Portfolio bulan Nopember 2016

Portfolio November 2016Bulan Nopember ini adalah salah satu bulan dengan performa terjelek di BEI tahun ini, kini sudah membuat banyak pelaku pasar dalam posisi gelisah, galau bahkan kepanikan, karena IHSG dalam sebulan ini sudah turun lebih dari 5%.

Kondisi global yang penuh kejutan dan masalah ekonomi manca negara membuat (katanya….) pasar saham kita bergejolak aktif dengan arah menuju selatan dan hanya dalam sebulan IHSG sudah turun lebih dari 5% yang di topang oleh penurunan saham-saham Bluechips kesayangan seperti: ICBP, UNVR, HMSP, ASII, BBCA, BBRI dan many more… membuat banyak investor mulai berfikir dan pesimis atas kemungkinan IHSG turun ke level dibawah 5000 balik ke level tahun 2015.

Sesungguhnya hal tersebut juga tidak luput sekilas melintas pikiran saya, namun karena saya sudah terlatih dan mulai terbiasa dengan gejolak pasar dan bertekad untuk menekuni investasi jangka panjang maka emosi saya pun sudah terkendali dengan cukup baik, jadi mampu menahan diri tidak gegabah menghadapi kondisi kini.

Dalam article saya sebelumnya, saya menjelaskan: tidak melakukan apapun adalah tindakan yang terbaik dalam investasi saham jangka panjang saat menghadapi market yang terkoreksi tajam.

Well, metode ini akan selalu menjadi pro dan kontra antara banyak kalangan investor.

Ada yang senang karena sudah melakukan persis itu sehingga beberapa posisi sahamnya yang kini sudah bangkit dan tentunya tidak ketinggalan momentum karena tidak pernah di jual.

Namun ada juga yang mungkin bersenyum lebar karena sudah melakukan market timing yang tepat sehingga berhasil menjual sahamnya pada harga yang lebih tinggi sebelumnya (shortsell), lalu berhasil buyback di harga yang lebih murah dan kini sahamnya juga pantul.

Atau sebagian pula yang mungkin masih cukup bingung mau ikutin cara mana dan setiap kali bertransaksi selalu ditipu oleh market dan membuat rugi makin dalam.

Namun sebagai seorang investor yang menganut ajaran Peter Lynch (PL), ini fakta yang beliau paparkan dalam bukunya One Up on Wall Street.

Berdasarkan penelitian beliau, jika anda invest selama 30 tahun sejak tahun 1965 hingga 1995 dan anda kebetulan beli saat index sedang di puncak, maka hasil investasi anda adalah 10,6% per tahun (compounded selama 30 tahun).

Sedangkan jika di tahun 1965 anda hokky dan beli di saat index paling rendah, maka selama 30 tahun, hasi investasi anda adalah 11,7% per tahun (compunded selama 30 tahun juga).

Apa yang bisa kita petik dari data atas?

Tidak penting jika anda di tahun 1965 ada investor yang paling sial atau terhokky, anda tetap akan bisa menghasilkan return of investment minimal 10,6% per tahun selama 30 tahun DAN BEDA antara investor sial dan hokky hanyalah  1,1% per tahun saja. Kalau begitu, buat apa kita market timing? Patut direnungkan kawan-kawan. Seriously, no joke!
(Terima kasih juga kepada Pak Marwan yang sudah mengingatkan saya kembali cerita ini dalam salah satu tulisannya.)

Satu pesan lagi sekaligus menjadi renungan kita semua sebelum saya masuk membahas porto bulan Nopember.

“Ingatlah kembali alasan awal anda membeli sebuah saham! Apakah karena IHSG kini turun 5%, berarti kinerja perusahaan tersebut juga langsung merosot 5%? Silahkan dijawab masing-masing dalam pikiran anda saja…”

Ok, lets get this over with dengan porto Nopember 2016!

Sekilas terlihat cukup parah vs porto Oktober, dan sebetulnya benaran parah! hahaha!

Jika di perhitungkan penambahan modal sepanjang tahun ini, maka keuntungan YTD saya hanyalah tersisa 7,75% dan penuruan performa porto sebesar -10,76% sepanjang Nopember.

Jika TIDAK di perhitungkan penambahan modal sepanjang tahun ini, maka keuntungan YTD saya tersisa 11,25% dan penuruan performa porto sebesar -14,49% sepanjang Nopember.

Hehehe… angka atas sebetulnya bisa makin parah, untung diselamatkan oleh JSMR, LPCK dan SCMA yang berhasil pantul dalam 2 hari terakhir ini. Seingat saya beberapa hari lalu sempat rugi YTD.

Sepanjang Nopember saya juga sempat melakukan beberapa transaksi, antara lain:

  1. Menjual sisa saham DKFT di 300 dan SIDO di 565.
  2. Menukarkan ke dua saham atas dengan saham SCMA di harga AVG 2530
  3. Terus saya kembali melakukan porto-rebalancing di LINK, menjual sebagian di harga 5200 dengan profit 22,64%
  4. kemudian saya menambah posisi di saham AISA di 1960 sehingga AVG meningkat menjadi 1456
  5. Saya juga melakukan penambahan di saham ROTI di 1580, kini AVG meningkat menjadi 1363
  6. Dan terakhir saya menambah posisi di SMSM di harga 1075, dus AVG meningkat menjadi 1055.
  7. Tidak terjadi transaksi apapun di saham yang tidak saya komentarkan.

