Target tahun 2017 dan jauh kedepannya…

Selamat datang TAHUN BARU 2017!

Tahun 2016 menjadi tahun yang paling santai dan adem bagi saya secara sikologis. Tidak lagi ada kehawatiran apa yang akan terjadi besok pasca devaluasi Yuan, kepurukan dan kebangkitan harga minyak dunia, perang Rusia, Brexit, menangnya Trump sebagai presiden AS dan kenaikan Fed rate, semua ini hanyalah sebagian dari sejarah yang sudah terlupakan dan terbukti sebagian emang sudah terlupakan oleh kita bukan?

Jadi, apakah anda sudah belajar dari hal itu atau hingga awal tahun 2017 ini anda masih saja sibuk dan hawatir tentang kebijakan Trump maupun kapan Fed rate akan sekali lagi atau beberapa kali lagi di naikkan? COME ON, MAN! Mau berapa kali lagi kejadian yang serupa muncul dan terlupakan, baru anda mau bangun dari mimpi buruk yang menguras energi dan konsentrasi untuk kembali berfokus ke investing dengan santai?

Karena artikel ini sesungguhnya saya tulis untuk menceritakan diri saya, it’s about me, not about others. Jadi, ayo kita balik bahas tentang saya saja, namun mohon anda janji untuk tetap merenungkan kata-kata saya diatas dan semoga kedamaian batin menyamperin anda suatu hari nanti.

Sama seperti anda, saya juga memasang target untuk tahun 2017. New Year tentunya butuh New Year’s Resolutions, sudah merupakan sebuah tradisi kecuali kita yang sudah sempurna 🙂

Di tahun 2017 ini, saya memasang target untuk membaca 6 buku INVESTING legendaris, lalu menuliskan ringkasan tentang buku-buku tersebut di blog ini. Semoga ini tidak hanya sekedar hangat-hangat t*i ayam kalau kata orang kampung saya, sekarang saja semangat, sebulan lagi uda di lupakan, hehehe!

Namun saya tidak membuang waktu. Saat ini saya sudah mulai mengcover buku pertama saya yang berjudul, Common stocks and uncommon profits and other writings, karya Philip Fisher (again, semua buku guru investing yang saya baca koq secara kebetulan memiliki initial nama penulis yang semua dimulai dengan huruf “P” ya? sebut saja Peter Lynch, Pat Dorsey dan Peter Thiel).

Philip Fisher adalah seorang guru legendaris investing yang mengajarkan prinsip GROWTH INVESTING, dan kemudian ilmunya pun di adopsi oleh bahkan Warren Buffett, John Templeton, Peter Lynch dan banyak yang lain lain.

Kita sering keliru dengan terminologi Value investing dan Growth investing. Buku ini akan sangat menarik menurut saya untuk menjelaskan dan mengajarkan prinsip investasi lewat metode Growth. Semoga akan memberi banyak manfaat bagi kita semua.

Dari buku tersebut juga, saya mulai terinspirasi dengan konsep private fund management alias mengkelola dana investasi secara privat.

Mungkin sedikit beda dengan yang umumnya kita persepsikan, yaitu mengkelola pivate fund yang segede gajah dari konglomerasi atau institusi, saya lebih terinsipirasi ke pengelolaan dana retail. orang-orang yang belum memiliki dana besar dan tidak memiliki waktu atau kapasitas untuk belajar investasi secara mandiri dengan alasan apapun, membantu mereka untuk berinvestasi dengan cara persis seperti yang saya lakukan disini.

Itu adalah goal jangka panjang. Tentunya saat ini lebih penting saya berfokus pada porto pribadi saya dan AL+ Equity Fund dulu saja sambil memupuk pengalaman dan membangun rekam jejak.

Selain itu, saya juga akan terus aktif bersharing apa adanya di blog ini tentang investing yang saya lakukan. Saya percaya dan akan terus percaya bahwa investing itu tidak sulit dan tidak harus tau semua hal seperti para “profesional” tentang global ekonomi, sentimen pasar, maupun bandar mana yang lagi bidik saham apa.

Saya ingin menunjukan kepada para investor retail bahwa tanpa harus mengerti hal-hal yang “ajaib” begitu, hanya dengan materi gratis dan/atau biaya yang sangat minim pun (seperti StockbitPro) kita sangat bisa berinvestasi dengan bijak, nyaman dan menguntungkan.

Saya sangat berharap suatu hari nanti, dengan cara investasi yang saya anut ini bisa mendatangan hasil yang lumayan sehingga bisa memberi motivasi kepada anda untuk melakukan hal yang sama secara mandiri. Itulah mengapa saya sangat PRO penganut cara investasi yang sederhana dan bisa di duplikasi sehingga siapapun yang nanti minat untuk belajar pasti bisa melakukannya secara mandiri, KARENA KALAU SAYA SUDAH MEMBUKTIKANNYA DISINI MAKA ANDA JUGA PASTI BISA. Sehingga bisa menjadi semacam SOP gitu.

