COF + 400 bps p.a.
    Jaminan adalah Persedian perusahaan, jatuh tempo 17 Nopember 2017.

Total Persediaan perusahaan hingga 30 September 2017 adalah sebesar 1,912T.

Utang bank Jangka Panjang = 207M

Selain Pinjaman Bank, Perusahaan juga memiliki Obligasi dan Susuk Ijarah I dengan total Rp 900M (belum potong biaya emisi), bunga 10,25% p.a. + fee Rp 30,8M p.a. dan jatuh tempo pada tanggal 5 April 2018. Obligasi dan Susuk Ijarah I dijamin oleh Aset Tetap perusahaan.

Terus terakhir, Perusahaan memiliki Susuk Ijarah II dengan total nilai Rp 1,2T (belum potong biaya emisi), fee 126,6M p.a. jatuh tempo pada tanggal 19 Juli 2021 dengan jaminan Aset Tetap dari PT Sukses Abadi Karya (SAKTI/anak divisi Beras).

Dari data atas kita juga bisa lihat bahwa pinjaman yang berkaitan langsung dengan divisi Beras adalah:
– Rp 1,275T dari Rabobank International yang akan jatuh tempo pada tanggal 11 Maret 2018, dan
– Susuk Ijarah II sebesar 1,2T yang jatuh tempo masih sangat lama.

Sedangkan untuk pinjaman lain, lebih untuk modal kerja divisi Makanan (tafsiaran saya) dengan nilai sebesar Rp 832M jangka pendek dan 207M jangka panjang.

Jadi boleh juga kita simpulkan bahwa beban utang yang paling mendesak adalah Rp1,275 dari Rabobank ini karena divisi Beras kini bermasalah sehingga kita tidak tau apa tindakan yang akan diambil oleh pihak Kreditor dan yang pasti perusahaan tidak memiliki uang untuk membayarnya saat ini, untung saja jaminan yang diberikan adalah berkaitan dengan divisi Beras saja, sehingga mudah-mudahan ini tidak akan mempengaruhi asset perusahaan yang lain, namun itu kita juga tidak bisa pasti hanya secara garis besar terlihat demikian.

Untuk refinancing utang divisi Makanan sebesar 832M secara garis besar kita lihat sih tidak ada kendala, namun karena kasus Beras yang menimpa perusahaan, kita juga tidak pasti langkah apa yang akan ditempuh oleh para Kreditornya.

Jadi ada beberapa ketidakpastian disini dan semuanya bertujuh pada divisi Beras. Jika berhasil di divestasi maka saya yakin kedepannya AISA akan jauh membaik dan dengan valuasinya yang mungkin berada di PER < 7x adalah berkah buat yang berani ambil tindak ASALKAN PERUSAHAAN TIDAK DIGUGAT BANKRUT.

Jika ada input dan info lebih detail, mohon teman-teman bisa post dibagian komentar dibawah article ini! TQ!

Sekian untuk pembahasan saham AISA yang ada di porto saya. Dari waktu ke waktu saya akan rilis lagi catatan-catatan saya tentang saham-saham yang ada di Porto.

Salam longterm investment,

Alianto Chan

Portfolio bulan Nopember 2017

Akhirnya, tugas saya sebagai ketua panitia pemilihan kepengurusan di Komplek saya telah kelar, setelah hampir 1 bulan kerja keras, penuh kontroversi, manis, pahit dan silang pendapat (bentak-bentak meja), akhirnya mufakat tercapai dan pemilihan berjalan dengan lancar dan pengurus baru kini telah terpilih.

Tim Panitia “Power Rangers”???

Ini pengelamanan yang sangat berharga buat saya. Tadinya saya kira kerja bakti itu adalah hal yang baik (dan emang itu adalah hal yang baik), namun yang salah adalah jika kerjaan bakti/sosial itu terbentur dengan kepentingan personal, banyak hal yang harusnya benar/idealisme demi kebaikan, keadilan dan keterbukaan, bisa dipelintir menjadi sesuatu yang buruk dan penuh drama.

Berbagai serangan yang datang ke kami, mulai dari legetimasi terbentuknya kepanitiaan, cara bersosialisasi, syarat pemilihan, bahkan spanduk pengumuman pun menjadi hal-hal yang dipermasalahkan, sehingga sangat menguras waktu dan tenaga, dan menarik ulur kemajuan kami dalam penyelenggaraan acara pemilihan ini. Dan yang lebih sedih lagi, yang menjegal kami adalah segelintir tokoh-tokoh senior yang sudah dikenal lama oleh kami dan harusnya menjadi panutan dan pemberi semangat kepada kami kaum muda untuk berbakti.

Tim saya terdiri dari 5 anggota termasuk diri saya (tim ramping), dimana aneka suku, agama, profesi, latar belakang serta domilisi kependudukan dipertimbangkan namun yang menjadi identik adalah kami semua tergolong “kaum muda”, artinya belum tinggal di Komplek berpuluhan tahun dan/atau sebelumnya emang kurang aktif dalam kegiatan Komplek. Namun ini yang saya mencoba bangkitkan, supaya kedepan makin banyak warga yang peduli dengan lingkungannya dan mau bergotong-royong.

Terlepas dari semua drama dan konflik external yang timbul, butuh saya sampaikan apresiasi kepada tim saya, karena hingga detik terakhirpun kami ber 5 masih tetap solid dan aktif satu tujuan dan satu hati menuntaskan tugas kami.

Beberapa kali sempat berfikir, “napain juga ya kerja ginian, udalah korbanin waktu dan tenaga, konsentrasi untuk bisnis terganggu (not to mention saham hahaha…), waktu buat anak dan istri berkurang, mala ujung-ujungnya dimusuhin tetangga-tetangga? Apa gunanya kerja sosial?“.

Tapi sebaliknya justru itulah hal-hal yang tidak harus saya pikirkan, karena niatnya sosial, tentu ada pengorbanan baik waktu maupun materi, dan namanya sosial ya tidak bisa hitung-hitungan, dan juga tidak bisa menyenangkan semua orang, jangankan se Komplek, dalam rumah tangga kita sendiri saja sering terjadi silang pendapat. Jadi intinya kalau ingin bersosial, bersiaplah secara jiwa dan mental dan lakukanlah yang terbaik terlepas dari apa omongan segelinter orang, asal kita yakin dan kita tau yang kita lakukan itu adalah benar dan bermanfaat buat sesama.

