Portfolio bulan Mei 2017

Phewww… bulan Mei yang sangat menakutkan akhirnya tuntas juga. Sekarang bulan suram cuman sisa beberapa saja yaitu Juni, Juli, Agustus, Septermber, Oktober, Nopember dan Desember. Hehehe…

Jika investasi saham adalah semudah berbalik-balik kalender, utak atik pola struktur astronomy, maka para peramal lah individu-individu terkaya di dunia. Tapi terakhir saya cek Bill Gates (Microsoft), Warren Buffett (Berkshire) dan Jeff Bezos (Amazon) masih menempat posisi puncak di list orang terkaya versi majalah Forbes, jadi ya kalau kita ingin berhasil tidak ada cara lain, tapi ikutlah langkah-langkah yang sudah teruji dan dari orang-orang yang sudah berhasil seperti yang di sebut atas.

Bagaimana kita mengikuti langkah-langkah orang terkaya diatas?

Kita perbanyak membaca buku tentang mereka! Tapi No! kamu tidak akan bisa menjadi mereka, dalam arti kamu tidak akan bisa menjadi seorang Warren Buffett (WB) yang ke dua, namun kamu bisa sesukses WB dengan gaya investasi anda sendiri.

Setiap investor itu unik dan berbeda, tidak akan bisa di banding lurus satu sama lain, perbedaan bisa datang dari segi cara fikir, metode investasi maupun cara menyusun portofolio, semua akan beda namun semua memiliki kesempatan yang sama untuk sukses asal punya tekad dan fokus melakukannya.

Kadang orang suka menyentil, apakah benar tuh anda baca begitu banyak buku tentang WB maka kamu akan bisa menjadi WB? Hehehe… masa iya kita yang baca buku WB ingin menjadi seorang Opa yang penuh rambut putih, muka krepot dan kehilangan macho? Tentu, disini yang kita bicara bukanlah fisik dari seorang WB, tapi kearifan seorang WB sebagai seorang investor sukses.

Bagaimana kita bisa belajar caranya jika kita tidak mengenalnya, dan kadang secara bertentangan dengan ucapan atas, malah benar kita harus belajar untuk mengenal kepribadian seorang WB, sehingga kita benar-benar bisa mengerti dan melihat cara pandang WB dari kaca mata dia tentang bagaimana dia melakukan investasi.

Sama halnya kita yang sebelumnya suka menyontek stockpicks dari yang kita sebut “pakar”. Jika kita memilih untuk menyontek, pastikanlah kita juga mengenal sosok kepribadian seorang pakar sehingga kita tau mengapa dia merekomendasikan saham-saham tertentu dan punya gambaran apakah dia benar adalah seorang bijak atau hanya menjual nama saja. Jadi ingat, nyontek pun harus punya ilmu.

Tapi alangkah baiknya jika kita semua bisa berinvestasi secara mandiri lalu saling berbagi pengalaman dan opini dalam pembahasan saham, sehingga pada akhirnya semua bisa lebih memahami dan melengkapi risetnya masing-masing.

Again, disinilah peranan terbesar grup Saham-Indonesia. Selalu membahas WHY (mengapa) bukan WHAT (apa) atau WHEN (kapan) apalagi WHO (siapa rekom)!

Oh ya, sekalian saya ingin sampaikan, Sabtu ini tanggal 03 Juni, Saham-Indonesia (SI) akan mengadakan workshop “berbayar” dengan tema “Rahasia pansiun nyaman dengan analisa FA“. Buat para investor yang ingin mengenal lebih dalam tentang Longterm Investment lewat pendekatan Fundamental silahkan datang.

Di salah satu gathering triwulanan kami sebelumnya!

Workshop ini akan dibawakan oleh 3 pembicara, yaitu Pak Yulius (Admin grup ter-bijaksana), Pak Totok (Investor penabung saham ter-rutin di grup SI) dan saya (Investor curhatan ter-sering di grup SI) dalam 3 topik yang berbeda.

Untuk detail bisa baca disini, barang kali ada yang berminat untuk hadir dan belajar FA dan berkenalan dengan Saham-Indonesia, ayo mari!

Alright then next topic, Ayo bahas porto bulan Mei!

Chart Pertumbuhan PORTO vs IHSG YTD

Bulan Mei banyak banget liku-liku. Porto sempat meningkat lumayan di awal bulan, terus menjelang pertengahan bulan semua pertumbuhan terhapus oleh koreksi IHSG, terus di genjot naik lagi pasca berita Investment Grade, tapi di akhir bulan porto kembali menyusut di hantam LPCK dan ROTI.

