SIDO: Prospek usaha Sido Muncul (10/10/2016)

Dear Bpk. Alianto Chan,

Terima kasih telah menjadi shareholder perusahaan kami, Sido Muncul.
Berikut jawaban atas pertanyaan Bapak:

Dear Ibu Tiur/Bpk Budi,

Salam kenal nama saya Alianto, salah satu investor publik dan member dari komunitas “Saham Indonesia” sekaligus pemegang saham SIDO.

Saya sudah mengikuti perkembangan kinerja Sido Muncul sejak Perseroan IPO di akhir tahun 2013. Saya harus jujur bahwa kinerja Perseroan sejak IPO bertumbuh cukup lambat, namun di tahun 2016 ini mulai terlihat adanya percepatan pertumbuhan kinerja. Ini adalah satu hal positif yg setiap investor ingin melihat, termasuk saya, oleh karena itu saya juga ingin menanyakan beberapa hal dan berharap Bu Tiur bersedia meluangkan sedikit waktu utk menjawabnya.

Pertanyaan #1:
Sesuai dgn paparan di pubex Agustus 2016 kemarin, saat ini perluasan pabrik sedang di lakukan dan rencana akan rampung diakhir tahun 2017. Dgn adanya perluasan pabrik baru ini, maka produksi tolak angin akan bisa ditingkatkan dari saat ini 80jt sachet (utilisasi pabrik 85%) menjadi 150jt sachet per bulan.

A. Sudah sampai mana progress perluasan pabrik ini, apakah masih on schedule?
Jawaban: Sesuai dengan yang telah dipaparkan bahwa Pabrik Jamu Cair yang diprediksikan akah berakhir di tahun 2017, dan sampai saat ini proses pembangunan masih on schedule.

B. Apakah utilitasi pabrik baru ini hanya utk produk herbal tolak angin?
Jawaban: Fasilitas produksi baru ini dapat digunakan untuk produk Jamu Cair, seperti: Tolak Angin Cair, Tolak Linu Herbal Cair, dan produk-produk jamu cair yang akan dikembangkan kedepannya.

C. Apa sales strategy Perseroan supaya bisa meningkatkan penjualan secara masif yaitu menjadi 150jt sachet / bln jika pabrik sudah rampung nanti, dan berapa lama waktu yg dibutuhkan utk Perseroan bisa mencapai penjualan dgn target 150jt sachet / bln?
Jawaban: Perlu diketahui bahwa ekspansi fasilitas produksi yang baru ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang perusahaan dalam mengantisipasi pertumbuhan permintaan ke depannya.

Pertanyaan #2:
Kukubima (atau lebih tepatnya segment minuman energi) sempat mengalami masa emasnya dahulu, namun trend produk ini terus menurun sejak 2013 dgn porsi 15%-25% per tahun.

Apa penyebab penurunan ini? Dan di tahun 2016, terlihat trend rebound kembali terjadi di segment energi drink, apa pula yg mendorong pertumbuhan ini? Apakah murni karena adanya produk baru saja atau ada hal lain yg lebih esensial yg membuat orang kembali menyukai minuman energi Perseroan?

Apa upaya yg Perseroan akan lakukan kedepannya utk meningkatkan pertumbuhan sustainable di segment energi drink ini?

Jawaban: Industri Minuman Energi khususnya Minuman Energi dalam bentuk bubuk memang telah mengalami saturated / mature, dimana kondisi penurunan tidak hanya dialami perusahaan saja namun juga perusahaan pesaing. Trend pemulihan yang terjadi diawal tahun 2016 terjadi karena adanya aktifitas pembangunan infrastruktur, hal ini turut mempengaruhi konsumsi Kuku Bima Ener-G! (KBE) karena konsumen utama KBE adalah blue collar worker (buruh, buruh bangunan, supir angkutan, dsb).

Pertanyaan #3:
Awalnya saat Perseroaan mengakuisisi Berlico Mulia Farma, saya ingat Perseroan juga memiliki rencana utk mengakuisisi 2 unit farmasi lain, namun aksi korporasi ini tidak berlanjut dan belum ada kabar lanjutan atas ekspansi usaha di segment farmasi. Apa strategi kedepan Perseroan atas segment farmasi ini, mengingat saat ini farmasi hanya menyumbang 3%-4% dari total pendapatan Perseroan.

Jawaban: Untuk bisnis Farmasi, Manajemen Perusahaan masih wait & see hingga kondisi di bisnis farmasi benar-benar pulih. Ada beberapa faktor yang masih fluktuatif salah satunya adalah nilai tukar USD yang mempengaruhi harga bahan baku.

Pertanyaan #4:
Selain brand name Tolak Angin yg begitu kuat dan terkenal di kalangan masyarakat, apa competitive advantage(s) lain yg Tolak Angin miliki sehingga produk ini bisa bertumbuh dan sustain di masa mendatang? Apa satu keunggulan dari produk kompetitor (jika ada) yg tidak dimiliki Tolak Angin saat ini?

Jawaban: Tolak Angin merupakan pemimpin pasar dalam kategori obat herbal masuk angin, sebesar 75% dan telah menjadi top of mind di kalangan masyarakat konsumen. Keunggulan produk Sido Muncul ada pada kualitas dan tingkat kekhasiatan produknya dengan pengalaman yang sudah lebih dari 60 tahun. Selain itu Sido Muncul merupakan pemain obat herbal (Jamu) terbesar di Indonesia baik dari sisi skala ekonomi dan jaringan distribusi.

#Pertanyaan #5:
Berapa % pangsa pasar Tolak Angin secara nasional saat ini? dan berapa % pula target kontribusi Tolak Angin terhadap total Pendapatan yg ingin Perseroan capai di masa depan?

