Portfolio bulan Januari 2017

Selamat tahun baru imlek 2017!

Setelah kembali dari liburan panjang, kini aktivitas kembali normal. Tidak terasa, 2017 tersisa 11 bulan saja.

Kita kembali mengulang perjalanan rutinitas investasi kita seperti tahun lalu, month by month kita melewatinya dengan penuh harapan dan semangat.

Di bulan Januari, belum ada perubahan dalam porto saya. Well mungkin karena sebagain porto masih dalam posisi loss sehingga tidak bisa di jual (coba kalau sudah cuan triple-digit seperti di SMBR, PPRO hehehe… Mungkin uda TP jauh hari kali ya? hahaha…!!!).

Namun sebetulnya saya cukup resah belakangan melihat teman-teman yang aktif berspekulasi di pasar modal. Pilihan saham bukanlah masalah, baik itu bluechips, gorengan maupun kelas apa saja semua ok, yang penting mengerti mengapa membelinya. Namun, jika alasannya adalah karena yang lain beli dan sudah cuan maka saya juga harus beli, itu bukanlah alasan yang bijak.

Cukup heran juga kadang, mengapa para investor di dunia sehari-hari merupakan orang hebat dan para pebisnis, namun sangat irrasional saat berada di bursa saham.

Kalimat atas mungkin tidak sedap di denger ya, namun saya pikir cukup penting buat bongkar memory lama, karena saat ini banyak saham yang tidak jelas lagi unggul dan saya kira cepat lambat berpotensi menelan korban.

Hal itu sesungguhnya tidak ada hubungan dengan saya, namun saya percaya jika ada teman yang memilih saham berdasarkan rumour atau “katanya” maka, mereka bukan lagi berinvestasi namun berjudi.

Manusia itu lucu. Sangat gampang melupakan masa lampau. Jika ada dari kita yang sebelumnya pernah kejebak spekulasi tidak jelas, barang kali lebih hati-hati lah dan jeli memandang bursa saham sekarang sehingga tidak mengulang kesalahan yang sama.

Pulang ke kampung halaman kemarin, sempat berbincang-bincang sama keluarga dan teman. Sebagian belum mengerti konsep investasi jangka panjang, namun mengenal bursa itu sebagai tempat dagangan bahkan judi.

Barang kali, saya memberi pandangan yang beda. Intinya yang saya sampaikan ke mereka adalah, saham itu tidak beda dengan membeli usaha.

Bagaimana kita menanggapi prospek sebuah usaha jika ada yang datang menawarkan peluang untuk bergabung adalah sama dengan bagaimana kita harus menanggapi saham yang kita beli. Tentunya di dunia usaha kita tidak akan seceroboh segampang pencit tombol BUY dalam hitungan detik begitu penawaran datang.

Kita akan menanyakan banyak pertanyaan kepada yang datang menawar bukan? Bagaimana model bisnisnya? Prospek yang dia lihat kedepannya? Kinerja saat ini? Bagaimana bisnisnya bisa bertahan dan terus menguntungkan di masa mendatang dst. Konsep yang sama patut setiap investor terapkan saat membeli saham.

Masih ingatkah di bangku SD, bu guru sering mengingatkan kita semua, “rajin pangkal pandai, malas pangkal bodoh”? Jadi, berrajinlah supaya kita bisa lebih cermat dan lebih memahami cara berinvestasi. Bahkan WB sampai kini pun setiap hari membaca 800 halaman buku dan LKH setiap hari membaca aneka koran bisnis. Orang yang kita nilai sudah sangat sukses pun, tidak pernah berhenti belajar dan meningkatkan pengetahuan dan kapasitas, apalagi kita yang tertinggal jauh. Ayo, mari kita tingkatkan lagi kapasitas kita masing-masing sesuai kecepatan masing-masing, yang penting ada NIAT!

Anyway, rasanya tidak ada yang bisa di bahas di proto bulan Januari, kecuali gejolak sesaat yang terjadi di saham AISA yang membuat penutupan Januari sangat jelek! Damn it!!!

Di bulan Februari, saya mungkin akan menyusun ulang beberapa posisi, going lean (ramping). Tapi cukup susah, semua yang sudah di beli sudah merupakan kesayangan saya, hanya saja beberapa yang posisi terlalu kecil, terasa kurang efektif mempengaruhi porto, mungkin akan saya gabungkan ke saham lain, kita lihat nanti di penutupan Februari saja nanti.

Sekian untuk laporan Januari 2017. Sampai ketemu lagi di article berikut.

