PGAS, raksasa tidur

Logo PGAS

Logo PGASPerusahaan Gas Negara (PGN) adalah salah satu perusahaan yg tertua di Indonesia, yg berdiri sejak tahun 1859 di masa Belanda dgn nama  LJN Eindhoven & Co.,, tapi kemudian secara resmi di catat sebagai perseroan terbatas di tahun 1965 dan dirubah namanya menjadi Perusahaan Gas Negara PT. Karena strategisnya bidang usaha dan bersifat monopoli (well, sekarang sudah menjadi oligopoli karena sudah ada beberapa perusahaan bumn maupun swasta lain yg bergerak di bidang yg sama), maka PGN berhasil bertahan dan terus tumbuh sampai hari ini dgn rewayat hidup lebih kurang 160 tahun dan masih eksis.

Jujur secara detail, saya sendiri tidak menguasai bidang usaha ini, jadi saya akan mencoba menjelaskannya secara simple sesuai dgn apa yg saya tau.

Segment usaha PGN saat ini:

1. DISTRIBUSI GAS
Segmen distribusi gas melakukan kegiatan usaha utama Perusahaan dalam mendistribusikan gas yang  ibeli dari supplier gas dan menyalurkannya kepada pelanggan industri, komersial dan rumah tangga.

2. TRANSMISI GAS
Segmen transmisi gas melakukan kegiatan usaha dalam menyalurkan gas untuk pelanggan industri.

3. EKSPLORASI MINYAK & GAS
Segmen eksplorasi minyak gas melakukan kegiatan usaha dalam ekplorasi, eksploitasi dan pengembangan usaha di bidang minyak dan gas bumi.

4. OPERASI LAINNYA
Segmen operasional lainnya terkait dengan jasa sewa fiber optik untuk penyediaan jaringan dan jasa konstruksi dan perbaikan kepada pelanggan.

Sebelum kebijakan open-access berlaku, yaitu memungkinkan produsen gas utk menjual langsung ke konsumen tanpa harus lewat PGN tapi dgn menggunakan akses pipa gas PGN yg sudah terbangun, PGN dulu masih berstatus sebagai monopoli dalam usaha transmisi dan distribusi gas alam. Tapi karena kondisi sudah berubah, dan kini produsen sudah bisa dengan bebas menjual ke siapa saja dan menggunakan jalur pipa gas PGN pula, ini menjadi hantaman yg keras bagi PGN (sudah cape cape bangun infrastrutur yg mahal dengan biaya sendiri, kini dinikmatin pula oleh siapa saja walaupun mendapatkan fee yg kecil). Oleh karena itu pula, kini PGN sudah berekspansi ke lini usaha pertambangan gas alam, sehingga perusahaan bisa menjamin pasokan gas alam yg nanti bisa dijual ke konsumennya.

So, singkat kata, business model PGN saat ini lebih cenderung seperti ini: eksplorasi dan tambang gas alam, salurkan ke penampungan, distribusi ke konsumen baik itu industri, komersial maupun rumah tangga.

Coba kita liat dari sisi fundamental keuangan PGN seperti apa:

Pertumbuhan CAGR 8 tahun terakhir:
Pendapatan @ 16,01%
Laba bruto @ 7,72%
Laba operasi @ 7,08%
Laba bersih @ 15,85%
(tapi merujuk pada jangka waktu yg lebih pendek, trend pertumbuhan menurun)

Kontribusi pendaptan dari segment usaha (dlm USD) sbb:
Distribusi gas 2,613M = 85,1% ==> turun 10,19% yoy
Transmisi gas 7JT = 0,2% ==> turun 76,7% yoy
Eksplorasi minyak & gas 264JT = 8,6% ==> turun 11,5%
Operasi lainnya 185JT 6,1%
**TOTAL PENDAPATAN = 3,069M ==> turun5,7% yoy

