LPPF: Matahari bersinar terang

Sekilas sejarah Perusahaan:

logo-matahariPT. Matahari Department Store Tbk (“Matahari” atau “Perseroan”) adalah perusahaan ritel terkemuka di Indonesia yang menyediakan perlengkapan fashion, aksesori, kecantikan, hingga peralatan rumah tangga dengan harga yang terjangkau. Matahari menghadirkan produk-produk stylish berkualitas tinggi serta pengalaman berbelanja yang istimewa, bekerja sama dengan pemasok lokal dan internasional yang terpercaya untuk menawarkan beragam produk terkini dari merek eksklusif dan merek internasional.

Posisi Matahari sebagai department store pilihan di Indonesia didukung oleh jajaran merek eksklusif yang diusungnya. Hanya dijual di gerai-gerai Perseroan, merek-merek tersebut secara konsisten berada di antara merek-merek terbaik di Indonesia, memenangkan sejumlah penghargaan terkait desain, kualitas dan nilai, sehingga membuktikan pemahaman Matahari akan kesadaran pelanggannya terhadap nilai sebuah produk.

Matahari telah hadir di kancah ritel Indonesia selama hampir enam dekade. Gerai pertamanya, yang merupakan toko pakaian untuk anak-anak, dibuka pada 24 Oktober 1958 di Pasar Baru, Jakarta. Sejak itu, Matahari terus berkembang menjadi perusahaan nasional, membuka department store modern pertama di Indonesia pada tahun 1972 dan mendirikan basis konsumen setia di seluruh Indonesia. Dengan jaringan 142 gerai di 66 kota hingga akhir tahun 2015, Matahari menyediakan lapangan pekerjaan bagi 50.000 orang di Indonesia dan mendapatkan 80% produk pembelian langsung dan konsinyasi dari sekitar 850 pemasok lokal.

(Maaf, sampai sini masih copy+paste dari Annual Report 2015, malas mau tulis dengan kata-kata sendiri.)

Di tahun 2009, Perseroan melakukan spin off dari PT Matahari Putra Prima Tbk (MPP) untuk membentuk entitas baru, yakni PT Matahari Department Store Tbk (Matahari) dan backdoor listing di Bursa Efek Indonesia lewat perusahaan afiliasi MPP yaitu PT. Pacific Utama Tbk (LPPF original) anak usaha dari PT Multipolar Tbk (MLPL).

Lalu di bulan April tahun 2010, Matahari di akuisisi oleh CVC Capital Partners (CVC) lewat cucu usaha yaitu anak dari Meadows Asia Company (MAC) yaitu Asia Color Company Limited (ACC).

MAC adalah usaha patungan antara MLPL dan CVC dimana kepemilikan saham masing-masing perusahaan adalah 20% dan 80%. Dengan aksi korporasi ini, maka MAC berhasil memegang 98% saham Matahari lewat ACC sedangkan sisa 2% dimiliki oleh publik.

Kemudian pada 28 Maret tahun 2013 ACC melepas sebagian besar kepemilikannya di saham Matahari ke publik sehingga meningkatkan kepemilikan publik dari sebelumnya pada waktu itu 1,85% menjadi 47,35%.

Antara Maret 2014 hingga Februari 2015, ACC terus mengurangi kepemilikan saham di Matahari, dan per 28 Februari 2015, ACC hanya tercatat memiliki 2,00% saham Matahari, sementara PT Multipolar Tbk memiliki 20,48% dan publik 77,52%.

Analisa fundamental:

Analisa Overview:

lppf-00-overall

Dari data atas kita bisa lihat bahwa sejak tahun 2010 terjadi peningkatan Pendapatan yg drastis naik dari 617M menjadi 4,092T banding tahun 2009. Ini sejalan dengan apa yg sudah kita baca di bagian riwayat sejarah Perseroan, dimana pada tahun 2009 terjadi divestasi dan LPPF masuk ke bursa dengan akuisisinya Matahari Department Store. Jadi sesungguhnya sebelum terjadinya akuisisi ini, maka kinerja sebelum itu boleh saja kita abaikan, karena tidak mencerminkan kinerja Matahari sesungguhnya. Itulah pentingnya mengapa kita harus mengetahui perusahaan terlebih dahulu sehingga kita bisa mengartikan angka-angka yg kita lihat.

