Portfolio bulan Juli 2017

Berjumpa lagi kita di penghujung bulan. Semoga bulan Juli tidak terlalu memberi stress kepada anda? Hahaha… Porto saya hancur lebur, untungnya ketolong sama dua hari terakhir transaksi bursa sehingga bisa menutup bulan dengan hasil yang sedikit mendingan.

Tidak terjadi perubahan holding di bulan Juli, baik jenis emiten maupun jumlah volume.

Secara MoM porto saya mengalami penurunan -0,2% sehingga membuat YTD turun -2,09%. Di waktu yang sama, IHSG masih berhasil rally naik 1,79% MoM sehingga berhasil mengangkat kenaikan YTD menjadi 10,27%.

Di Laporan Juli ini saya tambahkan lagi sebuah chart baru yang menggambarkan target jangka panjang. Karena chartnya terlalu besar, jadi saya tampilkan 10 tahun pertama saja. Ini sesungguhnya chart yang seharusnya menjadi acuan saya dalam perbandingan antara target yang ingin dicapai vs pencapaian terkini.

Saya menargetkan CAGR tahunan (pertumbuhan majemuk nilai ekuitas porto secara tahunan) di angka 22,5%. Jadi jelas untuk tahun 2017 ini akan sangat sulit untuk bisa dicapai. Hingga penutupan bulan Juli, porto saya masih under-perform dibanding target, bahkan lebih parah lagi, saat ini porto saya masih minus 0,29% banding nilai tahun 2016.

Buat saya sebetulnya itu sih tidak masalah. Saya masih punya lebih dari 17 tahun untuk mencapai tujuan akhir, jadi saya akan mencoba take it steady and slow, mencoba mengendalikan emosi saya sebaik mungkin untuk mencapai ultimate goal di tahun 2036 nanti!

Di bawah adalah sekilas hasil kinerja terbaru emiten di porto saya beserta beberapa komentar saya tentang mereka:

JSMR
Laba secara YoY tumbuh 9,72%, cukup bagus walaupun tidak fantastis. Namun secara QoQ turun 14,26%. Dengan pencapaian ini maka EPS 2017 ttm adalah 272,8, alhasil dengan harga 5850, maka PER = 21,4x.

Untuk JSMR, saya percaya dengan ekspansi yang masif ini, panjang tol dari 600 km saat ini menjadi 1200 km di tahun 2020 akan bisa mendongkrak kenaikan laba yang berarti. Tentunya laba tidak akan langsung melonjak 100% tapi secara progresif akan naik.

Secara rata-rata, Laba JSMR masih tumbuh di 15% per tahun, artinya Laba selalu double setiap 4 tahun. Ini dilakukan perusahaan tanpa adanya eskpansi usaha, murni andalkan kenaikan harga tol setiap tahun ganjil. Akan sangat menarik melihat seperti apa valuasi JSMR 5 tahun kedepan begitu tol-tol baru sudah mulai operasi.

LPCK
Kinerja Q2 masih cukup tertekan. Sebagian karena pangaruh dari lesunya sekor properti, sebagian lain karena kini LPCK sudah tidak menjual lahan industri lagi (kehabisan lahan). Laba bersih LPCK secara YoY turun 26,20%, sedangkan secara QoQ turun 58,38%.

Dengan demikian EPS 2017 ttm adalah 641,91. Dengan harga penutupan hari ini di 4390, maka PER = 6,8x! Masih sangat murah menurut saya!

Sekilas terlihat cukup jelek kinerja LPCK belakangan. Namun sudah berulang kali saya jelaskan bahwa LPCK saat ini ada dalam masa transformasi dari tipikal pengembang lahan industri ke pengembang kota modern yang berfokus pada pembangunan rumah residensial, komersial serta tata kota. Transformasi ini membutuhkan waktu yang agak panjang, jadi harus sabar jika percaya sama masa depan LPCK.

Salah satu issue yang sempat heboh diperdebatkan di Medsos kini sudah terjawab, yaitu tentang kepemilikan kota modern MEIKARTA. Sesuai dengan pernyataan Direktur Utama LPCK di press release Q2, MEIKARTA adalah milik LPCK, sehingga spekulasi atas hak miliknya sekarang sudah jelas.

