Pentingkah Critical Thinking?

Pernah ga teman-team alami situasi dimana dalam sebuah komunitas, acara networking atau forum terdapat beberapa peserta yang begitu standout, pinter beropini, memberikan ide-ide yang begitu visioner, berdebat dengan begitu hebat menjabarkan fakta-fakta dan ilmu pengetahuan yang begitu luas dan logika? Sosok yang sangat memukau bukan?

Tapi dalam hati kecil muncul perasaan kagum di aduk sama iri, Damn that guy, how he does it??? (or gal biar saya ga dibilang sexist hehehe…).

Dalam komunitas kami persis ada seorang sosok demikian.

Hal itu membuat saya sangat penasaran, mengapa dia bisa? Saya tau dia memiliki IQ yang lebih tinggi, namun apakah dengan demikian maka saya yang punya IQ average tidak akan bisa seperti dia? Saya bertanya…!

Nasehat dari dia untuk bisa berfikir secara kritis sangat sederhana. Bukan masalah IQ, perkembangan pemikiran kritikal bisa datang secara alami dengan cara READ and THINK! Baca lalu berfikir!

Balik berenung, coba cek ke diri kita, berapa banyak dari kita yang saat membaca Laporan Tahunan emiten hanya sekedar membaca saja, lalu telan mentah-mentah setiap kalimat yang di sampaikan oleh management perusahaan? Pernah kah kita mencoba mempertanyakan bahkan menantang ide-ide, strategi dan rencana bisnis mereka?

Namun jujur saja di bursa saham, orang tidak butuh pinter untuk bisa berhasil, hanya butuh sedikit ilmu matematika tingkat SD lalu penuh kesabaran dan kedisiplinan menjalani investasinya bakal bisa sukses.

Lantas buat apa kita berfikir kritis. Jangan salah, berfikir kritis itu bukanlah sebuah metode yang di pelajari seperti dalam kirikulum sehingga jika sudah kuasai langsung bisa merubah dunia. Berfikir kritis itu adalah way of life, sama seperti belajar. Manfaatnya luas, namun tidak terlihat disaat tidak dibutuhkan.

Dengan sesering mungkin kita menantang otak kita untuk berfikir, otomatis otak kita di latih untuk bekerja dan untuk melihat banyak hal dengan cara yang lebih mendalam sehingga membantu meningkatkan pemahaman kita dalam hal tersebut.

Saya memberikan sebuah contoh simple saja. Jika anda punya anak, mungkin anda sudah pernah beli sandal yang jika di injak akan membuat bunyi trompet kecil. Nah, banyak tetangga atau anak teman yang memiliki sandal sejenis, lantas kita juga beli sandal yang sama buat anak kita. Lalu pernah ga kita bertanya, mengapa pasang trompet di sandal? Keren? maybe.

Tapi jika kita memikirkannya, nahhh bukannya dengan adanya trompet, kita bisa tau keberadaan anak kita dengan mendengarkan suara yang dikeluarkan oleh trompet sandal tersebut?

Sama halnya di saham, kita sering bilang saya lebih suka pakai rasio ROA atau ROE atau apa sajalah, nahhh pernah ga kita berfikir, mengapa kita memakai rasio itu untuk mengukur sebuah bisnis, apakah rasio itu berlaku untuk semua bisnis atau hanya perusahaan-perusahaan tertentu saja?

Again, dengan bertanya, kita sedang melakukan Critical Thinking. Kita memaksa otak kita bekerja, melihat sebuah perkara lebih mendalam, sehingga pada akhirnya akan menambah pemahaman kita.

Balik lagi seperti saya bilang, ROA dan ROE emang adalah rasio yang umum dan bagus untuk di pakai, jikapun anda tidak menanyakan mengapa, jika melakukan analisa berdasarkan rasio tersebut, anda juga kemungkinan besar benar, tapi ini namanya ignorance (ketidakpedulian).

Critical thinking menurut saya sangat penting walaupun tidak harus dalam analisa saham. Dengan bisa berfikir secara kritis, maka kita akan lebih terdorong untuk mempelajari model bisnis perusahaan tersebut sehingga lebih bisa melihat prospek masa depannya.