Secara Pendapatan, terlihat sejak tahun 2010 hingga 2015 terjadi peningkatan yg baik mulai dari 4,092T hingga tahun lalu sudah mencapai angka 9,007T peningkatan 120% dalam 5 tahun, not bat ya?

Lalu secara Laba Usaha, dari tahun 2010 hingga 2015, terjadi juga peningkatan dari 1,093T menjadi 2,338T.

Dan terakhir Laba Bersih meningkat dari 835M di tahun 2010 menjadi 1,781T di tahun 2015.

Secara gambaran besar, ini adalah perusahaan yg menarik, sehingga layak utk kita perhatikan.

Sebelum kita lanjut utk pembahasan 5 komponen sebagaimana biasanya saya mengulas fundamental, saya mau sharing sedikit dulu tentang perubahan aplikasi yg saya pakai dalam analisa saham baik utk yg ini maupun yg kedepannya. Mungkin anda yg jeli sudah bisa melihat bahwa data atas tampilannya sudah beda, tidak seperti sebelumnya dimana saya ambilnya dari Morningstar.

Mulai bulan ini saya sudah menjadi aktif pengguna aplikasi dari Stockbit.com. Mungkin banyak yg mengenalnya sebagai forum saham utk perbincangan seputar dunia saham namun sesungguhnya Stockbit juga memiliki banyak fasilitas data fundamental yg layak kita acui jempol.

Mengapa saya melakukan switching dari Morningstar ke Stockbit? Karena sebelumnya di Morningstar kita masih bisa melihat fundamental saham yg umurnya belum genap 10 tahun di bursa seperti ROTI, LINK, MIDI dkk. Namun tidak tau upgrade sistem apa yg telah mereka lakukan, sehingga kini data-data fundamental mereka sudah tidak di tampilkan lagi.

Sejak itu saya banyak berfikir. Di dunia ini memang jarang ada yg gratis, kalau adapun kadang hanya sesaat saja (masih ingat toh yg namanya trial 3 hari, 7 hari, 1 bulan hehe). Sama dgn blog ini, jika anda pikir adalah GRATIS, maka anda benar, karena saya punya cara lain utk mencari uang, namun jika nanti cara-cara lain tidak jalan, siap-siap saya tawarin anda produk hahaha! #kidding

Anyway, Morningstar harus saya akui sangat bagus data yg mereka sajikan, namun jika mau full akses maka kita harus merogoh kocek yg dalam, well, jujur saya tidak cek sih harus bayar berapa sebulan, namun intuisi saya bilang tidak kurang dari beberapa ratus USD per bulan, dan saya belum siap utk membayar begitu mahal.

Nah, saya balik berfikir, ada beberapa teman saya yg sudah join di Stockbit.com dan mereka juga bisa menampilkan data yg juga sangat lengkap, jadi saya pikir mungkin saatnya saya join StockbitPro juga, toh ini perusahaan lokal, kita juga harus ikut bangga dan support donk terhadap perusahaan-perusahaan lokal yg berkarya dan bisa memberi manfaat. Stockbit hanya mengcharge beberapa ratus (ribu) saja per bulan namun dalam Rupiah bukan USD.

Banyakkan, kita di dunia saham tidak jarang harus menanggung rugi baik itu jutaan hingga mungkin ratusan juga, masa iya sebulan 150rb-250rb kita tidak rela, padahal fasilitas yg diberikan kepada kita sangat mungkin memberikan manfaat yg jauh lebih berharga, yaitu kemampuan utk menganalisa dgn supporting data fundamental yg sudah tersusun rapi dan arsip hingga puluhan tahun kebelakang, sehingga membuat analisa kita lebih praktis dan mudah tidak perlu download setiap LK dari IDX.

