Portfolio bulan Desember 2017 (Tutup Tahun 2017)

Setahun kini telah berlalu. Rasanya waktu tidak menunggu ya… mau suka duka, cuan rugi, sehat sakit, sukses gagal, waktu terus berjalan tidak menunggu…!

Bagaimana dengan tahun 2017 anda? apakah sudah merasa lebih baik dibanding setahun sebelumnya? Apakah banyak resolusi-resolusi yang diniatkan kini telah tercapai atau masih ada hal-hal yang belum tuntas?

Walaupun kita sebagai investor jangka panjang selalu bilang, jangan diukur waktu, think longterm. Namun, kadang emang butuh melihat waktu juga, untuk meng-flashback dan menjadikannya sebagai barometer atau tolak ukur atas pencapaian-pencaian kita dan untuk mengetahui seberapa jauh petualangan yang telah ditempuh.

Rasanya banyak yang mau saya ceritakan dalam article ini namun tidak tau mulai dari mana hahaha….

Mungkin kita mulai dari pembahasan Monthly Report saja dulu. Secara MoM Porto saya tergerus 10,33% sedangkan secara Full Year 2017 telah merosot 26,13%! Angka ini cukup berbalikan dengan target yang ingin saya capai yaitu pertumbuhan 22,5% per tahun. Padahal secara Full Year 2017, Index IHSG telah meroket tinggi mencapai pertumbuhan 19,99%.

Di tahun 2017, Porto saya hanya sempat cetak growth 4 dari 12 bulan saja, artinya selama 8 bulan porto saya dalam posisi kontraksi, dibanding dengan IHSG yang berhasil mencetak 10 bulan hijau vs 2 bulan merah.

Bisa dilihat juga dari chart Porto vs ISHG di atas, di bulan Mei 2017 Porto saya sempat mencetak pertumbuhan yang sama dengan IHSG, namun setelah itu seperti parasut yang terjun bebas hingga penutupan tahun 2017 dimulai dengan koreksi masif mulai bulan Agustus hingga Desember.

Penurunan yang drastis ini juga tidak terlepas dari strategi saya dalam pemanfaatan akun margin, sehingga nominal porto menjadi lebih besar dan sialnya pas rugi, ruginya pun lebih besar!!!! Selain itu, setiap bulan juga ada kontribusi bunga pinjaman yang harus dibayar sehingga juga turut mengkikis nilai porto. Namun terlepas dari itu semua, barangkali yang lebih berperan atas penurunan porto saya ini adalah kompilasi saham-saham yang ada dalam portofolio itu sendiri.

Mari kita lihat dulu pergerakan harga saham per emiten yang kini masih ada di portofolio sepanjang 1 tahun ini:

  1. AISA  (minus) 75,53%, vs porto (minus) 67,31%
  2. JSMR (plus) 48,15%, vs porto (plus) 36,72%
  3. KBLI (plus) 54,35%, vs porto (minus) 7,79%
  4. LPCK (minus) 37,82%, vs porto (minus) 29,60%
  5. LPPF (minus) 33,88%, vs porto (minus) 20,43%
  6. MPPA (minus) 69,46%, vs porto (minus) 60,56%
  7. ROTI (minus) 20,31%, vs porto (minus) 13,15%
  8. SCMA (minus) 11,43%, vs porto (minus) 6,42%

Cukup buat sesak nafas ya…. disaat IHSG rally begitu semangat, saham pegangan saya mala bergerak melawan arah turun sangat masif, hanya ada 2 emiten yang berhasil mencetak harga positif yaitu JSMR dan KBLI di 2017 yang ada dalam porto, sisanya semua turun double digit bahkan 4 diantaranya turun lebih dari 30%.

Alhasil, anda bisa lihat dari table portofolio saya, full year 2017 turun 26,13%.

Ok, setelah kita singkirkan pembahasan tentang angka dan statistik hasil kinerja portofolio, saya ingin bicara sedikit tentang 3M, yaitu Mental, Money Management dan Metode dalam investasi saham saya.

Mental

Kudu bersyukur bahwa tahun ini walaupun tantangan sangat besar, saya tetap bisa sabar dan tenang menjalani ini semua. Banyak berterima kasih kepada komunitas kami “Saham Indonesia” yang tanpa lelah terus mendorong semangat untuk sabar, sadar dan setia pada prinsip-prinsip FA yang kami pelajari dan percaya walaupun market mengatakan hal lain.

Bertentangan dengan opini publik itu tidak gampang, dimana semua hal yang kita lakukan itu terlihat salah dan pasar sementara pun berpendapat demikian, sehingga kita terus ditantang untuk mencurigai kapasitas dan keputusan yang telah diambil.

Kadang perbedaan antara disiplin dan egois itu sangat tipis, dan sering disalah fahami apalagi yang kita bahas ini bukanlah sesuatu yang baku seperti Matematika (ilmu pasti) tapi sesuatu yang lebih ke seni dengan setiap penilaian, pemahaman, anlisa dan opini yang unik tergantung yang melihatnya.

Dan apakah melihat hasil pencapaian full year 2017 tidak membuat hati kecil saya bertanya, barang kali dia benar dan saya salah? Tentu pernah, namanya juga manusia hehehe… tapi again, ini balik lagi ke dilema disiplin vs egois tadi.

Yang pasti beberapa nilai mentalitas baik yang selalu saya ingatkan diri seperti:

Jangka pendek market adalah mesin coblos, dan jangka panjang market adalah mesin timbang.

Tidak pernah ada logika yang jelas dibaik sebuah pergerakan harga saham secara jangka pendek, apa saja bisa memicunya untuk bergerak tanpa korelasi paralel dengan fundamental perusahaan.

Sama halnya dengan demam crypto currency yang sedang terjadi atau demam bunga tulip di abad 17 di Belanda, dan demam akik di Indonesia 2 tahun yang lalu yang dipicu oleh FOMO (Fear of missing out) alias takut ketinggalan. Cepat atau lambat pada akhirnya semua akan kembali ke logika waras dengan penyesuaian nilai sesungguhnya barang tersebut, dan inilah yang kita sebut mesin timbang dalam jangka panjang.