Table Pertumbuhan PORTO vs IHSG MoM & YTD

Di bulan Mei porto saya tumbuh 2,06% MoM atau 8,60% YTD dibanding IHSG yang tumbuh 0,93% MoM dan 8,33% YTD. Not bad lah ya? akhirnya bisa kekejar IHSG juga walaupun selisih sangat marginal (tipis), semoga Juni bisa lebih beruntung.

Mari kita lihat lebih rinci, apa saja yang berubah di bulan Mei!

AISA tidak terjadi transaksi apapun di bulan Mei. Untk saham ini sebetulnya saya sudah pasrah, karena secara keuntungan yang telah ter-realisasi sudah mencapai 134% dari sisa modal, artinya saham ini sudah balik modal bahkan cuan yang telah di uangkan sudah 34% lebih dari modal, jadi apa yang tersisa saat ini hanyalah sisa keuntungan saja.

Jika tidak terjadi perubahan fundamental yang drastis, mungkin saya akan mencoba bertahan saham ini untuk banyak tahun mendatang untuk melihat seberapa besar return yang bisa di berikan nanti (well… 1Q17 dah release barusan, kinerja menurun tapi ya gpp lah biarin saja kita lihat full year nanti seperti apa kinerjanya). Itulah enaknya jika saham sudah kembali modal, percaya atau tidak, faktor tekanan psikologi jadi ringan.

JSMR sudah mulai saya pangkas ke porsi yang lebih imbang ke saham lain, mulai di awal bulan jual 15% di harga 4.740 terus jual lagi 15% di harga 4.990 pas panic buy rilisnya berita Investment Grade. Mungkin saya masih bisa pangkas sekali lagi, namun nanti lihat saja. Sisanya akan saya hold hingga target > 7.400 tercapai atau kinerjanya terus tumbuh dan membuat PE ratio nya masih dibawah 26,5x (@280 = 7.420).

KBLI akhirnya masuk ke porto saya. Walaupun saya harus menjilat perkataan saya, namun sesungguhnya emang saham ini menarik perhatian saya sejak dulu dimana harga sahamnya masih di harga 270. Tapi karena saya tidak mendapatkan balasan yang positif dari Corsec saat itu, saya menghindarinya.

Siapa sangka kinerjanya benar makin kinclong alhasil harga sahamnya pun sempat meroket hingga > 800 namun setelah itu merosot tajam ke 440, dan akhirnya saya beli di harga 450 dan beberapa hari yang lalu tambah lagi di 496 sehingga kini AVG modal naik menjadi 462.

LPCK, saham yang membuat banyak galau. Setelah euphoria launching proyek MEIKARTA kelar dimana saat itu banyak sekali pembahasan pro dan kontra dari 2 kubu pecinta kinerja historis LPCK (termasuk Lippo-lovers) vs anti saham-no-dividen (bahkan Lippo-haters) hahaha… banyak drama di forum dan medsos saat itu.

Saya sendiri masih percaya dengan prospek masa depan LPCK. Walaupun kinerja 2xQ terakhir turun cukup dalam namun secara valuasi saham ini masih sangat murah (Note: di Q1 bahkan lebih banyak saham property lain yang mencetak kinerja jauh lebih negatif dari LPCK lhoooo….).

Disaat euforia berita MEIKARTA sebetulnya saya sempat scaling-out, menjual 11% di harga 4.800.

Terus pas di penutupan perdagangan bursa hari terakhir Mei, LPCK di banting ke harga 4.140, dan akhirnya saya memutuskan untuk melakukan AVG DOWN kembali, sehingga kini AVG modal turun menjadi 4.460. (Again tidak murni harusnya modal saya kini di 4.835).

LPPF, salah satu saham terfavorit saya. Walaupun WB mengwanti-wanti badai akan datang buat sektor retail toko fisik (karena pengaruh e-com), saya percaya infrastruktur negeri kita belum mendukung hal tersebut, sehingga pengiriman antar wilayah masih mahal dan akses ke technologi belum merata sehingga kinerja Matahari masih akan bertahan untuk tahun-tahun mendatang.

Lihat saja para emiten, banyak yang mala memilih berekspansi ke luar negeri ketimbang mencoba penetrasi pasar Indonesia Timur.

Cukup mengejutkan, pasca ex-dividen, harga saham malah melonjak naik, sehingga memberi saya kesempatan untuk scaling-out, jadi saya jual 15% di harga 15.625.

Namun siapa sangka setelah itu harga saham LPPF kembali terkoreksi dalam hingga 14.000, jadi dengan senang hati saya kembali buyback di harga 14.425, sehingg kini AVG modal naik menjadi 12.567.

MPPA yang sudah minus 29,32% sebetulnya lebih dalam karena sesungguhnya modal saya masih 1.372.

