Portfolio bulan Agustus 2016

Portfolio August 2016Bagaimana para investor memaknai bulan Agustus yg ber-mitos ini? Apakah sekarang kita bisa bilang ini adalah bulan yg baik dan beruntung? atau mala merupakan bulan yg penuh tantangan dan sesuai dengan mitos yg berlaku yaitu bulan yg cocok utk EXIT dari MARKET?

Buat saya pribadi, bulan Agustus sangat special! Agustus ini adalah bulan dimana anak ke 2 saya mencapai usia full-month (yey….!) dan bulan ini juga merupakan bulan gathering SI yg ke 3 yg kami sudah tunggu-tunggu lama! Tidak lupa pula bulan ini adalah bulan dimana seluruh Indonesia berpesta merayakan hari ulang tahun RI yg ke 71. Dirgahayu Indonesiaku, semoga anda makin maju, rakyatmu makmur dan sejahtera!!! 3 peristiwa yg sungguh bermakna dan sangat dinantikan dan kini sudah menjadi bagian dalam catatan perjalanan hidup ku. Oh yah, saya juga harus berjujur disini, sesungguhnya gathering SI jauh saya nantikan kebanding HUT RI yg ke 71 kemarin, ooops sorry, kesannya kurang nasionalis ya hahaha… namun Garuda tetap di dadaku!

Lalu bagaimana tanggapan saya tentang market di bulan Agustus? Well, market itu selalu buka setiap hari kerja, dari jam 9pagi hingga jam 4sore tidak beda dari 11 bulan yg lain, so honestly, nothing special. Mungkin ada yg merasa senang karena pasar sudah bergerak sesuai harapan, namun ada sebagian pula yg mungkin sedih karena telah melakukan prediksi yg salah. Tapi jika kita bertanya kepada sang Guru besar Peter Lynch, saya pikir beliau akan menjawab, “wishing is not investing and market timing is impossible“. Jadi sesungguhnya jika hingga kini kita masih saja berharap harap di saham jelek, itu adalah wishing bukan investasi, dan timing yg tepat adalah jika kita jeli membeli saham bagus di harga murah, bukan menerka kapan masuk dan keluar di waktu market yg tepat. Jika 2 hal ini masih sering kita lakukan maka sudah saatnya kita mengevaluasi ulang, apakah ini adalah strategi investasi yg ingin kita jalankan utk 10, 20 maupun 30 tahun mendatang?

Sebagai seorang investor, seharusnya kita bisa selalu damai baik saat market bullish, karena itu cenderung membuat porto kita hijau, lalu sama halnya saat market bearish, karena itu akan memberi kita kesempatan baru utk melirik saham yg belum sempat kita beli sebelumnya. So, you see? it’s all in your head, however you want to see it!

Lupa dari siapa, namun saya ingat ada seorang pakar lain yg pernah bilang begini, “it’s not about how much you can make, it’s about how much you can save“. Orang yg terlalu berani mengejar keuntungan terlalu cepat, maka dia akan selalu bertarung dgn sang emosi dan sang nasib, sehingga akan sangat sulit utk bisa berinvestasi dgn akal sehat dan konsisten. Butuh saya ingatkan lagi, menurut WB bunga majemuk (compounding interest) adalah senjata investasi yg paling dahsyat di dunia ini, sehingga jika kita bisa sabar sedikit saja utk menanti hasil investasi di 10-30 tahun mendatang, kita tidak akan pernah menyesal dgn hasil yg akan kita capai nanti asalkan kita lakukannya dgn cara yg benar.

Jadi, balik lagi ke reminders yg sering saya sampaikan di blog ini, yaitu: stop menghayal (wishing is not investing), lakukan investasi berdasarkan FA (don’t time the market but do your homeworks), dan bersabarlah menanti hasil yg akan kita capai dalam jangka panjang (let your compounding strategi work itself out).

Seperti tulisan-tulisan laporan porto saya yg sebelum-sebelumnya, setelah saya cape dan kehabisan kata dgn pesan-pesan bosan, ayo mari kita lanjut ke bagian porto saja.

Bulan ini saya banyak melakukan switching strategi. Yg keluar ada saham: SSIA, NRCA dan PGAS. 3 saham tersebut masih belum menunjukan hasil kinerja yg lebih memuaskan di Q2 jadi saya mengambil kesempatan saat market sedikit menurun utk mengalihkan ke beberapa saham baru yg menurut saya memiliki potensi yg lebih bagus, seperti: SMSM, MYOR, TBIG dan ULTJ. Namun tidak lupa pula saya memupuk saham-saham yg masih konsisten mencetak pertumbuhan yg bagus maupun yg menurut saya memiliki potensi yg sangat cerah di masa mendatang sebut saja saham seperti: AISA, ROTI, LPCK, JSMR dan MPPA. Khusus MPPA karena resiko kinerja masih tinggi, jadi posisi saya masih boleh di bilang kecil.

