Cara tepat memasang target investasi!

Jika kita sering membaca buku tentang pengembangan diri (self-motivation/self-improvement) terutama yang berhubungan dengan kesuksesan, selalu akan kita temukan yang namanya “apa tujuan kita“.

Jika saya bertanya, apa tujuan anda dalam berinvestasi saham? Yakin sekali 100% akan menjawab demi menghasilkan uang yang lebih banyak, demi biaya kuliah anak, demi kebebas finansial di hari tua atau lain sebagainya, dan itu semua layak dan emang sering menjadi tujuan kita.

Namun jika saya tanya lagi, langkah-langkah apa yang akan anda tempuh untuk mencapainya? Ini umumnya akan mulai membuat banyak kita sulit menjawab dan berfikir panjang.

Masalahnya, kita tau secara gambaran besar apa yang kita mau, namun kita tidak punya hasrat (desire) untuk mencapainya.

Salahnya apa? Well, salahnya karena kita tidak rinci dalam menentukan tujuan kita alias kurang fokus. Contoh: menghasilkan uang sebanyak-banyaknya, cukup untuk hidup mandiri di hari tua, bisa membiayai kuliah anak hingga tamat sekolah… and so on and so on

Berapa sih nominal uang yang disebut “sebanyak-banyaknya”? Berapa pula uang yang cukup untuk hidup mandiri di hari tua? lalu berapa pula kebutuhan kuliah anak hingga tamat nanti? Ini yang menjadi masalah.

Banyak orang gagal dalam mencapai yang mereka inginkan karena mereka tidak punya visi & misi yang jelas dalam penentuan tujuan. Itu termasuk saya juga selama ini dalam investasi saham.

Kadang saya bilang mau kalahkan pertumbuhan index, kadang saya bilang mau hold saham untuk longterm atau pada waktu yang lain saya mungkin terinspirasi untuk merampingkan portofolio dan fokus pada beberapa emiten saja, ini bukan tujuan tapi strategi investasi.

Maka lewat article ini saya berharap bahasan ini bisa menjelaskan apa itu tujuan dan bagaimana kita bisa menentukan langkah-langkah untuk mencapainya.

Dalam article ini saya menggunakan sebuah contoh untuk mengilustrasikan “TUJUAN JELAS”, anda yang ingin memcoba nanti tinggal utak-atik tukar konteksnya saja untuk menyesuaikannya ke tujuan anda masing-masing.

Tujuan investasi saya: Ingin menghasilkan nilai investasi Rp23M (dua puluh tiga miliar) pada usia ke 60, lalu hidup mandiri bersama keluarga dari bunga deposito hingga usia ke 100!

Ingat, tujuan itu bersifat pribadi, jadi tidak perlu didebatkan bersama yang lain atas kelayakannya yang penting kita sendiri tau jelas apa yang mau dicapai, dan yakin ini adalah sesuatu yang bisa kita capai, lalu tinggal tentukan langkah-langkah berikutnya. Ingat sekali lagi, it’s PERSONAL!

Ok, mari kita lihat apa yang mendasari tujuan yang ingin saya capai ini:

Pertama: Pengeluaran biaya hidup bulanan keluarga saya adalah 10jt/bulan, maka setahun saya membutuhkan 120jt. Dengan asumsi inflasi adalah 6%/tahun, maka setiap tahun angka 120jt ini akan meningkat sebesar 6%, dan di usia ke 60, beban hidup per tahun keluarga saya adalah +/- 486jt.

Kedua: Dengan skema kenaikan biaya hidup di atas, saya mengsimulasikan nilai uang yang patut ada di dalam rekening deposito supaya saya bisa hidup dari bunga deposito saja (penghasilan bunga 5%) tanpa investasi saham lagi. Mengapa deposito? karena deposito adalah investasi yang memiliki resiko yang paling rendah.

