ACE Hardware (ACES): Kawan lama datang mengunjung!

Profile Perusahaan

Per 31 Desember 2015, ACE Hardware sudah memiliki 117 gerai toko modern dengan total luas banguan mencapai 300.000 m2 (average 2.564 m2) dan menjual 80.000 jenis produk (75% impor) dan hadir di 34 kota se Indonesia.

ACE Hardware Indonesia (Perseroan/AHI) didirikan oleh grup Kawan Lama Sejahtera pada tahun 1995 dengan gerai perdana dibuka di Karawaci, Tangerang di tahun 1996. Perseroan bergerak di bidang ritel dan berfokus khusus pada produk home improvement dan lifestyle dengan target pasar menengah dan keatas.

Bagi kita yang sudah pernah berkunjung ke gerai ACE Hardware, mungkin 2 hal utama yang selalu menjadi kesan pertama dan yang kita ingat.

Pelayanan yang sangat friendly dan sangat membantu. Ini sejalan dengan misi Perseroan dan merupakan moto ACE Hardware, yaitu “The Helpful Place”;

Hal ke dua adalah banyak sekali ditemukan produk ACE Hardware yang bermerk “Krisbow. Merk ini sebetulnya adalah singkatan dari nama pendiri grup Kawan Lama, yaitu bpk Krisnandi Wibowo, well now you know! Produk merk Krisbow adalah 100% produksi dan impor dari China oleh Perseroan langsung.

Selain gerai ACE Hardware, Perseroan juga memiliki gerai ritel modern yang khusus menjual produk mainan anak-anak, yaitu Toys Kingdom. Sama halnya dengan ACE Hardware, Toys Kingdom juga menyasar pangsa pasar segmen menengah dan keatas, dan produk yang dijual tidaklah terbatas di produk mainan biasa saja, namun lengkap dengan produk edukasi anak serta perlengkapan aksesoris lain-lain. Pada penutupan tahun 2015, total gerai Toys Kindom adalah sebanyak 27 gerai dimana AHI memiliki porsi kepemilikan di Toys Kindom sebesar 60%.

Setelah berdiri 12 tahun, di bulan Nopember 2007 Perseroan memperoleh pernyataan efek dari BAPEPAM-LK untuk melakukan aksi penawaran umum perdana publik (IPO) dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan kode emiten ACES. Saham yang ditawarkan ke publik berjumlah 515.000.000, mewakili 30% total saham, dengan harga pelaksanaan di Rp 820,- per saham. Namun di tahun 2012 terjadi stocksplit 1:10, sehingga sesungguhnya harga IPO adjusted adalah Rp82,- maka dalam kata lain, saham ACES sudah sempat mencapai 10baggers dalam kurun waktu 8 tahun ini.

Itu sekilas perkenalan tentang AHI. Sekarang mari kita lihat sebagus apa kinerja Perseroan selama 8 tahun terakhir, bukan 10 tahun karena itulah data yang tersedia.

1. Overview kinerja

Jika di amati data diatas, dari tahun 2008 hingga 2015 Pendapatan terus bertumbuh, memberi signal yang bagus. Baik Laba Usaha maupun Laba Bersih juga memberikan hasil yang sama. Secara ROA dan ROE juga superb, selalu ada di 15% dan keatas. Jadi, secara garis besar ini sudah memberi indikasi yang sangat bagus untuk dipelajari lebih dalam sebagus apa kinerja Perseroan dalam 8 tahun terakhir.

1. A. Profitabilitas/Marjin Usaha

Secara Marjin Laba Kotor, makin tahun makin meningkat dari 41% hingga mencapai titik tertinggi di 2013 yang mendekati 50% lalu turun ke 47%-48% untuk 2 tahun terakhir. Dari sini kita bisa membuat 2 asumsi yaitu: Perseroan berhasil menjual produknya lebih mahal atau berhasil menurunkan Beban Pokok sehingga Marjin Laba Kotor meningkat, either way adalah hal yang bagus jika Pendapatan tetap bertumbuh. Ini secara tidak langsung sudah mengindikasikan kekuatan MOAT yang dimiliki Perseroan walaupun kita belum bisa mengetahui MOATnya apa.

Marjin Laba Usaha juga berhasil tumbuh dari 13% ke 16% dari tahun 2008 hingga 2015, another PLUS for company’s fundamental.

Sedangkan Marjin Laba Bersih tumbuh sedikit lambat, meningkat dari 11% ke hampir 14% namun menyusut kembali ke 12%+ di tahun 2014-15. Ini disebabkan oleh biaya admin bank yaitu fee transaksi elektronik gerai dan bunga pinjaman jangka pendek Perseroan dari BCA untuk modal kerja operasional. Beban ini mengambil porsi 0,7% hingga 0,8% dari Pendapatan.

