Gerhana Matahari (LPPF) Part 1 of 2: Kinerja Perseroan secara Kuantitatif

Logo LPPF

Ada kejadian langka. Umumnya kita hanya mendengar fenomena gerhana Matahari di berita NASA atau situs astronomi lainnya, namun kali ini peristiwa unik ini terjadi di bursa saham Indoneisa yang membuat trending topik saham di media sosial berhari-hari. Kode emiten LPPF yaitu PT Matahari Department Store Tbk mengpublikasikan laporan kinerja tahun 2018 dan ternyata laba perusahaan fashion terbesar di tanah air ini mengalami penurunan drastis, dari 1,9T di tahun 2017 menjadi 1,1T di tahun 2018, turun +/- 800 miliar rupiah. Sungguh mengejutkan tentunya.

Namun untuk article kali ini, saya hanya akan memaparkan kinerja overall 8 tahun terakhir emiten ini, sebatas revisit dari article sebelumnya yang pernah saya tulis disini. Jadi belum masuk ke pembahasan bagian kualitatif tentang LPPF. Ini nanti akan saya tulis dibagian part 2.

Mari kita kembali review laporan keuangan perusahaan ini secara jangka panjang:

Laporan Keuangan LPPF 8 Tahun - Overall
Income statement LPPF 8 tahun terbaru – Overview

A. Kinerja Overall/Big Picture

Secara overview dalam 8 tahun terakhir, Pendapatan Bersih LPPF tumbuh dari 4,1T di 2010 menjadi 10,3T di tahun 2018. Sedangkan Laba Kotor tumbuh dari 2,6T menjadi 6,4T. Adapun Laba Usaha tumbuh dari 1,1T menjadi 2,3T, last but not least Laba Bersih dari 835M tumbuh menjadi 1,1T di akhir tahun 2018.

Walaupun angka diatas tergolong bagus, namun jika dilihat lebih detail, sesungguhnya telah terjadi perlambatan pertumbuhan bahkan kontraksi kinerja sejak tahun 2016. Pendapatan tumbuh hanya single digit sedangkan Laba Bersih cenderung stagnan kecuali di tahun 2018 penurunan laba yang mengejutkan.

Dengan gambaran awal ini, apakah artinya sinar Matahari kini sudah redup dan terancam musnah? Yuk, kita pelajari lebih rinci rasio-rasio keuangan LPPF selama 8 tahun terakhir.

1. Profitability

Income statement LPPF 8 tahun terbaru - Profitability
Income statement LPPF 8 tahun terbaru – Profit Margin
Income statement LPPF 8 tahun terbaru – ROA dan ROE

Laba Kotor LPPF berada dikisaran 62% hingga 66% dalam 8 tahun terakhir, Sayangnya makin kemari marginnya sedikit menurun. Tapi dengan angka Laba Kotor diatas 60%, sesungguhnya kinerja masih boleh kita golongkan superb!

Laba Usaha berada di range 23% hingga 28%, dan polanya tidak beda jauh dari Laba Kotor, mengecil dalam 2 tahun terakhir.

Laba Bersih ada di range 10% hingga 20%. Ini range yang lebar, dan di tahun 2018 Margin Laba Bersih LPPF berada di angka 10,7% saja alias di lower end, bikin sedih bukan?

Jika kita buka Laporan Keuangan (LK) LPPF tahun 2018 maka di halaman 3 (Income statement) bisa dilihat bahwa, ternyata ada perbedaan pengakuan antara LK sama apa yang telah disajikan di Stockbit. Jika mengikuti perhitungan LK, Margin Laba Usaha adalah 15,3% di tahun 2018, dan disitu terlihat bahwa ada pos “Kerugian atas penurunan nilai investasi pada instrumen ekuitas” senilai Rp 769,773 miliar yang tidak terjadi di tahun 2017.

Catatan/Notes dari Halaman 3 LK LPPF Q4 tahun 2018

Untuk mengetahui lebih detail tentang pos tersebut, kita bisa kembali membacanya di bagian Catatan/Notes 8 di LK (halaman 31).

Catatan/Notes dari Halaman 31 LK LPPF Q4 tahun 2018

Dengan cara ginilah kita bisa mengetahui setiap angka yang disajikan dalam laporan keuangan Perseroan (well tidak setiap angka really, karena sebagian pos pos kecil tetap tidak dijelaskan seperti contoh atas, namun tetap saja Laporan Keuangan dan Laporan Tahunan adalah 2 sumber data pertama yang wajib untuk di baca untuk mengetahui kesehatan perusahaan yang ingin kita invest). Back to topic… jadi impairment inilah yang menjadi biang kerok terpuruknya Laba Bersih tahun 2018.