Salam longterm investment!

Author: aliantochan

I'm just an anybody guy who shows strong interest in stock investing. Stock investing is more than just making money, it's a way of life. The way we approach stock investing will reflect the way we are as a person. Choose wisely how you want to invest as to how you would want to live your life. The fundamental principles are the same. Contentment, discipline, endevour, patience, practice and mindfulness are the very true principles of a better person!

8 thoughts on “Portfolio bulan Januari 2017”

    1. Tidak pak, itukan capture porto sesuai tgl 31 januari kmrn, klo tgl 1 feb emang dah pantul, makanya haiz… Buat jelek saja di tutup bln di bawa turun dlm haha

  1. “…semua yang sudah di beli sudah merupakan kesayangan saya…”
    business is business, jangan sampai terbawa perasaan (sayang/benci)

    1. Betol pak kata anda. Dlm dunia saham idealnya emang kita selalu bersikap obyektif, namun kenyataannya subyektivitas slalu ada di kita. Baik itu dlm penilaian prospek, management perusahaan maupun byk hal lain.

      Apa saran bpk tentang obyektivitas dlm penilaian, mungkin bisa sharing.

  2. Hi,

    I am glad you’ve picked up the book by Philip fisher, and also curious on how it will affect your portfolio pick. From what I’ve seen on your blog, you kinda struck me as a hard believer in fundamentals and long term, while the book teaches a bit on watching out for momentum and “timing” the market. All the best to you.

    Jonny

    1. Hi Jonny,

      Thanks for your comments. Honestly, I havent had much luck progressing with Phil’s book. Having trouble committing myself to grinding through it due to workloads.

      Yes, from reading the initial chapters, Phil mentioned that there were three main things to watch out for: MANAGEMENT, RESEARCH & DEVELOPMENT and last but not least, BUSINESS CYCLE. Hence, I get your warning here 🙂

      Nonetheless, I think that for us as novice investors, reading more meaning exposing ourselves to more knowledge hence can be better prepared ourselves to avoid imminent dangers. Having said that, knowing without applying is much useless as Bruce Lee once said. So, we need to really understand the philosophies then mimic them to our own ways, and apply them accordingly to suit our styles.

      Once a senior said to me, one of the simplest way to enhance ourselves can be short-formed in 3 letters; i.e. ATM (Amati, Tiru dan Modif). So, by reading other people’s experiences and knowledge, hopefully we can too understand them, mimic them, then modify them to suit our needs.

      Ok back to Phil’s book. What im tryin to say is that, it doest matter if not everything in the book would be of my style, but hopefully, it will give me what I’ve been looking for, that is GROWTH INVESTING. For things I find unsuitable, I could probably ignore them or at least try to understand the reasons behind them if need to.

      You seem like a well read investor, mind sharing more experiences and knowledge in stock investing? Would love to hear more from you.

      Alianto

    2. Hi Alianto,

      Been busy with work and other indulgences, sorry for the late reply.

      I dont blame you there, phil’s book is too lengthy, you need a lot of effort to read it, take it in, and apply it to stock investing. I didnt finished it either. There’s one other book “How to make money in stock market” by William Oneil. It is written in layman terms, less the confusing anecdotes, and more readily applicable. And also Benjamin Graham’s Intelligent Investor.

      There are a few role models I would recommend to other people to read up on, Warren Buffett of course, Stanley Druckenmiller and David Tepper.

      To be successful in stocks, I feel you got to have that open minded attitude, flexible, competitive and discipline. So read and learn more about other investing principles and make it your own.
      I’ve started as a fundamentalist, at one point, its all about researching the company. But now i take a look at external factors when deciding to buy and sell stocks too, technical charts, price action, liquidity among other things, to better maximise gain.

    3. Indeed John, I feel you! Not an easy book to get through unless you put in some hard efforts.

      William O’neil is on my wishlist but havent heard of Stanley Druckenmiller nor David Tepper. Do you have any good recommendations for the latter duo?

      Yes, I quite agree with you how to be successful in stock investing. But at times I find being conservative isnt a bad thing either. Well, thats the beauty of stock investing, there is no written rules on how to be successful, there are zillion ways to get there. What’s why we call it “art”.

      Thanks for your good advice on how to improve and enhance ourselves in stock investing, much appreciate you kindness and openness.

      Please do share some of your more specific investing strategies so that I too can learn from you. Do you also have personal blog where general public can access? Will be nice if you have one.

      Thanks Jonny!

      Ali

Leave a Reply

Your email address will not be published.