Jadi, saran saya buat anda, cobalah subscribe ke Stockbit Pro utk 1 tahun dulu, atau minimal 1 bulan dulu, jangan ambil trial, 3 hari tidak akan memberi anda gambaran yg jelas, lagi pula belum tentu dalam 3 hari itu anda akan bisa memanfaatinnya secara maksimal.

Ingat jika mau sukses, jangan lah pelit dengan ilmu, baik itu membagi maupun mencari. Hargai hak cipta orang lain, selayaknya anda ingin di hargai.

Lewat article ini saya akan membahas, aneka fasilitas yg tersedia oleh Stockbit.com dari module fundamental. Sebetulnya sana juga banyak module TA, namun saya tidak tertarik dengan indikator TA, sehingga fokus saya cuman di FA saja. Hm… sepertinya saya harus minta komisi nih ke Stockbit, mempromosikan aplikasi mereka disini haha!

Well ok, back to saham!

Komponen 1: Profitabilitas

lppf-01-profitability

Secara Margin Laba Kotor, terlihat sangat konsisten sejak 2010 hingga 2015, berada di range antara 62% hingga 66%. Sangat menarik.

Secara Margin Laba Usaha, juga sangat konsisten dalam 5 tahun terakhir, yaitu di range antara 26% hingga 28%.

Terus utk Margin Laba Bersih, kecuali tahun 2011, berada di range antara 17% hingga 20%.

Yang menarik adalah, Matahari adalah perusahaan yang sangat efisien. Perusahaan bisa mencetak laba yg begitu besar dengan asset yang begitu kecil. Lihat saja ROAnya (Return on Asset) yg terus meningkat selama 5 tahun terakhir dari 15,43% hingga kini mencapai 45,79%. Rasio ini menggambarkan seberapa efisien Perseroan mencetak Laba dari setiap Rupiah asset yg ditanamkan. Jika rasionya adalah 45,79% maka artinya dalam setiap Rp1000 asset yg mereka miliki saat ini, asset tersebut bisa menghasilkan Laba Rp457,9. Artinya lebih kurang 2 tahun saja, Perseroan bisa balik modal.

Tentunya hal ini juga harus kita lihat dari segi business model yg Perseroan miliki. Memang assetnya tidak ada yg capital intensive (berat di modal) tidak seperti sektor manufaktur yg membutuhkan mesin produksi maupun bisnis distribusi yg memerlukan armana logistics.

Terlepas dari itu semua, secara profitabilitas, Matahari sangat fantastis. Modal kecil, keuntungan masif!

Komponen 2: Pertumbuhan

lppf-02-growth

Data yg disajikan oleh Stockbit.com hanya menampilkan data Pertumbuhan utk 3 tahun saja. Namun tidak masalah, sudah cukup memberi indikasi yg baik ke kita utk pertumbuhan Perseroan.

Bisa di lihat dari data atas bahwa:

Secara pertumbuhan majemuk alias CAGR 3 tahun, Pendapatan Matahari tumbuh 17% per tahun hingga 2015 (diukur dari Pendapatan 2012 hingga 2015).

Sedangkan utk Laba Kotor, CAGR 3 tahun adalah 15,2% hingga 2015.

Dan utk Laba bersih, CAGR 3 tahun adalah 32,2% hingga 2015.

CAGR = Compounded Average Growth Rate alias Tarif pertumbuhan majemuk rata-rata setiap tahun.

Apa kesimpulan yg bisa kita tarik dari data atas? Pertumbuhan Pendapatan lebih tinggi dari Pertumbuhan Laba Usaha, artinya Matahari sudah tergolong mentok di efisiensi usaha atau bisa juga gagal dalam efisiensi usaha, sehingga utk bisa mencetak Laba Usaha yg lebih tinggi, maka Matahari harus bisa menjual lebih banyak.