Issue lain yang ikut diperdebatkan kini ada 2. Pertama adalah kemana penjualan 16.800 apartment yang telah terjual, mengapa tidak terlihat di Pendapatan Q2? Yang harus diketahui adalah PSAK yang mengatur cara pengakuan Pendapatan. Harus ada bangunan baru bisa diakui secara progresif. Disamping itu, jika kita jeli amati Persediaan LPCK, disitu juga terlihat ada lonjakan yang sangat signifikan, kenaikan nilai +/- 900M banding Q1. Ini walaupun tidak secara langsung menyebutkan adalah MEIKARTA, namun sudah indikasi yang baik bahwa ada penumpukan Persediaan yang sangat masif hanya dalam jedah 3 bulan saja yang bertepatan dengan masa launchingnya MEIKARTA.

Saya sendiri juga sudah berkomunikasi langsung dengan IR LPCK, dan kemungkinan pengakuan Pendapatan mulai masuk di tahun 2018 nanti, karena saat ini perusahaan sedang fokus di pembangunan infrastruktur MEIKARTA termasuk danau dan lain-lain.

Hari ini juga timbul lagi issue tentang perizinan MEIKARTA. Saya juga sudah mengkonfirmasi hal itu kepada IR LPCK. Dari IR menjelaskan bahwa itu adalah berita lama (Mei lalu) yang diungkit-ungkit. LPCK sudah memiliki izin pembangunan dari Bupati Bekasi di tingkat Kabupaten. Izin tingkat provensi tidak dibutuhkan.

Sepertinya Lippo memiliki banyak sekali rintangan yang harus dibereskan demi melancarkan pemasaran dan pembangunan proyek MEIKARTA, semoga management handal dalam menghadapi dan menuntaskan semua itu.

LPPF
Banyak yang memperkirakan kinerja LPPF tidak akan sebagus tahun lalu, terutama karena di Q1 kinerja LPPF cukup stagnan dan issue lesunya sektor retail konvensional juga ikut membuat banyak pelaku pasar gelisah. Namun dengan dirilisnya kinerja Q2, LPPF akan memberi angin segar kepada semua investor.

Di Q2, Laba LPPF secara YoY tumbuh 15,64%, sedangkan QoQ tumbuh 348%!!! Dengan demikian, EPS 2017 ttm adalah 754,17, dengan harga penutupan hari di 12675, maka PER = 16,8x.

Sebelumnya pasar saham terlihat cukup gelisah dengan adanya kabar penutupan banyak gerai Wal-mart milik WB di AS sana. Lokal sebetulnya juga terjadi hal yang sama, kabarnya di Bandung banyak FO (Factory Outlets) yang lagi sepi dan sebagian bahkan sudah gulung tikar. Namun yang aneh di tempat dimana saya tinggal, ada 4 hingga 5 distributor patung dan gantungan baju yang setiap hari truck pengiriman barangnya nonstop serta setiap minggu pembongkaran peti kemas (container) dilakukan di malam hari.

Sepertinya saya harus tanya ke pemilik, kemana saja dia menjual barang-barang tersebut. Jika toko konvensional sepi, siapa pula yang sibuk mengorder barang-barang ini, saya pikir? (Take note: PR).

Tentunya kita harus akui bahwa suatu saat nanti, online stores cenderung akan mengdominasi, namun saat ini infrastruktur dan teknologi masih belum mendukung dan menjangkau seluruh masyarakat, sehingga pengiriman keluar kota terutama ke pulau-pulau kecil diluar Jawa masih tergolong mahal. Penetrasi smartphone kini baru mencapai 40% secara nasional dan paket internet pun masih belum bisa dibilang super murah. Target market LPPF juga terfokus pada segmen medium and low, sehingga masih bisa dibilang aman hingga beberapa tahun kedepan.