Atas alasan itu pula, saya menjauhi pembahasan makro ekonomi karena ini membutuhkan kapasitas pengetahuan yang cukup dalam di bidang ekonomi dan tidak setiap orang bisa; sentimen pasar karena irrasional pasar tidak memiliki pola, pagi bisa teriak sell, mala siang terika big buy; dan bisikan bandar karena hal gituan tidak akan bisa ditiru dan di duplikasikan ulang. Bisikan bandar menganut sistem kerahasiaan demi keuntungan sekelompok kecil dan tidak akan ada pola untuk mengulang hal yang sama.

Itulah mengapa saya wajib memberi keterbukaan informasi baik tentang metode saya maupun hasil yang saya capai, sehingga semua yang ingin mencoba bisa mengduplikasinya secara total tanpa ada penutupan rahasia yang akan menbedakan cara saya dari cara anda.

Jadi anda bisa lihat (bukan lagi sok bangga), tapi ada metode yang menganut keterbukaan dan keberuntungan bersama, dan ada juga metode yang menganut kerahasiaan dan keberuntungan kaum kecil, anda tinggal pilih saja mau anut yang mana, pilihan ada di tangan anda sendiri.

Mungkin sampai titik ini ada yg penasaran mengapa belum ada ulasan tentang target cuan yang ingin di capai oleh saya di tahun 2017?

Well, menurut saya cuan adalah hasil, dia akan datang secara otomatis asal saya sudah mempraktekan proses yang benar, sehingga saya tidak perlu masang target biar dia datang secara alami saja jika saya adalah investor yang layak di beri. Yang penting saya harus terus fokus, praktek dan tingkatkan kapasitas saya lewat ilmu investing yang saya terus perdalam.

Cukup sekian yang ingin saya sampaikan di article pembukaan tahun 2017.

Semoga 6 prinsip moral sang pemenang yang pernah saya sharing disini sebelumnya bisa menyertai kita semua di tahun 2017 yang masih misterius ini. Ayo, mari kita mulai mencatatkan bab baru lagi!

Salam investasi janga panjang!

Nb: sekalian jangan lupa renungkan kata-kata dalam gambar yang sudah saya attached dalam article ini 🙂

Author: aliantochan

I'm just an anybody guy who shows strong interest in stock investing. Stock investing is more than just making money, it's a way of life. The way we approach stock investing will reflect the way we are as a person. Choose wisely how you want to invest as to how you would want to live your life. The fundamental principles are the same. Contentment, discipline, endevour, patience, practice and mindfulness are the very true principles of a better person!

6 thoughts on “Target tahun 2017 dan jauh kedepannya…”

  1. Pak Alianto, klo menurut bapak katagori saham versi Peter Lynch bila diaplikasikan di Indonesia, saham apa saja yang masuk katagori slow grower, fast grower, dll?

    Trims sebelumnya

    1. Good question kwn. Soalnya PL mengambil PDB sebagai acuan, sehingga kita bs berasumpsi dgn cara yg sama namun, krna risk negara beda dan kapasitas pertumbuhan juga beda antara kitda dgn AS, maka, sy ambil ke simpulan bahwa:

      slow grower = growth < 2xPDB stalwards = growth = 2xPDB fast grower = growth 2xPDB Namun dlm analisa, tdk bisa kita.lihatnya by angka tahun per tahun, namun hrs kumulatif CAGR bbrpa thn krna semua sekotr akan mengalami sirklus ekonomi dan ada masa surutnya di thn2 tertentu. Jd klo PDB kita +/- 5℅, sehingga apa yg tumbuh 10℅ adalah stalwarts, dibawah adalah slow grower dan diatas adalah fast grower, itu menurut sy.

  2. Salam pak, saya orang baru di dunia saham saya pun masih berusaha membangun insting layaknya seorang investor. Tapi yang jelas, jadi value investing bagi saya intinya adalah curi start di harga murah dan keluar saat pasar ramai dan valuasinya sudah selangit”

    1. Itu dlm bahasa yg pede iya pak hahaha… Namun dlm praktek tdk akan segampang itu, contoh JSMR yg saat ini ms di 4300, apakah byk yg melirik dibanding saat dia di 5000an? Walaupun secara teori dan jernih kita akan slalu blng buy low sell high, tp dlm praktek byk yg terjebak pd buy high sell low.

      Mengapa sell low? Krna faktor psikologi, 1 sisi kita yg tdk siap hawatir shmnya akan turun lbh dlm jd lbh baik exit nnti buyback, atau krna byk shm lain yg menjadi menarik sehingga kita melakukan gonta ganti shm mengharap yg lbh murah bs naik lbh cepat nnti dan ks reward lbh bsr.

      Tp sayang, dlm kenyataan tdk slalu simetri bgitu, apa yg murah bs saja lbh murah, apa yg mahal bs lbh mahal.

      Jd klo nasehat sy sih pak, beli shm bgs yg murah lalu hanya pantau FAnya saja, jgn terlalu sering gonta ganti walaupun ada yg mungkin lbh murah, krna kita berani beli shm yg kita beli krna kita pd awal sudah yakin ini shm bgs dan murah, selagi 2 hal itu tdk berubah, DONT SELL!

    1. Amin pak, agak sibuk bulan ini dgn banyak kerjaan kantor, ga banyak nulis, analisa maupun komentar. smoga 2017 dan kedepan makin cerah buat kita semua ya,,, amin!

Leave a Reply

Your email address will not be published.