Portfolio bulan Februari 2017

Hectic!!! Walaupun pasca perayaan imlek hingga kini, istri dan anak masih berlibur di kampung, saya kira akan memiliki banyak waktu untuk mengerjakan PR saham, taunya mala kerjaan kantor menumpuk….!

Well saya tidak complain tentunya, karena sibuk dalam pekerjaan adalah bagus, think of active income $$$$$ hehehe…

Jadi itulah alibi saya untuk bermalas dalam pembahasan saham di bulan Februari ini, apa alasan mu?

Satu article pun belum sempat saya tulis di bulan ini, jadi sorry bangat buat yang sempat cek ke sini namun tidak menemukan article baru! Moga-moga di bulan Maret nanti situasi kerja akan lebih terkendali sehingga saya bisa menyisihkan lebih banyak waktu untuk menulis, membaca, menganalisa sekaligus berbagi pengalaman buku bacaan saya nanti.

Ok, keep things short. Mari kita langsung saja masuk ke pembahasan porto.

Seperti yang saya sampaikan di bulan sebelumnya, saya lagi mencoba merampingkan porto. Dari 11 emiten di porto hingga bulan Januari 2017, kini di penutupan Februari, sisa emiten hanya tinggal 9. Jika saya bisa terus merampingkan hingga 4-6 emiten, alangkah idealnya!

You see, the funny thing is…. Dulu saat baru mulai investasi, saya berfikir sangking hebatnya diri saya, saya fokus di 1-2 saham saja, biar jika tebakan saya benar, cuan akan nendaaanngggg!

Tapi begitu kena batu, akhirnya saya mulai belajar diversifikasi. Lalu seiring berjalannya waktu dan pemahaman prinsip investasi meningkat, saya sekarang mencoba balik lagi ke titik awal (keingat video game dimana levelnya sangat menantang, jadi kita mati mulu, terus kita terpaksa mencoba dari awal lagi terus-terusan hingga kita bisa naik level karena disitu tidak ada save point, jadi tinggal 2 pilihan: giveup atau begadang hingga naik level supaya bisa tidur dengan nyenyak).

Bukan sok jago sih, namun saya setuju dengan beberapa teman dan senior yang memberikan saran yang sama. Untuk menghasilkan nilai investasi yang baik, kita memang harus fokus di porto yang ramping.

Jadi ya, investasi saham itu ya gitu-gitu saja. Bolak balik, bolak balik. Namun setiap putaran akan memberikan kita bekal yang baru dalam menghadapi situasi yang sama sebelumnya dimana kita pernah gagal. Ini sekali lagi sama seperti main video game, makin sering kita mencoba level yang sama walaupun gagal, namun kita belajar menjadi lebih hebat dari sebelumnya hingga satu saat kita berhasil melewati tantangan level tersebut.

Banyak kali, kita tuh sudah tau saham apa yang layak kita beli dan hold, namun terlalu sering kita tidak memiliki kesabaran untuk menanti hasilnya.

Ini juga disampaikan Phil Fisher dalam bukunya: Common Stocks, Uncommon Profits.

“Menebak kemana arah suatu saham itu cukup gampang, namun adalah hal yang sangat sulit untuk bisa mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk saham tersebut bergerak ke arah tebakan kita”.

KESABARAN itu harganya memang sangat mahal bagi setiap investor.

Bukan karena tidak tau namun karena tidak sabar, maka kita tidak bisa untung selayaknya seorang investor sejati. Jadi ingat, sebagai seorang investor, jangan terpaku dengan istilah-istilah kaku seperti definisi trader vs investor, berapa lama itu longterm, metode tertentu, dsb… Yang paling penting adalah landasan investasi kita dan kenyamanan kita dalam menjalaninya.

Hadewwww… padahal tadi bilang langsung bahas porto, tetap saja ngoceh panjang tentang prinsip investasi seperti selalu (penulis yang gampang terganggu konsentrasinya).

Alright, mari fokus ke porto (once again)!

Saya menjual ULTJ bulan ini. Sesungguhnya semua emiten yang sudah ada dalam porto sungguh sulit buat saya let go. 11 saham yang tersisa adalah saham kesayangan saya. Namun setelah banyak pertimbangan dengan opsi yang tidak terlalu banyak, karena sebagian masih dalam posisi running loss, artinya jika saya berani beli dengan harga yang lebih tinggi, namun kini harganya turun jauh lebih murah dari modal rata-rata, ya itu adalah kesempatan yang baik untuk menambah kepemilikan. So, saya jual ULTJ di harga 4470.

Terus saya juga menjual MYOR menjelang tutup bulan. Ini adalah saham yang sejenis UNVR sebetulnya. Namun again, karena opsi terbatas dan MYOR bukan merupakan salah satu porsi terbesar porto saya, jadi akhirnya saya memutuskan untuk melepasnya di 1980.

Terakhir saya membeli LPCK di harga 4780 dan 4710, sehingga kini harga rata-rata saya menurun menjadi 5678 dan sudah memiliki bobot modal yang hampir mendekati JSMR.

Saham yang belum saya memiliki di porto pribadi namun sangat tertarik adalah LPPF. Saham ini belakangan mengalami penurunan harga yang cukup signifikan, namun saya masih harus mengalokasikan dana baik dari modal baru (hardly any) maupun lewat saham swap jika ingin membelinya. Kita lihat saja perkembangannya nanti di bulan Maret. Mudah-mudahan bisa menjadi salah satu member porto saya nanti.

