Cara jitu menjadi investor DISIPLIN!

Ayo ngaku, siapa saja yang ngakak saat membaca gambar ini? Dan siapa pula yang tergelitik menginat masa lalu dari gambar ini? Well, saya tidak tau tentang anda, saya definitely salah sata korbannya.

Dunia judi memang penuh dengan sensasi. Setiap saat harga bergerak, adrenalin kita berpacu seperti mobil menempuh kecepatan 200km/jam atau sebaliknya keringat dingin berkucuran di balik punggung.

Setelah sekian lama kita hidup dalam sengsara panas/dingin seperti itu, sudah kah insyaf? Jika iya, mari kita bahas cara jitu untuk menghindarinya.

Seperti semua hal lain yang baik di dunia ini, tidak ada yang bisa di capai dalam sekedip mata. Untuk bisa berhasil, kita butuh proses dan memaksakan diri di tahap awal, namun jika semua sudah mulai berjalan, saya janji prosesnya akan menjadi lebih mudah dan lebih asik dan kita tidak ingin berhenti melakukanya kecuali kita kembali terjebak membohongi diri kita.

Sebelum saya mulai, saya ingin kembali tanya lagi, apakah anda tanpa gagal setiap tahun baru membuat resolusi baru? Apakah resolusi tersebut tercapai di akhir tahun, apakah anda dengan konsisten mengejar target tersebut?

Kalau saya umumnya hanya hangat-hangat taik ayam, jelang beberapa minggu hingga bulan, semua sudah saya lupakan.

Tapi, bagaimana dalam konteks yang beda, anda berjanji secara serius kepada mertua, teman kerja, guru atau siapa saja yang anda mungkin segani? Yup, cenderung anda akan menepati janji bukan?

Manusia itu punya sifat takut malu. Jika kita berbohong kepada diri kita, it’s ok. Jika kita mengingkari diri kita, it’s ok, bahkan berbohong kepada orang lain juga ok, ASAL TIDAK KETAHUAN, itu jadi tidak ok, hehe…

Nah… Jurus jitu menjadi seorang investor disiplin adalah KEJUJURAN. Namun jujur kepada siapa? Caranya bagaimana?

Disini saya ingin kembali mengajak anda bermulai nge-blongging. Catatkan lah perjalanan investasi anda dalam sebuah situs gratis (wordpress.com atau blogger.com) secara rutin, minimal per bulan sekali.

Coba pikirkan lagi, terakhir kali anda cutloss di saham seperti TRAM atau BUMI, sangking keselnya mungkin anda sudah berjanji ke diri tidak akan sentuh saham seperti itu lagi. Namun jedah minggu hingga bulan, begitu saham-saham terlarang itu kembali memanggung, apa yg anda lakukan? Ya, ikut kereta lagi, cutloss dalam atau untung seupil lagi, dan terus-terusan proses ini berlarut.

Untuk merubah kebiasaan buruk dan kembali menanamkan kebiasaan baik, hanya 3 langkah yang butuh dilakukan, yaitu:

1. Mengaku kesalahan.

2. Berjanji tidak mengulangnya lagi.

3. Balik ke langkah 1 lagi.

Ingat apa yang anda tulis di blog akan di baca dan di kritik oleh banyak orang baik yang anda kenal maupun yang tidak, tapi itu tidak penting. Karena konsepnya sederhana. Jika anda berani tulis di medsos, berarti anda pasti sudah tidak takut ketahuan lagi. Ketakutan akan dinilai buruk, anda akan lebih berhati-hati dengan apa yang anda janjikan.

It’s ok jika dalam perjalanan anda kembali melakukan kesalahan yang sama, namun ingat, lakukan 3 hal atas lagi! Ngaku secara jujur, janji tidak mengulangnya lagi, ulangi langkah 1.

Efek dari berkali-kali janji namun masih mengulang kesalahan yang sama suatu saat akan membangunkan kesadaran anda atas kekonyolan sikap anda, dan mudah-mudahan itulah saatnya anda benar-benar bangun dan sadar untuk melakukan hal yang benar. Apalagi kejujuran anda akan membuah hati anda lega, mengurangi beban pikiran yang harus anda pikul sendiri.

