Portfolio bulan Juni 2017

Pertama, saya ucapkan selamat hari raya Idul Fitri dulu buat semua teman, mohon maaf lahir dan batin! Semoga liburan anda bersama keluarga penuh makna dan sangat menyenangkan.

Juni adalah bulan yang penuh tantangan untuk performa portofolio saya. Di saat index masih berhasil tumbuh sebesar 1,60% MoM atau 10,06% YTD, portofolio saya malah terkoreksi sangat dalam, sebesar -9,66% MoM atau -1,9% YTD.

Hampir semua saham dalam portofolio di bulan Juni kompak terkoreksi dalam, sebut saja: AISA, KBLI, LPPF, MPPA, ROTI dan juga SCMA dimana ulah terbesar datang dari koreksi ROTI, LPPF dan AISA, alhasil semua keuntungan yang telah terakumulasi di tahun ini hingga Mei 2017 kini sudah defisit (floating loss 1,90%).

Sebenarnya waktunya tergolong pas, karena di bulan yang penuh tantangan ini bertepatan dengan liburan panjang, sehingga saya seharusnya bisa memiliki banyak waktu untuk belajar menambah ilmu, menganalisa kembali kemungkinan kesalahan saya dalam strategi investasi sekaligus libur dari bursa untuk membenahi faktor sikologi.

Sayang liburan panjang ini sebetulnya kurang maksimal dimanfaatin untuk belajar, biasa…. yang bantu rumah pada pulang sehingga saya sendiri harus menggantikan posisi mereka membantu istri dalam pekerjaan rumah terutama menjaga anak-anak kami yang senakal Shinchan!

Meskipun demikian, saya masih sempat mencuri-curi waktu untuk mengejar dan menyelesaikan tunggakan PR saya dalam proyek bacaan 2017. Akhirnya ringkasan buku The Warren Buffett Way bisa saya tuntaskan dan mulai masuk ke buku ke 3 yaitu The Most Important Thing by Howard Marks.

Banyak pelajaran yang bisa saya petik dari buku-buku ini, terutama tentang tujuan investasi sekaligus pentingnya mengenal, mengakui dan mengendalikan resiko dalam investasi.

Jika bercermin ke beberapa posisi yang ada di portofolio saat ini, sepertinya unsur pengendalian resiko yang buruk barang kali hadir, namun hal ini mungkin akan saya bahas di laporan bulanan Juli nanti begitu saya sudah memiliki waktu untuk meng-review secara eksplisit satu per satu saham yang saya miliki.

Menurut Howard Marks, resiko itu adalah probabilitas ketidakpastian yang bisa menyebabkan kerugian permanen. Kita harus cermat dalam mengamati dan mengenalinya. Risko cenderung hadir dan bertambah saat harga saham naik, karena pada dasarnya nilai sebuah perusahaan tidak bisa di nilai secara mandiri tanpa ada unsur lawanan, yaitu harga.

Analogi saya begini: Harga (Price) dan Nilai (Value) ibarat sebuat sliding bar dan Resiko (x) bergerak di tengah, makin ke kanan berarti makin tinggi resiko.

Contoh:

Price ||———x–|| Value

Terlihat di gambar atas, posisi Resiko (x) lebih dekat ke Nilai (Value), berarti Harga sangat tinggi dan nilai sangat kecil alias Resiko meningkat. Sebaliknya:

Price ||–x———|| Value

Resiko (x) berada dekat dengan Harga, maka Harga sangat rendah sedangkan Nilai menjadi sangat besar, otomatis Resiko menjadi rendah.

Secara garis besar begitulah konsep RESIKO, jika ingin tau lebih dalam, silahkan di baca buku Howard Marks.

Back to portofolio…

Untuk kedepannya, saya berfikir ingin mencantumkan beberapa standar baru dalam mengukur portofolio, karena index sesungguhnya bukan benchmark yang tepat jika mengacu pada keberadaan resiko, dan sedikit kekeliruan sebelumnya, sesungguhnya tujuan akhir saya bukanlah untuk mengalahkan index, tapi mencapai nilai investasi yang diinginkan untuk financial freedom.