Dan nyatanya, setelah pemilihan kelar, semua kembali normal, yang tadinya dalam pertemuan selalu tegang, kini saat berjumpa sudah bisa saling menyapa, berjabat tangan, dan bersenyum ramai-ramai.

Sorry ya, harus dengerin curhatan saya dulu sebelum masuk ke Monthly Report Nopember 2017.

Semoga sedikit tulisan saya diatas, bisa membangkitkan semangat anda untuk lebih peduli terhadap lingkungan dimana anda berdomisili. Toh, jika bukan kita yang peduli, siapa lagi? Yang senior dengan keterbatasan fisik mereka serta tidak peka terhadap teknologi akan sangat bisa memanfaatkan darah-darah baru yang bisa melengkapi kekurangan sisi mereka ini.

Cukup bangga sebetulnya dengan yang telah kami lakukan. Sebelum masa kami tidak pernah ada arsipan tentang panitia pelaksanaan pemilihan, kini Komplek kami telah memiliki arsipan yang jelas yang bisa diimplementasikan oleh penerus-penerus selanjutnya, bahkan lebih bangga lagi, format yang kami miliki kini diadopsi oleh Komplek-Komplek tetangga, mencontohin apa yang telah kami lakukan. Padahal kalau saya boleh jujur, karena tidak punya arsipan dari panitia sebelumnya, banyak format materi saya ambil dari Om Google demi menghemat waktu 🙂 Tuh mungkin bedanya para senior dengan kita-kita yang mengerti teknologi ya.

Ok, back to saham. Bulan ini ulasan saya hanya singkat saja, karena benar-benar zone-out dari saham beberapa bulan ini.

Di bulan Nopember, secara MoM Porto saya turun 1,22% sehingga secara YTD porto telah nyusut 17,62%. Dan akhirnya terjadi koreksi di IHSG setelah ralley 9 bulan, MoM turun 0,89% dan secara YTD masih up 12,37%.

Belum terjadi perubahan di list saham saya, masih itu itu saja, namun melihat WIKA yang turun begitu dalam, saya cukup tergoda untuk melakukan perpindahan saham untuk membeli dia. Mau saya kunjungi dulu LK 1 per 1 dari list saham saya, dan direview dan tentukan langkah selanjutnya.

Jadi untuk bulan Nopember pembahasan saya cukup sesingkat ini dulu, toh pasca selesainya pemilihan, saya mala berbaring di RS 3 hari kena virus demam haizzz! Namun kini dah sehat dan balik beraktifitas biasa di kantor lagi.

Sampai ketemu lagi di Akhir bulan nanti.

Salam longterm investment,

Alianto Chan

Portfolio bulan Oktober 2017

Kode Emiten, Harga Rata-Rata, Harga Penutupan 31/10/17, % Bobot Porto dan % Untung/Rugi

Hawdy teman-teman saham…..,

Bulan Oktober datang telat lagi nih, kalo bukan karena sudah mau masuk akhir bulan Nopember dan nanti jadi tunggak 2 bulan, mungkin sampai sekarang belum saya update-update porto hehehe…

Karena telat capture screen pada penutupan 31 Oktober 2017, jadi terpaksa ambil dari PDF yang sekuritas kirim via email. Jadi data yang disajikan terlihat sedikit beda dari format yang biasa saya post, dan sebagian pula harus saya input manual karena tidak ada.

Well,,,, secara overall tidak banyak berubah antara September dan Oktober, semua emiten di porto masih dalam posisi minus kecuali JSMR.

Secara MoM, Porto di bulan Oktober sedikit membaik, naik 3,37% dibanding September namun secara YTD masih dalam posisi rugi 16,60%.

IHSG, the super index, tidak ada capenya. Masih terus mencetak MoM positif, naik 1,78% dibanding bulan sebelumnya dan di tahun 2017 sudah naik 13,39%…. Superb bangat ya….!!!

Mirip bulan September, di Oktober saya juga tidak banyak melakukan kegiatan investing baik itu membaca buku, berkicau di medsos/grup WA, analisa saham ataupun mengecek pergerakan market. Teknik investing saya mulai membosankan dan saham-saham di porto saya pun terlihat cukup membosankan hahahaha!!!

Tapi itulah beauty nya. Jika beberapa tahun lalu saya akan cukup beremosi dan sangat memaksa untuk memperlihatkan hasil secara waktu singkat, kini dengan bertambahnya usia dan pengelaman, saya menjadi lebih sabar dan cuek terhadap banyak drama serta sentimen pasar yang datang dan pergi.

Apakah ini cara yang benar dalam investing? Maybe yes and maybe no! Semua tergantung personalitas individu masing-masing. Yang penting kita selalu merasa nyaman baik disaat untung maupun rugi, dan ini benar-benar tidak gampang, mencermin pada masa lalu.

Saat ini selain kesibukan kerja, saya lagi aktif berurusan politik di warga komplek, menjadi panitia pemilihan ketua RW. Hehehe…. yang namanya berurusan dengan keluarga banyak kadang pusing juga, perselisihan antar warga/pengurus/panitia selalu ada, namun ini semua adalah pengalaman yang bagus dan berharga.

Kadang niat baik belum tentu diterima, niat kerja belum tentu dikasih jalan, niat tertib belum tentu disukai, full of drama. Yang pasti, jika kita kerja dengan sungguh-sungguh pasti ada hikmahnya, paling tidak bisa melatih kita menjadi makhluk sosial yang lebih baik. Sama dalam hal investasi, jika ditekunin, pasti ada hasilnya. Percayalah!

Untuk bulan Oktober saya tidak memiliki banyak cerita saham yang bisa disharing, jadi saya stop disini dulu saja. Nanti jika ada inspirasi baru akan kembali saya abadikan dalam article 🙂

Sorry jika saya belum sempat membedah laporan kinerja Q3. Sekilas sepertinya cukup okay atau tidak terlalu jelek-jelek amet dah. Nanti saya coba cari waktu bikin ringkasan singkat setiap emiten di porto.

