Portfolio Juli 2016

Portfolio July 2016Hari ini tepat pada hari terakhir perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia utk bulan Juli, ada beberapa hal yg menarik. Yang paling obvious, Index kembali terkoreksi, dan terlihat banyak saham Bluechips yg ikut berguyuran, bahkan saham rokok HMSP yg sebelumnya sempat naik hingga 4000, kini kembali terkoreksi hingga auto-reject kiri pada penutupan perdagangan hari ini.

Saya membaca beberapa komentar dari komunitas yg turut mulai merasa sedikit gelisah atas pergerakan bursa hari ini. Namun saran saya selalu sama. Abaikan apa yg terjadi dgn index, abaikan apa aksi dari pihak asing dan abaikan juga rumour yg tidak jelas. Yg patut kita, sebagai investor longterm lakukan adalah FOKUS ikutin perkembangan cerita saham yg ada dalam porto maupun watchlist, DISIPLIN menjalani aksi investasi kita seperti biasa, serta SABAR dan TENANG dalam menghadapi tantangan yg tiada hentinya menyampiri kita. JANGAN panik saat bursa turun, JANGAN PULA euforia saat bursa naik kencang. Jika attitude dan metode kita sudah benar, maka secara jangka panjang pilihan dan penempatan saham kita pun akan lebih banyak benar daripada salah.

Karena sudah memutuskan pilihan metode investasi kita lewat jalur FA, maka saat ini seharusnya kita disibukkan oleh aksi analisa LK Q2 dan membaca materi PUBEX emiten yg ada di porto maupun watchlist, itu akan lebih berarti kebanding pantau rumour dan running trade yg tidak ada dasarnya.

Dengan ditutupnya bulan Juli yg merah, tak terhindar psikologi akan mulai bermain, apalagi kita sdh akan memasuki bulan mitos ke 2 dimana banyak yg meyakini bahwa koreksi besar-besaran akan datang di bulan Agustus. Again, maybe yes and maybe no. Kagak peduli!!!

Sebagai seorang investor jangka panjang, tugas kita sangat simple. Beli saham bagus di harga murah, lalu bertahan selama mungkin hingga kondisi jual dah muncul. Saya dah membahas kapan menjual saham di article sblmnya. Ingat, kita tidak akan di kasih kesempatan bagus jika bursa baik-baik saja. Justru karena bursa bergejolak dan banyak investor yg irasional, maka kita yg jeli bisa mendapatkan kesempatan beli di harga murah. So, please get your mindset RIGHT!!!

Makin hari saya merasa makin panjang laporan bulanan saya karena selalu ada sesuatu yg menarik utk di ceritakan. Jujur saya mulai menyukai menulis dan semoga anda yg membaca blog ini bisa mendapatkan manfaatnya sekaligus maybe terdorong utk mulai menulis blog anda sendiri pula. Tujuan dari blog bukanlah wajib membagi ilmu, mempamer cuan, promosi diri ataupun hal sombong lainnya, tapi lebih ke sharing pengalaman, dan yg paling penting pengawasan diri sehingga pada saat fokus kita sudah bergeser maka akan terlihat dari tulisan-tulisan kita nanti. Tulislah dengan hati sungguh, ceritakan semua pengalaman yg sedang di alami dalam perjalanan investasi saham, mirip seperti journal investasi maupun diary. Semua kita pasti di mulai dari titik nol. Jadi jika belum coba, tidak akan pernah tau bisa. Ayo, mulai blogging bersama!

Anyway, mari kembali ke tema utama article ini, yaitu porto bulan Juli.

Di bulan ini, hanya terdapat 2 (dua) transaksi beli di porto.

1. Penambahan saham di JSMR. Posisi awal saya di bulan Juni sedikit kecil, dan kebetulan JSMR sempat memberi peluang ke 2 utk tambah, jadi saya beli lagi dan kini AVG saya turun menjadi 5187 dgn posisi 2/3 porsi.

2. Setelah full exit di SIDO pada awal tahun bersama sebagian NRCA supaya bisa membeli banyak saham yg bisa di liat dalam porto atas, maka pada bulan ini saya mulai kembali melirik saham SIDO. Maklum cinta lama memang susah utk dilupakan hehe… Sebetulnya saya melihat SIDO sudah sekian lama sejak awal tahun bertahan di bottom 500 hingga bulan ini, dan secara kinerja juga mulai terlihat sedikit membaik di Q1 kemarin, sehingga saya cukup optimis bahwa kinerja SIDO akan mulai membaik di tahun ini dan berharap utk tahun-tahun mendatang. Saya tergolong hoky karena pas beli di 498 dgn full 1 porsi, hari esoknya saham ini mulai bergerak naik.

Lalu apa yg saya jual di bulan Juli?

1. Siapa pula menyangka PGAS yg beberapa wkt lalu masih berkonsolidasi di harga 2400 tiba-tiba naik tinggi dlm beberapa hari saja hingga 3000an. Saya berhasil jual tahap 1 di 2980, dgn profit +/- 25℅. Berulang kali saya sampaikan jika kita sudah yakin dgn saham yg kita lirik, BUY and HOLD saja, akan ada saat dimana market mulai menyadari potensinya dan harganya mulai naik menyesuai fundamental dan itulah saatnya kita menikmati hasil kesabaran kita. Dan itu pun terjadi di saham jualan ke 2 saya yg berikut.