Well, sekian untuk laporan bulanan saya, semoga anda juga beruntung di Februari ini.

Salam Longterm Investment!

Nb: Hooray akhirnya JSMR sempat balik modal dan cuan 1% setelah hold 9 bulan, namun di penutupan Feb dibawah turun ke minus 2,39% 🙁

 

Author: aliantochan

I'm just an anybody guy who shows strong interest in stock investing. Stock investing is more than just making money, it's a way of life. The way we approach stock investing will reflect the way we are as a person. Choose wisely how you want to invest as to how you would want to live your life. The fundamental principles are the same. Contentment, discipline, endevour, patience, practice and mindfulness are the very true principles of a better person!

9 thoughts on “Portfolio bulan Februari 2017”

    1. cuma sekedar kritik ringan saja pak, kalau saya lihat portonya banyak yang merah sebenarnya masalahnya bukan karena apa sahamnya, tapi timing belinya yang gak pas, misalnya saja JSMR mas beli di 4800an padahal waktu itu ada isu akan RI di bawah harga 4000, sehingga mau gak mau, faktanya JSMR turun juga di bawah 4000, dan salahnya juga kenapa tidak melakukan average down waktu itu untuk memperbaiki lostnya yg kelewat jauh sehingga ketika JSMR balik ke 4800an mungkin mas sudah cuan dan gak minus lagi…

      Intinya jangan beli saham kalau tidak dikasi murah, dan kalau pun yakin betul saat membelinya selalu siapkan dana buat jaga2 antara 30-10% jadi cuannya gak terlalu lama nunggu saat sahamnya sudah naik lagi

    2. Well noted pak sarannya. Dan emang fair sarannya.

      Tapi ada sisa.lain yg ingin sy tunjukan disini, bahwa investasi jangka panjang emang tdk hrs kita terlalu fokus di timing, seperti moto utama di blog ini yg sy paparkan di tagline atas “Saham yang tepat akan mengalahkan waktu yang tepat”.

      Dalam praktek sebetulnya tdk semudah ya yg namanya timing, jika bisa sy kira dia bakal sangat kaya. Namun tentunya sy juga aadari sebagian teman yg anut TA akan menggunakan indikator utk mengsupport timing entry bukan krna akan pst benar namun paling tdk memberi arahan.

      Iya porto management penting sekali, disitulah bedanya org yg memiliki strategi yg sama akan mendapatkan hasil yg beda. Seperti bpk sdh blng, jika punya cash cadangan, maka pd saat shm bgs jauh lbh murah, maka kita akan bs menambah porsi utk mendapatkan modal avg yg lbh rendah.

      Smoga kedepannya sy bs lbh baik lagi dlm manage porto ya pak, aminnn!

      Tq atas sarannya, sy sangat menghargai kejujuran bpk. Saran maupun kritik yg bertujuan positif slalu sy hormati 🙂

  1. Wah saya malah kebalikan , porto saya malah terus bertambah sekarang jadi 19 emiten, saya mau ramping kan tapi malah bingung mana yang akan dibuang?? Ekad, wskt,ptpp,wsbp,kdsi,kbli,scco,ceka,clpi,aisa,jpfa,main,kkgi,adro,inds,dvla,amin,tbla,lsip. (Seperti supermarket saham).

    1. Hahaha itu baru minimarket pak, klo supermarket itu yg dr A sampai Z haha!

      Emang seru pak klo bs dpt harga murah di semua shm kesukaan kita. Namun kembali menimbang efeknya terhadap porto, sedih jyga ya, naik 100% namun cmn bobot 5% dr porto artinya overall porto hanya tumbuh 5%. Tapi agian, strategi itu masing2, apa yg nyaman saja pak.

      Smoga inilah yg terbaik, slmt sukses pak!

  2. Saya beli LPCK di 4720. Sebelumnya saya melakukan analisa fundamental thdp saham ini, tapi hanya sampai LK 2015. Dan menurut perhitungannya saham ini bagus banget. Dan saya langsung beli.

    Saya sempat pesimis melihat laba yg turun lumayan drastis di FY 2016. Sempet nyesel. Tapi kalo dipikir-pikir juga LPCK ada proyek yg bagus Orange County.

    Saya sudah baca beberapa artikel bapak dan saya senang dengan tulisan bapak. Saya masih baru belajar dan tidak banyak orang yang memegang prinsip investasi sejati yang benar seperti pak Ali. Jadi optimis ternyata pak Ali nambah kepemilikan saham LPCK. Hehe…

    Semoga berkah hold LPCK nya pak
    Semoga sukses

    1. Hahahhaa… Sy msh hrus byk belajar pak. Belakangan sy agak galau krna 11 shm kesukaan sy 1 per 1 sy jual demi saham lain, namun sy senang dgn mrk swmua dan bbrpa adalah beli di harga murah. Mengingat saran sy tentang investasi jangka panjang, sedikit munafiq jg kesannya.

      Namun sy hrs berusaha jaga posisi sy ramping sehingga kedepannya sy tdk terjebak dlm situasi yg sama dmn sy hrs jual shm2 yg sdh sy analisa dan sukai.

      Smoga LPCK memberi keuntungan yg dahsyaaaat suatu hr nnti pak, keep strong keep sabar!

Leave a Reply

Your email address will not be published.