Sampai disini dulu untuk Portfolio Monthly Report October!

Salam long term investment,

Alianto Chan

Portfolio bulan September 2017

Portofolio per penutupan 30 Sept 2017

Hello kawan-kawan, update September ini datang sangat telat ya, maklum…  much been happening… Helper pulang kampung haizzzz…., sodara daerah datang kunjung dan bawa jalan-jalan dah lama ga kumpul-kumpul, NICE…., anak sakit 🙁 untung dah sembuh… amin!!!, kerjaan mulai super sibuk, something to be happy about hehehe MONEY!!!…. pokoknya dunia kek upside down dech, yang paling sulit adalah saat tidak ada PRT… kasian istri, kasian saya… hahaha koq jadi ajang curhatan pribadi yaaa….!

Namun kita belum missed much di saham, masih same old story, merah merah dan merah di portofolio, tapi yang menjengkelkan tuh adalah IHSG keeps making new high hahaha!

Namun jungan terlalu worry, investasi itu butuh waktu, market akan selalu naik dan turun, apa yang sudah kita kerjakan dalam analisa kita, keep believing and keep waiting!!!

So…. inilah porto saya per closing 3o September 2017.

Secara MoM, IHSG masih terus nanjak, tumbuh 0,63% sedangkan secara YTD telah naik 11,41%. Namun sebaliknya, porto saya secara MoM turun drastis sebesar 10,23% sedangkan secara YTD telah rugi 19,32%!!!

Jika dilihat dari Chart bulanan, cukup scary ya haha, belum ada tanda-tanda balik arah (wkakka seperti chart TA saja break-support), namun jika di zoom out ke chart tahunan, terlihat lebih tenang haha!

Beberapa minggu ini saya cukup ketinggalan dari berita seputar saham saya maupun seputar saham secara umum. Namun saya kira, perubahan fundamnetal juga tidak terjadi dalam waktu hanya 2minggu ke 1bulan, sehingga jika patokan saya adalah fundamental, cenderung tidak banyak beda antara fundamental Agustus dan September.

Saat ini yang saya lakukan adalah hold still dan tetap percaya pada analisa awal saya terlepas dari hiruk pikuk yang sedang menimpa beberapa saham saya.

Kadang kita berfikir terlalu dalam menurut saya. Benar berfikir secara kritis itu bagus, tapi seperti pedang bermata dua. Terlalu kritis kadang membuat kita terlalu gampang beralih alur alias switching saham. Karena ada issue tertentu yang membuat sebuah saham menjadi jelek, kita buru-buru keluar dan pindah ke saham yang menurut kita lebih aman, jika dilakukan dengan sabar dan bijak ok-ok saja, namun keseringan akan membuat kita lupa tentang investasi jangka panjang.

Baik di dunia saham maupun di dunia usaha, ada faktor ketidakpastian yang tidak bisa dilihat oleh para pelaku mengenai masa depan dan ini bisa mempengaruhi/merubah fundamental sebuah bisnis.

Kita boleh saja berusaha keras untuk menggali sedalam mungkin untuk mencoba mengantisipasi hal gini, atau jika mau cara yang lebih gampang, kita tinggal percaya kepada management perusahaan yang kita beli.

Saya memilih untuk percaya kepada management perusahaan yang saya beli.

Banyak juga yang berargumen bahwa pencapaian masa lalu tidaklah menjadi jaminan untuk pencapaian masa depan. Ini argumen yang wajar dan emang ada benarnya. Namun jika diberi pilihan dalam sebuah interview kerja antara dua orang yang sama pintar namun satu memilik rekam jejak yang baik sedangkan yang satu lagi memiliki rekam jejak penipuan. Anda pilih yang mana? Again, bukan merupakan jaminan di masa depan.

Tidak banyak yang bisa saya sampaikan di bulan ini. Jika anda adalah dalam posisi yang sama dengan saya, sabarlah… “saham yang tepat akan mengalahkan waktu yang tepat“!

Jika ada yang mau sharing porto atau hal lain seputar saham, mohon komentar dibawah, saya kehabisan ide untuk menulis Monthly Report September. Intinya kunci investasi jangka panjang adalah KESABARAN!!!

Sekian untuk update porto bulan September 2017. Sampai ketemu lagi di article berikut!

Salam longterm investment,

Alianto Chan

Portfolio bulan Agustus 2017

PORTO per tanggal 31/08/2017 16:00
PORTO per tanggal 31/08/2017 16:00

Bulan ini pembahasan Monthly Report saya datang cukup telat. Kebetulan agak sibuk dengan kerjaan kantor sekaligus di free time lagi canduaan nonton seri Game of Thrones (Untungnya sudah mau selesai, dah mulai masuk ke Season 7 hehehe).

Well, Keliatan dari gambar atas, Porto tutup bulan Agustus tidak elok dipandang… hanya ada 2 saham yang berhasil stay positive, sedangkan sisanya jatuh double digits dan yang paling parah adalah MPPA dan AISA.

TABLE PERFORMA PORTO vs IHSG MoM & YTD

Secara MoM, Porto saya di bulan Agustus turun sebesar 8,20% dibanding IHSG yang masih rally naik 0,40%. Dengan gitu maka secara YTD, Porto saya sudah minus 10,12% dibanding IHSG yang sudah berhasil mencetak kenaikan 10,71%. Cukup ironis jika dipikirkan, disaat IHSG kontinu meng-rally dan mencetak all time high, Porto saya mala persis berlawanan arah.

CHART PORTO vs IHSG secara YTD
CHART PORTO (PERFORMANCE) vs TARGET (10 TAHUN KEDEPAN)

Diatas adalah 2 chart yang menggambarkan performa 1-tahunan dan 10-tahunan. Jika dilihat secara jangka panjang, under-performance porto saya tidak terlalu jelek ya hehehe…. namun kalau di zoom-in lihat secara bulan-ke-bulan seperti gambar pertama, duhhhh… jauh sekali dari performa IHSG bahkan sudah di bawah hasil pencapaian 2016 saya.

