DKFT: Operasional, kinerja dan prospek usaha Central Omega (29/06/2016)

Dgn hormat,

Dear pak Yohanes,

Perkenalkan nama saya Alianto, pemegang saham DKFT sekaligus member dari komunitas Saham Indonesia.

Terima kasih atas pemaparan prospek usaha dan progress pembangunan smelter di pubex kemarin oleh direksi perusahaan yg penuh semangat dan optimisme.

Setelah saya amati kembali, ada beberapa hal yg saya belum mengerti dan bermohon bisa mendapatkan penjelasan dari bpk. Semoga bersudi memberikan jawaban.

A. Berdasarkan paparan di pubex 2016 kemarin:

1. Perusahaan memproyeksi harga LME di 2017 adalah USD8.800/ton. Sedangkan NPI USD880/ton (kurs Rp13.250). Bagaimana perusahaan mendapatkan angka USD880/ton utk NPI? Apakah karena NPI yg di produksi perusahaan memiliki kandungan 10% ni’ sehingga secara otomatis harga jualnya pun adalah 10% dari LME?

2. Berapa kebutuhan bahan baku bijih nikel mentah yg dibutuhkan untuk bisa memproduksi 72.500ton NPI?

3. Di bagian proyeksi keuangan bagian “B” terdapat laba dari pertambangan bijih nikel, apakah ini artinya pasca rampungnya smelter, perusahaan bisa kembali mengexpor bijih nikel mentah? Jika iya, berapa estimasi volume yg akan di expor. Jika tidak, mohon bisa dijelaskan maksud dari laba pertambangan bijih nikel ini.

4. Dari proyeksi laba bersih konsolidasi, EPS 2017 diestimasi adalah Rp31,81. Apakah proyeksi ini dihitung berdasarkan laba bersih murnindari kepemilikan entitas induk saja, atau belum dipecahkan antara entitas induk dan non-pengendali? Jika belum, mohon bisa diinfokan berapa % kepemilikan non-pengendali.

B. Berdasarkan Laporan Keuangan Q1, 2016:

1. Sisa total cadangan mineral perusahaan adalah 8jt ton yg SUDAH TEREKSPLORASI. Volume ini diperkirakan akan bertahan berapa lama? Jika saya liat history penjualan perusahaan, setahun konsumpsi bisa mencapai 2jt ton, artinya dalam waktu 3-4tahun, kemungkinan cadangan ini akan habis terpakai. Apakah perusahaan memiliki proyeksi, dari semua ladang tambang yg dimiliki saat ini berapa total cadangan mineral yg potensi di garap? Dan bisa bertahan berapa tahun pula demi kelangsungan usaha perusahaan kedepannya.

Semoga pertanyaan-pertanyaan atas tidak terlalu merepotkan bpk, dan smoga bpk bersudi utk menjawabnya.

Sangat berterima kasih atas waktu dan perhatiannya.

Regards,

Alianto

———–

Dear pak Alianto,

Ternyata setelah saya perhatikan folder junk email corsec, email bapak masuk ke sana jadi tidak terbaca oleh kami. Mohon maaf bila baru kami balas saat ini.

Atas beberapa pertanyaan bapak, berikut yang dapat kami sampaikan.

  1. Pembangunan smelter terus berjalan sesuai dengan rencana. Ada beberapa kendala yang kami hadapi terutama curah hujan yang tinggi di lokasi pembangunan, namun kami masih optimis target operasi smelter masih bisa terpenuhi yaitu di smester ke I tahun 2017.
  2. Kebutuhan bijih nikel untuk memproduksi 1 ton NPI adalah lebih kurang 10.3 ton bijih nikel.
  3. Harga nikel LME USD 8.800/ton adalah untuk Nikel dengan kadar 100%, jadi untuk NPI yang kadar nikelnya 10% proyeksinya adalah USD 880/ton
  4. Laba untuk pertambangan bijih nikel adalah penjualan bijih nikel (bahan baku smelter), dalam penyajian pada Laporan Keuangan Laba A + B akan dikonsolidasi.
  5. Hasil ekpsplorasi s/d 2014 (baru mulai dieksploitasi tahun 2016) adalah Sumberdaya=5 juta ton dan cadangan=7juta ton, jadi total ada 12 juta ton (catatan: belum semua wilayah IUP Grup Perusahaan dieksplorasi).

Semoga jawaban kami dapat memberikan penjelasan yang memadai.

Terima kasih atas perhatiannya.

Salam,
Yohanes Supriady