Tidak banyak yang bisa ditransaksikan di bulan Nopember karena saya selalu full porto dan tidak banyak ruang gerak pula karena saham-saham yang tersisa merupakan saham-saham yang sudah saya pilih dan percaya akan mencetak kinerja fantastis di masa depan.

It’s time to sit back and wait for Bull’s season to arrive!

Sekian untuk bulan Nopember. Semoga anda masih betah dan tabah dengan apa yang sedang terjadi di pasar saham. Ingat! lihatlah jauh…. lebih jauh….! Long live long-term investing!!!

Masih ada satu PR yang harus saya kerjakan untuk ulasan performa Nopember AL+ Equity Fund, sampai ketemu lagi di article berikut dan welcome December!

Selamat berinvestasi!

Author: aliantochan

I'm just an anybody guy who shows strong interest in stock investing. Stock investing is more than just making money, it's a way of life. The way we approach stock investing will reflect the way we are as a person. Choose wisely how you want to invest as to how you would want to live your life. The fundamental principles are the same. Contentment, discipline, endevour, patience, practice and mindfulness are the very true principles of a better person!

12 thoughts on “Portfolio bulan Nopember 2016”

  1. pa alianto, memang betul sekarang banyak yang mulai gelisah termasuk sy pribadi juga melihat perkembangan ihsg yang mulai kelihatan strong bearish kalo melihat chart montly dan net sell asing yng cukup lumayan besar…akankah sy akan mengalami lagi masa pahit di tahun 2015 kemarin yng saham2 banyak jatuh berguguran dan ketika itu senjata pamungkas sy hanya menyisihkan sisa uang gaji utk memcicil saham2 yng mempunyai fundamental bagus…dan merasakan manis nya di awal tahun 2016 karena kejutan dari program tax amnesty mendorong indexs naik keatas…sy sekarang cuman menyisakan 10 % cash bila terjadi market crash kembali…well mari kita bareng2 kembali menjalani masa2 pahit bila memang indeks kembali jatuh seperti tahun kemarin…tetap semangat pak utk menulis artikelnys….

    1. Hi Pak Suadi,

      Yang penting kita tetap fokus pada jangka panjang. Toh jika index setiap tahun selalu bolak-balik seperti tahun sebelumnya dan berulang lagi, tidak mungkin kini kita sudah berada di index 5000 bahkan 5500 toh? Artinya dari waktu ke waktu index selalu naik, dan jika kita memegang saham bgs di dlmnya, kita akan cenderung selamat dan diuntungkan dalam jangka panjang.

      Jangan gentar pak, asal kita sabar dan percaya longterm investment akan membawa kita hasil yg memuaskan, kita akan fine-fine saja.

      Hopeless selalu datang pada saat best buying opportunity, walaupun sesungguhnya kita tidak tau apakah Nopember adalah bln yg terbaik utk BUY LOW, namun saya sudah puas dgn harga valuasi belanjaan saya di bulan ini.

      Keep investing, keep holding pak!

      Sukses slalu!

  2. Saya banyak belajar dari tulisan di blog ini. Terima kasih Pak.
    Kejadian bulan november kemarin memberi saya ide untuk membuka reksadana pasar uang dengan porsi mungkin sekitar 5% dari porto. Fungsinya sebagai cadangan untuk tambah posisi ketika IHSG drop seperti kemarin. Sehingga ketika IHSG drop kita punya sedikit ruang gerak. Reksadana saya pilih karena tidak untuk mencairkan butuh

    1. Itu sih ide yang bagus juga pak, dalam investasi yang di sebut diversifikasi itu memang sesungguhnya diversifikasi atas instrument bukan di kategori/jenis saham.

      Namun saat ini saya masih sangat percaya jika sabar, nanti akan ada saatnya kita bs memetik hasil dari kenaikan saham, walaupun jalan tidak selalu mulus, namun, jika kita siap dan sabar menanti 5-10thn kedepan, smoga membuahkan hasil.

      Goodluck pak dgn strateginya, apapun strategi kita, asal tidak merasa terpaksa dan nyaman dalam melakukannya adalah strategi baik.

    1. Kalau 10rb sih ga tau kapan ya pak hehehe…. namun saya kira sangat wajar klo 7000 blm dihitung potensi perbaikan fundamental dari debt renewal dll, keep holding pak dan sukses slalu

    1. sektor finansial saya kurang mengerti sebetulnya pak, dan kita semua mengenal admf sebagai anak dari bdmn dengan pemilikan 95%. jadi setiap thn admf akan terus membagikan dividen yg bsr buat kepentingan bdmn. selain itu, adira sih cukup menarik ya secara merk terlihat dimana2, namun fundamentalnya mungkin cenderung akan mengikuti trend penjualan kendaraan bermotor pak.

      Menurut astra, tahun 2017 sektor otomotif akan mulai menarik, semoga hal yang sama dgn admf juga ya.

      sorry, ga bs bantu banyak, saya tidak mengerti rasio finansial.

    1. salam kenal juga pak sam! smoga blog ini bisa memberi bpk sedikit opini tentang investasi jangka panjang ya. jika ada yg kurang faham, silahkan komen saja, jika sempat slalu saya balas. thx dan sukses slalu pak sam

Leave a Reply

Your email address will not be published.