UNTR good company in bad time!

UNTR adalah emiten yg bergerak di bidang jasa pertambangan dan alat berat dgn fokus usaha di 4 segment antara lain: mesin konstruksi, kontraktor penambangan, penambangan batubara dan industri konstruksi.

– Mesin konstruksi merupakan penjualan dan penyewaan alat-alat berat beserta pelayanan purna jual.
– Kontraktor penambangan memberikan jasa penambangan kepada pemilik konsesi penambangan.
– Penambangan batubara fokus pada penambangan dan penjualan batubara.
– Industri konstruksi memberikan jasa konstruksi.

Jika di lihat secara historis utk jangka wkt 8 tahun terakhir terakhir, pertumbuhan CAGR perusahaan masih cukup bagus, yaitu:
Pendapatan @ 18.44%
Laba operasi @ 26.68%
Laba bersih @ 24.50%

Tapi jika pasca 2011 dimana harga batubara mulai terpuruk emiten ikut mengalami pertumbuhan CAGR yg negatif:
Pendapatan @ 1.17%
Laba operasi @ 5.20%
Laba bersih @ -3.10%
(Hanya laba operasi yg berhasil tumbuh positif)

Porsi pendapatan dari 3 segment per LK Q4/2011 sbb:
Mesin konstruksi = 27,2T = 49%
Kontraktor penambang = 22,4T = 41%
Penambang batubara = 5,4T = 10%

Porsi pendapatan dari 4 segment per LK Q3/2015 sbb:
Mesin konstruksi = 10,8T = 28%
Kontraktor penambang = 23,4T = 61%
Penambang batubara = 3,3T = 9%
Industri konstruksi = 0,8T = 2%

Porsi beban pokok pendapatan dari 4 segment atas per LK Q3/2015 sbb:
Mesin konstruksi = 8,2T // beban = 76%
Kontraktor penambang = 18,1T // beban = 77%
Penambang batubara = 2,4T // beban = 73%
Industri konstruksi = 0,7T // beban = 82%

LK per 30 Sept 2015:
Asset lancar = 41,8T (15,9T adalah kas dan setara kas)
Asset tidak lancar = 29,1T
Liabilitas jangka pendek = 22,0T (1,2T adalah utang berbunga)
Liabilitas jangka panjang = 6,4T (2,8T adalah utang berbunga)
Ekuitas = 42,5T

Kas dan setara kas = 15,9T, berarti 1 saham = Rp4.270,-
Pendapatan = 38,3T
Laba usaha = 6,8T
Laba bersih = 5,6T
EPS = 1494 (ttm = 1654)

Jika di annualised secara ttm, laba bersih UNTR utk 2015 adalah 5,6T (tumbuh 16%).

Dari sisi utang berbunga seperti pinjaman bank dan sejenis, perusahaan hanya memiliki utang senilai 1,2T dimana utang tersebut akan jatuh tempo dlm kurun waktu kurang dari 1 tahun. Dan utk jangka waktu yg lebih dari 1 tahun, utang berbunga adalah 2,8T, sangat kecil jika dibandingkan dengan cash position perusahaan saat ini.

Utk valuasi saham UNTR, secara perhitungan sederhana, dgn EPS 1654, ditambah dgn kas dan setara kas per saham 4270, berarti total nilai adalah Rp5924. Dengan harga saham saat ini ada di 16.000, maka PER sesungguhnya adalah 2,7x. Dgn penurunan kinerja utk beberapa tahun terakhir, dan kini terlihat ada signal rebound di kinerja tahun buku 2015, apakah saatnya utk beli?

Valuasi time value of money UNTR:

Valuasi UNTR

Author: aliantochan

I'm just an anybody guy who shows strong interest in stock investing. Stock investing is more than just making money, it's a way of life. The way we approach stock investing will reflect the way we are as a person. Choose wisely how you want to invest as to how you would want to live your life. The fundamental principles are the same. Contentment, discipline, endevour, patience, practice and mindfulness are the very true principles of a better person!

3 thoughts on “UNTR good company in bad time!”

  1. Arsip!!!

    Setelah baca article teguh hidayat (http://www.teguhhidayat.com/2014/11/united-tractors-another-blue-chip.html), baru ngerti yg di maksud perusahaan dgn optimalisasi alat berat utk jasa tambang, yg berhubungan dgn stripping off.

    Yg sy keliru sebelumnya itu kirain PAMA itu adalah customer, tp bukan. PAMA adalah anak usahanya yg bergerak di jasa tambang utk client-client UNTR, utk listnya bs diliat di sini http://pamapersada.com/id/klien.html

    Intinya, jika UNTR melaporkan ada pemangkasan produksi oleh PAMA, artinya setiap turun 10% dari jasa tambang mereka, laba kotor UNTR secara garis besar akan drop 500M sesuai rasio LK Q3.

    Untuk kinerja kompetitor UNTR, sbb:

    UNTR vs the rest
    margin laba kotor = 23%
    margin laba op = 18%
    margin laba net = 15%

    DEWA
    margin laba kotor = 7%
    margin laba op = 3%
    margin laba net = 0%

    DOID
    margin laba kotor = 22%
    margin laba op = 15%
    margin laba net = -1%

    INDY
    margin laba kotor = 9%
    margin laba op = 0%
    margin laba net = -3%

  2. Arsip 2!!!

    Dan kesimpulan dr pubex nov 2015

    :

    Utk pendapatan akan lbh fokus ke mesin konstruksi dlm hal penjualan alat berat utk konstruksi dan infra, suku cadang, maintenance dan purna jual.

    Capex utk 2016 sedikit menurun dr 250jt usd ke 225jt usd vs 2015. tidak ada ekspansi usaha.

    Cash position sangat aman, dan perusahaan blm ada rencana utk melakukan aksi ekspansi tp jika ada peluang usaha yg menarik, perusahaan dah siap dan ready.

    Dividen rasio 40% dr laba ttp jalan.

    Utk menjaga laba, perusahaan akan melakukan bbrpa langka efisiensi terutama di perawatan alat berat jasa penambangan supaya umur lbh panjang dan irit di depresiasi, optimalisasi alat berat dlm jasa tambang (tekan stripping rasio), selain itu jg ada pemangkasan karyawan yg berbasis kontrak.

    Jika nnti emang perusahaan mau ekspansi ke sektor energi, sesuai kompetensi perusahaan, pltu akan lebih cocok, karena berhubungan dgn batubara dan juga bisa sinergi dgn segment usaha yg ada saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.