Seorang investor yang disiplin harus legowo melihat orang lain cuan di saham yang bertentangan dengan prinsipnya. 

Ini kadang juga susah. Melihat orang lain bahkan teman sekalipun yang cuan besar di saham-saham yang bukan merupakan kompetensi kita akan menimbulkan rasa iri dan sedih. Rasa ini kemudian akan menimbulkan kecemasan hati yang akhirnya memicu kita masuk kedalam lingkaran setan yang tadinya kita mencoba jauhi. Prilaku sosial FOMO ini sangat bahaya dan akan selalu berada di lingkungan kita, maka kita harus bertanya balik, “Lingkungan yang membentuk manusianya, atau manusia yang membentuk lingkungannya?” Anda berdiri di posisi mana?

Bagi saya pribadi, kunci untuk stay focus (disiplin) itu ada di “KEJUJURAN”.  Kejujuran baik kepada diri sendiri maupun kepada yang lain. Kejujur akan menimbulkan kepercaya diri karena tidak ada lagi rahasia yang harus disembunyikan dan kita membuka peluang kepada yang lain untuk mengenal kita yang sesungguhnya tanpa topeng tanpa kebohongan yang harus kita terus melapisnya demi menutup kebohongan sebelumnya (baca: cape…).

Dan itulah yang saya coba lakukan lewat blog ini, membuka diri secara jujur kepada anda, alhasil kinerja apapun yang saya capai, saya santai saja, toh sudah saya buka semua dan sudah bisa anda lihat dari bulan ke bulan 🙂

Money Management

Hm….. hingga kini saya masih terus teringat kritik dari teman-teman atas keputusan saya memanfaatkan margin dalam investasi. Dengan semua logika dan alasan yang disampaikan kepada saya, terbukti saat ini porto saya cukup terganggu oleh yang namanya MARGIN.

Ini akan menjadi PR saya di tahun 2018 nanti, yang belum saya selesaikan di tahun 2017. Pemanfaatan Margin saya saat ini telah mencapai 40% dari total portofolio. Dengan portofolio saya yang merah 90% saham, adalah tantangan besar buat saya untuk memutuskan bagaimana menghilangkan margin. Yang paling logis adalah jual saja saham-saham sehingga margin hilang, atau suntikan dana segar, atau opsi-opsi lain. Ini akan menjadi PR carry over ke 2018.

Setelah masalah margin kelar nanti, tugas selanjutnya saya adalah penyediaan cashflow cadangan 5%-10% yang nantinya bisa selalu saya manfaatin untuk membeli saham murah yang makin murah. Lihat saja posisi saya saat ini yang stuck dengan margin sehingga ruang gerak menjadi sangat terbatas, sehingga saham yang saya beli di harga lebih mahal 20% hingga 70% kini hanya didiamin saja.

Metode

Ada potensi di 2018 nanti jika saham yang sudah murah tapi dihargai semakin murah sedangkan perusahaan tidak terlibat dalam masalah besar, bahkan bisnis masih tumbuh stabil, maka ada kemungkinan saya akan melakukan switching saham secara besar-besaran.

Salah satu calon yang saya miliki saat ini adalah WIKA. Secara bisnis masih bagus, proyek carry over juga telah mencapai 100T dimana proyek HSR menempati bobot +/- 15% saja. Dengan harga saat ini di 1500-1600 sebetulnya sudah sangat menarik, namun karena posisi keuangan saya juga terbatas, dan masih belum memutuskan apakah ada saham yang patut saya singkirkan dari porto, maka saya tetap sabar menimbang potensi.

Dari 8 saham yang saya miliki, cenderung yang akan saya buang adalah MPPA/ROTI/KBLI/SCMA/JSMR, dengan berbagai pertimbangan, baik dari segi fundamental, persentase kerugian yang masih minim di porto, potensi saham penggantinya yang bisa memberikan nilai return yang jauh bagus atau bobotnya terlalu kecil di porto sehingga lebih baik di konsolidasi menjadi 1 saham tertentu saja.

Selain itu, utk metode tidak banyak yang berubah, saya masih percaya dan setia pada cari analisa dan valuasi saya, mungkin sedikit perubahan, yaitu penentuan MOS yang lebih besar kedepannya. Tentunya beberapa pengalaman di tahun 2017 cukup membuat kaget, sebuah saham yang tadinya sudah murah ternyata bisa jauh murah jika pasar kehilangan optimisme, dan oleh karena itu, sesungguhnya sebagai seorang investor, kita harus bisa memanfaatkan kesempatan kesalahan penilaian gini.

Kira kira itu saja dulu yang ingin saya sampaikan di kesempatan ini. Semoga anda yang berlibur diluar sana, jaga diri, hati-hati di jalan dan selamat menikmati perayaan tahun baru.

Semoga tahun 2018 dan kedepannya makin cerah. Akhir kata, selamat tinggal tahun 2017, dan selamat datang tahun 2018!

Happy New Year 2018 to us all!!!

Til next year! Sekian dari saya!

Salam longterm investment,

Alianto Chan

Tags

Author: aliantochan

I'm just an anybody guy who shows strong interest in stock investing. Stock investing is more than just making money, it's a way of life. The way we approach stock investing will reflect the way we are as a person. Choose wisely how you want to invest as to how you would want to live your life. The fundamental principles are the same. Contentment, discipline, endevour, patience, practice and mindfulness are the very true principles of a better person!

44 thoughts on “Portfolio bulan Desember 2017 (Tutup Tahun 2017)”

    1. Amin pak dan pasti ada gilirannya asal kita tidak kehilangan fokus dan tidak bosan menunggu.

      Tahun 2017 kembali mengingatkan kita, apa yg bgs akan slalu naik, valuasi hal yg aneh, kita boleh saja dgn sabar menanti di harga murah atau tidak, tapi ujung2 saham yg fundamental bgs akan semakin mahal, itulah yg terjadi dgn bluechips di thn 2017 dan dan mungkin tdk terjadi setiap thn, tp kenaikan bs meng-offset masa tunggu bbrpa thn dimana mrk tidak naik. Itu reminder buat kita, Belilah shm bgs dan hold jangka panjang terlepas dr sentimen sesaat yg dtng dan pergi, pada akhirnya yg bgs akan naik.