Butuh diketahui, impairment loss itu bersifat pencatatan akunting semata sama seperti depresiasi aset. Bebann ini akan mengurangi Laba, namun tidak mempengaruhi Cashflow. Jadi again, hanya sebatas pencatatan di buku saja.

Jika kita sampingkan impairment loss ini, maka Laba Usaha 2018 adalah = 2,337T, berarti Margin Laba Usaha = 22,8% (sesuai sajian dari Stockbit) dan Laba Bersih adalah = 1,867T dan Margin Laba Bersih = 18,2%, berarti penurunan Margin Laba Bersih sebetulnya tidak segila yang dibayangkan sebelumnya.

2. Income Growth

Laporan Keuangan LPPF 8 Tahun - Growth
Income statement LPPF 8 tahun terbaru – Growth

Pertumbuhan kinerja 3 tahun terakhir yang disajikan di 12M2018 menerangkan hal berikut:

Pendapatan Bersih hanya tumbuh 4,4% dan Laba Kotor tumbuh 4,0%. Artinya Perseroan memang sedang memasuki masa perlambatan pertumbuhan, hanya tumbuh single low digit. Ini yang membuat investor cemas, galau apakah pola ini akan terus berlanjut or even worse, tumbuh negatif di masa depan?

3. Free Cashflow

Laporan Keuangan LPPF 8 Tahun - Cashflow
Income statement LPPF 8 tahun terbaru – Cashflow

Ini juga cara lain untuk mengkonfirmasi apakah kerugian operasi seperti “Impairment loss” akan mempengaruhi Keuangan. Kita bisa lihat bahwa Operating Cashflow di tahun 2018 tercatat 1,971T jauh diatas Laba Bersih yang dinyatakan hanya 1,1T tadi dan lebih dekat ke angka Laba Bersih yang kita hitung atas jika tanpa impairment loss bukan?

Di 2018 Capital expenditure (Perbelanjaan Modal) juga lebih besar banding tahun lain, yaitu 690M. Dengan demikian, dapatlah angka Free Cashflow = 1,281T. Ini adalah kas bersih yang nganggur, alias idle money atau duit yang bisa kita foyah-foyah ibaratnya karena tidak dibutuhkan untuk menunjang operasi usaha. Inilah hal yang paling utama yang membuat banyak investor cinta sama LPPF.

4. Financial Health

Laporan Keuangan LPPF 8 Tahun - Health
Income statement LPPF 8 tahun terbaru – Health

Di tahun 2018, Current Ratio ada di level 1,1x artinya Aset Lancar hanya sekitar 10% lebih banyak dari Liabilitas Jangka Pendek. Sedangkan Quick Ratio = 0,63x, ini mencerminkan jika tidak dihitung Persediaan di Aset Lancar, maka Aset Lancar yang tersisa hanya bisa menutupi 63% Liabilitas Janga Pendek.

Perseroan tidak memiliki Utang Jangka Panjang sehingga Rasio Debt to Equity tidak berlaku. Sedangkan Rasio Financial Leverange menerangkan bahwa Ekuitas Perseroan cukup kecil, lebih kecil dari Liabilitas.

Jadi overall, secara kesehatan keuangan tergolong moderate aman. Walaupun terkesan Perseroan ini adalah perusahaan kosong karena Selisih Total Aset dan Total Liabilitas adalah lebih kurang nilai Kas, itu karena emang tipikal kebijakan Perseroan yang setiap tahun membagikan dividen dalam jumlah payout yang sangat besar yaitu 70% dari Laba Bersih sehingga memakan total akumulasi Ekuitas.

5. Financial Efficiency

Laporan Keuangan LPPF 8 Tahun - Efficiency
Income statement LPPF 8 tahun terbaru – Efficiency

Semua penjualan Perseroan adalah dalah bentuk Tunai, tidak ada hutang, itu tercermin dari Days Sales yang hanya 2,31 hari. Putaran Persediaan rata-rata adalah 2 bulan, sedangkan perusahaan membayar pemasok dalam tempo 3 bulan. Berarti setiap Tunai yang diterima dari pelanggan, Perseroan bisa memeluknya dalam tiduran selama 1 bulan sebelum sebagian duit ini dikembalikan kepada pemasok.

B. Follow The Story

Laporan Keuangan LPPF - 10 Kuartal Terbaru
Laporan Keuangan LPPF – 10 Kuartal Terbaru
Laporan Keuangan LPPF - 10 Kuartal Terbaru - Profitability
Laporan Keuangan LPPF – 10 Kuartal Terbaru – Profitability

Pertama, jangan kaget dan bingung jika melihat kinerja Kuartal ke Kuartal LPPF yang berliku-liku. Industri fashion emang memiliki pola demikian. Karena Idul Fitri adalah perayaan terbesar di Indonesia dan sejak 2 tahun yang lalu berada di Kuartal 2, maka Kinerja LPPF otomatis paling cemerlang di Kuartal 2. Lalu perayaan ke 2 yang terbesar adalah Natal yang pasti jatuh pada Kuartal 4, maka kinerja terbaik ke 2 adalah Kuartal 4.