Saya ingin mencoba menyetir pandagan saya jauh dari fluktuasi pasar setiap saat dan fokus pada jangka panjang. Karena jika saya setiap bulan mengukur performa portofolio terhadap index, maka secara sadar atau tidak, mindset saya akan diarahkan untuk setiap bulan mengalahkan index, terlepas dari tercapainya atau tidak (di situ juga barangkali emosi kadang bisa bermain), namun itu akan selalu menjadi tujuan mindset nanti dan ini akan kembali memicu meningkatnya RESIKO yang dibahas di atas tadi.

Again, mengapa disaat index naik 1,6% porto saya bisa jatuh hingga hampir 10%? selain cukup terkonsentrasi bobot saham saya, faktor MARJIN juga sangat berkontribusi pastinya. Nah ini adalah contoh baik tentang belum mengertinya resiko dari sisi saya, bagus buat renungan!

Ok, saya kira cukup di sini dulu pembahasan laporan bulanan untuk Juni, mungkin di bulan Juli nanti saya akan memiliki lebih banyak informasi yang bisa saya ceritakan tentang cara ideal mengukur portofolio saya untuk tujuan jangka panjang serta mengreview kembali semua saham saya yang ada di portofolio.

Sampai ketemu lagi di article berikut, semoga sukses dan bahagia selalu!

Salam longterm investment,

Alianto Chan

Tags

Author: aliantochan

I'm just an anybody guy who shows strong interest in stock investing. Stock investing is more than just making money, it's a way of life. The way we approach stock investing will reflect the way we are as a person. Choose wisely how you want to invest as to how you would want to live your life. The fundamental principles are the same. Contentment, discipline, endevour, patience, practice and mindfulness are the very true principles of a better person!

14 thoughts on “Portfolio bulan Juni 2017”

  1. ketika yang lain sibuk memamerkan profitnya…anda dengan humble memperlihatkan penurunan kinerja anda…
    hormat dan salut buat bapak..dan terus belajar….
    gak sabar pengen tau apa aja pelajaran berharga yang akan anda share…
    suatu hal yang menarik juga ketika mereview dan meringkas sebuah buku bacaan (terutama investasi) mungkin bisa membantu diri sendiri lebih mengingatnya dan juga membantu orang lain agar lebih terarah
    karena begitu banyak buku investasi yang beredar dan tidak semua benar benar bermanfaat, sehingga akan menghemat waktu dalam mencari dan membaca buku yang sekiranya menurut pribadi masing2 menarik.
    terimakasih pak.

    1. Hi pak dedi, thx atas komentarnya.

      Sebetulnya tujuan sy slalu sama, saat bgs sy menceritakan mengapa bgs sehingga mungkin bs membantu yg lain dlm mengevaluasi/bersilang pendapat tentang strategi yg efektif, sebaliknya saat jelek sy juga menceritakannya berharap bisa menjadi peringatan buat yg lain dr mencoba hal yg sudah sy coba.

      Benar sekali pak, meringkas buku tujuan sesungguhnya adalah demi meningkatkan pemahaman saya, namun dlm proses jika ilmunya juga bs berbagi sesama yg lain, akan sangat bgs bukan? Persis seperti yg bpk sebut diatas 🙂

      Dan makin lama dan makin sering melakukannya juga makin mudah, dan makin menimgkat memahami makna yg sy baca, krna terbiasa memikirkan apa yg hrs sy ringkas.

      Itu barangx menariknya belajar dlm semua hal ya, baik itu berbagi pengalaman dlm menulis, meringkas buku, semua.mulai dr sulit, lalu improve dan akhirnya semua smoga menjadi mudah.

      Slmt sukses pak dedi, thx sudah dropby dan berkomentar.