1. B. Pertumbuhan Usaha

Pertumbuhan Pendapatan terlihat sangat bagus, namun terjadi perlambatan selama 3 tahun terakhir dimana pertumbuhan hanya mencapai +/- 14% saja, turun cukup signifikan dari sebelumnya > 30%.

Pola pertumbuhan Laba Usaha dan Laba Bersih cukup paralel dari tahun ke tahun. Namun karena terjadi perlambatan di pertumbuhan pendapatan, maka Laba Usaha dan Laba Bersih pun ikut melambat.

Jadi secara pertumbuhan kinerja sebetulnya saat ini kurang bagus. Namun kita akan revisit prihal pertumbuhan nanti di prospek usaha dibawah. Mari kita lanjut selesaikan 5 komponen dulu.

1. C. Arus Kas Perseroan

Walaupun secara trend Operating Cash Flow dan Free Cash Flow, Perseroan mengalami beberapa masa fluktuasi, namun belakangan terlihat trend yang menunjukan Kas mulai meningkat. Ini juga mengilustrasikan fundamental yang positif.

1. D. Kesehatan keuangan Perseroan

Secara jangka pendek (1 tahun), baik current ratio maupun quick ratio memberikan indikasi yang sangat sehat. Hingga akhir tahun 2015, current ratio masih mendekati 6x sedangkan quick ratio > 2x.

Secara jangka panjang (> 1 tahun), Perseroan sangat minim utang, sehingga baik Debt to Equity ratio maupun Financial Leverage sangat fantastis. Total utang berbunga hanya berjumlah 2% dari total ekuitas. Sedangkan total ekuitas mencapai 76% dari total aset di tahun 2015. Jadi secara jangka panjang, kesehatan keuangan Perseroan sangat kokoh.

1. E. Efisiensi Usaha

Cash Conversion Cycle (CCC) sebetulnya cukup jelek, terus meningkat dari 38 hari di tahun 2008 hingga mencapai 191 hari di tahun 2015.

Jika di selidiki lebih detail dari data atas, Days of Sales Outstanding (masa Piutang) sangat bagus, rata-rata 1 hingga 2 hari saja. Itu karena semua transaksi penjualan Perseroan adalah cash/e-cash sehingga tidak ada yang namanya utang, dan itu juga mengapa sebelumnya kita melihat ada admin/fee bank yang mencapai 0,7% hingga 0,8% dari Pendapatan, itu adalah penjualan dalam bentu kartu kredit via mesin EDC.

Payables Period (tempo Utang) juga stabil antara 2 minggu hingga 3 minggu selama 8 tahun terakhir.

Namun yang membuat CCC membengkak ternyata Days Inventory (masa Perputaran Persediaan), yang terus meningkat dari 50 hari hingga kini mencapai 207 hari. Itu artinya, barang yang sama harus di tumpuk di gudang Perseroan selama 207 hari sebelum terjual, cukup shocking sebetulnya untuk bisnis ritel jika memiliki Persediaan yang begitu slow moving. Untung saja produk Perseroan adalah perlengkapan dan peralamat rumah dan gaya hidup sehingga rata-rata tidak ada masa kadaruasa (expiry date).

Kesimpulan:

Secara Marjin keuntungan (profitabilitas) sangat bagus masih bisa diatas double digit, dan arus kas juga terlihat jauh membaik dan terus meningkat, kesehatan keuangan juga simply superb!

Sebaliknya, pertumbuhan kinerja terlihat jauh melambat, Laba Bersih sebelumnya bisa tumbuh hingga 30%-40% namun kini hanya tumbuh 10% dalam 3 tahun terakhir dan masa Perputaran Persedian sangat jelek. Pendapatan hanya tumbuh 14% sedangkan Persediaan meningkat 35% dalam 3 tahun terakhir.

Namun secara overall saya tetap memberi positive view atas kinerja Perseroan, karena perusahaan masih sehat, utang minim, arus kas lancar dan Penjualan juga masih meningkat.

2. Follow the Story

Dari data atas, bisa di ketahui beberapa pola.