    1. Iya pak itu hanya alternatif dan blm tentu yg akan sy lakukan. Jsmr jika sy jual alasannya cmn 1, free up cashflow utk membeli perusahaan lain yg sy nilai MUNGKIN bisa memberikan return yg lbh bsr lbh cepat.

      Jika jsmr ke 7500 itu sdh wajar, upside 20%. Sedangkan contoh lain wika, yg kemungkinan bs double dr harga skrg dgn valuasi yg nnti sama dgn jsmr di 7500 (lbh kurang).

      Tp again, market itu tdk bs di nilai demikian secara pasti, apa yg mahal kadang melaju sedangkan apa yg murah bs makin murah dan transisi perubahan arah tdk ada 1 org pun yg bs tau.

      Sebaliknya alasan sy tdk lepas jsmr juga ada. Ini shm yg mapan dan pertumbuhan baru, kini baru dimulai, dan dia akan slalu tumbuh krna recurringnya tinggi,dampak dr perlambatan ekonomi dan lesu penjualan mobil tdk memberi efek,sebaliknya peningkatan di penjualan mbl memberi booster.

      Selain itu, 2018 akan byk tol baru yg mulai beroperasi, dan makin kedepan, pendapatan jsmr akan makin bsr sehingga cenderung kontribusi terhadap laba juga makim bsr. Tanpa pertumbuhan anorganik saja (tanpa ekspansi tol), dia setiap 4-5thn dah pasti omset naik 100%. Jadi cukup sayang apalg bs beli di harga murah kini mau di jual.

      Sy blm menentukan strategi khusus sy dlm membersihkan porto, yg paling mudah sebetulnya adalah cuekin semua aj, dan fokus di usaha riil, cari uang utk invest bkn meng utak atik porto barangx 🙂

      Slmt thn baru dan smoga 2018 lbh baik buat kita semua.

    1. Thx pak sarannya. Utk lpck dan lppf sesungguhnya sy masih nyaman terlepas dr pemiliknya siapa. Namun mppa emang shm yg coba turnaround yg blm turn,dan emang kinerjanya keliatan makin buruk.

      Iya, sy ga buru2 pak utk switching,ms liat2 dan hitung2 dlu. Thx

    2. Saya kira Pak Alianto perlu introspeksi dan merenung lebih dalam.. apa yang salah dalam pemilihan portofolio tahun 2017 ini.

      Apakah saham saham yang dianggap murah, sudah benar benar murah atau murahan.

      Mengaca pada Warren Buffet, saat beliau portofolionya kalah dari index S&P apakah perbedaanya kebih dari 30% atau hanya beda beberapa persen saja.

      Apakah warren buffet pernah cutloss saat perusahaan yang dibeli fundamentalnya memburuk dan tidak sebagus dulu?

      Bagaimana faktor management mempengaruhi pemilihan saham saham warren buffet?

      Jika berandai andai warren buffet ada di Indonesia, apakah beliau akan membeli saham saham Lippo?

      Semoga Pak Alianto bisa kembali mengalahkan IHSG dengan menhalankan prinsip prinsip investasi warren buffet

      Sukses selalu

    3. Tq pak NN atas saran dan nasehat. Akan sy pelajari ulang. Kadang emang gini ya,bukan berarti kitaa dah baca dan menjalaninya maka kita sdh akan slalu benar, tp di pertengahan jalan kadang kita bs nyasar atau lupa, makanya sangat penting buat revisit, reread dan punya tmn baik yg slalu mengingatkan demi kebaiakn, tq pak NN.

  1. Terima kasih telah berbagi. Susah mengaku rugi (potensial) besar. Kebiasaan investor cuap-cuap ketika cuan. Oh iya, Jsmr jangan dilepas pak. Cut loss aja yang lain….atau bersabar aja. Don’t Worry Be Happy.

    Selamat tahun baru ya pak Ali

    1. Thx pak atas sarannya. Kemungkinan sy akan melakukan seperti yg bpk sebutkan diatas. Toh, kadang banyak kesalahan investor adalah kurang sabar, bkn saat loss namun saat cuan. Jika suatu shm tdk bermasalah dan kinerja terus meningkat, emang tdk patut di cut peofitnya. Thx mengingatkan lagi.

  2. porto anda tidak ikut pakem Warren Buffet makanya hasilnay ga bagus. baca ulang tulisan anda sendiri the warren buffet way

    1. Ok tq pak iman atas remindernya 🙂

      Emang rasanya masih banyak PR yang harus dilakukan, semoga makin hari bisa makin maju bkn berjalan mundur ya. jika ada saran, mohon bisa berikan nasehat maupun kritik sehingga berguna bagi saya dan pembaca lainnya yg ada disini, tq

  3. Nanya dong Bang Ali,

    Dahulu apa pertimbangan positif-negatif membeli MPPA ? Lantas, kenapa sahamnya anjlok tajam? Karena faktor “makro”, pergeseran perilaku konsumen, atau faktor manajemen kurang cermat berbisnis? Terima kasih

    1. Lanjutan, apakah masih ada peluang manajemen memperbaiki kinerja, atau bisnisnya masuk kategori “decline”?

    2. Hi Pak Raden (hehehe namanya unik),

      Sebetulnya latar belakang mengapa saya masuk ke MPPA dulu adalah saat harga dia jatuh thn 2017 dmn sy melihat cashflow operasinya masih positif besar. Saat itu sy cap MPPA sebagai saham yg potensi turnaround sama halnya dgn DKFT. Namun sayangnya DKFT benar turn sesuai dengan progress penyelesaian smelter yang dibangun sedangkan kinerja MPPA justru makin merosot. Pada awalnya benar, MPPA sempat membaik sehingga harganya pun meningkat seiring kinerja, tp belakangan terjadi pembalikan arah lagi di kinerja sehingga terjadilah kondisi koreksi gila-gilaan diharga MPPA yg kita lihat sekarang ini.