Namun Matahari masih bisa melakukan efisiensi di bagian Non-usaha, ini terlihat dari Pertumbuhan Laba Bersih yg jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Pertumbuhan Laba Usaha maupun Pendapatan. Ini karena Matahari dalam beberapa tahun ini dengan giat mengurangi beban pinjaman bank, sehingga beban bunga pun turun drastis, sehingga menyebabkan Laba Bersih meningkat cukup drastis.

Komponen 3: Arus Kas

lppf-03-cashflow

Arus Kas dari Aktivitas Operasi (OCF) sangat fantastis. Sejak tahun 2010 hingga 2015, tanpa gagal selalu berada di nominal yg jauh lebih besar dari Laba Bersih. Ini menunjukan kepada kita bahwa Laba Bersih yg diperoleh Matahari benar ada uangnya masuk, bukan hanya sebatas Laba dalam pembukuan saja.

Jika dilihat di bagian bawah sama menarik. Capital Expenditure (Pengeluaran perbelanjaan utk maintain bisnis) sangat minim, alhasil, Matahari bisa mendapatkan Arus Kas Nganggur (Free Cash Flow) yg masif. Ini ibaratnya Mesin Pencetak Uang, sama halnya dengan SCMA yg kita bahas sebelumnya.

Perusahaan yg memiliki Free Cash Flow masif umumnya akan memiliki 3 pilihan penggunaan dananya:

  1. Membagi dividen yg besar kepada pemegang saham (sudah di lakukan)
  2. Melunasi utang berbunga (sudah juga dilakukan)
  3. Berekspansi besar-besaran (dalam proses)

Nah, saat ini banyak di kalangan medsos para pakar sedang berdebat atas kelayakan Matahari berinvestasi di eCom (you know what I’m talking). Ada yg bilang itu adalah aksi bakar duit karena semua eCom besar sedang berdarah-darah perang harga, ada juga yg Pro terhadap langkah ini karena menimbang trend perbelanjaan consumen Indonesia menuju ke arah sana.

Well, disini saya hanya ingin bilang 1 hal: Who cares man! duit dia banyak, suka-suka dia lah mau napain! Jika ini adalah tindakan bodoh, maka nanti kita akan tau dari laporan keuangan selanjutnya. Namun saat ini, semua terlihat ok saja koq.

Jujur, saya tidak terlalu tau seberapa bagus bisnis eCom ini, dan menurut saya Matahari memiliki track-record kinerja yg bagus selama 5 tahun terakhir, jadi saya akan berasumpsi disini Perusahaan yg bagus dengan kinerja yg bagus akan selalu bagus, walaupun sesungguhnya kita semua tau itu adalah tidak benar, namun jika kita fokus dan tekun menjalani cara analisa kita secara konsisten, maka saya sangat yakin dengan cari ini kita akan tetap lebih banyak benar daripada salah.

Intinya yg ingin saya tunjukan disini adalah: tidak setiap kita memiliki kapasitas utk menganalisa hal-hal rumit, jadi kadang ada jalan yg lebih simple buat kita. Mungkin kita tidak akan bisa sesukses orang yg hebat dalam riset yg mendalam dan memiliki wawasan luas seputar dunia usaha maupun makro ekonomi, namun saya yakin jika kita bisa tekunin dengan analisa simple dan konsisten, maka kita akan bisa mendapatkan hasil yg cukup bagus, akan ada lebih banyak benar daripada salah pastinya, walaupun kinerja perusahaan bisa berubah, tapi kita akan bisa menciumnya asal kita konsisten lalukan apa yg sudah kita lakukan saat ini.