Bisa dilihat dari porto atas kalau average modal saya banyak yg meningkat, itu karena saya menambah posisi yg cukup besar ke saham-saham existing yg menurut saya layak dan di harga yg masih masuk akal saat beberapa kali koreksi datang dan sisa saldo kas saya masih memungkin saya utk belanja.

Strategi saya simple dan selalu menganut strategi PL dan PD, terutama: jual saat kinerja semakin jelek, switch saat ada saham yg lebih bagus dari yg sudah ada dan pangkas saat porsi menjadi terlalu besar.

Karena cukup banyak transaksi yg saya lakukan di bulan Agustus jadi agak panjang jika harus saya bahas satu per satu, namun dari porto atas bisa lihat apa yg sudah terjadi.

3 saham yg saya full exit adalah:

SSIA full exit di harga 640, modal 580
(Saham ini saat LK Q2 di publish, hasil kinerja cukup jelek namun harga saham mala naik sehingga memberi kesempatan yg baik utk jual sebagian di harga 720 di awal bulan. Ini adalah ilmu yg saya belajar dari SI, namanya ilmu logika.).

NRCA exit di harga 550, modal 1018
(Ini adalah salah satu saham yg sudah menjadi saham wishing bukan lagi investing, karena kinerjanya yg tidak kunjung membaik dan kini saya lega bisa move-on dgn porto yg lebih rapi. Sejak LK Q2 di publish saya sudah perlahan-lahan menjualnya dari 570-550 begitu ada saham yg bagus yg memberi peluang utk beli/tambah hingga akhirnya saya exit total di 550).

PGAS exit di harga 3070, modal 2465
(Sebelumnya sempat jual sebagian di 2980 dan 3430, lalu buyback di 2960, namun hari ini setelah melihat kinerjanya yg masih belum memuaskan, maka saya putuskan utk full exit di 3070 dan gantinya dgn JSMR (sebagian). Sebetulnya PGAS akan tetap menjadi saham yg aman di jangka panjang, namun dgn kinerjanya yg belum berhasil membaik, maka saat ini PGAS sudah menjadi over-valued dan pas banyak kesempatan di saham lain yg menurut saya lebih layak saya beli maka dgn itu saya exit total PGAS di 3070. Namun jika nanti PGAS di obral dgn harga diskon dan saham lebih bagus dari dia tidak ada lagi, saya cenderung akan buyback dia lagi).

AISA :: Pasca LK Q2 di publish, terlihat kinerjanya cukup menggembirakan dan sesuai dgn apa yg sudah di paparkan oleh perusahaan saat PUBEX. Sehingga saya cukup optimis dgn apa yg akan di capai di akhir tahun ini. Jadi saya putuskan utk buyback di 2010 di pertengahan bulan setelah mendapatkan dana dari penjualan NRCA dan SSIA.

DKFT :: Masih merupakan saham ajaib. Walaupun kinerja belum terlihat, namun harganya terus naik, mencerminkan optimisme pasar atas rencana pembangunan smelternya yg dischedulekan rampung di akhir tahun, serta harga nikel yg terus rebound. Saya akhirnya memutuskan utk mengurangi posisinya jual di 346 dgn profit +/- 66% dan menukarnya dgn saham lain.

JSMR :: Saat ini banyak yg takut dgn saham ini karena pasca RUPSLB, management memutuskan akan RI dgn harga +/- 3600, namun jujur sampai detik ini saya masih belum bisa memastikan hal tersebut apakah sudah final, belum mendapatkan berita yg ulas hal ini. Tapi info dari teman yg sempat hadir di acara RUPS, keputusannya RI tersebut memang sudah final. Jadi sini saya mengulas sedikit.
## Total PMN (penyertaan modal negara) utk JSMR = 1,25T
## Total saham JSMR yg ditempatkan = 68 miliar lembar.
## Total RI adalah 491.465.665 lembar, berarti porsi pemerintah = 344.025.966 lembar
## Maka RI per lembar dgn HMETD = 1,25T / 344jt lembar = Rp 3.633 / lembar
## Dilusi secara volume saham yg beredar jika tidak menembus RI = 7,23%
## Harga wajar JSMR di Q1-16 = Rp 6.500, jika terdilusi maka harga wajar JSMR akan menjadi Rp 6.030 / saham. Ingat porsi RI bukanlah 1 saham lama akan mendapatkan 1 saham baru, namun adalah 14 saham lama mendapatkan 1 saham baru (jika di bulatkan) sehingga dilusi tidak terlalu besar, hanya 7,23%.
Oleh karena itu, saya masih cukup nyaman menyicil saham dan terakhir kemarin menambah porsi di harga 4840.

