Apa impact divestasi GOLL terhadap AISA secara finansial akunting?

Logo Golden Plantation

Logo Golden PlantationOk, saya yakin semua sudah pada tau jika GOLL sudah berhasil dijual oleh AISA kepada sang pendiri AISA yaitu Joko Mogoginta dgn harga Rp182/saham pada tgl 10 Mei 2016.

Lalu, dgn terjualnya GOLL, apa saja perubahan yg terjadi secara finansial akunting? Dibawah ini adalah screenshot excel yg sudah saya compile dari data 2015 full year, masing-masing AISA, GOLL dan PASCA DIVESTASI:

goll-aisa-statement-finance

Note: untuk mempermudah, saya tidak mengkalkulasi lagi transaksi divestasi GOLL ini menguntungkan atau tidak, tapi langsung saya masukkan uangnya ke kas dan sekaligus mengingkatkan ekutias sesuai dgn nominal yg ditransaksikan. Dari transaksi tersebut, saya juga sudah memotong 1% pajak final, dan tanpa menghintung fee securitas yg mungkin timbul.

Dengan laporan keuangan diatas, mari kita banding antara rasio sebelum AISA divestasi dan sesudah:

goll-aisa-statement-finance2

Terlihat bahwa, gross profit margin menurun sedikit dan hampir tidak berarti yaitu 0,06%, pasca divestasi GOLL.

Namun, secara beban operasional mapun beban non operasional, GOLLsebetulnya cukup memberatkan AISA, sehingga bisa dilihat pasca divestasi, baik margin laba operasi maupun margin laba bersih meningkat masing-masing 4,26% dan 5,16%.

Secara bookvalue juga tidak terjadi banyak perubahan. Namum secara kas, karena kerjadinya transaksi GOLL, maka kas dan setara kas naik 87,42%.

Secara resiko utang, pasca divestasi GOLL, current rasio AISA membaik 14,78% dan DER pun turun sebesar 18,8%.

Secara profitability, baik ROE maupun ROA ikut membaik. Tapi kenaikan ROA lebih menonjol karena terjadi penurunan asset pasca divestasi sebesar hampir 13%.

Kesimpulannya:
Dengan dijualnya GOLL, maka kini AISA bisa kembali fokus kepada core-business yaitu consumer goods dan beras.

Utk tahun 2016, management AISA menargetkan pendapatan:
1. Divisi food Rp 2,63T –> meningkat 32%
2. Divisi rice Rp 4,25T –> meningkat 4%

Khusus utk divisi beras, perusahaan akan lebih fokus kepada peningkatan margin kebanding volume dgn upaya meningkatkan penjualan branded rice yg saat ini baru berkontribusi 17% menjadi 40%.

Menimbang prospek masa depan AISA, berkurangnya resiko utang, bertambahnya liquiditas dan perbaikan rasio keuangan inti, maka AISA saat ini menjadi sangat meranik utk dipertimbangkan sebagai saham yg layak di invest utk jangka panjang.