Sebelumnya setelah LK Q1 dipublikasi, seharusnya masih ada kesempatan CL di harga 1.000 namun saya memutuskan untuk tidak menjual dalam posisi rugi menimbang loss sudah dalam, tuh… ga rela cutloss makin dalam kan???

Saya mencoba memberi waktu setahun lagi untuk lihat apakah ada pembalikan kinerja (atau jual kalau sudah cuan nanti haha… yang mana duluan, atau opsi lain… switch ke saham yang berpotensi memberi keuntungan setinggi loss yang sedang di alami), pelan-pelan sambil lihat dulu karena posisi MPPA di porto tidak terlalu besar sehingga tidak terlalu worry.

ROTI tiba-tiba di akhir bulan Mei, Perseroan mengumumkan rencana right issue (RI) yang membuat gelisah banyak pelaku pasar. Perseroan akan gelar RUPSLB di Juli nanti untuk membahas hal ini. Wacananya adalah penambahan maksimum 1,15 miliar lembar saham baru namun belum diketahui harga RI yang diusulkan.

Sayangnya dari awal bulan saya sudah ingin scaling-out sebagian saham ini di harga 1.750. Namun ga ketemu kesempatan jual, dan akhirnya saya jual sebagian (15%) di harga 1.700 saja. Mala setelah itu, harga saham terus terkoreksi cukup dalam, dan saya kembali buyback di harga 1.545 sehingga kini AVG modal naik menjadi 1.468. Siapa sangka, di penutupan bulan Mei, ROTI malah terus terkoreksi hingga mendekati 1.400.

SCMA, saham dengan porsi terkecil dalam portofolio, padahal SCMA juga salah 1 perusahaan yang saya sangat menyukai.

Kemarin sempat ada kesempatan beli di 2.710 namun saya mengabaikannya karena, biasa… ingin nego lebih murah…lho!!! tapi sesungguhnya pada saat itu saya juga ada saham lain yang lagi di incar, yaitu MIKA, sehingga terjadi saling tunggu menunggu melihat yang mana bisa memberi harga yang lebih murah. Karena keterbatasan dana, saya hanya bisa membeli salah 1. Siapa tau akhirnya mala beli ke LPCK karena MIKA pantul sejak sentuh 1990 dan SCMA pantul setelah sentuh 2700.

Selain semua saham yang sudah saya ringkas diatas, di bulan Mei adalah 1 saham yang sempat saya beli 2x lalu di jual 2x juga. Sudah lama saya tidak masuk ke saham sektor konstruksi setelah exit dengan big loss di NRCA di tahun 2016.

Akhirnya saya kembali melirik PTPP karena pada saat itu valuasinya sudah tergolong sangat murah yaitu PER 16x di harga 2.710. Begitu saya beli, besoknya PTPP mala langsung pantul hingga menembus 3.000, karena pantulannya terlalu cepat, akhirnya saya memutuskan untuk menjualnya terlebih dulu.

Tapi masuk ke minggu ke 2, PTPP kembali terkoreksi lagi dan saya membelinya di 2.770, siapa sangka dia tetap turun hingga 2.700 juga. Tapi pas euphoria Investment Grade semua saham terkesan melompat naik, sekali lagi saya memutuskan untuk menjualnya lagi.

Hm… mungkin dari ringkasan transaksi bulan Mei atas terlihat saya banyak melakukan jual beli saham ya? Sesungguhnya saya lagi mencoba untuk menghapus marjin saya seperti saya pernah bilang, makanya terjadi banyak scaling out (penyusutan bobot), namun banyak kali pula setelah jual sahamnya mala turun, sehingga menjadi tantangan untuk tidak membelinya kembali, atau saham lain yang memberikan diskon yang sangat menarik.

“Kedisiplinan” masih harus saya pertingkatkan lagi kelihatannya, karena dengan setiap godaan beli, tidak mungkin saya akan bisa bebas dari marjin yang saya miliki saat ini.

Itu akan menjadi PR berikut saya, salah satu prinsip moral yang perlu di miliki, yaitu KECUKUPAN.

Sekian untuk Monthly Report bulan Mei 2017, semoga anda jauh beruntung, sabar dan disiplin kebanding saya.

Selamat hari lahirnya PANCASILA! MERDEKA, MERDEKA, MERDEKAAAA!!!

Salam longterm investment,

Alianto Chan

Tags

Author: aliantochan

I'm just an anybody guy who shows strong interest in stock investing. Stock investing is more than just making money, it's a way of life. The way we approach stock investing will reflect the way we are as a person. Choose wisely how you want to invest as to how you would want to live your life. The fundamental principles are the same. Contentment, discipline, endevour, patience, practice and mindfulness are the very true principles of a better person!

Leave a Reply

Your email address will not be published.