Komponen 4: Kesehatan Perusahaan

lppf-04-health

Secara jangka pendek: Baik Current Ratio maupun Quick Ratio terlihat sedikit kurang bagus. Harusnya Current Ratio utk perusahaan sehat adalah minimal 1,5x sedangkan Quick Ratio minimal 1x. Namun, jika kita pelajari lebih rinci dari bagian Neraca/Balance Sheet, maka kita bisa lihat bahwa Utang yg ada semua merupakan Utang non-bunga sehingga menjadi jauh aman. Lagi pula sebetulnya jika Matahari tidak membagikan dividen yg besar setiap tahunnya, maka dia akan memiliki Kas dan setara Kas yg jauh lebih besar. Toh, Perseroan sangat yakin dengan kelancaran bisnisnya sehingga dia berani membagikan dividen yg besar.

Secara jangka panjang: Perseroan tidak memiliki utang berbunga, sehingga Debt to Equity rationya (yaitu Utang Berbunga dibagi Total Ekuitas) adalah Nihil. Sedangkan Financial Leverage (yaitu Total asset dibagi Total Ekuitas) adalah 3,52x, artinya Ekuitas sangat kecil dibanding Utang.

Idealnya sih Financial Leverage dibawah 2x. Karena Asset = Liabilitas + Ekuitas, sehingga jika Ekuitas > Liabilitas, maka saat Asset dibagi Ekuitas hasilnya akan lebih kecil dari 2x berarti Perusahaan makin sehat. Jadi ingat, utk Financial Leverage ratio, jika:
1. Total Ekuitas > Total Liabilitas, maka Financial Leverage < 2x itu bagus
2. Total Ekuitas < Total Liabilitas, maka Financial Leverage > 2x itu kurang bagus.

Komponen 5: Efisiensi Perusahaan

lppf-05-efisiensi

Disini biasanya hanya 1 faktor yg menjadi perhatian saya, yaitu CASH CONVERSION CYCLE (CCC). CCC adalah ratio yg dipakai utk mengukur seberapa cepat uang Perseroan berputar. Ratio ini diukur dalam satuan hari, yaitu berapa hari yg dihabiskan utk membeli stock lalu menyimpan sebagai persediaan lalu di produksi dan dijual, hingga uangnya masuk kembali dari tagihan dan akhirnya di potong dengan hari yg dibutuhkan utk melunasi utang pembelian.

Sejak 2010 hingga 2015, CCC Matahari selalu minus, berarti boleh di bilang Perseroan tidak membutuhkan uang dalam proses jual/beli barang.

Contoh tahun 2015, CCC Matahari adalah 52,97 hari (dibulatkan menjadi 53 hari). Artinya, Perseroan bisa berutang kepada si pemasok/supplier terlebih dulu, lalu masukin barang ke gudangnya, lalu di jual dan kemudia dia tagih ke pelanggan. Setelah proses beli dan jual atas sudah selesai, Perseroan pun masih memiliki waktu sebanyak 53 hari lagi sebelum dia harus memenuhi kewajibannya utk membayar kepada si pemasok. Menarik kan? Apakah usaha anda juga demikian?

Nah sampai di sini kita sudah membahas 5 komponen penting dalam analisa fundamental secara gambaran besar. Selain kesehatan Perseroan yg sejenak terlihat kurang bagus, namun kita juga sudah ketahui alasannya yaitu pengaruh pembayaran dividen yg besar, maka sebetulnya ini adalah perusahaan yg sangat ideal buat di invest. Karena kinerja selama 5 tahun terakhir sangat konsisten, menguntungkan dan cashflow pun sangat kuat!

Namun bagaimana dengan analisa jangka pendek? Lets follow the story!

Analisa: Follow the Story

lppf-2-qoq
Data Dalam Nominal 2Q14 to 3Q16
Data Dalam Persentase 2Q14 to 3Q16
Data Dalam Persentase 2Q14 to 3Q16

Sekarang thanks to Stockbit saya sudah bisa menggunakan data 10 kuartal dimana sebelumnya dari Morningstar hanya memberikan 5 kuartal saja.