Apakah kita sedih melihat porto kita secara 1-tahunan underperform? Jika jawaban anda adalah TIDAK, maka congratz…!!! berarti anda sudah memiliki mental baja! Kalau diri saya belum sampai mental tahap itu. Saya sedih melihat porto 1-tahunan yang underperform, namun bukan berarti saya harus segera mencari cara memperbaiki situasi.

Hal yang patut dilakukan bukanlah mengutak atik dan mencoba berspekulasi supaya porto cepat pulih, melainkan belajar lebih giat dan pertajam ilmu/mental/metode investasi yang sudah dijalankan selama ini.

Kata “SABAR selalu menjadi kata kunci dalam berinvestasi, tapi ini gampang diucap susah dijalankan. Butuh waktu dan butuh kedisiplinan! Kurangi aktivitas (menjadi lebih pasif) kadang cukup membantu juga, sehingga bisa menjauhkan diri dari gangguan sentimen yang tidak berbasis fundamental. Masalahnya saat emosi bermain, manusia kehilangan logika, lalu mengambil langkah-langkah yang cenderung merugikan dirinya.

1 hal yang suka kita lakukan dalam investing adalah menimbang harga wajar. Dengan mengetahui harga wajar, kita akan menghitung MOS, setelah itu kita lakukan switching (tukar saham) berdasarkan saham yang memberikan diskon terbesar. Hal ini tidak salah, yang salah itu si pasar, karena:

1. Pasar punya persepsi yang berbeda-beda tentang harga wajar, tidak selalu mengikuti cara anda.

2. Yang murah tidak mustinya harus segera pulih dan balik ke harga wajar (yang anda persepsikan), sedangkan yang mahal belum tentu tidak akan naik lebih tinggi lagi (makin mahal dari kewajaran yang anda persepsikan).

Sebagai contoh, per hari ini 06 Sept 2017, jika beberapa minggu lalu saya menjual JSMR, lalu saya belikan WIKA, SCMA, LPPF barangkali terlihat pinter karena mereka sempat pantul setelah turun dalam. Namun coba lihat dimana posisi harga 3 saham tersebut saat ini? Mereka bahkan lebih murah dari beberapa minggu yang lalu, sedangkan JSMR? Masih bertahan dan perlahan naik. Maka yang akan terjadi adalah cerita lama! Koq yang dibeli malah turun dan yg dijual malah naik ya? sial!!!

Jadi daripada pusing di setiap transaksi, mendingan in-active (pasif) saja! Jika suatu saat datang kesempatan yang benar-benar tidak bisa ditolak, maka itulah kesempatan terbaik anda untuk switching, bukan setiap hari membanding mana yang memberikan diskon terbesar dari saham yang ada di Porto dan sibuk tukar-menukar saham! DOING NOTHING IS OFTEN your best strategy! 🙂

Sekian untuk Montly Report bulan Agustus 2017! Semoga September lebih cerah!

Salam longterm investment,

Alianto Chan!

Portfolio bulan Juli 2017

Berjumpa lagi kita di penghujung bulan. Semoga bulan Juli tidak terlalu memberi stress kepada anda? Hahaha… Porto saya hancur lebur, untungnya ketolong sama dua hari terakhir transaksi bursa sehingga bisa menutup bulan dengan hasil yang sedikit mendingan.

Tidak terjadi perubahan holding di bulan Juli, baik jenis emiten maupun jumlah volume.

Secara MoM porto saya mengalami penurunan -0,2% sehingga membuat YTD turun -2,09%. Di waktu yang sama, IHSG masih berhasil rally naik 1,79% MoM sehingga berhasil mengangkat kenaikan YTD menjadi 10,27%.

Di Laporan Juli ini saya tambahkan lagi sebuah chart baru yang menggambarkan target jangka panjang. Karena chartnya terlalu besar, jadi saya tampilkan 10 tahun pertama saja. Ini sesungguhnya chart yang seharusnya menjadi acuan saya dalam perbandingan antara target yang ingin dicapai vs pencapaian terkini.

Saya menargetkan CAGR tahunan (pertumbuhan majemuk nilai ekuitas porto secara tahunan) di angka 22,5%. Jadi jelas untuk tahun 2017 ini akan sangat sulit untuk bisa dicapai. Hingga penutupan bulan Juli, porto saya masih under-perform dibanding target, bahkan lebih parah lagi, saat ini porto saya masih minus 0,29% banding nilai tahun 2016.

Buat saya sebetulnya itu sih tidak masalah. Saya masih punya lebih dari 17 tahun untuk mencapai tujuan akhir, jadi saya akan mencoba take it steady and slow, mencoba mengendalikan emosi saya sebaik mungkin untuk mencapai ultimate goal di tahun 2036 nanti!

Di bawah adalah sekilas hasil kinerja terbaru emiten di porto saya beserta beberapa komentar saya tentang mereka:

JSMR
Laba secara YoY tumbuh 9,72%, cukup bagus walaupun tidak fantastis. Namun secara QoQ turun 14,26%. Dengan pencapaian ini maka EPS 2017 ttm adalah 272,8, alhasil dengan harga 5850, maka PER = 21,4x.

Untuk JSMR, saya percaya dengan ekspansi yang masif ini, panjang tol dari 600 km saat ini menjadi 1200 km di tahun 2020 akan bisa mendongkrak kenaikan laba yang berarti. Tentunya laba tidak akan langsung melonjak 100% tapi secara progresif akan naik.

Secara rata-rata, Laba JSMR masih tumbuh di 15% per tahun, artinya Laba selalu double setiap 4 tahun. Ini dilakukan perusahaan tanpa adanya eskpansi usaha, murni andalkan kenaikan harga tol setiap tahun ganjil. Akan sangat menarik melihat seperti apa valuasi JSMR 5 tahun kedepan begitu tol-tol baru sudah mulai operasi.

LPCK
Kinerja Q2 masih cukup tertekan. Sebagian karena pangaruh dari lesunya sekor properti, sebagian lain karena kini LPCK sudah tidak menjual lahan industri lagi (kehabisan lahan). Laba bersih LPCK secara YoY turun 26,20%, sedangkan secara QoQ turun 58,38%.

