UNTR, LK tahun buku 2015 terjebak dalam depresiasi nilai property pertambangan!

Logo United Tractors

Logo United TractorsPasca releasenya LK kemarin sore, laba UNTR secara sangat mengejutkan anjlok 28% dibanding dgn tahun 2014, yaitu 3,85T vs 5,36T, padahal di Q3 sebelumnya, kinerja UNTR terlihat sangat kokoh dan memiliki potensi utk rebound dari kinerja buruk yg dialami sejak 2012-2014.

Tapi tanpa diduga, sebenernya bukan tanpa diduga juga, lebih ke kesilapan, karena hal yg sama juga sudah terjadi di Q4-2014 kemarin dgn nominal yg lebih kecil, cuman kurang di perhatiin di LK sehingga tidak menyadarinya, yaitu penyusutan di NILAI PROPERTY PERTAMBANGAN sebesar 4,74T vs 2,74T.

Karena punyusutan inilah, akhirnya laba UNTR di tahun buku 2015, anjlok 28%. Jujur utk saat ini saya sendiri masih mengamati apa arti dari penyusutan ini, apakah penyusutan nilai ini bergerak sesuai perkembangan harga batubara, atau bagaimana.

Anyhow, seperti yg diungkapkan di buku Peter Lynch, ujung-ujungnya laba. Karena laba sudah anjlok 28% dan EPS thn 2015 menjadi 1033 saja, maka dgn valuasi saat ini, UNTR sudah tidak lagi semurah sebelumnya, sehingga saya juga memutuskan utk exit dari posisi saya, beli di 15.075 (3 hari yg lalu), dan CL di 14.900 tadi pagi.

Jika nanti, ternyata harga saham UNTR terus anjlok ke kisaran 10.000-11.000, mungkin pada harga itu, saya akan lebih yakin utk buyback, sebaliknya jika harga UNTR ternyata pantul, tapi dgn valuasi wajarnya saat ini hanya di 17.226, upside utk investasi sangat kecil, saya lebih suka membeli saham bagus yg memberikan diskon besar say 30%-40% dari wajarnya. We shall see!

Utk fundamental check saya di UNTR sebelumnya, silahkan baca di sini!

untr-valuasi

UNTR good company in bad time!

Logo United Tractors

Logo United TractorsUNTR adalah emiten yg bergerak di bidang jasa pertambangan dan alat berat dgn fokus usaha di 4 segment antara lain: mesin konstruksi, kontraktor penambangan, penambangan batubara dan industri konstruksi.

– Mesin konstruksi merupakan penjualan dan penyewaan alat-alat berat beserta pelayanan purna jual.
– Kontraktor penambangan memberikan jasa penambangan kepada pemilik konsesi penambangan.
– Penambangan batubara fokus pada penambangan dan penjualan batubara.
– Industri konstruksi memberikan jasa konstruksi.

Jika di lihat secara historis utk jangka wkt 8 tahun terakhir terakhir, pertumbuhan CAGR perusahaan masih cukup bagus, yaitu:
Pendapatan @ 18.44%
Laba operasi @ 26.68%
Laba bersih @ 24.50%

Tapi jika pasca 2011 dimana harga batubara mulai terpuruk emiten ikut mengalami pertumbuhan CAGR yg negatif:
Pendapatan @ 1.17%
Laba operasi @ 5.20%
Laba bersih @ -3.10%
(Hanya laba operasi yg berhasil tumbuh positif)

Porsi pendapatan dari 3 segment per LK Q4/2011 sbb:
Mesin konstruksi = 27,2T = 49%
Kontraktor penambang = 22,4T = 41%
Penambang batubara = 5,4T = 10%

Porsi pendapatan dari 4 segment per LK Q3/2015 sbb:
Mesin konstruksi = 10,8T = 28%
Kontraktor penambang = 23,4T = 61%
Penambang batubara = 3,3T = 9%
Industri konstruksi = 0,8T = 2%

Porsi beban pokok pendapatan dari 4 segment atas per LK Q3/2015 sbb:
Mesin konstruksi = 8,2T // beban = 76%
Kontraktor penambang = 18,1T // beban = 77%
Penambang batubara = 2,4T // beban = 73%
Industri konstruksi = 0,7T // beban = 82%

LK per 30 Sept 2015:
Asset lancar = 41,8T (15,9T adalah kas dan setara kas)
Asset tidak lancar = 29,1T
Liabilitas jangka pendek = 22,0T (1,2T adalah utang berbunga)
Liabilitas jangka panjang = 6,4T (2,8T adalah utang berbunga)
Ekuitas = 42,5T

Kas dan setara kas = 15,9T, berarti 1 saham = Rp4.270,-
Pendapatan = 38,3T
Laba usaha = 6,8T
Laba bersih = 5,6T
EPS = 1494 (ttm = 1654)

Jika di annualised secara ttm, laba bersih UNTR utk 2015 adalah 5,6T (tumbuh 16%).

Dari sisi utang berbunga seperti pinjaman bank dan sejenis, perusahaan hanya memiliki utang senilai 1,2T dimana utang tersebut akan jatuh tempo dlm kurun waktu kurang dari 1 tahun. Dan utk jangka waktu yg lebih dari 1 tahun, utang berbunga adalah 2,8T, sangat kecil jika dibandingkan dengan cash position perusahaan saat ini.

Utk valuasi saham UNTR, secara perhitungan sederhana, dgn EPS 1654, ditambah dgn kas dan setara kas per saham 4270, berarti total nilai adalah Rp5924. Dengan harga saham saat ini ada di 16.000, maka PER sesungguhnya adalah 2,7x. Dgn penurunan kinerja utk beberapa tahun terakhir, dan kini terlihat ada signal rebound di kinerja tahun buku 2015, apakah saatnya utk beli?

Valuasi time value of money UNTR:

untr-valuasi