LPCK :: salah satu saham property yg sangat menjanjikan. Ini adalah perusahaan property yg lagi transformasi dari industrial estate menjadi real estate dan memiliki track record kinerja yg luar biasa. Jika merujuk kepada emiten real estate lainnya yg sama bagus, PER rata-rata adalah > 15x. Sedangkan saat ini LPCK di obral dgn PER golongan industrial estate yaitu 250%, namun kita bicara jangka panjang beberapa tahun mendatang bukan cuan sesaat. Saya sendiri banyak nyicil saham ini di bulan Agustus, mulai dari 7425, lalu 7275 dan terakhir 6475.

MPPA :: saham yg memiliki bobot yg kecil di porto saya, karena pada saat beli dulu, saya masih belum kebiasa membeli dgn resiko kinerja yg jelek walaupun di harga murah. Akhirnya saya kurangi porsi di harga 2030, namun kemarin buyback dgn porsi yg lebih besar di harga 1820.

MYOR :: Saya sudah cukup lama tertarik dgn saham MYOR bahkan sebelum stocksplit 1:25, namun pada saat itu harga masih diatas 40.000 dan diskon masih belum terlalu menarik. Tidak menyangka saya akhirnya mendapatkan MYOR pasca stockplit dan di harga yg lebih masuk akal yaitu di 1560 dgn diskon ke harga wajar +/- 20%.

ROTI :: Karena saat itu saya sudah exit di NRCA dan SSIA, maka saya memiliki cash tambahan utk belanja ke saham ROTI. Saya sempat nyicil di harga 1510, 1525 dan 1565 di bulan Agustus. Sehingga kini AVG modal saya pun naik menjadi 1338.

SMSM :: Saya sempat beli GJTL di 1520 di pertengahan bulan, namun akhirnya saya memutuskan utk menjualnya semua di 1590 dan tukar ke SMSM yg memiliki kinerja yg lebih stabil. Nanti jika ada waktu yg cocok saya akan ulas saham SMSM yg memiliki kinerja yg super.

TBIG :: Ini adalah salah 1 perusahaan yg terlewatkan. Dari beberapa saham group Saratoga kini saya lebih mengerti model bisnis usaha. Perusahaan ini mengandalkan utang yg sangat besar dalam beroperasi, namun berhasil mencetak laba yg cemerlang. Hanya sedikit downside dari prospek kedepan, yaitu apakah bisnis tower akan masih sebagus tahun-tahun sebelumnya pasca usainya operator perang harga/market share? Model bisnis TBIG sungguh membuka mata, ibaratnya usaha tanpa modal sendiri, namun bisa berekspansi dgn begitu pesat, luar biasa sekali!

ULTJ :: Cukup beruntung, tidak lama setelah saya masuk, ternyata perusahaan pun menjual sebagian kepemilikannya kepada investor luar negeri. Itulah mengapa kita layak invest di perusahaan bagus, karena perusahaan bagus akan selalu di incar oleh banyak orang, dan kejutan keberuntungan kadang bisa datang tanpa di duga, seperti halnya yg terjadi dgn AISA dan PGAS sebelumnya.

MIDI dan SIDO :: Tidak terjadi transaksi di 2 saham ini di bulan Agustus jadi tidak ada yg bisa saya ulas selain mengikuti perkembangan cerita mereka.

Sepertinya cukup banyak saham yg saya miliki ya… utk membahas porto secara full cukup memakan waktu sekarang, mungkin saya akan mengambil kesempatan ini utk menyusun ulang diversifikasi yg sudah saya lakukan hingga saat ini utk melihat apakah ada hal yg perlu saya perbaiki atau tingkatkan lagi …catat utk PR berikut di memo!

Saat ini saya masih memiliki cash sekitar 15℅ di porto utk menanti apakah ada lagi saham yg butuh saya tambah posisi. Akhirnya dana bantuan saya tiba juga, hooray!!! #shopping-spree!!!