  1. Pertumbuhan Pendapatan cenderung lebih kuat di paruh ke 2.
  2. Lebaran tidak memiliki efek apapun terhadap Pendapatan, karena kita tau bahwa sebelumnya Lebaran jatuh di Q3 sedangkan tahun 2016 di Q2, namun secara pola Pendapatan Perseroan tidak berubah, beda sekali dengan LPPF.
  3. Beban Usaha Perseroan selalu meningkat di triwulan dimana Lebaran jatuh, ini karena pembayaran THR.
  4. Alhasil Laba Bersih cenderung mengecil di triwulan dimana Lebaran jatuh.
  5. Jika dilihat secara YTD hingga 3Q16, Pendapatan yang dicapai adalah 3,551T, masih meningkat 2,8% dibanding periode yang sama tahun 2015, angka ini masih jauh dari 11% CAGR Laba Bersih yang kita ketahui hingga 2015, artinya perlambatan pertumbuhan masih mungkin akan berlanjut hingga tutup tahun 2016.

Secara marjin tidak banyak berubah dari topline (Pendapatan) hingga midline (Laba Usaha), namun terjadi efisiensi di Beban non-operasional, menurun menjadi 0,3% dari Pendapatan dibanding 0,7%-0,8% di tahun-tahun sebelumnya. Alhasil Marjin Laba Bersih kembali meningkat secara YTD ke 13,4% dan ini akan berdampak positif pada bottomline tahun 2016. YTD Laba Bersih 2016 tumbuh 21% dibanding periode yang samantahun 2015.

Berdasarkan berita kontan ini, disebutkan pencapaian Pendapatan ACE Hardware 2016 adalah 4,86T, berarti tumbuh 2,5% dari tahun 2015, namun jika menggunakan marjin baru, maka Laba Bersih tahun 2016 adalah 651M alias tumbuh 10,7% masih inline dengan CAGR pertumbuhan laba 3 tahun sebelumnya, sehingga membuat dugaan kiya diatas tadi menjadinsia-sia karena terjadi peningkatan di Q4.

3. Prospek usaha & ekspansi bisnis

Secara jangka panjang, Perseroan menargetkan pembukaan total gerai ACE Hardware sebanyak 200 hingga 300 outlet di sedikitnya 50 kota dengan target konsumen berpendapatan diatas USD5,000.

Produk Perseroan di bagi menjadi 2 segmen, dan saat ini kontribusi terhadap pendapatan adalah 60% home improvement dan 40% lifestyle, namun kedepannya Perseroan berencana untuk membuat kontribusi ini imbang 50-50.

Target umum capex Perseroan adalah 300M setahun, dimana sebagian besar biaya ini dipakai untuk pembukaan gerai baru sebanyak 8-10 gerai per tahun.

Cost per gerai diukur dari luas bangunan, dimana setiap m2 akan membutuhkan capex +/- 4jt. Pembagian wilayah ekspansi adalah 30%, 40% dan 30%, yaitu untuk wilayah Jakarta, Jawa dan Luar Jawa. Peran Jakarta dan Jawa masih sangat penting saat ini, memberi kontribusi hingga 70% dari total pendapatan Perseroan.

Selain itu, Perseroan juga sudah mulai menambah strategi dengan membuka gerai berukuran kecil (1000 m2 dan kebawah) untuk segmen market sekunder. Produk yang ditawarkan untuk gerai kecil ini akan jauh selektif.

Di Januari 2017, Perseroan sudah membuka gerai perdana ukuran kecil dengan luas 1.000 m2 di Tangerang, sehingga sampai kini total gerai ACE Hardware sudah berjumlah 130.

Strategi khusus yang di ambil Perseroan ini masih dalam masa percobaan, namun besar harapan gerai kecil ini bisa sukses dan memberi kontribusi yang berarti kepada pendapatan Perseroan. Jika berhasil maka potensi ekspansi akan kembali terbuka lebar, sehingga Perseroan bisa berekspan seperti Matahari yang masuk ke segmen-segmen kota lapis 2 dan 3.

Mengenai ekspansi usaha Toys Kingdom, saat ini Perseroan memiliki 27 gerai, namun kontribusi Toys Kingdom terhadap total pendapatan tidaklah signifikan hanya 4℅, dan angka ini pun tidak akan jauh beda di masa depan dengan maksimum 10% saja menurut paparan dari management.

Adapun hambatan-hambatan yang harus dilalui Perseroan saat ini. Pertumbuhan SSSG menurun dari 6% menjadi 3,7% hingga Oktober 2016. Hal tersebut tidaklah terjadi karena penurunan di basket size (saat ini Rp 360.000/pelanggan dan 2xlipat lebih tinggi jika member), namun karena sepinya pengunjung, terutama di Luar Jawa.

Sesuai dengan riset sekuritas Credit Suisse diatas, terlihat ada hubungan erat antara sektor properti dengan pertumbuhan kinerja ACE Hardware.