Terlihat dari data gambar No.1 atas bahwa Matahari cenderung mencetak Pendapatan dan Laba yg tinggi di Q3 sejak 2014 hingga 2015. Namun di 2016 Pendapatan dan Laba yg tinggi malah di cetak pada Q2, ini sebetulnya banyak hubungan dengan seasonal sales dimana Lebaran jatuh di Q3 pada tahun 2015 dan 2014. Sedangkan di 2016, Lebaran jatuh di Q2.

Lalu kita juga bisa lihat bahwa di setiap Q1 kinerja Matahari adalah paling rendah, sedangkan season sales di Q4 tidak memberi dampak yg terlalu berarti.

Jadi lewat kinerja triwulan kita juga bisa menarik beberapa kesimpulan atas kemungkinan pencapaian Perseroan di masa yg akan datang.

Terus di gambar No. 2 kita bisa lihat bahwa Margin Laba Kotor Perseroan juga sangat konsisten antara 62% hingga 64% di 10 triwulan terakhir, terlepas dari besar kecilnya Pendapatan di setiap Q.

Namun cerita yg sedikit berbeda utk Margin Laba Usaha. Karena sebagian besar Beban Usaha Perseroan adalah Beban Tetap, maka pada saat Perseroan berhasil meraih Pendapatan yg lebih tinggi, maka Margin Laba Usaha pun ikut meningkat, sedangkan pada saat Pendapatan menurun, Margin Laba Usaha pun ikut menurun.

Utk Margin Laba bersih fluktuasi tidak jauh beda dengan trend Margin Laba Usaha.

Analisa: Prospek Bisnis

matahari-kemangHingga September 2016, pasca peresmian Gerai baru Matahari di Lippo Mal Kemang, kini Perseroan sudah memiliki total sebanyak 147 Gerai yg tersebar di seluruh Indonesia.

Perseroan memiliki target Gerai baru sebanyak 8-10 Gerai per tahun. Untuk tahun 2015, Perseroan berhasil membuka sebanyak 11 Gerai baru dimana hanya 4 dari jumlah Gerai baru tersebut berlokasi di Jabodetabek termasuk Karawang. Sisa 7 gerai lain tersebar di wilayah di luar Pulau Jawa, antara lain di: Singkawang, Bau Bau, Kupang, Yogyakarta (2), dan Mataram (2).

Sedangkan di tahun 2016 ini hingga bulan September total Gerai yg di operasikan baru berjumlah 5 Gerai antara lain di: Cileungsi, Jambi, Tanjung Pinang dan Mojokerto di Paruh 1 dan Kemang (Gerai ke 21 di Jakarta) di Paruh 2. Perseroan menargetkan pembukaan 2-4 Gerai baru di Paruh 2, sehingga masih ada 1-3 lagi yg bisa kita nantikan hingga tutup tahun 2016.

Strategi bisnis Perseroan cukup simple. Terus berfokus di penjualan produk-produk kebutuhan sekunder dengan harga yg terjangkau seperti: pakaian fashionable, aksesoris, produk kecantikan dan sejenisnya dengan pembagian 65% merupakan produk konsinyasi dan 35% merupakan private label dengan merk ekslusif milik Perseroan. Market yg di sasar adalah segmen menengah.

Setiap gerai baru yg diluncurkan akan memilik luas area sekitar 5.000 hingga 9.000 m2 dengan nilai investasi +/- Rp 30M hingga Rp 40M per gerai. Capex utk tahun 2016 ditargetkan sebesar Rp 450M hingga 500M dan berasal dari kas internal.

Target pertumbuhan Pendapatan utk tahun 2016 adalah 10% dari tahun 2015 alias 9,9T. Hingga Q3, Perseroan sudah meraih Pendapatan sebesar 7,5T sehingga utk Q4 target pencapaian adalah 2,4T. Jika target ini tercapai, maka diestimasi Laba bersih Perseroan akan meningkat menjadi Rp 2,049T dibanding Rp 1,781T di tahun 2015, alias kenaikan Laba Bersih sebesar 15%.