  2. Salut untuk kesediaan.a berbagi pengalaman dan ilmu. Tetap semangat pak Aliantochan, kita semua tahu jalan menuju Financial Freedom memang sangat berliku, gak kaya jalan tol.a jasa marga hheee

    1. Wkakaka thx pak panji atas semangatnya. Tentu sulit, klo gampang semua senior yg umur 55 tahun keatas uda blng ke kita kami dah bebas finansial tentunya.

      Namun byk renungan yg saya lakukan dlm masa liburan, intinya jika uang yg saya tanam ini bknlah bermaksud utk kehidupan sehari-hari tp disiapkan utk hari tua nnti disaat sy sudah berumur 55 thn nnti, nah mengapa saya terlalu fokus di performa tiap bulan bkn pada progress pencapaian saya menuju sana nanti. Ini penting krna akan menyetir mindset sy dr shortterm ke longterm view. Masalahnya klo sy terlalu fokus pada kini, sy akan lupa tujuan akhir, dan parahnya lagi, jika sy tdk puas dgn masa kini sy akan slalu mencoba cari cara utk memperbaikinya pdhl barangx metode dah benar hanya penerapan timeframe yg salah.

      Contohnya: jika kita TIDAK tau bahwa kita punya waktu 8 jam utk hadir di bandung dr jakarta, maka mungkin kita akan berpacu secepat mungkin dgn resiko musibah yg lbh tinggi krna kebetulan melihat ada bbrpa mobil yg pacu dgn kecepatan tinggi. Tp klo kita dah tau tujuan akhir adalah bandung dan hanya butuh tiba sana 8jam dr skrg, barangx kita bs lbh santai dan nyetir dgn lbh bertanggung jwb.

      Sama halnya dlm investasi, jika kita dah tau estimasi uang yg kita butuhkan dimasa pansiun nanti, kita bs melakukan kalkulasi dgn sisa masa hingga pansiun dr skrg, brpa yg butuh kita cetak dlm pertumbuhan untuk mencapainya, dan menurut sy itulah benchmark yg lbh cocok buat sy. Lalu sy bs menentukan caranya dgn pertimbangan resiko yg paling rendah, jika bs deposito napa hrs reksadana, jika bs reksadana napa hrs kelola shm secara mandiri, dst…

      Tentunya masing2 punya tujuan yg beda, hanya kita yg tau apa yg ingin kita capai.

      Hehehe tanpa sadar sy dah masuk ke pembahasan yg ingin sy tulis nnti di laporan juli.

    2. Mungkin perlu ditetapkan pak, brpa dana yg ingin dicapai dg berinvestasi. Saya pribadi begitu pak, saya menetapkan brpa dana yg ingin saya capai (misal 1 juta dollar) dan deadline waktu.a (misal umur 40 th)

    3. Benar pak, emang hrs ada penetapan nominal angka yg jelas sehingga kita tau apa yg kita mau, namun angka ini tentunya bkn angka asal2an, yg pst kita sudah timbang kelayakannya. Contoh bpk 1jt dollar alias 13,5m dgn usia sy asumpsi 25thn, berarti hingga pansiun katakanlah di usia 55 maka memiliki wkt hingga 30thn utk merialisasikannya. Dengan modal katakanlah 100jt tanpa penambahan, maka membutuhkan pertumbuhan porto +/- 18%/thn, sangat realistis dlm pandangan sy, ini hanyalah contoh ya, pastinya bpk lbh tau tentang 1. Kebutuhan hidup bpk, 2. Modal yg ingin di tanamnkan.

      Mantap pak strateginya, dan salut di usia muda anda uda bgitu melek tentang masa depan.

  3. Wah saya juga baru tahun ini pak melek investasi buat masa depan, sebelumnya gak ada yg ngajarin buat investasi. Untung.a selama belajar saya tidak terjerumus ke arah yg salah(menurut saya sih hhee), pokok.a semoga rencana masing” dapat berjalan dg baik

  4. Salut untuk portofolionya, Pak. Disaat dimana banyak orang berburu saham IPO yang naiknya gila-gilaan tapi bapak masih tetap mengukur untuk investasi jangka panjang dan bukan sesaat.

