AISA, salah satu saham termurah di sektor consumer goods

Logo AISAAISA adalah emiten yg bergerak di bidang produksi makanan, beras dan kelapa sawit. AISA juga satu-satunya emiten BERAS yg tercatat di bursa efek Indonesia.

Secara kinerja pertumbuhan CAGR perusahaan utk 5 tahun terakhir terlihat sangat menarik, yaitu:
Pendapatan @ 57,33%
Laba operasi @ 45,16%
Laba bersih @ 54,52%

Adapun porsi pendapatan per segment usaha per LK Q3/2014 sbb:
Produksi makanan 1,31T = 35%
— Makanan pokok 698M
— Makanan konsumpsi 616M
Pengolahan beras 2,33T = 62%
Kelapa sawit 103M = 3%

vs

Porsi pendapatan per segment usaha per LK Q3/2015 sbb:
Produksi makanan 1,48T = 32%
— Makanan pokok 647M
— Makanan konsumpsi 837M
Pengolahan beras 3,07T = 66%
Kelapa sawit 95M = 2%

Porsi beban pokok per segment per LK Q3/2015 sbb:
Produksi makanan 940M = 63,5%, margin = 36,5%
Pengolahan beras 2,57T = 83,7%, margin = 16,3%
Kelapa sawit 74M = 77,9%, margin = 22,1%

LK per 30 Sept 2015:
Asset lancar = 4,2T
Asset tidak lancar = 4,3T
Liabilitas jangka pendek = 2,2T (1,48T adalah utang berbunga)
Liabilitas jangka panjang = 2,4T (2,32T adalah utang berbunga)
Ekuitas = 3,9T
Jumlah saham = 3.218.600.000 lembar

Kas dan setara kas = 566M (Rp176 / saham)
Pendapatan = 4,5T
Laba usaha = 546M
Laba bersih = 255M
EPS = 79 (annualised = 105)

Jika di annualised, laba bersih AISA utk 2015 adalah 340M (tumbuh 2,4%).

Dari sisi utang berbunga seperti pinjaman bank dan sejenis, perusahaan memiliki utang senilai 1,48T dimana utang tersebut akan jatuh tempo dlm kurun waktu kurang dari 1 tahun. Dan utk jangka waktu yg lebih dari 1 tahun, utang berbunga adalah 2,32T. AISA adalah perusahaan yg cukup aktif dalam rangka right issue dan pinjaman bank demi ekspansi usaha. Rasio resiko finansial antara lain: Current rasio = 1,9x, sedangkan DER = 1,2x.

Utk valuasi saham AISA, dgn EPS 105 dan harga saham saat ini ada di 1050, maka PER = 10x. Dgn PER segitu, AISA tergolong salah satu saham konsumer goods yg termurah di BEI saat ini. Untuk mengetahui lebih detail atas rencana kedepan AISA dalam misi usaha, silahkan di baca pubex di Desember 2015.

Valuasi AISA

Author: aliantochan

I'm just an anybody guy who shows strong interest in stock investing. Stock investing is more than just making money, it's a way of life. The way we approach stock investing will reflect the way we are as a person. Choose wisely how you want to invest as to how you would want to live your life. The fundamental principles are the same. Contentment, discipline, endevour, patience, practice and mindfulness are the very true principles of a better person!

4 thoughts on “AISA, salah satu saham termurah di sektor consumer goods”

  1. TARGET PANJANG TPS rice: 5% dari pasar beras nasional di Tahun 2020 dgn kapasitas lebih kurang 2.400.000 ton per tahun dari 17 pabrik yg ditargetkan. Saat ini kapasitas baru mencapai 480.000 ton per tahun dgn 3 pabrik, dan market share 1%.

    Dan inilah prajuritnya:

    1. PT. Jatisari Sri Rejeki, yg berdiri di Cikampek, Karawang (akuisisi di 2010) mempunyai kapasitas produksi beras sebesar 120.000 ton per tahun yang membutuhkan bahan baku sebanyak 225.000 Ton gabah kering panen atau setara dengan luasan sawah 20.000 Ha yang dipanen dua kali setahun.

    2. PT. Indo Beras Unggul (dulu PT Alam Makmur Sembada), yg berlokasi di Cikarang, Bekasi (akuisisi di 2010) mempunyai kapasitas produksi beras sebesar 120.000 Ton per tahun yang membutuhkan bahan baku sebanyak 225.000 Ton gabah kering panen atau setara dengan luasan sawah 20.000 Ha yang dipanen dua kali setahun. Beberapa produk yang menjadi andalannya adalah beras dengan merk dagang “Ayam Jago”, “Istana Bangkok”, “Vitarice”, dan “Nona Holland” dan terakhir “Maknyus”.

    3. PT. Sukses Abadi Karya Inti (yang disebut “SAKTI”), memiliki pabrik yg mulai beroperasi sejak 24 Maret 2014. Pabrik SAKTI mempunyai kapasitas produksi beras sebesar 240.000 Ton per tahun yang membutuhkan bahan baku sebanyak 450.000 Ton gabah kering panen atau setara dengan luasan sawah 40.000 Ha yang dipanen dua kali setahun.

    >> 3 pabrik atas, menyumbang total kapasitas produksi beras 480.000 ton per tahun.

    4. PT Tani Unggul Usaha, memiliki 2 pabrik yg berdiri di Sidrap, Sulawesi Selatan di bangun pada tahun 2014 dan akan rampung di maret 2016, menggunakan teknologi swiss, mempunyai kapasitas produksi beras masing-masing 120.000 Ton per tahun, jadi total 240.000 ton per tahun.

    5. PT Swasembada Tani Selebes, berdiri di Bone, Sulawesi Selatan di bangun pada tahun 2014 dan mampung di oktober 2015, menggunakan teknologi swiss, mempunyai kapasitas produksi beras 90.000 Ton per tahun.

    >> Jadi dengan total 6 pabrik dari 5 anak perusahaan yg siap beroperasi di 2016, total kapasitas produksi akan menjadi 810.000 ton per tahun.

    Rencana lain: Limbah yang dihasilkan dari produksi kedepannya akan di olah lagi untuk dijual. Perusahaan memiliki rencana untuk mendirikan pabrik pengolahan downstream dari limbah penggilingan beras.

    1. Sebetulnya semua balik ke keberhasilan dia utk pulih kembali secara BISNIS bukan gerakan harga saham, krna harga saham ujung2nya nnti akan mengikuti prospek bisnisnya. Jd klo aisa ternyata nnti bankrut maka GAME OVER tp itu tdk termasuk di take over sama perusahaan bsr yg memiliki modal kuat, jd sesungguhnya saat ini hanya management yang tau apakah perusahaan murah, sedangkan kita org menanti info kejelasan nasib perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.