Baik peningkatan di pra-penjualan (marketing sales) maupun KPR akan memberi dampak yang sama terhadap SSSG Perseroan. Sehingga bisa disimpulkan bahwa, jika nanti trend properti sudah kembali membaik, maka SSSG ACE Hardware pun akan ikut membaik.

Selain itu, tantangan lain yang sering diungkit di medsos juga berhubungan dengan Persediaan Perseroan yang meningkat sangat drastis dari 70 hari ke lebih dari 200 hari sejak 2012 hingga kini.

Peningkatan ini adalah langkah Perseroan dalam mengejar potensi saat booming sektor komoditas di tahun 2010-2013 dimana saat itu Perseroan gencar melakukan ekspansi hingga total gerai pun tumbuh double pada masa itu dan di dominasi oleh gerai di Luar Pulau Jawa. Namun tidak sesuai harapan, kontribusi Luar Jawa hanyalah 30% pasca terpuruknya sektor komoditas setelah tahun 2013 sehingga mengakibatkan menumpuknya persediaan yang tinggi.

Di Pubex 2016, Management juga sempat membahas masalah ini, dan menyatakan pengendalian persediaan menjadi salah 1 prioritas utama Perseroan.

Perseroan berencana mengurangi jumlah SKU yang saat ini sejumlah 80.000 produk menjadi 60.000 demi menyingkirkan produk yang kurang diminati konsumen.

Selain itu, management juga memastikan bahwa fluktuasi kurs tidak akan berdampak signifikan terhadap kinerja Perseroan, karena mereka selalu beli di awal, dan jika terjadi perselisihan, beban tersebut akan secara berkala di bebankan kepada konsumen.

Jadi secara kesimpulan, ACE Hardware sebetulnya masih sangat menarik, masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar, apalagi kini Perseroan sudah mulai flexible dalam berekspansi lewat gerai yang lebih kecil. Selain itu, bangkitnya sektor komoditas juga akan meningkatkan daya beli konsumen, sehingga di harapkan penjualan di Luar Jawa bisa menjadi lebih baik di masa mendatang.

4. Valuasi saham

Dari chart harga vs Laba Bersih bisa kita liat korelasi antara pergerakan harga saham dengan pencapaian Laba. Secara longer term, korelasi itu selalu inline walaupun terdapat noise di masa-masa tertentu. Namun saat ini bisa dilihat bahwa Laba meningkat namun Harga menurun, menjadi menarik bagi investor untuk memantau.

Semurah apa harga saat ini? Mari kita lacak lebih detail lagi.

Diatas adalah chart standard deviation alias kebiasaan PER saham ACES dalam 3 tahun terakhir.

Karena secara garis besar, Laba ACES masih tumbuh, jadi belum ada perubahan kinerja yang signifikan, maka seharusnya chart atas pun masih layak kita jadikan patokan.

Secara MEAN PER, ACES harusnya dihargai dengan PER +/- 24x, namun saat ini harganya sudah turun ke PER 19x. Berarti jika turun 1x lagi (Rp 40) maka ACES akan sentuh -2 PE, alias super murah di harga 715,-

Secara valuasi absolute, juga terlihat bahwa harga wajar ACES adalah Rp950, dengan harga Rp755, maka diskon ke harga wajar adalah sebesar 26%. Cukup menarik untuk dipertimbangkan sebagai salah 1 calon saham di porto untuk jangka panjang.

Saya sendiri belum beli karena keterbatasan dana, namun selain LPPF dan SCMA yang sudah saya beli, ACES adalah saham idaman saya sejak lama. Ibarat kawan lama yang jarang bertemu.

Jika ACES menurut anda adalah kawan yang layak di ajak bergabung di porto, maka mungkin ini adalah kesempatan yang baik. Namun jika anda adalah dalam posisi kere seperti saya maka tidak masalah, karena kesempatan pasti akan datang lagi bagi yang sabar menantinya.

Sebetulnya seminggu ini saya sangat sibuk dengan kerjaan di luar dunia saham, namun melihat harga ACES yang mulai menarik, sayang jika saya tidak membahasnya. Well, semoga anda lebih beruntung!

Sekian untuk article kali ini, sampai ketemu di article yang berikut.

Note: Data finansial, charts dan metode valuasi yang di bahas dalam article ini saya ambil dari situs Stockbit. Bagi yang tertarik dengan data stockbit, bisa subscribe ke StockbitPro lewat link ini. Jangan lupa menggunakan kode promo “ILTPROMO” untuk mendapatkan potongan diskon 5% saat subscribe!!!

Til then,

Salam longterm investment!