So, you see… Secara otomatis blog anda bisa menjadi sebuah mekanisme otomatis yang akan selalu mengawasi tingkah dan perbuatan anda.

WB bilang, “rantai kebiasaan itu terlalu ringan untuk dirasakan, hingga terlalu berat untuk diputuskan“.

Jika kita abaikan hal-hal buruk yang kecil terlalu sering, maka nanti ini akan berkembang menjadi kebiasaan buruk yang susah di lepaskan. Untungnya, ini juga berlaku untuk kebiasaan baik. Mari mulailah dari satu titik awal sehingga satu hari nanti rantai kebiasaan baik ini akan menjadi begitu kokoh hingga tidak bisa di putuskan lagi.

Anda yang ingin bermulai mungkin berfikir, apa yang harus anda tulis? Tanyalah ke dalam hati, apa yang mengganggu mu dalam perjalanan investasi saat ini, curhatlah! Sama juga dengan hal yang membuat mu bahagia dalam perjalanan investasi, berbagilah! Tulislah dengan penuh hati dan sejujur-jujurnya. Orang tidak akan menilai anda dari cara tulis namun dari isi dan makna cerita anda.

Dari 3 langkah atas, yaitu berjujur, berjanji dan berulang, lama kelamaan anda akan menemukan momentum anda. Sehingga tulisan anda bisa berkembang menjadi lebih luas.

Banyak yang tidak ingin bermulai blogging cenderung beranggapan bahwa dia belum siap, karena belum bisa berbagi sesuatu yang bermanfaat kepada publik. Siapa bilang? Dengan mengakui kesalahan secara jujur sebetulnya sudah merupakan sebuah edukasi yang baik, paling tidak anda berusaha menghindari yang lain berbuat kesalahan yang sama yang sudah anda alami.

Nge-blogging tidak hanya membantu anda sampai disitu. Lewat tulisan, maka anda kembali di paksa untuk melihat situasi sebagai orang pihak ke 3 seperti halnya sedang melihat orang sedang bermain catur. Saat kita melihat 2 orang sedang bermain, koq rasanya kita lebih jeli dan bisa melihat langkah yang akan dilakukan mereka selanjutnya, namun si lawan belum tentu bisa melihatnya? Begitu kita menulis, kita kembali memutarkan waktu balik ke kejadian sebelumnya, lalu menulisnya dalam sebuah cerita pendek, sehingga kita akan jauh memahami situasi sesungguhnya, persis seperti ber-renung. Itulah  hebatnya.

Saya sendiri sudah nge-blogging sejak awal tahun 2016, sudah setahun empat bulan berlalu, banyak yang sudah saya ceritakan tentang diri saya, dan tidak kurang juga hal lain yang bisa saya sampaikan. Dan semua ini menjadi kompas saya dalam perjalanan menuju sukses yang ingin saya capai. Tidak sedikit kesalahan yang saya lakukan, namun secepat mungkin juga saya menyadarinya baik karena sadar diri maupun disadarkan oleh teman di media maya.

Komunitas kami sangat terinspirasi dengan metode blogging ini dari admin grup, bahkan sekarang sudah beberapa yang memulainya termasuk saya tentunya, dibawah adalah list blog member komunitas kami yang sudah go-public, mungkin masih banyak lagi dalam proses, namun belum siap untuk berbagi secara umum:

http://eksplorasidatasaham.wordpress.com

http://catatansaham.com

https://idoinvestment.blogspot.co.id

http://iwandwibekti.blogspot.co.id

Semoga lewat tulisan ini saya bisa memberi anda inspirasi untuk bermulai nge-blogging juga. Mari curhat bersama dan saling mengawasi diri kita demi kesuksesan dalam berinvestasi saham.

Sekian untuk article kali ini, sampai ketemu lagi di article berikut.

