Jangan ke tipu! Porto bisa di percantik

Hi kawan-kawan,,,

Dalam article ini saya ingin membahas sedikit tentang porto saya secara dadakan.

Beberapa hari yang lalu saya melakukan pemindahaan akun dari regular ke marjin. Apa artinya? Saya bisa membeli saham dengan menggunakan utang. Well, ini sebetulnya pereferensi pribadi saja, dan saya cenderung menyarankan yang baru terjun ke dunia saham untuk tidak melakukan hal yang sama kecuali anda benar-benar memahami resiko yang ada.

Jadi saya tidak akan membahas tentang akun marjin supaya tidak memberi ide kepada teman-teman yang baru mulai berinvestasi dan tidak mengerti apa itu marjin.

Namun saya kira adalah kewajiban saya untuk menjelaskan apa yang terjadi dengan porto saya. Koq tiba-tiba di porto MPPA (modal 1622) -25%, TBIG (modal 5950) -16% dan LPCK (5678) -20% hilang dan/atau berubah?

Karena ada persyaratan tertentu untuk pemindahan akun yang harus saya penuhi sehingga saya harus menjual sebagian saham sehingga pemindahan tersebut bisa di lakukan. Jadi saya menjual MPPA di 1210, TBIG di 4980 dan LPCK di 4610.

Nah setelah berhasil pindah akun, maka langkah pertama saya adalah membeli kembali saham FAVORIT saya yaitu LPCK dengan lot yang lebih besar di dua harga, pertama 4630 (hadewwww rugi fee rugi harga pula) dan 4520 (kek gini donk klo mau nge-short sell, haha). Jadi sesungguhnya jika saya tidak melakukan penjualan, AVG modal LPCK saya adalah 5090 saat ini! 

Terus saya juga membeli kembali saham MPPA dengan lot lebih banyak di harga 1190. Sehingga jika tidak dijual sebelumnya, maka AVG modal MPPA saya adalah 1372 saat ini!

TBIG? hm… saya harus pertimbangkan dulu posisi keuangan saya. Nanti kita lihat, soalnya saya menggunakan sebagian dana untuk memperbesar porto saya di saham-saham yang sudah ada.

 

Beberapa saham yang sudah saya tambah posisi antara lain:

LPPF sudah saya tambah posisi di 13275, JSMR juga sudah saya tambah posisi di 4510, dan terakhir ROTI juga sudah saya tambah posisi di 1525, sehingga 3 saham itu modal average masih murni sesuai dengan yang tertera di gambar. Khususnya untuk AISA saya masih belum mau menambah di harga sekarang, malah sempat jual di harga 2170 beberapa hari yang lalu.

You see…??? dengan keaslian postingan isi porto pun sebetulnya saya bisa memberi kesan yang salah, bahwa porto banyak hijau, merah dikit hehehe!

So pesan saya, berhati-hati anda mengikuti rekom orang yang anda tidak kenal secara personal (termasuk saya), karena anda tidak akan tau kapan saya akan menjual, membeli dan lakukan hal-hal lain yang tidak anda duga di porto saya.

Anyway, happy investing dan keep holding! Semoga Maret memberi hasil yang lebih memuaskan buat kita semua!

Salam Longterm Investment!

Alianto Chan

NB: beberapa saham yang sudah saya lepas di Maret: SMSM, LINK dan SCMA tidak saya bahas disini, nanti saja di akhir bulan!

14 Replies to “Jangan ke tipu! Porto bisa di percantik”

  1. Halo ko, salam kenal.
    Br mulai belajar jd Investor ni sekitar 1 bulanan yg lalu. N blog ini sangattt membantu buat belajar analisa fundamental. 🙂
    Wah, smsm dilepas ko? Pdhl kl ngeliat valuasinya ok ya.
    Ada issue tertentu kah?

    1. Iya pak SMSM sudah terjual, tidak ada issue hanya lagi mencoba merampingkan porto saja dan kebetulan SMSM tidak bisa masuk dalam list saham di akun yang saya pakai sekarang. SMSM adalah perusahaan yang bagus. Walaupun saya tidak pernah cek secara detail namun dari salah 1 article yg saya baca interview dengan management SMSM mereka memiliki hiraki job depth yang jelas dengan banyak tahapan, sehingga para karyawan memiliki sesuatu yg bisa mereka harapkan diluar kenaikan gaji, yaitu promosi pangkat yang jelas di setiap level. Hal ini sangat menonjol dan berkesan saya pikir.