      Pertanyaannya seberapa jauh kita yakin dengan perusahaan ini, melihat berbagai tantangan yg sedang melanda industrinya serta perusahaannya secara spesifik? buat saya MPPA masih dlm status gagal turn, bisa dilihat dari kinerjanya. namun sy selalu bilang ke diri saya, disetiap masalah, tidak segampang balik arah, namun management yg baik tidak duduk dia menunggu nasib bgitu saja, mrk akan berupaya untuk membalikan arah kinerja perusahaan yg rugi. Dan kita sebagai investor juga kudu faham bahwa pembalikan kinerja tdk dtng dlm sekejap mata, tp butuh waktu.

      Terus berapa lama waktu yg patut kita berikan? dalam opini sy, 1 hingga max 2 thn adalah waktu yg cukup utk menilai apakah management punya kapasitas dan niat utk memperbaiki kinerja, jika lbih dari itu, selain kesabaran sy habis, sy juga menilai either management emang tidak mampu memperbaiki kondisi perusahaan atau emang kurang niat sehingga kurang patut jika kita hold diperusahaan seperti itu.

      Jadi kesimpulannya, jujur ini lebih ke nekad ya, krna sudah terlanjur dan hingga kini yg diharapkan tidak sesuai dgn keinginan, namun saya again berkali-kali tekankan, membikin anak saja butuh wktu 9 bulan tidak bisa kita paksa menghamili 9 wanita utk bs mendapatkan anak dalam sebulan. jadi, ini proses tunggu yg hrs kita sabar nikmati.

      on other notes: melihat trend industri hypermarket, emang sedikit pesimistik tentang masa depannya. selain kalah bersaing juga kurang efisien dalam operasi usaha. namun peta persaingan belum jelas, karena fokus kita selalu bertuju pada kota besar sedangkan ini perusahaan masih giat berekspansi di kota 2nd dan 3rd tier dimana pola dan demand berbeda dgn main cities.

      Semoga menjawab ya!

  4. Saya termasuk yang suka bolak balik ke blog bapak ini.
    Saya “gak tega” lihat porto bapak, hehe.
    Saya termasuk baru dalam dunia pasar modal, awalnya saya juga mau longterm, tapi kok ya jadi serem begini lihat porto bapak setiap bulan dan akhir tahun ini.

    Porto saya juga sedang rugi kurang lebih -3% dari modal tergerus. Awalnya karena saya terlalu sayang terhadap saham yg saya beli, jadi kalau merah, saya bertahan terus. Sebagai pemilik perusahaan kan kita harus ikuti “suka duka” perusahaan. Kerugian saya maksimal cuma sampai 5% modal tergerus.

    Akhirnya saya sadar, saya setidaknya harus segera mengembalikan modal saya lalu cetak profit.

    Strategi saya rubah, saya tidak peduli sebagus apa saham perusahaan yang saya beli, kalau sudah untung 3-5% langsung jual, lalu cari saham lain yang berpotensi naik. Untung dikit langsung jual berulang-ulang.

    Dalam 1 bulan kerugian saya berkurang ke dari diatas 5% ke 3%an tadi. Dan saya jadi lebih nyaman “main” begini. Target dalam semester 1 tahun 2018 ini adalah mencapai titik 0 sambil terus belajar berbagai tulisan tentang saham di internet termasuk web anda ini.
    Terimakasih

    1. Hallo pak Bayu,

      Thx ya atas simpatinya. tidak apa2 pak, naik turun sebuah porto menurut sy adalah hal yg biasa. dr pengalaman kita belajar. sy masih sangat optimis dengan masa depan investasi sy di saham walaupun saat ini porto saya belum menunjukan hal demikian.

      Apa yg ada sebut diatas telah sy jalani diawal masa petuangalan saya di dunia saham. dan sy gagal dalam style swing seperti yg telah anda jelaskan. namun yg patut diingat adalah, setiap org memiliki kepribadian yg beda sehingga itu akan menentukan style yg cocok buat kita pula. jadi jika ini adalah style yg cocok buat anda, maka kudu anda pertahankan selama mungkin hingga strategi ini anda yakin sudah tidak efektif lagi, namun jika efektif tidak ada alasan mengapa harus berubah. balik ke kenyamanan dan keyakinan kita dlm metode investasi.

      sedikit penjelasan mengapa sy tidak lagi mengadopsi style ini?

      jika ada 1 kepastian yg bisa kita jelaskan tentang dunia saham, itu adalah “ketidak pastian”. dalam jangak pendek dunia saham itu penuh dengan kekagetan dan ketidak terdugaan. apapun bisa terjadi. saham yg kinerjanya baik tiba2 longsor, sedangkan ada jgua saham yg kinerjanya rontok mala sering ARA (auto reject atas) alias naik 25%-35% per hari.

      Dengan lebih sering kita bertrading, maka emosi kita juga akan lebih sering dikocok oleh pasar. pada saat kita untung 3%-5% lalu melihat saham kita tanpa stop terus nanjak seperti halnya di SMRB, IDNY, PPRO, dan contoh lain, apakah ini tidak mempengaruhi kekesalan kita koq yg dpt cmn 5% padahal bisa 1000% jika sy sedkit sabar aj. sama juga halnya jika saat kita dengan dalam posisi “sial” 3x cutloss 5% di 3 saham yg berbeda akan menimbulkan emosi “balas dendam”. karena merasa sudah rugi banyak dr 3x transaksi sebelumnya maka x ini sy hrs beli lbh banyak di shm yg lebih pasti akan mengembalikan kerugian sy dr 3xcutloss td, dan itu kembali adalah permainan emosi.

      namun seperti yg sy sudah bilang, setiap org punya emosi, pemikiran alhasil metode berbeda, sehingga tidak bisa kita jeneralisir, dan sy juga tidak mengerti emosi dan motif anda sehingga apa yg sy sebut diatas yg pernah sy alami barangx tidak applicable di posisi anda. barangx apa yg sy sebut diatas, setidaknya menjadi renungan saja sehingga anda tidak terjerumus seperti yg telah sy lalui sebelumnya.

      semoga membantu ya… akhir kata, sukses slalu apapun metode anda, dan JAGA EMOSI! 🙂

    2. Iya saya membaca manajemen tidak tinggal diam. Mereka tutup toko di kota besar, dan masuk cukup agresif di kota-kota lebih kecil. Jika riset mereka bagus, sepertinya dalam 2 tahun akan kelihatan hasilnya. Kelihatannya, selain menganalisis kondisi fundamentalnya, kita perlu memahami juga kondisi “makro”. Kemana “arah angin” sektor berhembus. Pertengahan tahun 2019, saya akan intip-intip lagi saham ini.