Tapi jika LPPF mengabaikan perubahan era yang sedang tarjadi menuju ke globalisasi 4.0 dan tidak mengambil langkah antisipatif, maka kedepannya akan sulit untuk bersaing. Menurut saya Mataharimal.com belum bisa dibilang langkah yang tepat, namun jujur saya sendiri juga tidak tau langkah apa yang mustinya LPPF tempuh, lagipula saya tidak dibayar miliaran untuk membuat perusahaan ini maju tapi management lah yang harus lakukan itu, toh dibayar gaji mahal buat apa mereka? Saya di sisi lain adalah investor yang nantinya akan menilai hasil kinerja mereka lalu tentukan posisi holding saya.

SCMA
Good comeback dari SCMA. Laba sempat terpuruk dalam (-16,62%) di Q1, kini di Q2 laba SCMA secara YoY telah berhasil mencapai laba yang sama dengan tahun 2016. Sedangkan secara QoQ tumbuh masif 78,74%!

Dengan demikian, EPS 2017 ttm adalah 102,79. Dengan harga penutupan hari ini di 2360, maka PER = 23,0x!

Walaupun secara valuasi SCMA terlihat sedikit premium, namun perusahaan ini menurut penilaian saya adalah yang paling siap dalam menghadapi perubahan zaman. SCMA terus bersineri dengan perusahaan induk (EMTK) untuk memantapkan posisi menghadapi era digital. Sebelumnya sudah mengakuisisi Wisper Media yang bergerak di bidang periklan digital dan sekarang ikut tanam modal di iflix, perusahaan Australia yang bergerak di bidang film streaming. Selain itu untuk memperkuat pasar domestik, SCMA juga telah mengakuisisi Sinemart, perusahaan produksi sinetron.

AISA
Untuk AISA belum ada laporan kinerja Q2, tapi dari pubex sudah diketahui ada penurunan Pendapatan.

Namun yang lebih heboh adalah issue penggebrekan cucu usaha PT. IBU. Kasusnya agak simpang siur, namun sudah lebih jelas, dan sepertinya PT. IBU tidak seperti yang dituduh oleh Satgas.

Saya hanya hold posisi lama namun tidak berani menambah, karena sesuatu yang berhubungan dengan hukum agak resiko. Namun di sisi lain saya juga percaya managemen AISA bisa dipercaya, sehingga saya hanya melakukan wait and see.

MPPA
hingga rilis Laporan kinerja Q2, MPPA masih belum berhasil membalikkan badan dari posisi yang sangat terpuruk sejak 2016. Q2 sendiri hanya berhasil mencetak laba 6,9M, angka yang sangat kecil alhasil loss di semester 1 2017 menjadi 169,8M.

Ini saham yang mungkin akan saya cutloss jika ada calon baru yang sangat menarik. Jika tidak, saya fikir penurunan MPPA sudah sangat dalam sehingga cenderung sudah priced-in, kasusnya lebih kurang mirip dengan NRCA sehingga sudah tidak terlalu menghawatirkan lagi.

ROTI
Hingga Q2 2017, kinerja ROTI masih cukup tertekan. Laba bersih secara YoY turun 61,3% sedangkan secara QoQ turun 33,1%.

Retur penjualan di Q1 mencapai 19,4% dari Penjualan kotor, sedangkan di Q2 Retur penjualan meningkat ke 20,9%.

Terlepas dari tekanan lesunya penjualan ROTI, saya tetap optimis kinerja ROTI bakal membaik dalam jangka panjang.

Saat ini ROTI sudah berekspansi ke Filipina dan di tahun 2018 pabriknya disana sudah akan mulai produksi. Di waktu yang sama, secara domestik ROTI juga akan membangun 3 hingga 4 pabrik baru untuk menjangkau pasar baru, serta kini juga ada rencana masuk ke segmen roti beku (frozen bread/pastry) dan buka cafe. Saat ini belum ada paparan yang lebih rinci tentang rencana ini dari perusahaan. Mari kita tunggu.

Secara sentimen bursa, ROTI dalam persiapan Right Issue. Belum jelas harga RI yang akan ditetapkan, mungkin di bulan Agustus sudah ada penjelasan, perasaan saya RI ROTI ada di kisaran harga 1100-1200. Tujuan RI ini adalah demi ekspansi pembukaan 4 hingga 5 pabrik yang saya sebut diatas.