  2. Halo pak, boleh tau kenapa pindah akun ke margin? apakah ada ilmu baru sehingga pede untuk trading dengan margin? Secara berlawanan dengan konsep investing. Apa untuk timing market buat beli saham waktu jatuh banyak waktu cash belum ada.
    Trims.

    1. Akun marjin tidak harus utk trading pak, dan sy sendiri juga tdk tertarik dgn trading. Namun akan sangat membantu dlm situasi spesial jikabeli di harga murah tanpa harus worry kapan hrs di jual. Itu hanya preferensi pribadi pak, dan sy kira ga patut di bhs di sini supaya tdk memberi ide kpn yg baru mulai.

      Intinya semua sama, hanya saja, sy bs menggerakan dana yg lbh bsr jika di butuhkan.

  3. Betul sekali pak Alianto, saya mengalaminya juga tapi statusnya bukan dipercantik namun diperburuk 🙁
    Pada saat hari yang sama saya CL posisi saya sampai kosong, dan mengambil lagi dibawah, namun harga yang di sistem portfolio tertera malah di average diatas harga modal, jadi hasilnya tertera loss yang cukup dalam. Pihak sekuritas hanya berdalih itu sistemnya emang begitu.

    Memang penting bagi kita untuk punya catatan atas portfolio kita pribadi

    1. Hahhaha Pak Wira. Kalau gitu mending, yang penting nominalnya tetap sama. Hanya di konteks berhubungan sama orang lain saja, harusnya kita beretika baik tidak memberi informasi yg keliru.

    2. salam kenal. sekedar share, saya menggunakan (secara gratis) bloomberg watchlist utk merekam catatan portofolio yang sedang saya pegang.untuk emiten BEI kodenya adalah IJ..misal: SCMA:IJ. Setiap pembelian bisa direkam berdasarkan tanggal.
      sayangnya memang tidak ada fasilitas perekam penjualan (namanya juga gratisan). Untuk penjualan saya rekam di spreadsheet excel saja.
      semoga bermanfaat info ini.
      Pak Aliantochan, terimakasih atas pencerahan di blog bapak ini. sungguh bermanfaat bagi newbie seperti saya.

    3. Sama-sama pak tony. Senang bisa membantu.

      Saya sendiri menggunakan excel saja pak, dan secara manual mencatat setiap transaksi. Tq infonya tentang bloomberg.

    1. Ohh sy mala uda hold 1thn lebih ms ingat mulai beli hr ke 2-3 imlek thn sblmnya di harga 5875 klo ga salah. Ngalamin kenaikan yg cukupenggembirakan namun kita juga mengalami penurunan yg cukup menguji kesabaran haha.

      Smoga dpt di harga murah, dan smoga cuan ya nnti 🙂

  4. Salam kenal,Pak Alianto.
    Strategi bapak menggunakan akun marjin,menurut saya sangat menarik dan beresiko.
    Yang saya tangkap niat bapak mungkin,ketika pasar drop ,khususnya saham tertentu drop bapak bisa menggunakan marjin utk membeli saham yg sedang drop harganya.
    Dan jika timing bapak pas,bukan tidak mungkin bakal menghasilkan return yg wow.
    Tapi apahal ini tidak bertolak dengan belakang dengan prinsip bapak,don’t time the market?
    Selain itu apa bapak yakin kalau sudah masuk pas bottom?
    Bagaimana jika harga saham malah terus drop?
    Dan setahu saya akun marjin ,jaminannya adalah saham yg ada diporto kita,bagaimana jika kondisi market drop sehingga nilai porto turun sehingga terjadi marjin call?
    Apahal diatas bukannya malah menghancurkan investasi kita?
    Dan sesuai dengan nama web bapak Longterm Investment,saya rasa penggunaan akun marjin malah bertolak belakang jadinya.

    1. You said it all pak. Sy mendapatkan byk protest dr teman atas langkah sy ini, itu sy bersyukur. Iya, sangat bertentangan dgn prinsip investasi jangka panjang, dan jika katakanlah sy berhasil, apakah sy mau ajarin investor baru mengikuti langkah sy dlm hal marjin, sama saja sy suruh mrk terjun ke jurang.

      Jd ya, sy terima kasih atas kejujuran anda dlm mengkritik langkah sy dan sy senang ada yg ms peduli dan menegur sy saat salah langkah.

      Ini dlm proses reverse pak, smoga dlm wkt dkt sy uda bs balik ke regular dan kembalikam integritas sy.

      Once again, sy sangat apresiasi kejujuran dan kritik anda 🙂

      Ali

Leave a Reply

Your email address will not be published.