2. Ini sudah yg ke 3x dan 4x saya rebalance-porto di saham AISA di bulan yg sama. Fantastis sekali kenaikannya. Jual tahap 3 di harga 1790 dgn profit +/- 61℅, lalu jual tahap 4 di 2080 dgn profit +/- 87℅. Saat ini AISA mulai bergerak galau. Ada potensi utk buyback di 17xx atau 18xx barang kali? kita lihat saja nanti 🙂

Sebetulnya ada lagi beberapa posisi yg seharusnya bisa saya rebalance, namum bulan ini saya agak sibuk dgn kelahiran anak ke 2, jadi tidak begitu lincah dlm beraksi. Toh, saya tidak terlalu kaku dgn aksi rebalancing-porto, akan ada waktunya dimana saya bisa santai dan menjual sesuai rencana lagi.

Sekian buat bulan Juli.

Salam berinvestasi!

Author: aliantochan

I'm just an anybody guy who shows strong interest in stock investing. Stock investing is more than just making money, it's a way of life. The way we approach stock investing will reflect the way we are as a person. Choose wisely how you want to invest as to how you would want to live your life. The fundamental principles are the same. Contentment, discipline, endevour, patience, practice and mindfulness are the very true principles of a better person!

9 thoughts on “Portfolio Juli 2016”

  1. Wow profitnya kbanyakan 2 digit. Salut. Boleh tau knapa pake TP dan beberapa dijual, kenapa tidak hold saja selama masih ngga kemahalan.
    Dan kalau berkenan ditambah keterangan persentase tiap saham dan kas terhadap portofolio, biar pembaca ngg penasaran.
    Trims.

  2. Hi pak chandra.

    Sebetulnya sy terinspirasi dr satu member di komunitas sy yg sdh sangat penglaman dan snagat lama di investasi saham. Saran belian, jika sdh cuan 100℅ maka juallah 50℅ utk balikin modal, sehingga yg sisa dibiarkan saja utk berkembang sendiri, toh uda uang gratis, lalu modal awal yg dah kembali bs di pakai buat serap (bb maupun lirik saham baru).

    Nah walaupun sy ngakunya longterm investment, tdk mudah dlm praktek utk segitu sabar menanti cuan 100℅ pertama tanpa melewati berkali-kali mondar mandir naik turun asset porto.

    Umumnya sy akan slalu full porto dan sy juga tdk memiliki fresh money setiap blnnya utk di sisihkan ke saham. Sehingga sy mencoba sejak bln mei hingga kini dan terus utk kedepannya memakai metode porto-rebalancing alias TP. Sy pernah ulas ini di article sblmnya. Jadi, klo saham sy dah naik 100℅ dr modal, uda bs dipadtikan sy minimal dah cuan 75℅. Itu substitusi yg menurut sy wajar utk bs mendapatkan cashflow utk tujuan BB maupun lirik saham baru.

    Bobot saham sy per saat ini:

    NRCA 26℅
    AISA 11℅
    SIDO 10℅
    PGAS 9℅
    LPCK 9℅
    SSIA 9℅
    ROTI 8℅
    Sisanya masing2 4℅-6℅

    Klo kas sy ms kurang nyaman sharing di publik, tp setiap saham bobot bsr kecuali NRCA antara 30-50jt per saham saja.

  3. Hi pak chandra,

    LPPF adalah pilihan saham yg paling ideal sebetulnya. Sayang saham funda bgs tanpa masal slalu di jual dgn harga mahal. Sy dah menunggu lama di harga diskon (style sy slalu suka tunggu beli murah, sehingga klo turun, sy slalu tenang bahkan berani tambah jika ms tersisa alokasi dana yg disiapin buatnya). Well, ga pernah di kasih wkt itu, terrendah seingat sy 16.000 sedangkan target beli sy 12.000 kita bicara feb/mar 2016 keatas ya, saat2 itu sy br mulai tekunin prinsip investig jangka panjang.

    Satu hal yg sy belajar dr market, koq perusahaan yg rugi atau laba turun, harga sahamnya naik????? Pdhl peter lynch mengajarkan jika tdk bisa pantau hal lain, maka liatlah laba, laba dan laba saja.

    Pas tdk lama sblmnya, di komunitas sy dtng seorg yg sangat hebat membuka wawasan sy. Pernyataannya sangat berkesan. Beliau berkata, laba tdklah segalanya, laba hanya berarti jika diikuti cashflow operasi yg mendukung. Percuma klo perusahaan bs mencetak laba tp uangnya ga ada. Dan pelajaran ini juga kemudian sy pelajari dr pat dorsey.

    Dan itulah mengapa sy beranikan diri utk membeli MPPA krna menilai dia sedang salah harga. Yes, walaupun mengalami rugi krna permasalahan investory jika mau percaya, sesuai apa yg disebut di media juga di annual report, namun perusahaan ini ms mencetak 300M operating cashflow, boleh diblng klo ruginya juga rugi dlm pembukuan seperti beban depresiasi, renovasi dll.

    Namun krna sy br mencoba teknik ini, sehingga sy masuk dgn porsi yg kecil saja. Tp kedepannya sy akan lbh berani jika melihat hal yg sama.

    Klo saham mahal tp valuenya ga ada org sebutnya “value-trap”. Klo dlm hal mppa, harga murah value ada, sy blngnya REVERSED value-trap. Saham fini layak di pantau, namun hrs di pelajari mendalam utk meyakinkan diri utk beli.

    Smoga menjawab pertanyaan anda, sry suka bertele klo menjawab jd agak panjang.

  4. Wah tambah ilmu lagi saya terima kasih pak atas ilmunya…..Pak ngak coba saham sektor kabel, laba kinclong, per rendah….

  5. Sama2 pak. Iya, cukup menarik sebetulnya sektor kabel, ada tmn komunitas yg cukup intens memantau scco dan kbli. namum, sy ga byk tau sehingga ga ikutan. toh, saat ini dah jalan semua setau sy. terlalu byk saham mala ga kepantau semua nnti hehe…

Leave a Reply

Your email address will not be published.