Sekian utk ulasan bulan ini, selamat berinvestasi, dan don’t worry be happy!

Author: aliantochan

I'm just an anybody guy who shows strong interest in stock investing. Stock investing is more than just making money, it's a way of life. The way we approach stock investing will reflect the way we are as a person. Choose wisely how you want to invest as to how you would want to live your life. The fundamental principles are the same. Contentment, discipline, endevour, patience, practice and mindfulness are the very true principles of a better person!

6 thoughts on “Portfolio bulan Agustus 2016”

  1. Wah mantap pak DKFT nya. Belum beroperasi yah? Mirip2 MDKA nya sandi uno yah. Tidak belanja MLBI pak? ROE 125% per dibawah UNVR hanya setengahnya (promo) heheh

  2. Bpk juga pantau MDKA? Luar biasa ya business model Saratoga. Kmrn sekilas ada tmn yg sharing dan sy melakukan hitungan knservatif.

    Klo merujuk kepada PSAB lalu hitunglah MDKA tanpa beban utang, berarti NPM +/- 15℅ dgn kurs 13.500 dan harga emas usd1.200/oz

    Profit net MDKA = 68T total (tdk di hitung brpa lama tp sesuai total reserve 28jt oz), saat ini market cap 10℅ dr nilai. Dgn eps mungkin di rp100 jika sdh mulai operasi maka PER saat ini saja sdh 20x. Jadi ga semenarik DKFT. Bpk asa info yg bs sharing?

    MLBI belinya hrs sabar, sabar menanti bad news hahaha… Sama halnya dgn industri rokok, klo yg dijual ada barang yg di nilai rada negatif, cenderung akan di timpa berita negatif nntinya, kmrn 7000 dah kehilangan kesempatan, sapa tau kedepan bs dpt kesempatan lg.

    Namun saat ini fokus sy tertuju pd LPCK dan JSMR yg lagi koreksi cukup dalam, sehingga mungkin lbh layak utk tambah posisi.

    Also, saat ini mulai sedikit kecapean urus terlalu byk anak, dr segi reporting bulanan mulai dikit berantakan ga seperti sblmnya setiap transaksi bs sy ingat. Lg pikir mau benahi diversifikasi dlu. Namun liat bbrpa hr-minggu kedepan, sepertinya byk barang bgs lg diskon.

  3. Wah saya hanya pantau MDKA dari berita yang isinya penolakan warga dan masalah tambang warga, fundamental dan isi cadangan emas juga kurang paham. Ya MDKA memang kategori kucing dalam karung, kalo bukan dibelakang nya ada manajemen uno/suryadjaya dkk mungkin orang ragu. Saya juga baru belanja JSMR di 4830 pas closing tadi, karena saya tunggu tarikan atas setelah beberapa hari merah terus. MLBI saya juga sedikit sekali, kategori nya “hyper longterm” mungkin akan saya hold diatas 10 tahun 🙂

  4. Saya juga masih nyicil TBIG sekalian TLKM, TOWR. Kebetulan waktu screening saham2 murah dan bagus saya nemu KBLI dan SRTG. KBLI jualan kabel, cocok buat proyek pembangkit listrik apalagi kliennya ada PLN. Kalau SRTG, PER murah sekali meski mungkin gara2 perubahan format lap keuangan, dan pak sandiaga uno masih pegang 29% sahamnya. Dua2nya kurang likuid sedikit. Kira2 bagaimana menurut pandangan bapak.
    Trims.
    Chandra.

  5. Klo jsmr sy suka byt pak. Ini cocok utk hold jangka panjang klo sy. Namun semua hal sama, kita hrs rajin pantau perkembangan cerita fundamental perusahaan. Smoga pilihan yg tepat. Mlbi dlu belum jeli, setiap sentimen jelek, disitu kadang terpendam potensi. Tinggal kita gali.

  6. Pas dua2nya sy ga pernah bedah pak. Namun kabel emang lg naik duan sy liat. Klo srtg, bs liat opsi lain jg, soalnya adro dan tbig adalah 2 porto yg terbesar di dlm srgt klo sy ga salah.

    Saya ga bgitu srek perusahaan investasi seperti: srgt, lpps, dan sejenis jika yg mrk invest adalah perusahaan tbk, lbh enak langsung beli anak tbknya yg performa bgs. Toh dl. Srtg jyga ada mpmx sy rasa yg kinerja jelek, jd ya.. kita beli srtg ga bs selektif soalnya yg bgs jelek semua di bundle jd 1.

Leave a Reply

Your email address will not be published.