Dengan demikian EPS 2017 ttm adalah 641,91. Dengan harga penutupan hari ini di 4390, maka PER = 6,8x! Masih sangat murah menurut saya!

Sekilas terlihat cukup jelek kinerja LPCK belakangan. Namun sudah berulang kali saya jelaskan bahwa LPCK saat ini ada dalam masa transformasi dari tipikal pengembang lahan industri ke pengembang kota modern yang berfokus pada pembangunan rumah residensial, komersial serta tata kota. Transformasi ini membutuhkan waktu yang agak panjang, jadi harus sabar jika percaya sama masa depan LPCK.

Salah satu issue yang sempat heboh diperdebatkan di Medsos kini sudah terjawab, yaitu tentang kepemilikan kota modern MEIKARTA. Sesuai dengan pernyataan Direktur Utama LPCK di press release Q2, MEIKARTA adalah milik LPCK, sehingga spekulasi atas hak miliknya sekarang sudah jelas.

Issue lain yang ikut diperdebatkan kini ada 2. Pertama adalah kemana penjualan 16.800 apartment yang telah terjual, mengapa tidak terlihat di Pendapatan Q2? Yang harus diketahui adalah PSAK yang mengatur cara pengakuan Pendapatan. Harus ada bangunan baru bisa diakui secara progresif. Disamping itu, jika kita jeli amati Persediaan LPCK, disitu juga terlihat ada lonjakan yang sangat signifikan, kenaikan nilai +/- 900M banding Q1. Ini walaupun tidak secara langsung menyebutkan adalah MEIKARTA, namun sudah indikasi yang baik bahwa ada penumpukan Persediaan yang sangat masif hanya dalam jedah 3 bulan saja yang bertepatan dengan masa launchingnya MEIKARTA.

Saya sendiri juga sudah berkomunikasi langsung dengan IR LPCK, dan kemungkinan pengakuan Pendapatan mulai masuk di tahun 2018 nanti, karena saat ini perusahaan sedang fokus di pembangunan infrastruktur MEIKARTA termasuk danau dan lain-lain.

Hari ini juga timbul lagi issue tentang perizinan MEIKARTA. Saya juga sudah mengkonfirmasi hal itu kepada IR LPCK. Dari IR menjelaskan bahwa itu adalah berita lama (Mei lalu) yang diungkit-ungkit. LPCK sudah memiliki izin pembangunan dari Bupati Bekasi di tingkat Kabupaten. Izin tingkat provensi tidak dibutuhkan.

Sepertinya Lippo memiliki banyak sekali rintangan yang harus dibereskan demi melancarkan pemasaran dan pembangunan proyek MEIKARTA, semoga management handal dalam menghadapi dan menuntaskan semua itu.

LPPF
Banyak yang memperkirakan kinerja LPPF tidak akan sebagus tahun lalu, terutama karena di Q1 kinerja LPPF cukup stagnan dan issue lesunya sektor retail konvensional juga ikut membuat banyak pelaku pasar gelisah. Namun dengan dirilisnya kinerja Q2, LPPF akan memberi angin segar kepada semua investor.

Di Q2, Laba LPPF secara YoY tumbuh 15,64%, sedangkan QoQ tumbuh 348%!!! Dengan demikian, EPS 2017 ttm adalah 754,17, dengan harga penutupan hari di 12675, maka PER = 16,8x.

Sebelumnya pasar saham terlihat cukup gelisah dengan adanya kabar penutupan banyak gerai Wal-mart milik WB di AS sana. Lokal sebetulnya juga terjadi hal yang sama, kabarnya di Bandung banyak FO (Factory Outlets) yang lagi sepi dan sebagian bahkan sudah gulung tikar. Namun yang aneh di tempat dimana saya tinggal, ada 4 hingga 5 distributor patung dan gantungan baju yang setiap hari truck pengiriman barangnya nonstop serta setiap minggu pembongkaran peti kemas (container) dilakukan di malam hari.

Sepertinya saya harus tanya ke pemilik, kemana saja dia menjual barang-barang tersebut. Jika toko konvensional sepi, siapa pula yang sibuk mengorder barang-barang ini, saya pikir? (Take note: PR).

Tentunya kita harus akui bahwa suatu saat nanti, online stores cenderung akan mengdominasi, namun saat ini infrastruktur dan teknologi masih belum mendukung dan menjangkau seluruh masyarakat, sehingga pengiriman keluar kota terutama ke pulau-pulau kecil diluar Jawa masih tergolong mahal. Penetrasi smartphone kini baru mencapai 40% secara nasional dan paket internet pun masih belum bisa dibilang super murah. Target market LPPF juga terfokus pada segmen medium and low, sehingga masih bisa dibilang aman hingga beberapa tahun kedepan.

Tapi jika LPPF mengabaikan perubahan era yang sedang tarjadi menuju ke globalisasi 4.0 dan tidak mengambil langkah antisipatif, maka kedepannya akan sulit untuk bersaing. Menurut saya Mataharimal.com belum bisa dibilang langkah yang tepat, namun jujur saya sendiri juga tidak tau langkah apa yang mustinya LPPF tempuh, lagipula saya tidak dibayar miliaran untuk membuat perusahaan ini maju tapi management lah yang harus lakukan itu, toh dibayar gaji mahal buat apa mereka? Saya di sisi lain adalah investor yang nantinya akan menilai hasil kinerja mereka lalu tentukan posisi holding saya.

SCMA
Good comeback dari SCMA. Laba sempat terpuruk dalam (-16,62%) di Q1, kini di Q2 laba SCMA secara YoY telah berhasil mencapai laba yang sama dengan tahun 2016. Sedangkan secara QoQ tumbuh masif 78,74%!

Dengan demikian, EPS 2017 ttm adalah 102,79. Dengan harga penutupan hari ini di 2360, maka PER = 23,0x!

Walaupun secara valuasi SCMA terlihat sedikit premium, namun perusahaan ini menurut penilaian saya adalah yang paling siap dalam menghadapi perubahan zaman. SCMA terus bersineri dengan perusahaan induk (EMTK) untuk memantapkan posisi menghadapi era digital. Sebelumnya sudah mengakuisisi Wisper Media yang bergerak di bidang periklan digital dan sekarang ikut tanam modal di iflix, perusahaan Australia yang bergerak di bidang film streaming. Selain itu untuk memperkuat pasar domestik, SCMA juga telah mengakuisisi Sinemart, perusahaan produksi sinetron.

