Email correspondence bersama IR Mitra Keluarga (MIKA) tgl 02/06/2017

Dear Pak Ali

Mohon maaf atas respon yang lama, dikarenakan beberapa hari yang lalu kami fokus untuk persiapa RUPS, dan baru sempat membalas email bapak hari ini.

Terkait pertanyaan Bapak, akan kami coba jawab sebagai berikut :

1. Jika di lihat dari progress pembangunan rumah sakit baru, 2 unit baru akan mulai beroperasi diperkirakan pada awal 2018. Berarti pertumbuhan kinerja sangat tergantung pada organic growth dan alokasi space untuk penambahan kamar rawat inap dari 12 rumah sakit yang beroperasi. Jika di lihat dari hasil Q1, ada indikasi bahwa pertumbuhan tahun 2017 mungkin stagnan. Bagaimana pandangan ibu terhadap kinerja tahun 2017 ini, apakah Perseroan juga punya target pertumbuhan yang di yakini bisa di capai?

Untuk Tahun 2017 memang kondisinya cukup menantang tidak seperti tahun-tahun sebelumnya dimana Mitra Keluarga selalu dapat meningkatkan pertumbuhannya cukup tinggi. Melihat dari hasil Q1 2017, kami melihat memang adanya tren penurunan oleh karena tingginya base tahun lalu dimana adanya Outbreak Demam Berdarah yang menyebabkan volume pasien meningkat cukup tinggi. Dikarenakan tahun 2017 ini yang sebelumnya kami memprediksi adanya kemungkinan terjadinya outbreak kembali namun ternyata tidak terjadi, kami berencana untuk merevisi target pertumbuhannya, namun untuk angkanya masih kami kaji menunggu hasil pencapaian di semester pertama 2017.

2. Ekspansi rumah sakit Mitra Keluarga sangat terfokus di Pulau Jawa (terutama Jabodetabek dan Surabaya), sedangkan jika di lihat dari demand, wilayah Batam, Medan dan Makassar juga merupakah potensi yang bagus dalam segi pertumbuhan ekonomi. Apa alasan Perseroan berfokus ekspansi di Pulau Jawa?

Mitra Keluarga dalam membangun Rumah Sakit memiliki strategi untuk lebih memprioritaskan pengadaan dokter full time, dimana berdasarkan data kami dari total 20% dokter Full time yang kami miliki, mereka memberikan kontribusi yang sangat besar sekitar 60% terhadap revenue total. Oleh karena ketersediaan dokter di indonesia masih sangat minim dan hanya terpusat di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, maka dari itu saat ini Mitra Keluarga masih berfokus pada 2 area tersebut dimana supply dokternya masih cukup, jika di daerah terpencil maka akan sangat sulit untuk membangun RS sekelas Mitra Keluarga dikarenakan keterbatasan dokter dan juga skill yang dimiliki.

3. Bagaimana Perseroan melihat MEA? Apa yang menjadi tantangan bagi Perseroan dalam menghadapi potensi kompetisi asing dan apa pula menurut Perseroan merupakan tantangan asing untuk masuk ke Pasar Lokal?

Sejauh ini regulasi pemerinta terutama terkait dengan dokter asing masih belum ada regulasi yang memperbolehkan hal tersebut, hal ini juga dilakukan oleh negara-negara lain untuk memproteksi masuknya dokter asing di negara mereka. Tantangan terbesar untuk masuk di industri rumah sakit adalah ketersediaan dokter dan juga tenaga medis yang sangat-sangat terbatas, terutama untuk daerah-daerah remote, oleh karena persebaran jumlah dokter yang tidak merata dan juga lulusan dokter yang terhitung masih sangat sedikut (terutama untuk spesialis).

4. Walaupun kita semua tau bahwa BPJS adalah program jaminan kesehatan yang sangat bagus buat keadilan sosial, namun jika di nilai dari segi bisnis tidaklah menguntungkan bagi rumah sakit peserta. Apa yang menjadi tantangan Mitra Keluarga dalam segi bisnis mengikuti program BPJS? Dan apa saran Perseroan kepada BPJS supaya kedepannya bisa lebih bersinergi dengan rumah sakit swasta?

BPJS tidak sepenuhnya merugikan bagi rumah sakit, karena jika dilihat parsial memang ada beberapa jenis penyakit yang tingkat reimbursement ratenya rendah sehingga pasti akan rugi, namun disisi lain juga banyak jenis penyakit yang memiliki reimbursemnet rate yang masih cukup profitable (namun jangan dibandingkan dengan profit yang bisa dihasilkan RS sekelas MIKA karena pasti akan jauh dibawah), tetapi secara overall BPJS sebenarnya masih cukup menjanjikan asalkan RS bisa memanage seluruh biaya, dalam hal ini untuk menjadi RS BPJS yang profitable, RS harus bisa menjadi Price Taker, efisiensi seluruh cost yang ada dan butuh kerjasama dengan dokter untuk memiliki visi yang sama yaitu efisiensi cost.

Untuk BPJS saran dari kami adalah
untuk tingkat reimbursement rate dibedakan untuk RS Swasta dengan RS Pemerintah, saat ini memang sudah dilakukan (swasta 5% lebih tinggi, namun angka tersebut masih dirasa belum cukup)
proses verifikasi yang lebih cepat, dikarenakan saat ini membutuhkan waktu hampir 45 hari untuk proses verifikasi sehingga dapat menggangu cash flow perusahaan.