Dengan kinerja Q2 yang buruk, jika ROTI sempat turun ke batas <= 1000 kemungkinan besar di situ saya akan kembali mengakumulasi. Kita lihat saja nanti.

KBLI
Ini adalah saham yang sangat menarik prospek usahanya dalam beberapa tahun kedepan karena budget dari PLN sangat besar untuk kebutuhan kabel dan KBLI dalam posisi yang strategis menyupainya.

Hingga Q2 masih belum terlihat ada peningkatan kinerja yang berarti, tapi saya optimis masuk Q4 nanti lonjakan Pendapatan akan terlihat.

Itulah sekilas pembahasan saya untuk semua emiten di porto. Dalam beberapa bulan kedepan mungkin akan ada penyesuaian bobot/perpindahan saham. Jika itu terjadi, saya akan membahasnya di laporan berikut.

Sekian untuk bulan Juli, sampai ketemu lagi di article yang akan datang!

Salam longterm investment,

Alianto Chan

Tags

Author: aliantochan

I’m just an anybody guy who shows strong interest in stock investing. Stock investing is more than just making money, it’s a way of life.

The way we approach stock investing will reflect the way we are as a person.

Choose wisely how you want to invest as to how you would want to live your life. The fundamental principles are the same.

Contentment, discipline, endevour, patience, practice and mindfulness are the very true principles of a better person!

15 thoughts on “Portfolio bulan Juli 2017”

  1. @Allianto
    Salam bro Allianto
    Saya suka banget baca website dan portofolio bro Allianto. Sekarang ini sangat jarang ada analis yang membeberkan semua portofolio yang dimilikinya sebagai bukti otentik dari investasinya. Salut dan bravo buat bro Allianto. (^^). Maju terus bro. Hidup Longterm-investment.com.

    Perkenalkan saya Krisantus penulis dari analisa-fundamental-saham.blogspot.co.id

    Izin menambahkan informasi Perihal Mengenai Right Issue ROTI
    (News keluar tanggal 29 Mei)
    Tgl 28 Mei harganya adalah 1,535.
    Saham yang beredar nambah 5,061,800,000
    Total Kapitalisasi adalah 7,769,863,000,000

    Dengan adanya Right Issue saham beredar nambah 1,150,000,000
    Dengan harga 20 perak
    Kapitalisasi bertambah adalah 23,000,000,000

    Dengan Total Kapitalisasi baru adalah 7,792,863,000,000
    Total Saham beredar setelah RI adalah 6,211,800,000
    Harga teoritis ROTI setelah Right Issue adalah 1254.53.

    Beritanya dapat di lihat di http://investasi.kontan.co.id/news/roti-rights-issue-115-miliar-saham

    Salam,
    Krisantus (Bozdiamond)

    1. Thanks pak Kris, saya juga sering baca posting anda dalam meng-rating fundamental banyak saham yg saya tertarik 🙂 Very nice approach! smoga sharing-sharing kita bisa bermanfaat buat banyak investor retail.

      Menarik cara hitung RI anda pak, apakah itu rumus standard bagaimana RI dihitung di setiap kasus? Karena selama ini yang saya tau, harga RI itu di tentukan oleh management pasca mendapatkan persetujuan dari pemegang saham di RUPSLB, sehingga harga RI walaupun ada beberapa aturan yang harus diikuti, diserahkan kepada management untuk menentukan angkanya.

      Thanks Pak Kris! @Bozdiamond

  2. Thx. Pak Allianto.

    Yup memang itu rumus baku dalam menghitung harga teoritis RI dan dapat dipraktekkan dalam setiap kasus dengan catatan atau syarat Manajemen sudah statement keluar harga Right, jumlah lembar saham yang diterbitkan dan tentunya apabila sudah disetujui oleh RUPS.