AISA
Untuk AISA belum ada laporan kinerja Q2, tapi dari pubex sudah diketahui ada penurunan Pendapatan.

Namun yang lebih heboh adalah issue penggebrekan cucu usaha PT. IBU. Kasusnya agak simpang siur, namun sudah lebih jelas, dan sepertinya PT. IBU tidak seperti yang dituduh oleh Satgas.

Saya hanya hold posisi lama namun tidak berani menambah, karena sesuatu yang berhubungan dengan hukum agak resiko. Namun di sisi lain saya juga percaya managemen AISA bisa dipercaya, sehingga saya hanya melakukan wait and see.

MPPA
hingga rilis Laporan kinerja Q2, MPPA masih belum berhasil membalikkan badan dari posisi yang sangat terpuruk sejak 2016. Q2 sendiri hanya berhasil mencetak laba 6,9M, angka yang sangat kecil alhasil loss di semester 1 2017 menjadi 169,8M.

Ini saham yang mungkin akan saya cutloss jika ada calon baru yang sangat menarik. Jika tidak, saya fikir penurunan MPPA sudah sangat dalam sehingga cenderung sudah priced-in, kasusnya lebih kurang mirip dengan NRCA sehingga sudah tidak terlalu menghawatirkan lagi.

ROTI
Hingga Q2 2017, kinerja ROTI masih cukup tertekan. Laba bersih secara YoY turun 61,3% sedangkan secara QoQ turun 33,1%.

Retur penjualan di Q1 mencapai 19,4% dari Penjualan kotor, sedangkan di Q2 Retur penjualan meningkat ke 20,9%.

Terlepas dari tekanan lesunya penjualan ROTI, saya tetap optimis kinerja ROTI bakal membaik dalam jangka panjang.

Saat ini ROTI sudah berekspansi ke Filipina dan di tahun 2018 pabriknya disana sudah akan mulai produksi. Di waktu yang sama, secara domestik ROTI juga akan membangun 3 hingga 4 pabrik baru untuk menjangkau pasar baru, serta kini juga ada rencana masuk ke segmen roti beku (frozen bread/pastry) dan buka cafe. Saat ini belum ada paparan yang lebih rinci tentang rencana ini dari perusahaan. Mari kita tunggu.

Secara sentimen bursa, ROTI dalam persiapan Right Issue. Belum jelas harga RI yang akan ditetapkan, mungkin di bulan Agustus sudah ada penjelasan, perasaan saya RI ROTI ada di kisaran harga 1100-1200. Tujuan RI ini adalah demi ekspansi pembukaan 4 hingga 5 pabrik yang saya sebut diatas.

Dengan kinerja Q2 yang buruk, jika ROTI sempat turun ke batas <= 1000 kemungkinan besar di situ saya akan kembali mengakumulasi. Kita lihat saja nanti.

KBLI
Ini adalah saham yang sangat menarik prospek usahanya dalam beberapa tahun kedepan karena budget dari PLN sangat besar untuk kebutuhan kabel dan KBLI dalam posisi yang strategis menyupainya.

Hingga Q2 masih belum terlihat ada peningkatan kinerja yang berarti, tapi saya optimis masuk Q4 nanti lonjakan Pendapatan akan terlihat.

Itulah sekilas pembahasan saya untuk semua emiten di porto. Dalam beberapa bulan kedepan mungkin akan ada penyesuaian bobot/perpindahan saham. Jika itu terjadi, saya akan membahasnya di laporan berikut.

Sekian untuk bulan Juli, sampai ketemu lagi di article yang akan datang!

Salam longterm investment,

Alianto Chan

Cara tepat memasang target investasi!

Jika kita sering membaca buku tentang pengembangan diri (self-motivation/self-improvement) terutama yang berhubungan dengan kesuksesan, selalu akan kita temukan yang namanya “apa tujuan kita“.

Jika saya bertanya, apa tujuan anda dalam berinvestasi saham? Yakin sekali 100% akan menjawab demi menghasilkan uang yang lebih banyak, demi biaya kuliah anak, demi kebebas finansial di hari tua atau lain sebagainya, dan itu semua layak dan emang sering menjadi tujuan kita.

Namun jika saya tanya lagi, langkah-langkah apa yang akan anda tempuh untuk mencapainya? Ini umumnya akan mulai membuat banyak kita sulit menjawab dan berfikir panjang.

Masalahnya, kita tau secara gambaran besar apa yang kita mau, namun kita tidak punya hasrat (desire) untuk mencapainya.

Salahnya apa? Well, salahnya karena kita tidak rinci dalam menentukan tujuan kita alias kurang fokus. Contoh: menghasilkan uang sebanyak-banyaknya, cukup untuk hidup mandiri di hari tua, bisa membiayai kuliah anak hingga tamat sekolah… and so on and so on

Berapa sih nominal uang yang disebut “sebanyak-banyaknya”? Berapa pula uang yang cukup untuk hidup mandiri di hari tua? lalu berapa pula kebutuhan kuliah anak hingga tamat nanti? Ini yang menjadi masalah.

Banyak orang gagal dalam mencapai yang mereka inginkan karena mereka tidak punya visi & misi yang jelas dalam penentuan tujuan. Itu termasuk saya juga selama ini dalam investasi saham.

Kadang saya bilang mau kalahkan pertumbuhan index, kadang saya bilang mau hold saham untuk longterm atau pada waktu yang lain saya mungkin terinspirasi untuk merampingkan portofolio dan fokus pada beberapa emiten saja, ini bukan tujuan tapi strategi investasi.

Maka lewat article ini saya berharap bahasan ini bisa menjelaskan apa itu tujuan dan bagaimana kita bisa menentukan langkah-langkah untuk mencapainya.

Dalam article ini saya menggunakan sebuah contoh untuk mengilustrasikan “TUJUAN JELAS”, anda yang ingin memcoba nanti tinggal utak-atik tukar konteksnya saja untuk menyesuaikannya ke tujuan anda masing-masing.