Jawaban: Pangsa pasar Tolak Angin saat ini 75% dan tetap stabil dalam kurun beberapa tahun terakhir. Kedepannya perusahaan akan lebih meningkatkan performa dari sisi Segmen Herbal & Suplement dimana mempunyai tingkat marjin kotor yang lebih tinggi dibandingkan Segmen Makanan & Minuman.

#Pertanyaan #6:
Di tahun 2014, Perseroan membeli beberapa bidang tanah dgn total luas 3.962m2 senilai 157,5M (+/- Rp40jt/m2) di Kelapa Dua, Jakarta Barat lewat anak usaha. Apa tujuan dari pembelian ini dan akan di manfaatkan utk apa lahan ini kedepannya? Ketimbang nilai tanahnya cukup premium.

Jawaban: Peruntukan akuisisi lahan dan bangunan digunakan sebagai kantor pusat distribusi bagian Barat (yang mencakup Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera).

Mohon bisa dimaklumin jika ada kata-kata yg kurang berkenan, semoga pertanyaan saya yg agak panjang ini tidak terlalu merepotkan Ibu.

Terima kasih atas waktu dan perhatiannya.

Best regards,

Alianto Chan

Kemudian susulan email ke 2:

Terima kasih bu atas jawabannya dan balasan email yg begitu responsif.

Setelah membaca balasan dari ibu, saya memiliki beberapa tambahan pertanyaan mohon bersedia utk di jawab.

1. Bisakah memberikan saya gambaran penjualan dalam volume utk masing-masing produk herbal cair, sehingga saya memiliki gambaran seperti apa perkembangan pertumbuhan penjualan masing-masing produk (Tolak Angin Cair, Tolak Linu Herbal Cair, dan kategori jamu cair lain-lain secara kumulatif)?

Jawaban: Policy Perusahaan kami tidak dapat men-disclose data penjualan.

2. Satu kesamaan yg saya liat dari beberapa Perusahaan contohnya Sariroti, Indonesia bagian timur selalu menjadi sebuah tantangan utk penetrasi, selain logistics hambatan lain apa saja yg membuat penetrasi ke pasar timur sana susah? Ingat saya Perseroan sempat punya planning membuka pabrik di Sulawesi namun karena ada kebijakan pemerintah utk mempercepat pembangunan infra di bagian timur, sehingga rencana tersebut tidak di realisasikan. Apa strategi Perseroan utk bisa menggenjot penjualan disana?

Jawaban: Untuk Indonesia Timur kita akan lebih mengedepankan promosi BTL yang lebih mendekatkan dan mengedukasi customer.
(Tidak tau apa itu BTL? baca sini )

3. Kita sudah sudah memasuki kriwulan ke 4 tahun 2016, apakah sepanjang triwulan ke 3, pencapaian Perseroan masih inline dgn target pertumbuhan pendapatan 16% dan double digit utk laba di tahun 2016?

Jawaban: Informasi dapat dilihat pada laporan keuangan 9-bulan yang akan dirilis pada akhir bulan Oktober.

4. Berapa besar proyeksi target export Perseroan di 2017-2018? (titipan dari teman)

Jawaban: Seperti yang sudah kami sampaikan melalui Public Expose maupun berita-berita media massa, target export untuk beberapa tahun ke depan adalah 5% atas total Penjualan.

5. Apakah Perseroan akan lebih fokus pada potensi market yang ada di dalam negeri? Karena Tolak Angin memiliki pangsa pasar terbesar di tanah air yaitu 75%, seberapa jauh angka ini dari market yg masih belum di garap secara nasional atau market yg ada sudah matang sehingga utk meningkatkan pendapatan maka Perseroan hanya bisa merebut pangsa pasar dari kompetitor? (titipan dari teman)

Jawaban: Perusahaan meyakini pasar domestik untuk Tolak Angin masih besar dan belum terekspos sepenuhnya.

6. Apakah Perseroan ada rencana utk menerbitkan SKU baru (atau brand baru) untuk tahun 2017 utk menggenjot pendapatan? (titipan dari teman)

Jawaban: Setiap tahun Perusahaan mengeluarkan rata-rata 3-4 produk baru atau varian baru

7. Apa saja agenda aksi korporasi yg ada di dlm buku Perseroan utk 1 tahun kedepan? Saya dgr ada wacana memperliquid peredaran saham di market? Apakah ini akan dilakukan lewat private placement dan siapa calonnya jika boleh di beritahu? Dan bisa kah menjelaskan sedikit tentang kebijakan dividen Perseroan yg sangat besar setiap tahunnya, dalam kondisi apa, kebijakan ini akan berubah?

Jawaban: Sesuai dengan regulasi yang berlaku maka setiap aksi korporasi tidak dapat diberitahukan ke Public sebelum diterbitkannya keterbukaan informasi melalui Bursa dan OJK. Untuk dividen seperti yang tercantum pada prospektus kami, minimum perusahaan membagikan dividen tahunan adalah payout ratio 20%.

8. Masalah beban biaya:
A. Seberapa pengaruh USD terhadap beban biaya kemasan plastic (setau saya 100% import)?
B. Seberapa besar biaya distribusi utk wilayah Indonesia bagian Timur?
C. Seberapa besar rebate yg bisa Perseroan dapatkan dari daur ulang limbah produksi terhadap beban biaya?

Jawaban: Biaya kemasan pada umunya merupakan USD component. Biaya distribusi dapat dilihat pada Lap. Keuangan kami dan hanya yang tertera pada LK saja yang dapat kami ungkapkan.

Sekian pertanyaan saya yg panjang. Terima kasih banyak atas waktu dan perhatian ibu.

Best regards,

Alianto Chan

Sekian jawaban dan informasi yang dapat kami berikan.
Terima kasih.

Regards,

IR Sido Muncul