      Terkait dengan komentar BayuS. Saya sependapat. Ketika portofolio nyungsep memang mudah menilai. Tetapi, mengubah gaya juga tidak mudah. Ada yang cut profit di 5, eh lantas saham yang susah-susah dianalisa terbang tinggi sampai 40-50%, “kerugian potensial” sebenarnya

    3. Saya juga berharap demikian pak, napain juga direksi di gaji tinggi jika bukan utk memajukan perusahaan, tp ya itu, namanya manusia, bisa saja bertindak silap/salah. enaknya kita, disaat kita sudah tdk percaya lg sama perusahaan, kita tinggal klik tombol sell, dan umpet di pojok sedih sejenak atas kerugian kita (hahaha) stlh itu bangkit kembali, perbaiki lagi. Semangat!!!

  5. Oh iya hampir lupa. Yang saya suka dari blog ini adalah apa adanya. rugi adalah rugi. untung adalah untung. Tidak ditutup-tutupi, tidak dijuga diumbar-umbar. Tidak ada pula upaya mempermaknya jadi cantik jelita. Banyak blog yang isinya pencitraan penulisnya 😀 😀 😀 Makanya saya jauh-jauh dari Trowulan ke sini

    1. Hidup itu pilihan (belajar dr salah 1 teman baik sy dr komunitas), jd kita tinggal tentukan pilihan kita lalu jalani pak.

      Bukan berarti juga yg ubek2 mempercantik dr apa adanya itu buruk, kadang emang jg bs memberi motivasi, namun again semua balik kenpilihan masing2. Sy hanya senang bs bebas memulis dan mencurah hati disini utk perjalanan investasi saya, apapun hasilnya. Thx sudah melihat cara ini sebagai sebuah hal yg baik. Much appreciate it 🙂

  6. Tentang LPCK, apa yang terjadi sebenarnya? Dari tahun 2015, downtrend lalu sideway, 2016 sama, 2017 sama. Sepertinya penurunannya dicicil. Satu penurunan selesai cuma untuk menunggu momentum penurunan baru. Di internet, ada banyak saran beli karena sideway tersebut dimaknai sebagai akan segera naik, padahal sebaliknya tanda mau turun lagi. Bagaimana analisa Bang Ali mengenai dasar jurang (bottom) ? Haruskah kita mencarinya?

    Selamat liburan weekend bersama keluarga tercinta!

    1. How low can u go? Pertanyaan classic pak. Jika ada yg tau, napain dia duluan beli diatas ga tunggu saja sampai titik paling pesimis lalu full porto bahkan dgn segala harta warisan dan pinjaman dihajar?

      Ya krna emang tdk ada yg bs tau makanya terjadilah guessing2 (terka menerka dan belanja partial atau 1/2 hati) baik secara spekulasi maupun educatif.

      Sebelum kita masuk ke entry point, kita hrs terlebih dlu akur dlu dgn diri kita style dan metode investasi seperti apa yg pengen anut.

      Jika anda ada seorang swing trader,maka anda akan menunggu signal secara TA utk pembalikan arah lalu masuk.

      Jika anda adalah seorang investor jangka panjang, maka kecenderungan valuasi dan MOS adalah jurus anda.

      Sy ingin membahas sedikit diluar pergerakan harga saham dan polanya, krna itu menurut sy adalah hal yg tidak produktif utk diterka (maaf jika ada trader chart yg sempat baca). Namun kita hrs ingat, setiap emiten dibelakangnya adalah sebuah perusahaan yg di isi oleh org2 yg mencoba memajukan usahanya. Jadi tdk bs kita blng krna harga hari ini turun 10% berarti bisnisnya hr ini pun susut 10% atau sebaliknya klo hr ini tiba2 ARA apa kah kita bs blng bisnisnya dlm 1hr tiba2 tumbuh 25%.

      Jd konsep bisnis hrs kita utamakan dlu jika kita adalah seorang investor fundamentalis jangka panjang.

      2 hal disini yg butuh kita ketahui:

      1. LPCK hingga kini tdk berekspansi keluar dr cikarang, mengapa? Padahal kita slalu liat byk perusahaan property bahkan tetangga2nya yg terus mencaplok lahan sana sini utk menunjang pertumbuhan masa depan. Itu krna perusahaan melihat ms adanya potensi besar yg blm di garap dgn lahan terbatas yg tersisa di cikarang.

      2. Lantas demikian, dgn lahan terbatas gmn perusahaan bs berkembang? Apa yg mau dijual?

      Skrg klo kita balik liat harga lahan industri, brpa sih dikawasan cikarang? Ya antara 1,5-2jt/m2. Oleh krna itu perusahaan mulai memutar otak, jika komodity (dlm hal ini lahan) yg terus sy jual, nnti dah habis mau gmn? Ya sama kek tetangga, beli lahan baru, garap lg jual lagi fan seterus-terusnya.

      LPCK punya misi berbeda. Mrk ingin bsenggarap lahan sesedikit mungkin namun memberikan imbal hasil sebesar2nya alias value added. Caranya gmn? Mulailah MEMBANGUN HUNIAN VIRTICAL.