Beban pokok usaha (dlm USD) sbb:
Distribusi gas 1,619M
Eksplorasi minyak & gas 367JT
Operasi lainnya 120JT
**TOTAL BEBAN POKOK = 2,106M

Laporan Neraca per FY 2015 (dlm USD) sbb:
Kas dan setara kas = 1,136M = Rp609 / saham @ KURS Rp13.000
Asset lancar = 1,723M
Asset tidak lancar = 4,772M
Liabilitas jangka pendek = 667JT (122JT utang berbunga)
Liabilitas jangka panjang = 2,805M (2,587M utang berbunga)
Ekuitas induk = 3,020M
Ekuitas non-pengendali = 3JT
Jumlah saham = 24.241.508.196 lembar

Laporan Laba/Rugi FY 2015
Pendapatan 3,069M ==> turun 5,7%
Laba bruto = 963JT ==> turun 25,1%
Laba usaha = 565JM ==> turun 34,2%
Laba bersih = 401JM ==> turun 43,6%
EPS = USD0.0166 @ 13.250 = Rp220

GPM = 31,4%
OPM = 18,4%
NPM = 13,1%

Laporan Arus Kas per FY 2015

Kas operasi = 528M > laba bersih
(kas operasi yg lebih tinggi dari laba bersih umumnya diartikan sebagai indikasi positif bahwa keuntungan laba berhasil dikonversi kedalam bentuk uang, bukan untung dalam bentuk piutang dimana uangnya belum tentu bisa di tagih nantinya)

Kas investasi = minus 1,122M
(Pengeluaran dalam kas investasi diartikan sebagai upaya perusahaan berekspansi usaha. Dalam hal PGN fokus investasinya ke segment eksplorasi dan tambang)

Kas pendanaan = 595M
(Karena free cashflow yg negatif, kas oeprasi < kas investasi, sehingga akhirnya PGN harus menambah utang utk membiayai ekspansi tersebut, bisa dilihat dari kas pendanaan yg positif ini)

Dari sisi utang, walaupun PGN memiliki DER yg tergolong cukup tinggi yaitu 1,15x dari ekuitas, tapi jika kita liat dari sisi liquiditas, current rasio yaitu asset lancar vs utang jangka pendek, perusahaan masih memiliki rasio 2,58 : 1, jadi masih ok.

Prospek: koreksi fundamental yg dialami PGN beberapa tahun ini sejalan dgn terkoreksinya sektor komoditas. Tapi, jika perusahaan plat merah ini bisa bertahan selama 170 tahun dan masih berdiri kokoh, saya optimis pada saat sektor komoditas kemudian membaik, kinerja PGN juga akan ikut rebound. Ibarat kinerja perusahaan saat ini masih lagi hibernasi, dan kita belum tau kapan dia akan terbangun. Tapi kalau dilihat dari sisi ekspansi usaha, cukup menarik perhatian.

Perusahaan kini kian giat dalam berekspansi dari hulu hingga hilir. Selain terus melirik tambang baru, perusahaan juga terus menambah jaringan pipa transmisi, meningkatkan penyaluran gas ke industri dan membuka SPBG, target 60 unit hingga tahun 2019. Jika di singgung mengenai pro dan kontra tentang peleburan antara Pertagas dan PGN dibawah naungan Pertamina, saya sendiri juga tidak faham. Saya lebih fokus kepada prospek dan kinerja mikronya.

Utk valuasi saham PGAS, dgn EPS USD0,0166 (@ Kurs 13.250, EPS dlm rupiah = Rp220) dan harga saham saat ini ada di 2665, maka PER = 12,1x. Dgn PER segitu, PGAS masih sedikit di bawah PER rata-rata, yaitu 13,8x, dgn diskon lebih kurang 16% dari harga wajar.

pgas-valuasi
(Saya sendiri sudah mulai nyicil beli di 2590 pada awal minggu dgn porsi 33,5% dari total dana alokasi yg saya cadangkan buat beli saham ini)