Secara Margin, terlihat QoQ (Perbandingan 2 Kuartal yang sama di tahun yang berbeda) sedikit menurun, ini berarti memang kemampuan mencetak Laba tidak sehebat periode sebelumnya. Banyak faktor yang mempengaruhi ini, dan ini harus dilihat secara top down dengan teliti di LK untuk lebih faham dimana terjadi kendala. Apakah pemborosan terjadi di tahap produksi/pembelian, atau permasalahan ada di tingkat operasi usaha? Maka untuk itu, lihatlah kembali ke LK LPPF untuk mendapat gambar yang lebih rinci.

C. Kesimpulan

Secara Top Line, LPPF masih ekspansif dan terus berkembang, Pendapatan masih bertumbuh dari tahun ke tahun selama 8 tahun terakhir, namun angka pertumbuhan dalam 3 tahun terakhir mulai melambat, hanya tumbuh dibawah 5% secara majemuk. Ini memberi sedikit kehawatiran, dan membuat kita berfikir apakah destruptif ekonomi yang sedang terjadi telah berdampak negatif, apakah bisnis LPPF kini telah direbut oleh usaha platform basis online?

Untuk Margin Laba trendnya sedikit menurun, artinya untuk meningkatkan Pendapatan, Perseroan terpaksa mengorbankan sedikit Marjin Keuntungan, tidak banyak sedikit saja. Ini memberi indikasi tentang kemungkinan pemborosan usaha yang makin besar atau kompetisi yang menekan kinerja. Yang pasti, dengan margin yang makin kecil, berarti Laba yang dihasilkan oleh produk yang sama semakin kecil pula, berarti Moat Perusahaan semakin sempit.

Yang paling Wow dari LK LPPF selalu dan masih bagian Cashflow.

Perseroan sangat efisien dalam ekspansi usaha. Capex hanya memakan Arus Kas Operasi sebesar 15%-16% saja, kecuali di tahun 2018, ada pembelian lahan buat bangun gudang logistics sehingga Capex meningkat. Karena Cashflow yang kuat dan Free Cashflow yang melimpah, LPPF selalu membayar dividen yang besar, yaitu sekitar 70% dari Laba Bersih.

LPPF cukup sehat dilihat dari sisi Neraca. Perseroan tidak memiliki utang maka tidak ada beban bunga. Melihat dari sudut yang berbeda, LPPF ibarat sebuah mesin pencetak uang super cepat, selagi mesin berfungsi normal, dia akan terus menghasilkan uang yang banyak. Tapi kalau mesin telah rusak, maka tinggal besi karat semata, apakah ini menjadi sebuah resiko buat para investor?

Semua transaksi 159 outlet LPPF dilakukan secara tunai/debit atau gesek kartu kredit, sehingga tidak ada piutang. Uang yang bisa diendap dalam rekening bank Perseroan umumnya bisa bertahan selama 1 bulan sebelum sebagian dibayarkan ke pemasok. Akan lebih effisien jika LPPF mampu mengurani waktu penyimpanan Persediaan dari 2 bulan ke 1 bulan, sehingga uang yang diendap bisa lebih lama, atau memberikan fasilitas pembayaran yang lebih cepat kepada pemasok sehingga sama-sama Happy!

Jadi inilah sekilas kinerja Perseroan secara Kuantitatif dalam 8 tahun terakhir. Semoga article ini memberi manfaat buat anda yang baru mulai belajar analisa laporan keuangan.

Di article berikut, saya akan mencoba memaparkan pandangan saya dari sisi kualitatif. Tidak hanya menyangkut pandangan saya terhadap LPPF semata namun sekaligus industri fashion secara umum, baik tantangan maupun inovasi dan prospek masa depan industri ini dan mengapa LPPF adalah perusahaan inovasi yang masih layak dijadikan pilihan investasi kita.

Semoga peristiwa gerhana Matahari ini bisa segera berakhir dan kembali bersinar terang memberi cahaya kepada kinerja Perseroan dan menjadi bukti bahwa tidak semua perusahaan Brick dan Mortar bernasib musnah. Til next time!

Salam longterm investment,

Alianto Chan!

Author: aliantochan

I'm just an anybody guy who shows strong interest in stock investing. Stock investing is more than just making money, it's a way of life. The way we approach stock investing will reflect the way we are as a person. Choose wisely how you want to invest as to how you would want to live your life. The fundamental principles are the same. Contentment, discipline, endevour, patience, practice and mindfulness are the very true principles of a better person!

One thought on “Gerhana Matahari (LPPF) Part 1 of 2: Kinerja Perseroan secara Kuantitatif”

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published.