Performa AL+ EF Mar 2017 (+1.15% MoM)

KINERJA IHSG vs PORTO AL+ EF

Sebulan telah berlalu lagi. Saat ini kita sudah menghabiskan 1 kuartal tahun 2017 (3 bulan), tidak menyangka waktu berpacu dengan cepat.

Di bulan Maret, Porto AL+ sekali lagi kalah tumbuh dibanding Bursa Index (IHSG).

Secara Bulan-ke-Bulan (MoM alias Month-on-Month), IHSG berhasil tumbuh 3,37% sedangkan AL+ hanya meningkat sebesar 1,15%.

Secara pertumbuhan tahunan hingga bulan ini, yaitu untuk periode mulai dari awal Januari 2017 hingga penutupan Maret 2017 (YTD alias Year-to-Date), IHSG sudah naik 5,12% sedangkan AL+ masih sedikit diatasnya dengan kenaikan sebesar 5,88% (balapan mulai singit…!!!).

Terus secara pertumbuhan sejak pengelolaan dana ini dimulai yaitu 21 Nopember 2016 hingga kini (sejak INCEPTION), IHSG sudah naik sebesar 7,7% dibanding AL+ yang tumbuh sebesar +9,91%. (Ya, intinya saya harus terus membuat aneka perbandingan hingga IHSG terkesan kalah saing dengan porto saya, get it? hahaha!!!).

Sekarang mari bahas transaksi bulan Maret 2017!

Di hari pertama bulan Maret, saya memutuskan untuk menjual semua kepemilikan saya di SCMA dengan harga 2890 (wihhh padahal beberapa hari sebelumnya emiten ini sempat tembus harga 3100), namun tidak terlalu jeleklah, cuan 28% dan berkontribusi 2,78% terhadap overall porto.

Dengan menjual semua porsi SCMA, saya melakukan AVERAGING DOWN alias menambah porsi di LPPF di harga 12.325 (duhh,,, terlalu cepat padahal saham ini sempat melorot hingga capai 11.000an saat itu, well siapa bisa menebak juga kan?) dan karena itu maka harga rerata saya di LPPF kini menjadi 13.435.

Terus saya juga melakukan averaging down di LPKR di harga 720 dan 710 alhasil harga rerata LPKR kini menjadi Rp 749. Saya masih memiliki optimisme yang cukup tinggi di saham Lippo yang satu ini, dan saya yakin harganya suatu saat akan bisa balik ke minimal 1.000 hanya tidak tau kapan itu akan terjadi. Namun saya akan terus hold hingga target tersebut sudah tercapai atau membeli lebih banyak lagi jika harganya bisa turun dari 700 lewat switching yang telah profit.

PORTO AL+ PER CLOSING 31 MARET 2017

Terlihat dari isi porto saya, SSIA sudah kembali menempati posisi TOP GAINER (profit paling tinggi dalam persentase), dengan keuntungan saat ini sebesar 32,7%.

Masih ingat di penutupan Januari, SSIA juga merupakan TOP GAINER saya saat itu dengan profit 28%an, namun di Februari mala turun kembali. Nah, per hari ini kita juga sudah mendapatkan rilisnya laporan keuangan SSIA yang sangat mengecewakan namun saya kira market sudah mengantisipasinya di periode yang sebelumnya, dan itu juga mengapa harga saham SSIA bisa turun hingga dibawah 500 waktu itu.

Untuk sementara saya akan tetap simpan saham ini karena Laba tahun 2016 tidak mencerminkan kinerja SSIA yang sesungguhnya. Menurut pandangan saya ini hanyalah satu tahun yang jelek bagi perusahaan. Namun sebaliknya, SSIA juga bukan saham yang layak untuk di simpan jangka panjang karena kinerjanya memang cukup fluktuatif. Tapi bagaimanapun, saya masih akan tetap menyimpannya hingga mencapai harga di atas 800 nanti.

MIDI, masih seperti biasa, sahamnya sangat tidak liquid namun kinerjanya sangat dikagumi, saya percaya ini adalah saham yang menguji kesabaran yang tinggi, namun jika saya bisa sabar beberapa tahun saja, hasilnya akan terasa sekali. Toh PER saat ini baru mencapai 13,4x namun pertumbuhan laba Perseroan masih diatas 20%, bahkan diatas 40%, sehingga PER saat ini belum mencerminkan potensi masa depan.

JSMR, saham yang kinerjanya masih meningkat dan ekspansi usaha terus bergulir, namun harga sahamnya bergerak berlawanan dengan pasar. Butuh kesabaran yang tinggi untuk menyimpan saham ini lama.

ROTI, adalah saham yang saya sangat sukai karena management yang terlihat jujur dan penuh integritas. Porsi di porto masih tergolong kecil dibanding porsi di JSMR, SSIA maupun LPPF dan LPKR. ROTI adalah saham yang tergolong premium. Pertumbuhan laba perusahaan hanyalah sedikit diatas 20% per tahun, namun PER sudah diatas 25x. Namun perusahaan ini sangat konsisten tumbuh dan merupakan market leader di industrinya, eskpansi ke Filipina dimana pasar roti sana masih cukup terpecah dan belum ada market leader yang berarti akan memberi peluang baik di masa depan.

Dan sisanya tinggal anda baca sendiri, baik LPPF, LPKR maupun LPCK masih dalam posisi rugi. LPCK mungkin saham berikut yang mau saya tambah porsi, karena sudah terlalu murah dan mulai tidak rasional lagi pasar menyikapi penurunan labanya.

Ada teman yang suka bercanda kalau saya itu pecinta Grup Lippo. Ada benarnya juga. Selain 3 saham atas, sebetulnya di porto pribadi juga ada MPPA dan dulu sempat pegang LINK dan kini cukup tertarik mempelajari lebih dalam tentang MLPL.

Bukan karena nama besar Lippo sebetulnya, lebih karena memang perusahaan-perusahaan Lippo kebetulan memiliki kinerja yang ok hingga superb, jadi memang layak untuk di pantau dan ambil posisi. Well, siapa tau pasca tax-amnesty, saham Lippo kembali pantul menyesuai fundamental masing-masing, lets hope so….!

Sekian laporan kinerja bulanan AL+ EF. Bulan besok lebih beruntung, YOSH!!!

Salam Lonterm Investment,

Alianto Chan