      Tdnya sy cmn jual lahan 1,5jt/m2 kini dgn hunian vertical, sy bs jual minimal 7jt/m2, katakanlah cost bangunan adalah 3jt/m2 maka nilai tambah yg diciptakan adalah 4jt/m2 blm termasuk biaya lain2, kira2 mana yg lbh menguntungkan dibanding jual lahan td? Dan ini blm kita kalkulasi jumlah unit hunian.

      Lalu kita bicara lagi, jika nnti dah habis lahan vertical gmn pula lagi?

      LPCK sudah bkn perusahaan industri lg yg butuh kita ingat, mrk dah bertransformasi ke hunian, artinya ada perubahan model bisnis yg tdnya komodity based, kini sdh mulai menggarap recurring based. Bayangkan biaya pengelolaan dan komersial yg bakal diraup nnti jika mega proyek mrk sudah bangun dan berhasil dihidupkan.

      Pertanyaannya, apakah demand mendukung?

    2. Sory sy ga pegang data saat ini, namun secara sederhana saja sy ks sedikit gamabaran.

      Dlm 5 thn kedepan, kaum muda kita sudah meningkat dr tdnya +/- 75jt ke 150jt org. Dan klo bbrpa thn lalu tamatan kuliah akan settle di gaji 3jt sdh puas, coba liat skrg, mrk tdk akan settle less than 6jt. Dlm bbrpa thn singkat saja, income para kaum pekerja baru (educated) meningkat 100%. Sedangkan apakah bbrpa thn lalu hunian vertical jualnya 100jt saja? Tdk juga ttp +/- sama dgn skrg 200jtan kecuali subsidi pemerintah.

      Masalah terbesar saat ini buat kaum muda adalah DP. Klo cicilan per bln mrk sanggup. Dan mrk sangat picky, sangat selektif dan jeli dgn kemaun mrk ga seperti kaum sy dlu, yg penting mampu dan ada. Jd ini tugas2 pengembang dan pemerintah dlm meresponse terhadap potensi2 yg ada dan blm semapat digarap.

  7. Kelihatannya kuncinya di demand for vertical housing. Keinginan beli yang dibarengi daya beli! Daya beli bisa didongkrak dengan hutang. Tapi, hutang yang tidak terkontrol menjadi sumber buble economy yang menjadi dasar bagi krisis ekonomi. BI pasti langsung bergerak melihat sinyal krisis, takut kejadian 1997 berulang. Mereka memaksa ekonomi kontraksi dulu. Tapi, terlalu ketat ekonomi menjerit juga. Saham LPCK masih melanjutkan penurunannya sepanjang 2017.
    Manajemen berusaha bergerak kelihatannya tapi kondisi makro belum berpihak buat properti. Selain itu, beberapa pihak mempertanyakan manajemen. Tentu Lippo beda dengan B*kr* tapi tetap aja ada “sentimen negatif”. Ini hambatan kedua untuk sahamnya bergerak ke atas. Dugaan saya, salah satunya adalah karena selama masa-masa kejayaannya, manajemen tidak memberikan deviden. Padahal, bisnis riel menghasilkan keuntungan. Yang paling nyata dari keuntungan adalah sebagian keuntungan yang direalisasikan secara tunai dalam tahun berjalan. Ini pelajaran bagi manajemen Lippo.

    Iya, mempertanyakan dasar jurang saham seperti mempertanyakan dasar jurang neraka: tidak ada yang tahu. Kelihatannnya LPCK akan naik, cuma pertanyaannya kapan :D. Klasik tapi membuat penasaran 😀

  8. Cuma saran saja nih pak, kebanyakan pola pikirnya mungkin hanya karena hasil bacanya saja, sedang yang dipelajari dari orang-orang luar yang notabene kondisi pasarnya jauh berbeda dengan pasar saham di Indonesia. Jadi, sebaiknya belajr dari pengalaman juga, setiap saham punya karakter masing-masing (sekalipun ini bukan ilmu value investing tapi ada perlunya juga).

    Selain itu, jangan beli saham dengan dana penuh langsung untuk tiap porsi saham yang akan dibeli, sebaiknya beli minimal dalam 3 atau 2 tahap biar kalau terjadi penurunan bisa averagedown dan kita tidak lama menunggu take profit saat saham tersebut kembali naik.

    Selain itu, hindari saat ini saham-saham yang full offline sedang pesaingnya banyak menjual secara online, salah satunya adalah bisnis ritel pakaian…. Matahari termasuk di dalamnya. Memang Matahari sudah membuat onlineshopnya tapi karena tidak mampu booming layaknya ecommerce lainnya, akhirnya hasilnya juga tidak maksimal.

    1. Dear pak Ali (hehehe namanya sama),

      Terima kasih banyak atas baik hati anda utk mau bersharing serta nasehat yg diberikan. utk point no 1 tentang pola pikir, sy kira ini adalah hal yg cukup rumit sebetulnya. jujur justru sy melihatnya pasar dimana saja sama. mungkin saat ini terkesan beda market luar dgn market indo, namun kita tidak lupa bahwa konsep-konsep value investing yg dikemukakan oleh orang-orang terkenal ini tidak kenal masa, sejak awalnya bursa ada, prinsip-prinsip ini tidak berubah masih tetap sama bgitu gitu saja. barang x jika ada yg salah, adalah salah dalam tafsiran kita mengenai konsep yg disampaikan, ini butuh sy crosschek diri lagi juga.

      point no 2 adalah menyangkut strategi money management. saya sefahaman dengan bpk, kadang di market itu penuh ketidak pastian, bukan berarti dah murah maka akan sgera pantul dan tidak akan turun lagi, dgn adanya kesiapan diri maka pada saat sebuah saham yg kita nilai bgs makin murah, kita bs membelinya makin murah pula! tehn again semua kembali ke timeframe investasi sy, ada juga sebagian yg melihat tidak masalah mau berapa murah suatu shm, asal menurut kita dah cukup murah, kita beli stlh itu tinggal pantau kinerja, jadi relatif tergantung prinsip investor tersebut, namun sy setujuh dgn anda.

      point no 3, trend persepsi prospek usaha. justru klo sy berfikir ya pak, disaat perusahaan bgs yg dihantam oleh masalah, itulah saat terbaik utk membeli mrk, krna seperti yg sudah kita liat, harga sahamnya turun ga karuan, tp itu hrs diiringi dgn kepercayaan kita dalam analisa. again kita bicara timeframe disini, jika timeframe kita adalah 1 bulan, ya setuju sekali, barangx ini bukanlah yg terbaik, namun jika kita bicara timeframe yg lebih panjang barangx 5 thn, mungkin akan sedikit beda pula tekniknya.

      terlepas dari perbedaan pendapat, dan emang patutnya seperti itu, krna investasi saham adalah seni, dan kita bs saling belajar dari sesama investor, sy ucapkan banyak terima kasih atas nasehat anda, akan sy cermati lbh dalam lagi.