    Dan untuk case ROTI manajemen sudah menyampaikan aksi korporasi tersebut dan sudah disetujui pada RUPS. Bisa dibaca di hasil RUPSnya.
    http://www.idx.co.id/Portals/0/StaticData/NewsAndAnnouncement/ANNOUNCEMENTSTOCK/From_EREP/201707/372c5e114f_0413f17a8d.pdf

    Salam,
    Krisantus (Bozdiamond)

  3. Just thinking out loud.
    Not saying that it is such, but sometimes we miss the big picture in the seek of technicality.

    To me, counting right issue and finding the precise number is a factor.
    But it is just missing the forest for a tree.

    The right questions to me are more on qualitative, why having right issue in the first place?
    Cashflow issue? over expanding? Not able to borrow from banks or obligations?
    Majority shareholders getting more shares in expense of minority?
    So on and so forth.

    In general, right issue is not unlike asking money again from the investors and you have to ask WHY?
    Right issue is never cheap and the return on capital have to worth the efforts.

    Are the expansions going to return more than the cost of capital added (right issue)?
    In the view of lowering margin and thence the ROE, the Business model may not be as strong as perceived.
    Bread business is a peculiar one, the brand may or may not suffices.
    If the brand has certain value, does it have pricing power?
    When people go to supermarket, do they really find certain brand breads? or lowest price?
    The answer to that, may perhaps be key in your quality investment thesis.

  4. Saya percaya nilai saham bergantung pada performance perusahaan. Sayangnya tidak semua performance di BEI bagus. Yang bagus banyak yang kelewat mahal dan tidak bisa dijustified dengan potensi pertumbuhannya. Kasihan investor pemula kalau terjebak di saham perusahaan yang tidak terlalu menguntungkan bahkan rugi atau malah delisting gulung tiker. Saya rasa investor retail harus lebih hati-hati dalam hal memilih saham sekarang. Apalagi ada ancaman kelesuan ekonomi. Mungkin menjauh dari investasi saham saat ini adalah pilihan bijak.

  5. Setuju dgn bbrpa bahasan atas. Pertama mengenai RI, bkn di harganya namun di fungsinya. Kadang masalah prospek itu gampang-gampang susah. Apakah dgn penambahan modal maka kini ROTI akan memperkuat bisnisnya? Sy masih sangat optimis dgn roti terutama dr sisi management, namun tdk bs dipungkiri bahwa stlh hasil q2 terlihat indikasi pelemahan yg berkelanjutan utk sementara waktu. Kudu di follow lagi ceritanya terutama penggunaan RI ini kedepannya.

    Sedikit tambahan mengenai pelemahan ekonomi, sebetulnya ekonomi kita baik-baik saja, hanya saja data tdk merefleksi hal tersebut.

    Perubahan pola belanja yg butuh di telaah. Sempat kmrn diskusi jg di komunitas kami. Skrg pola belanja agak extreme, ga seperti dulu. Makanya dgn pertumbuhan ecom yg bs mencapai 20%thn namun hal itu tdk tercermin dr pertumbuhan manufaktur. Krna pola belanja skrg lbh condong ke pengalaman bkn lg kebutuhan semata. Org rela antri ber jam-jam hanya utk mendapatkan secangkir minuman yg dia bs selfie di fb/instagram, itu conth saja.

    Jd ya perubahan sedang terjadi, kita ga tau persis akan seperti apa masa depan dekat, kita ikutin ceritanya saja.

    1. Sudah lama ga aktif di saham dan always visit website bapak alianto untuk tau updatean terbaru. Penjelasan portofolio bapak sangat transparan dan ada alasan dibalik pemilihannya, kalo bapak sebagai perusahaan go public berarti sudah menerapkan GCG yang baik pak 😀 .

      Grup Lippo saya dengar ada isu lain selain Meikarta dan entah itu benar apa gak..menurut pendapat bapak?

    2. Lippo sejak MEIKARTA diluncurkan banyak sekali pak issue. Namun kadang kita ga tau apa yg mau dipercaya, jd sy coba percaya LK aj. Jika emang ada yg ga beres berarti ya salah percaya, dicoret aj nnti dr list, sisanya ya ikutin perkembangan cerita saja pak. Thx uda mampir pak warman, dan thx atas byk ulasan sejarah dan data sekuritas. Joss!