    1. masing-masing kita punya tujuan yg berbeda pastinya bu, smoga apapun yg kita lakukan, kita lakukannya dengan sadar. slm longterm bu 🙂

  5. Terima kasih sharingnya.
    Ini adalah dalah satu website favorit untuk belajar investasi saham. Mengenai portofolinya, apa bisa ada pembahasan lebih dalam tentang ide pemilihan emitten2 dari portofolio tersebut pak?

    Menurut saya filter tahap awal untuk cek investasi saham yang bagus bisa dilihat dari histori 3 indikator kuantitif berikut:
    Fundamental perusahaan bagus (terutama ROE)
    Harga saham murah (terutama PER)
    Info lain: Resiko finansial (DER), kewajaran dividen, pertumbuhan ekuitas, kualitas penghasilan, cashflow dll

    1. Thx pak rachmat atas komentarnya. Cara analisa yang baik seperti bpk sudah sebutkan adalah cara yang bagus. Utk saya pribadi, umumnya saya menerapkan cara seperti yg sudah sy lakukan di blog ini, yaitu di mulai dari overview utk melihat kinerja selama 5 hingga 10 tahun terakhir, dgn pertimbangan seperti: kemampuan dlm meningkatkan pendapatan dan mencetak laba (profitabilitas: GPM, OPM, NPM, ROE), pertumbuhan pendapatan dan laba (growth: dlm 10thn, 5thn, 3thn), arus kas (cashflow: kas operasi, capex dan kas bersih alias free cashflow), kesehatan keuangan (DER terutama porsi yg berbunga, current rasio, quick rasio dan leverage) dan terakhir efisiensi usaha seperti cash cycle. Terus saya masuk ke yg lebih kini, menggunakan kuantitatif rasio yg sama untuk mengukur per semester dan 1 thn terakhir yg sy sebut follow the story.

      Singkatnya sih begitu ya,,, tp umumnya sy hrs ketemu 1 hal yg saya suka dengan perusahaanya dulu, umumnya sikap management yg saya suka, krna itu menjadi jaminan sy utk tidak panik saat ada sesuatu buruk terjadi. krna sy slalu percaya management yg baik/hebat akan selalu bisa menangai masalah yg timbul, klo ga buat apa di bayar gaji tinggi. tp kita tau hal itu kadang juga bisa salah, tapi lebih baik percaya di org baik dan mampu yg sudah membuktikannya drpd percaya yg suka curang dan blm ada bukti kinerja, itu mengapa overview sangat penting, utk melihat jangka panjang.

      kira2 begitu, semoga menjawab ya, dan thx atas inputnya juga pak, ROE sangat penting, bekalangan sy baru sadar, dan sy sempat bikin 1 article khusus tentang hal itu.

  6. Sayapun mom bulan juni lalu nilainya negatif, jadi males pak ngitung kalau nilainya negatif hahhaha.

    1. Hi pak Hendra, enakkan saat lihat uda cuan triple digit ya pak, namun gitu dah pak klo jangka pendek, semua mungkin dan suka mengaduk emosi terutama klo ada saham yg sudah hold contoh hampir setahun yg sudah memberi untung diatas 50% tiba dibuat rugi, hehehe….

      tp sy yakin, dlm 3 thn awal shm emang susah menerobos tingkat harga yg jauh beda, klo ada itu adalah hoki, harga korelasinya dgn kinerja secara jangka panjang, dan utk meloncat ke laba yg tinggi tidak bisa dlm setahun, namun butuh beberapa tahun, katakanlah 3-5thn. sadar atau tidak setelah 3-5thn, bgitu laba sudah jauh beda, maka umumnya harga juga ikut, dan pada saat itu kita akan lbh apresiasi shm yg ada di porto.

      sabar dan lihat jauh, lebih jauh pak… semoga cepat pulih ya porto kita hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published.