Ketiga: Dengan modal awal 200jt dan tumbuh secara konsisten dalam jangka panjang dengan return 22,5%/tahun, maka di usia ke 59 dan 60 nilai investasi saya akan mencapai Rp21,3M dan Rp26,1M, dan tabungan deposito setelah potong pengeluaran yang dibutuhkan adalah Rp22,7M dan 23,4M, maka jika semua sesuai rencana, di usia ke 60, target saya tercapai! Di saat itu saya akan pindahkan investasi saham saya ke deposito dan hidup dari bunga deposito hingga usia ke 100 (amit-amit hehehe).

Keempat: Bisa dilihat dari screenshot excel file dibawah, ada 1 kolumn lagi yang berjudul “INJEKSI TAHUNAN INVESTASI”, ini akan membantu saya dalam mencapai tujuan saya lebih cepat, jika saya mampu secara rutin menginjeksi tambahan modal kedalam investasi. Namun jika tidak mampu ya tidak apa-apa, tetap lakukan sesuai yang sudah di simulasikan saat ini tanpa bantuan percepatan pencapaian tujuan lewat injeksi modal tambahan.

Itulah cara saya menentukan tujuan investasi saham saya.

Mungkin anda yang membaca ini akan berfikir masa iya bisa secara konsisten capai pertumbuhan investasi 22,5%/tahun, terus apa iya juga inflasi selalu 6% dan kenaikan biaya hidup akan selalu ikutin 6% itu? dan emang iya pula bunga deposito 5% selamanya?

Well, saya tidak ada jawaban yang pasti buat anda yang penasaran. Dan tidak ada juga jaminan inilah yang akan terjadi di masa depan, namun paling tidak saya sudah punya rencana yang jelas dan asumsi saya terlihat juga tidak keterlaluan. Jika nanti kondisi berubah dan bersifat permanen, maka saya akan menyesuaikan rencana saya untuk menghadapi perubahan tersebut.

Again, ini sifatnya pribadi, yang penting saya yakin saya bisa melakukannya dan tau jelas apa yang ingin saya capai. Jika ingin mengerti lebih dalam tentang cara memasang target dan mencapai tujuan, silahkan baca buku “Think and Grow Rich” karya Nepoleon Hill, buku tersebut akan sangat membantu.

Pesan terakhir: Semakin kecil target investasi kita untuk masa depan, semakin mudah untuk bisa dicapai. Dalam penetapan tujuan pertimbangkanlah hal tersebut. Seperti contoh saya atas, 22,5% mungkin adalah angka yang bisa dibilang cukup challenging, namun masin tergolong wajar. Tapi jika anda berharap bisa mencapai pertumbuhan nilai 50% per tahun secara konsisten, maka pikirlah 10x lagi 🙂

Ingat, sebuah tujuan yang jelas adalah yang bersifat:
1. Rinci
2. Bisa diukur
3. Bisa dicapai
4. Relevan
5. Kurun waktu yang jelas

Sekian untuk article kali ini, semoga bermanfaat!

Semua yang dibahas di atas hanyalah sebagai contoh saja, termasuk tujuannya. Anda tidak perlu berfikir secara kaku bahwa harus memindahkan uang ke deposito seperti contoh saya. Cukup dengan target angka yang ingin dicapai di usia tertentu pun sudah cukup, intinya harus jelas! Namun jika bisa diiringi dengan alasan yang kuat mengapa angka tersebut dan bersifat personal (relevan), moga-moga hasrat kita akan semakin kuat mendorong kita untuk mencapainya.

Nb: article ini juga terinspirasi dari sharing yang pernah admin grup kami bagikan dalam workshop sebelumnya!

Sekian!

Salam longterm investment,

Alianto Chan

Tags

Author: aliantochan

I'm just an anybody guy who shows strong interest in stock investing. Stock investing is more than just making money, it's a way of life. The way we approach stock investing will reflect the way we are as a person. Choose wisely how you want to invest as to how you would want to live your life. The fundamental principles are the same. Contentment, discipline, endevour, patience, practice and mindfulness are the very true principles of a better person!

Leave a Reply

Your email address will not be published.