Tujuan investasi saya: Ingin menghasilkan nilai investasi Rp23M (dua puluh tiga miliar) pada usia ke 60, lalu hidup mandiri bersama keluarga dari bunga deposito hingga usia ke 100!

Ingat, tujuan itu bersifat pribadi, jadi tidak perlu didebatkan bersama yang lain atas kelayakannya yang penting kita sendiri tau jelas apa yang mau dicapai, dan yakin ini adalah sesuatu yang bisa kita capai, lalu tinggal tentukan langkah-langkah berikutnya. Ingat sekali lagi, it’s PERSONAL!

Ok, mari kita lihat apa yang mendasari tujuan yang ingin saya capai ini:

Pertama: Pengeluaran biaya hidup bulanan keluarga saya adalah 10jt/bulan, maka setahun saya membutuhkan 120jt. Dengan asumsi inflasi adalah 6%/tahun, maka setiap tahun angka 120jt ini akan meningkat sebesar 6%, dan di usia ke 60, beban hidup per tahun keluarga saya adalah +/- 486jt.

Kedua: Dengan skema kenaikan biaya hidup di atas, saya mengsimulasikan nilai uang yang patut ada di dalam rekening deposito supaya saya bisa hidup dari bunga deposito saja (penghasilan bunga 5%) tanpa investasi saham lagi. Mengapa deposito? karena deposito adalah investasi yang memiliki resiko yang paling rendah.

Ketiga: Dengan modal awal 200jt dan tumbuh secara konsisten dalam jangka panjang dengan return 22,5%/tahun, maka di usia ke 59 dan 60 nilai investasi saya akan mencapai Rp21,3M dan Rp26,1M, dan tabungan deposito setelah potong pengeluaran yang dibutuhkan adalah Rp22,7M dan 23,4M, maka jika semua sesuai rencana, di usia ke 60, target saya tercapai! Di saat itu saya akan pindahkan investasi saham saya ke deposito dan hidup dari bunga deposito hingga usia ke 100 (amit-amit hehehe).

Keempat: Bisa dilihat dari screenshot excel file dibawah, ada 1 kolumn lagi yang berjudul “INJEKSI TAHUNAN INVESTASI”, ini akan membantu saya dalam mencapai tujuan saya lebih cepat, jika saya mampu secara rutin menginjeksi tambahan modal kedalam investasi. Namun jika tidak mampu ya tidak apa-apa, tetap lakukan sesuai yang sudah di simulasikan saat ini tanpa bantuan percepatan pencapaian tujuan lewat injeksi modal tambahan.

Itulah cara saya menentukan tujuan investasi saham saya.

Mungkin anda yang membaca ini akan berfikir masa iya bisa secara konsisten capai pertumbuhan investasi 22,5%/tahun, terus apa iya juga inflasi selalu 6% dan kenaikan biaya hidup akan selalu ikutin 6% itu? dan emang iya pula bunga deposito 5% selamanya?

Well, saya tidak ada jawaban yang pasti buat anda yang penasaran. Dan tidak ada juga jaminan inilah yang akan terjadi di masa depan, namun paling tidak saya sudah punya rencana yang jelas dan asumsi saya terlihat juga tidak keterlaluan. Jika nanti kondisi berubah dan bersifat permanen, maka saya akan menyesuaikan rencana saya untuk menghadapi perubahan tersebut.

Again, ini sifatnya pribadi, yang penting saya yakin saya bisa melakukannya dan tau jelas apa yang ingin saya capai. Jika ingin mengerti lebih dalam tentang cara memasang target dan mencapai tujuan, silahkan baca buku “Think and Grow Rich” karya Nepoleon Hill, buku tersebut akan sangat membantu.

Pesan terakhir: Semakin kecil target investasi kita untuk masa depan, semakin mudah untuk bisa dicapai. Dalam penetapan tujuan pertimbangkanlah hal tersebut. Seperti contoh saya atas, 22,5% mungkin adalah angka yang bisa dibilang cukup challenging, namun masin tergolong wajar. Tapi jika anda berharap bisa mencapai pertumbuhan nilai 50% per tahun secara konsisten, maka pikirlah 10x lagi 🙂

Ingat, sebuah tujuan yang jelas adalah yang bersifat:
1. Rinci
2. Bisa diukur
3. Bisa dicapai
4. Relevan
5. Kurun waktu yang jelas

Sekian untuk article kali ini, semoga bermanfaat!

Semua yang dibahas di atas hanyalah sebagai contoh saja, termasuk tujuannya. Anda tidak perlu berfikir secara kaku bahwa harus memindahkan uang ke deposito seperti contoh saya. Cukup dengan target angka yang ingin dicapai di usia tertentu pun sudah cukup, intinya harus jelas! Namun jika bisa diiringi dengan alasan yang kuat mengapa angka tersebut dan bersifat personal (relevan), moga-moga hasrat kita akan semakin kuat mendorong kita untuk mencapainya.

Nb: article ini juga terinspirasi dari sharing yang pernah admin grup kami bagikan dalam workshop sebelumnya!

Sekian!

Salam longterm investment,

Alianto Chan

Rumus dasar FA: ROA dan ROE!

Sebelumnya saya sudah pernah pos ini di beberapa medsos, namun saya pikir ada manfaatnya saya mengulangnya kembali di sini dengan sedikit tambahan data yang menurut saya cukup penting, semoga bermanfaat.

Tentunya 2 rumus ini (ROA dan ROE) sudah tidak asing lagi buat kita semua. Siapa pun yang sudah terjun lama di dunia saham sudah pasti tau cara mengkalkulasinya, namun mungkin sebagian kecil dari kita belum sesungguhnya mengerti makna dari 2 rasio ini.

Ayo kita kaji lebih dalam ke 2 rumus ini.

Pertama, kita lihat dulu ROA!

ROA = net profit / ASsET

Atas adalah rumus singkat ROA, sesungguhnya rumus ROA berasal dari rumus yang lebih detail dibawah ini:

ROA = NET MARGIN x ASSET TURNOVER RATE

terus jika kita pecahkan, maka:

ROA = (NET PROFIT / SALES) x (SALES / ASSET)

karena SALES dibagi SALES saling menghapus sehingga yang tersisa adalah Net Profit / Asset seperti yang sudah kita ketahui.