Analisa: Perbandingan Kompetitor

Untuk perbandingan kompetisi saya memilih 3 perusahaan yg menurut saya memiliki model bisnis yg cukup mirip walaupun di pangsa pasar yg mungkin agak berbeda. Agak sulit utk memilih kompetitor yg persis apple-to-apple ke LPPF.  3 Kompetitor yg saya pilih antara lain adalah: RALS (Ramayana), MAPI (karena ada SOGO) dan terakhir ACES (Ace Hardware). Coba kita lihat perbandingan kinerja mereka berdasarkan hasil Laporan Keuangan 3Q16 isolated:

lppf-comp-profit
Perbandingan Margin Laba: LPPF, RALS, MAPI & ACES

Secara Margin Laba Kotor, LPPF memiliki Margin yg paling tinggi yaitu 62,7% diikuti oleh ACES 47,6%.

Secara Margin Laba Usaha, masih LPPF yg paling tinggi yaitu 23,9% sedikit diatas ACES yaitu 23,1%

Namun utk Margin Laba Bersih, ACES mengungguli LPPF sedikit yaitu dgn Margin 19,6% vs 19,3% sedangkan RALS maupun MAPI masih kalah jauh.

lppf-comp-mngmt
Perbandingan Efektivitas Management: LPPF, RALS, MAPI & ACES

Dalam ratio efektivitas management, terlihat LPPF mengungguli pesaingnya dalam segala sisi, baik itu ROA, ROE, ROCE maunpun ROIC bahkan secara perputaran uang usaha pun alias Cash Conversion Cycle pun LPPF jauh menarik dengan angka -68,69 hari dibanding RALS yg hanya -10,89 hari.

lppf-comp-solvency
Perbandingan Kesehatan Keuangan LPPF, RALS, MAPI & ACES

Secara kesehatan keuangan, terlihat ACES adalah yg terbaik. Memiliki Current dan Quick ratios yg paling cantik sehingga membuatnya sangat aman utk jangka pendek, sedangkan LPPF adalah yg paling jelek. Namun hal ini sudah kita bahas di komponen no.4 diatas.

Secara ratio jangka panjang, yaitu Debt to Equity hanya MAPI yg menunjukan signal jelek, memiliki utang berbunga yg sebesar 1,36x. Namun kalau di lihat dari overall Liabilitas lewat ratio Financial Leverage maka ACES dan RALS mengungguli LPPF dan MAPI yg lebih tinggi dari 2x.

lppf-comp-dividen
Perbandingan Dividen antara LPPF, RALS, MAPI & ACES

Secara dividen, LPPF memiliki payout ratio yg paling tinggi yaitu 70% dari Laba Bersih terus di ikuti oleh RALS dgn payout ratio 63,3%. Dengan harga saham masing-masing emiten pada saat ini, maka yield yg paling menarik berdasarkan dividen yg dibayar terkini, maka LPPF paling menarik yaitu 2,9% diikuti oleh RALS sebesar 2,5%.

lppf-comp-price
Perbandingan Performa Harga Saham LPPF, RALS, MAPI & ACES

Walaupun secara kinerja LPPF banyak mengungguli para pesaingnya, namun secara pergerakan harga saham malah LPPF jauh kalah. YTD, harga saham LPPF memiliki performa paling jelek yaitu -15,6% (minus), sedangkan performa yg paling bagus di pegang oleh RALS yaitu naik sebesar 87,7% dan diikuti oleh MAPI kenaikan sebesar 27,2%.

Namun seperti saya selalu menyarankan kepada investor baru bahwa salah satu kunci utama keberhasilan investasi adalah “kesabaran”. Jika kita sudah sabar dan invest di LPPF selama 3 tahun, maka saat ini pun kita masih akan profit sebesar 35,6% (walaupun YTD sudah turun 15,6%), dan performa ini masih lebih bagus dibanding ACES yg tumbuh 27,9% maupun RALS yg tumbuh hanya 10,9%.

lppf-comp-profit-cf
Perbandingan Arus Kas antara LPPF, RALS, MAPI & ACES

Secara Arus Kas Operasi ttm (Cash from Operations), semua emiten terlihat bagus, karena berhasil mencapai nominal yg lebih tinggi dari Laba Bersih.