Salam longterm investment,

Alianto Chan

Nb: Jika satu saat nanti, saya telah berhasil memujuk anda untuk nge-blogging, mohon bisa tuliskan situs blog anda di bagian komentar dibawah article ini.

Tags

Author: aliantochan

I'm just an anybody guy who shows strong interest in stock investing. Stock investing is more than just making money, it's a way of life. The way we approach stock investing will reflect the way we are as a person. Choose wisely how you want to invest as to how you would want to live your life. The fundamental principles are the same. Contentment, discipline, endevour, patience, practice and mindfulness are the very true principles of a better person!

6 thoughts on “Cara jitu menjadi investor DISIPLIN!”

  1. yang penting pilih sahamnya yg bener. Kalo udah bener pilih saham. Harga turun juga ga perlu cut loss. contoh: LPCK. hehe. Tadinya saya share di blog saya LPCK minus 9 persen. Lalu saya berhasil hold di LPCK. Sekarang udah ga floating minus lagi. hehehe..

    1. Kata “Benar” itu susah pak buat setiap orang. Disaat harga naik kita dipandang benar, disaat harga turun kita dipandang salah. Ujung-ujungnya sih balik ke kepercayaan diri kita masing-masing. Untuk bisa memiliki kepercayaan diri tidak ada jalan lain tapi belajarlah dengan giat sehingga kita bisa memiliki riset/analisa/opini kita sendiri. Mari belajar meningkatkan kemandirian dan kapasitas diri dalam ilmu investing! thx pak Panji atas komentarnya dan congrats LPCK, jgn lupa bsok launching MEIKARTA di Cikarang, selamt berbelanja bsok ya? haha!

    2. LPCK di porto ane minus 33% 🙁
      Perlu nambah kepemilikan buat ngurangi gap ga ya? Fundamental bagus kenapa harga jeblok sekali ya..

    3. Jika anda seperti sy yg sudah invest sejak 1thn yg lalu dan tdk melakukan avg down maka cenderung minus anda 40-50% pak.

      Hrus avg down atau tidak saya sih ga berani saran krna sy harus ngerti dlu pandangan bpk terhadap lpck, dan apakah bpk seorang fundamentalis yg melihat jangka panjang atau pendek. Jd susah menjawabnya pak.

      Coba bpk tanya kan ke diri dlu, mengapa dlu beli lpck? Dari situ kembali timbang apa yg berubah, mungkin bisa jd pedoman apakah shm ini layak di tambah, di jual atau bagaimana.

      Krna bpk tanya tentang aksi, jd mohon maaf jika sy asumsi bpk ms blm bgitu penglaman di shm, jd saran terbaik saya adalah, jagalah diversifikasi yg wajar, jgn sampai 1 shm merusak over-all porto, krna cenderung jika kita melihat nilai porto kita jauh berkurang, faktor psikologi nnti suka bermain menghilangkan semangat kita. Jd jika lpck di porto byk sdh terlalu bsr, maka abaikan saja, namun klo porsinya kecil, ya berarti ms ada kemungkinan utk tambah jika menilai shm ini secara FA blm berubah sejak bpk membelinya.

      Contohnya saya: lpck sy setelah avg down kini sdh menempati modal +/- 20% dr porto, dan menurut sy itu adalah porsi yg cukup besar, sehingga sy pun stop avg down hanya menanti pantulannya, dgn gini sy lbh bisa menjaga fluktuasi porto, sehingga jikapun nnti sy salah di lpck, 1 shm tdk akan terlalu merusak porto sy secara total.

      Semoga bermanfaat pak penjelasan sy, goodluck ya di lpck.

  2. Terima kasih, pak. Tulisannya jujur dan mengispirasi. Salut buat semangatnya untuk tetap belajar dan mau berbagi pengalaman dengan yg lain.

    1. Sama sama pak edi. Smoga bermanfaat dan makin byk yg sharimg ilmu dan pengalaman kedepannya sehingga akan sangat membantu komunitas investasi saham di indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.