Jadi ROA itu terdiri dari 2 komponen:

1. NET MARGIN / NET PROFIT MARGIN

Ini menceritakan kepada kita berapa tebal Laba Netto dari Pendapatan yang bisa dihasilkan oleh Perusahaan setelah memotong semua beban operasi usaha.

2. ASSET TURNOVER RATE

Ini menceritakan kepada kita berapa hebat Perusahaan menggunakan Asetnya untuk menciptakan Perputaran Pendapatan.

Alhasil, untuk meningkatkan ROA yaitu seberapa hebat Perusahaan memanfaatkan Aset dalam mencetak Laba, maka: angka Net Margin harus besar atau angka Asset Turnover Rate harus besar, atau lebih ideal lagi dua-duanya besar.

Ini menjelaskan mengapa perusahaan yang memiliki Net Margin kecil seperti AMRT, MIDI, TELE dkk yaitu sekecil 1%-3% saja, namun bisa memiliki ROA yang tergolong bagus, karena perusahaan-perusahaan ini berada di sektor fast moving goods, Perputaran Pendapatan terhadap Aset (Asset Turnover Rate) yang tinggi, Pendapatan mereka bisa beberapa kali lipat dari nilai Aset, sehingga membuat ROA > Net Margin.

Sebaliknya ada juga perusahaan seperti LPCK, BSDE dkk yg Net Margin tinggi bisa 30%-50% namun Perputaran Pendapatan terhadap Aset tergolong lambat sehingga ROA < Net Margin.

Atau dalam kondisi bisnis ideal, yaitu Net Margin tinggi dan Perputaran Pendapatan terhadap Aset juga kencang, the perfect combination seperti LPPF dan ACES.

Itulah korelasi aneka faktor finasial yang berhubungan dengan ROA, semoga bermanfaat.

Sekarang kita masuk ke bagian ke 2, yaitu ROE.

ROE dipakai untuk mengukur efisiensi Ekuitas (Modal + Laba di Tahan) dalam mencetak Laba, rumusnya sudah tidak asing, yaitu:

ROE = NET PROFIT / EQUITY

Yuk, kita pecahkan juga rumus ini untuk melihat asal usulnya bagaimana pula!

ROE = ROA X FINANCIAL LEVERAGE

Financial Leverage = Asset / Equity

Dalam kata lain, Financial Leverage (FL) itu adalah besarnya porsi kewajiban (utang) perusahaan. Jika FL > 2, berarti Utang > Ekuitas, sedangkan jika FL < 2, berarti Utang < Ekuitas dan jika FL = 2, artinya Utang = Ekuitas.

Contoh: Jika Asset = 10, dan Liability (Utang) = 8, Maka Equity adalah 10-8=2!
FL = 10:2 = 5 (Kondisi Utang > Ekuitas, FL > 2)

Contoh lain: Asset = 10, dan Liability = 2, maka Equity = 10-2 = 8,
FL = 10:8 = 1,25 (Kondisi Utang < Ekuitas, FL < 2)

Ok, sekarang mengerti apa itu Financial Leverage, ayo kita pecahkan lagi rumus ROE atas!

Ingat kembali bahwa:

ROA = Net Margin x Asset Turnover Rate, maka

ROE = (NET MARGIN x ASSET TURNOVER RATE) x FINANCIAL LEVERAGE

atau lebih detail lagi:

ROE = (NET PROFIT / SALES) x (SALES / ASSET) x (ASSET / EQUITY)

karena SALES saling menghapus dan ASSET juga saling menghapus, maka akhirnya kita bisa menyederhanakan rumus:

ROE = NET PROFIT / EQUITY

ini yang kita kenal selama ini, gituuu!!!

Jadi ROE itu terdiri dari 3 kompenen, dan setiap komponen yang besar akan bisa meningkat angkanya:

1. Net Margin yang tinggi
2. Asset Turover Rate yang tinggi, dan/atau
3. Rasio utang alias Financial Leverage yang tinggi

Konsep Financial Leverage agak berlawanan dengan Net Margin dan Asset Turover Rate. Walaupun sama-sama dengan angka yang besar bisa mendorong Ekuitas dalam mencetak laba, namun perusahaan mengambil resiko yang lebih besar lewat utang, dan jika tidak dikendali dengan baik, mala bisa bahaya.

Jadi apa kesimpulannya?

1. Kadang kita sering ketemu pembahasan para investor bahwa mereka lebih nyaman memakai rasio ROA, atau sebagian pula ROE. Sesungguhnya ROA dan ROE itu adalah sama, bedanya hanya terletak di tingkat penggunaan utang yaitu Financial Leverage.

2. Cara cepat mengetahui tingkat utang perusahaan besar atau kecil, tinggal bandingkan ROA dan ROE perusahaan tersebut. Jika selisih antara angka ROA dan ROE besar, maka cenderung utang besar, sedangkan jika selisihnya kecil, maka perusahaan minim utang. Namun utang itu ada 2 jenis, utang berbunga dan utang usaha, yang harus di perhatikan adalah utang berbunga, karena ini akan memberatkan kinerja perusahaan.

3. Net Margin (NPM) walaupun penting, namun tidak menceritakan gambaran utuh sebuah bisnis karena NPM hanya mengukur laba yang dihasilkan dari pendapatan tanpa mempertimbangkan berapa besar aset perusahaan. Perusahaan yang ideal adalah yang mampu mempertahankan rasio ROE dari tahun ke tahun, artinya perusahaan berhasil menciptakan nilai tambah dalam menjalani usaha.

Dari sinilah keputusan alokasi modal patutnya ditentukan, dan dari sini pula kita bisa melihat rasionalitas pimpinan perusahaan dalam penentuan penggunaan laba apakah terus berekspansi atau dibagikannya dalam bentuk dividen.

Untuk mengerti lebih detail tentang alokasi modal, bisa baca buku The Warrent Buffett Way, atau ringkasan yang sudah saya tulis di blog ini.

Semoga article ini memberikan manfaat. See you in my next article!

Salam longterm investment,

Alianto Chan