Contoh saat kita menganalisa sebagaimana saya sudah lakukan berkali kali di blog ini, menjabarkan semua data dari tahun ke tahun, pendapatan terus meningkat, laba terus meningkat, nah itu sudah memberi kita sebuah gambaran yang bagus bahwa ini adalah perusahaan yang layak di telurusi, dan ini menurut Howard Marks adalah FIRST LEVEL THINKING (pemikiran seorang biasa), siapa pun yang membaca LK akan mengetahuinya (untung saja, di sini masih begitu banyak orang malas bahkan untuk membaca LK sehingga cukup aman buat kita hahaha…).

Lalu seiring melihat angka-angka fantastis tadi, kita mulai bertanya mengapa pendapatan dia bisa terus meningkat dari tahun ke tahun, apa penyebabnya? Kita akan terpaksa untuk mempelajari kembali model bisnis, strategi penjualan, marketing dsb untuk bisa mendapatkan fakta-fakta baru dan itu akan meningkatkan pemahaman kita terhadap bisnis perusahaan. Ini lah yang disebut Howard sebagai Critical Thinking alias SECOND LEVEL THINKING.

Setiap orang sudah dilahirkan dengan senjata Critical Thinking ini. Hanya saja mungkin sebagian kita belum tau caranya bagaimana bisa membangunkan dia dari otak bawah sadar.

Saya menemukan sebuah article yang cukup ringkas dan menarik untuk membiasakan berfikir secara kritis. Silahkan di baca secara lengkap di sini (How to improve Critical Thinking skills).

Secara ringkas, inilah cara-caranya kita bisa meningkatkan Critical Thinking:

1. Mengasah keterampilan bertanya

A. Pertanyakan asumsi anda
B. Pertanyakan asumsi orang lain
C. Pertanyakan semuanya

2. Mengatur prospektif

A. Mengerti prasangka (bias) anda
B. Pikir beberapa langkah kedepan
C. Membaca banyak buku bagus
D. Posisikan diri anda di sisi orang lain (berempati)
E. Sisikan 30 menit sehari untuk berfikir

3. Gabungkan semuanya

A. Mempelajari dan mengerti semua opsi anda
B. Banyak bergaul sama orang hebat
C. Gagal hingga anda sukses

Last note: ingat Critical Thinking bukan lah sebuah metode kaku, harusnya di latih secara alami pelan-pekan nanti menjadi kebiasaan. Namun harus hati-hati, kritis dan skeptis bedanya sangat tipis. Yang pertama adalah demi pemahaman spiral-up (positive thinking) sedangkan skeptis cenderung adalah spiral-down (negative thinking), sangat beda dalam cara pendekatan.

Semoga article ini memberi manfaat kepada anda.

Salam longterm investment!

Alianto Chan

 

Tags

Author: aliantochan

I'm just an anybody guy who shows strong interest in stock investing. Stock investing is more than just making money, it's a way of life. The way we approach stock investing will reflect the way we are as a person. Choose wisely how you want to invest as to how you would want to live your life. The fundamental principles are the same. Contentment, discipline, endevour, patience, practice and mindfulness are the very true principles of a better person!

2 thoughts on “Pentingkah Critical Thinking?”

    1. Saya setuju dan tidak setuju pak sebetulnya. Pemikiran kritis kadang emang tdk gampang utk di mulai, banyak yg lihat LK saja blm pernah, apa lagi berfikir kritis atas perusahaan yg mau di beli. Dan sy hrs tekankan lagi bahwa tanpa harus berfikir kritis pun jika kita rajin melakukan pembedahan data lama utk mencari perusahaan bgs dan murah, itu sudah cukup utk sukses di shm. Namun kemampuan utk take the next step akan membuat perjalanan menuju sukses lbh singkat (at least that’s what we hope).

      Nah bersangkutan sama saat loss baru berfikir kritis hahaha kadang saya pikir itu mala bkn kritis tapi skeptis, krna dlm kondisi panik lalu mencurigai segala sesuatu krna saat beli tdk melakukan PR.

      Gmnpun, sy kira pemikiran kritis itu adalah bagian dr hidup, jauh lbh bsr dr sekedar shm saja, dan patut kita asah supaya kita yg kedepan bs jadi lbh maju dr kita yg kini dan sebelumnya. Dgn pemikiran kritis juga, banyak hal yg tdk layak kita lakukan dlm hidup bisa kita hindarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.