      Thansk pak ali dan sukses terus!

  9. Dear Pak Ali.

    Kondisi Saya lebih buruk dibandingkan kondisi anda, namun setelah membaca tulisan Akhir Tahun ini, Saya lebih tenang dibandingkan Anda. Margin bagaikan 2 sisi mata uang. Kalo sukses tebakan anda menggunakan margin maka anda SUKSES BESAR but sebaliknya anda GALAU. Belajar dari tulisan dan pengalaman Anda, Konsisten, Rasional, Jujur, dan Semangat Belajar yg tdk padam adalah Kunci Keberhasilan di masa depan.

    1. Terima kasih pak Ferry, iya pak semua ada gilirannya, yg penting kita jgn patah semangat dan terus belajar. Terimakasih semangatnya, maju terus dan sukses slalu!

  10. Pak Ali sekedar saran sebaiknya roti di cutloss saja karena secara PER nya sudah kemahalan tuh. Sekedar info di kota saya sari roti sudah tidak ada lagi penjual keliling nya karena kalah bersaing dengan merk lokal di tempat saya. Menurut saya daripada beli roti lebih baik beli icbp karena menurut saya Indomie adalah Coca cola nya (saham favorit WB) Indonesia.

    1. Nambahin soal ROTI yang produknya Sari Roti, sekarang menurut saya mulai disaingi oleh MyROTI buatan Yamazaki, yang secara harga lebih murah dan rasanya juga menurut saya cukup enak :D. MyROTI sekarang ini hanya dijual di counter2 Alfamart, jadi di Indomaret belum ada.

    2. Kita semua telah menyadari bahwa belakangan industri machined made bread bgitu menarik pak, banyak pihak mencoba icip kuenya. Dan kita jg sdh liat fakta lapangan bahwa bgitu byk mrk baru di minimarket skrg. Itu adalah fakta.

      Lalu kita bicara valuasi, benar lagi, roti sesungguhnya dihargai sangat mahal, itu krna posisi bisnisnya yg strategis slama ini, sehingga membuatnya berkembang kian pesat sehingga tentunya market memberi optimisme yg tinggi, hingga bgitu masuklah kompetisi, kini sedikit beda cerita itu again, adalah fakta!

      Nah skrg mari kita masuk ke bagian lbh inti, bisnis. Seperti yg telah bpk sampaikan diatas, sari roti bahkan skrg jarang keliatan di perumahan bpk krna kalah saing dgn home industri, ini adalah segment bisnis yg kita bicara pak. Jd kita hrs liat perkembangan masa juga pak. Banyak yg telah berubah. Kini pelan2 kaum kerja kita terus bertambah dan memasuki masa ledakan populasi, artinya org sbk keluarga kecil dmn suami dan istri bekerja akan semakin banyak, dan wkt menjadi kendala bagi mrk, dan inilah customer based sari roti yg potensial kedepannya, itu juga mengapa byk sekali varian baru yg dikeluarkan 2thn ini yg dlm packing siap saji buat sarapan maupun snacks, dan belinya dimana, ya di super/minimarket. Ga semua org akan tinggal di perumahan dmn punya kesempatan membeli roti keliling, dan tdk berhenti disitu, faktor kebersihan (hyginik) dan kesehatan (pengawet?) bahkan jika anda jeli, bs lihat pengikat plastik dikemasan roti tawar sariroti itu warnanya setiap hr beda, ada 7 warna, itu pun ada fungsinya, supaya dgn cepat bs tau produksi di hari apa. Ini adalah jaminan mutu sari roti yg perusahaan pertahankan dgn kuat tp jgn salah faham, brand penting tp bknlah keunggulan kompetisi dlm bisnis seperti roti ini, nnti sy jelasin lg dibawah.

      Lalu kita bahas, ok klo home industri bukan sanigan langsung, myroti iya donk? Pasti! Krna dia bikin produk yg emang menyaingi sari roti. Bukan dia saja ada sara lee, sharon, prime yg fokus di roti manis dan juga mr bread punya sister co (under indomarco) yg bahkan juga head to head di roti tawar.

      Bayangkan sari roti yg memiliki 10 pabrik dan sehari memproduksi 4,2jt potong roti saja, stlh marjin bersih, hanya dpt kisaran 12% laba, sedangkan prime bread satu saat sblmnya bs jual bahakn 50% saja harga sari.roti, dan sy ga heran jika my roti juga demikian.

      Kita hrs mengerti juga pak mediasi pasar yg sedang terjadi. Org2 pemain baru ini butuh brand awareness, butuh eksposur utk memperkenalkan roti mrk. Jadi price mekanisme yg mrk mainkan saat ini pastilah hanya sesaat. Ok anggap lah kita percaya my roti yg saat ini baru saja fokus di jabodetabek dan bandung sdh mencapai ekonoies of scale mrk, namun apakah mrk bs puas dgn hanya 2 wilayah ini, tentu tdk, mrk akan berekspansi seperti sari roti yg tlh duluan membangun networknya sejak 2011-2013 dlu dgn kencang sehingga kini telah tersebar di sumatra, jawa dan sulawesi dan ga lama lagi kalimantan dan filipina.