5. Realisasi penggunaan dana IPO terlihat cukup lambat, apakah ini di sengajakan menimbang makro ekonomi, atau ada alasan lain? Disamping itu saya juga melihat cashflow Perseroan sangat fantastis, sedangkan capex per RS hanyalah di kisaran 250M, artinya laba per tahun Perseroan sudah bisa membangun 2-3 RS diluar biaya akuisisi lahan, jadi selain pembagian dividen yang besar kepada para pemegang saham, apakah ada rencana lain dalam alokasi modal yang lebih menguntungkan semua pihak?

Tahun 2017 perusahaan menargetkan untuk Capex sebesar 650 M, dimana biaya ini akan digunakan untuk pembangunan 2 Rumah sakit baru (ke13 dan ke14), pengembangan infrastruktur IT, dan juga pembelian tanah untuk ekspansi kedepannya.

Pada tahun ini juga Mitra Keluarga berencana untuk membagikan 71,14% dividen payout ratio atau kurang lebih sekitar 494 Miliar rupiah / Rp. 34 per lembar saham.

6. Perseroan juga dalam proses mengimplementasi sistem SAP yang disebut-sebut akan mempermudah pengambilan keputusan medis dan decentralisasi, apakah ibu bisa jelaskan dalam bahasa yang lebih sederhana, bagaimana sistem ini bisa membantu meningkatkan kinerja Perseroan baik dalam segi efisiensi waktu maupun biaya?

Dengan adanya SAP maka diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih detail bagi Rumah sakit untuk setiap aktivitas-aktivitasnya. Sehingga manajemen dapat menentukan strategi kedepannya dengan lebih akurat dan matang. Saat ini dengan sistem yang ada, ada beberapa keterbatasan informasi yang sulit untuk didapat, oleh karena ini diharapkan dengan menggunakan SAP akan dapat memberikan informasi yang lebih detail dari aktivitas rummah sakit secara keseluruhan.

7. Perseroan juga akhir-akhir ini dikabarkan akan membangun 15 rumah sakit skala kecil (50 beds) secara bertahap, dgn capex 100M/RS. Mohon bisa diceritakan tentang strategi Perseroan dalam ekspansi ini, seperti apa model bisnis ini?

Untuk hal ini kami tidak bisa mengkomentari, dikarenakan kami belum pernah mempublish untuk pembangunan 15 RS kecil yang dimaksud diatas.

Mitra Keluarga saat ini berfokus untuk membangun 6 Rumah sakit sesuai dengan rencana pada saat IPO sampai dengan tahun 2020, dimana saat ini 2 Rumah sakit tersebut sedang dalam proses konsktruksi diharapkan dapat selesai di akhir tahun 2017 dan awal 2018.
Selain itu untuk pasar BPJS kami juga berencanan (diluar pembangunan 6 RS diatas) untuk masuk melalui second brand dengan 2 strategi yaitu Greenfields (membangun dari 0) dan Brownfield (akuisisi RS BPJS yang sudah ada).

8. Jika di lihat dari kinerja 2 tahun terakhir, pertumbuhan pendapatan Perseroan cenderung lebih tinggi di Paruh 1 dibanding Paruh 2, apakah ada trend atau pola tertentu yang membuatnya demikian? Mungkin di pengaruhi liburan panjang dan selebrasi xmas, CNY dan lebaran sehingga kunjungan ke RS jadi meningkat, maybe?

Untuk industri rumah sakit cenderung tidak ada seasonal event yang berulang setiap tahunnya, karena setiap tahun bisa saja terjadi major case yang berbeda-beda sehingga agak sulit bagi kami untuk mengkaitkan hal-hal tersebut dengan performance perusahaan. Misalnya seperti tahun 2016 kemarin terjadi Outbreak Demam Berdarah di Jakarta, namun di 2017 hal tersebut tidak terjadi kembali.

Demikian informasi dari saya, semoga dapat memberikan penjelasan yang lebih jelas untuk anda

Terima kasih

Aditya Widjaja
Investor Relations
aditya.widjaja@mitrakeluarga.com

T+62(21) 45852700 / 800 ext. 8052
F+62(21) 45852727

Mitra Keluarga
Jl. Bukit Gading Raya Kav. 2
Kelapa Gading Permai
Jakarta 14240 – Indonesia

www.mitrakeluarga.com

Tags

Author: aliantochan

I'm just an anybody guy who shows strong interest in stock investing. Stock investing is more than just making money, it's a way of life. The way we approach stock investing will reflect the way we are as a person. Choose wisely how you want to invest as to how you would want to live your life. The fundamental principles are the same. Contentment, discipline, endevour, patience, practice and mindfulness are the very true principles of a better person!

3 thoughts on “Email correspondence bersama IR Mitra Keluarga (MIKA) tgl 02/06/2017”

  1. Terima kasih bro Ali..bermain saham jadi lebih humanis dengan adanya komunikasi dengan pihak emiten. Jadi bukan soal cuan melulu. Merasakan dinamika manajemen dalam mengelola perusahaan meraih kesuksesan juga merupakan sensasi yg tidak kalah asyiknya.

    1. senang rasanya kalau IR jawab pertanyaan kita. Hal ini bukti bahwa emiten tsb memang bekerja untuk pemegang saham. Bagi saya, hal ini bagian dari GCG dan nilai plus dalam memilih saham.

    2. Benar pak yoyok dan pak broker saham. Dgn adanya interaksi maka kita merasa lbh dekat dgn emiten. Bukan masalah apa yg mereka paparkan saja, namun kadang emang kita juga mau tau gmn sikap mrk dlm reapond terhadap pertanyaan kita. Apalg klo kita sentuh issue2 sensitif tentang mrk.

Leave a Reply

Your email address will not be published.