  6. Dear Pak Alianto,

    Salam kenal sebelumnya, menarik sekali membaca sharing yang cukup detil mengenai portofolio Bapak sehingga dapat menambah wawasan dalam berinvestasi saham. Kebetulan juga ada beberapa saham dalam portofolio yang juga saya miliki yaitu KBLI dan LPPF. Khusus mengenai LPPF tampaknya perusahaan juga cukup memperhatikan tren belanja e commerce dimana yang saya amati, perusahaan menambah kepemilikan di mataharimall sehingga semoga hal dapat semakin memperkuat kinerja perusahaan ke depannya.
    Ditunggu artikel-artikel berikutnya Pak, semoga sukses selalu

    Salam

    1. Semoga bermanfaat pak.

      Benar pak lppf sungguh ajaib. Cashflow yg sangat menggila. Yg slalu org salah adalah melihatny sebagai sebuah perusahaan yg hrs punya ecom krna dunia bergerak ke arah sana. Dan emang benar mataharimal.com kalah saing jika di bandingkan dgn popularitas seperti lazada, bukalapak dan tokepedia, barangx juga blibli. Tp, hrs diingat, mataharimal.com bknlah lppf, lppf menginvestasikan sebagian uang di dia, well tentunya ini ada kepentingan bersama grup lippo. Tp tdk ada masalah toh jika suatu hr, lppf juga invest atau berpartner dgn ecom lain seperti yg telah disebut diatas.

      Intinya jika yg sy invest adalah mataharimal.com sy mungkin sedikit pesimis, tp yg sy invest adalh lppf dmn setiap thn dia akan mendapatkan laba 1,5-2T dgn cashflow operasi yg melimpah dan kebutuhan biaya ekspansi yg sangat ringan, hampir perfect model bisnisnya. Tinggal kita follow saja, kmn lppf akan pergi kedepannya. Namun sy sangat optimis atas perusahaaan ini krna kebijakan efisiensi yg hebat, terud mengattack beban dr semua segi yg dia bs disamping terus berekspansi secara organik disetial kesempatan, dan STILL memiliki cash yg melimpah utk dividen atau aksi korporasi lainnya di masa depan.

  7. Just a food of thought.
    Look at parkson asia, isetan, metro (retail unit) and the similar companies. The first 2 are listed and hence u can glance on their numbers.
    After which you may get the average margin.
    Without going through deep dives (as what you have alrd done) obviously.
    Matahari margin and growth are IMHO, VERY HIGH.
    We have to wonder why?!
    Are they providing better products and services? Or are they overcharging the customers? Or are they underpaying the rentals?
    Remember that significant part of their rentals are with lippo malls, hence this is an area to explore.

    On dividend investment, don’t think it is applicable in Indo markets, especially now when most blues have pathetic dividend yields. You have to wait long and patiently

    1. Thx for your reference and good thoughts fall cushion. Honestly i havent had a chance to check out several companies you have mentioned above. Nonetheless, i believe SG and INDO have quite different playing fiend and market landscape. Technology n infrastructure also much different between the 2. If i were to choose, i would say the Philippines has much similar geographic and demographic similarities to INDO. But good to know wht might be becoming matahari dept store faith in the not so close future.

  8. Mantap pak analisa nya.. Sekalian bpk juga langsung memberikan portopolio nya.. Jarang sekali Ada yg begini pak.. Ilmu kesabaran bpk yg saya Salut yg disertai dengan analisa yg meyakinkan bpk utk ttp hold di saham tersebut ☺☺☺

    1. Sama-sama pak. Untuk menghindari panik sekaligus juga emang sepatutnya, setial shm yg kita beli wajib memiliki alasan yg kuat. Namun tentunya seiring wkt kadang alasannya bs berubah, tergantung pandangan kita terhadap perkembangan perusahaan. Smoga apa yg bgs akan makin bgs sedangkan apa yg jelek akan cepat pulih pak.

Leave a Reply

Your email address will not be published.