      Ingat pak, semua industri yg menarik pst akan menarik kompetisi, apalagi barrier of entry bisnis ini lemah, siapapun bs masuk, terbukti home industri saja bs jalan, namun home industri bukan kompetisi lini usaha seperti sari roti sekali lagi, beda segment.

      Jadi yg atas itu kita bicara mediasi pasar, gmn pesaing mencoba merebut market dan memperkenalkan diri.

      Lalu the real strength skrg. Klo dibisnis roti gini, brand ga kuat pak, apapun atau siapapun yg claim dia memiliki brand yg kuat sehingga org akan slalu beli dia, ga benar. Kita hrs mengerti dlu karakteristik produk. Jika skrg anda ke minimart, lalu anda mau beli myroti, namun kagak ada, yg ada adalah sari roti, anda beli ga? Atau sebaliknya? Pst beli, krna roti adalah produk fungsional pak, kita bli krna fungsinya bkn fiturnya. Bedakan klo anda ke eraa phone cari iphone namun kosong, tentu anda ga beli samsung krna anda beli fitur dan brand di jenis produk inovatif, beda sekali.

      Nah skrg the real strength di bisnis roti iniz selain mediasi market, operasilah yg snagat penting, atau yg sy maksud adalah supply chain managementnya.

      Bagaimana rantai aliran produk sari roti dr hulu hingga hilir ditangangi. Baik itu planning awal, procurement, hingga produksi, distribusi dan penanganan retur. Ini sesungguhnya yg merupakakan kekuatan bisnis roti.

      Terlihat belaknagan sariroti.lambat membaca dan mengambil tindak.dlm perubahan demand sehingga kita bs lihat gmn retur merusak keuangan mrk. Namun sy percaya dgn kapasitas management yg dah gitu pengalaman, namun terasik dlm kejayaan mrk bbrpa thn silam, menjadi pelajaran yg berharga bagi perusahaan utk terus memperbaiki SCMnya.

      Mohon maaf klo tulisan saja agak acak, soalnya tulis dr hp dan ingat apa tulis apa haha.

      Smoga bermanfaat.

    3. Sambung tulisan bawah….

      Supply chain management (SCM) itu sangat penting dan sangat mempengaruhi bisnis roti mengapa?

      Karena kita semua tau, roti itu yg tanpa pengawet tdk tahan lama, setelah melewati bgitu banyak proses, mrk hanya sisa 3 hr di toko utk dikonversi menjadi omset dan sistemnya pun konsinyasi, semua resiko baik kadaruasa maupun handling yg jelek menjadi resiko perusahaan.

      Jadi dlm menjalani usaha roti ini, kita tdk bs liat secara pelit, artinya, kita ga bs berasumsi, napa ya sari roti klo barangnya mau expired ga pinter kek mr bread lakukan promo beli 1 gratis 1 drpd nnti jadi pakan ternak lbh tdk bernilai?

      Memgapa ya sari roti ga mau pakai pengawet supaya bs tahan lbh lama sehingga roti ga cepat expired?

      Ini adalah strategi2 murahan, padahal the real challenge bukan disitu secara SCM.

      Masalah ga promo beli 1 gratis 1 utk mau expired, alangkah lbh baik bkn klo pwrusahaan bs membaca demand dgn lbh akurat sehingga apa yg di distribusi secukupnya buat penjualan toko tersebut sehingga ga ada mubazir, sama halnya jg dgn non pemgawet, bkn masalah produk tahan lama, tp gmn perusahaan bs membaca pola pembelian disetial gerai sehingga bs memprediksi brpa supply yg hrs disalurkan.

      Sari roti sdh menggunakan sistem SAP yg telah terintegrasi namun prediksi sy hanya sampai distribution centre sehingga dan tidak real time hingga outlet sehingga by sistem yg terbaca hanya pasca retur. Namun dr situ mrk bs kembali analisa dan bikin strategi utk penyesuaian demand.

      Jadi challenge dlm SCM ini sangat berpengaruh pak. Bkn masalah merk tp masalah produk ada di TEMPAT YG TEPAT, KUNTITAS YG TEPAT dan WAKTU YG TEPAT. alhasil PENJUALAN YG MENINGKAT. Dgn adanya produk, maka kesempatan utk terjual makin besar yg mengacu pada 3 hal atas: right place, right quantity and right time.

      Sekian pak dr sy.

  11. mau investasi tapi cuma baca buku doang modalnya…. bukan plus pengalaman.

    laporan 3 bulan terakhir anda soal portonya yang lagi merah semua tampak aneh sekali… kelihatannya investasinya serampangan… semua dana digunakan tanpa ada cash buat jaga-jaga, jadinya…. saat harga mulai naik atau berada di bottomnya .. mas sama sekali tidak bisa melakukan average down

    kelemahan lain dari teknik mas adalah tidak tau kapan harus cut loss padahal MPPA itu harusnya dicut loss, tapi malah di hold terus. Investasi tanpa ada manajemen cut loss malah bisa membuat kinerja investasi anda jadi serek….

    1. Cut lossnya kapan? Waktu udah nembus MA20? Apa udah nembus support? Apa udah golden cross? Yang bener aja. Fundamentalis kok disuruh percaya sama garis.

    2. thx pak rivda atas kritiknya, mungkin style investing kita berbeda dan juga dalam saham pilihan, namun sy sangat setuju dgn anda bahwa saat saham sy dalam diskon besaran mala tidak punya dana utk avg down, itu hrsnya adalah momen terbaik sy untuk menambah posisi krna diatas aj beli apalagi skrg jauh murah! thx sudah iklas berbagi opini dan saran!

  12. Saya lihat memang investasinya serampangan. Pemilihan saham dengan PER dan PBV tinggi untuk disimpan long-term adalah kesalahan fatal, sama sekali tidak memperhatikan MOS. Apalagi ada pemilihan saham lebih dari 1 emiten di group yang sama. Kemudian kesalahan terakhir adalah memilih emiten yang tidak pernah bagi deviden.. Sudah jelas menyalahi kaidah investasi..

Leave a Reply

Your email address will not be published.