Namun jika kita ukur dari segi Arus Kas Bersih ttm (Free Cash Flow alias FCF), maka LPPF dan RALS memiliki FCF yg paling fantastis, mencapai angka yg lebih tinggi dari Laba Bersih. Hal tersebut bisa terjadi tidak terlepas dari Cash Conversion Cycle negatif yg di miliki 2 perusahaan ini, sehingga CASH melimpah.

Analisa: Valuasi harga saham

lppf-valuasi-labaPeter Lynch menjelaskan, jika anda tidak mengerti banyak hal dalam analisa fundamental, maka satu hal yg ingin anda ikutin adalah Laba, Laba dan Laba perusahaan. Ini adalah TA saya versi FA 🙂 Pertama kali chart ini di tunjukan kepada saya oleh Admin grup kami, sangat keren ya? Ini lah yg saya sering sebut, jangka pendek harga saham bisa bergerak kemana saja, namun secara jangka panjang, korelasi antara harga saham dan Laba adalah 100%.

Toh, walaupun secara Q3 Laba LPPF turun, namun terlihat di gambar bahwa turun harga saham rada lebay! Harga saham mungkin akan menanti hasil Q4, jika lebih baik dari Q3 tentunya chart laba akan pantul, sehingga nanti kemungkinan besar harga saham pun akan segera kembali naik. Kita lihat saja nanti di awal tahun 2017 setelah data Q4 rilis.

lppf-valuasi-stdev

Terus semurah apa saham LPPF saat ini sesungguhnya? Ini adalah chart FA yg anda ingin selalu ingat. Chart disamping ini menggambarkan pergerakan PER saham LPPF utk 3 tahun terakhir. Yang di maksud dengan Standard Deviation adalah ketidak biasaan dari kondisi normal. Sehingga +2 PE Standard deviation artinya harga naik terlalu tinggi dari kebiasaan, sedangkan -2 PE Standard deviation artinya harga turun terlalu jauh dari kebiasaan. Kebiasaan atau harga wajar alias standard alias normal disini adalah Mean PE Standard deviation.

Dari gambar tersebut kita bisa tau bahwa saat ini LPPF dihargai dengan PER 21,19x sedangkan secara wajar atau normal selama 3 tahun terakhir PER LPPF harusnya berada di 31,8x artinya saat ini LPPF dilego di harga sangat murah, sehingga membuatnya sangat menarik utk di lirik.

lppf-valuasiJika yg kita lihat diatas adalah valuasi secara relatif menggunakan angka PER, maka yg di samping kiri ini adalah valuasi secara absolute. Dengan MEAN PER LPPF di 31,8x dan EPS ttm saat ini di Rp687,82, maka tanpa pertumbuhan EPS, wajar LPPF adalah 21.873,-

Berarti dgn harga LPPF saat ini berada di 14.575 maka diskon ke harga wajar LPPF adalah 50%.

Apakah diskon ini sudah cukup menarik buat anda yg sedang mencari saham fundamental super utk ditambah ke portofolio investasi? Silahkan di jawab sendiri!

Note: Utk article ini saya menggunakan banyak sekali data dari stockbit karena saya ingin menampilkan fasilitas-fasilitas yg Stockbit Pro berikan di module financials, fundachart dan Comparison, mana tau nanti anda sempat join ke member Pro nya, article ini bisa menjadi panduan awal anda dalam analisa fundamental saham.

Updated 02/12/16: Saya mendapatkan diskon khusus dari Stockbit buat yang ingin join StockbitPro, tinggal masukin kode kupon “ILTPROMO” saat upgrade ke Pro untuk mendapatkan potongan 5% diskon. Saya sih sempat mencoba minta diskon 50% namun di tolak, toh tidak ada salahnya mencoba ya, namun juga tidak ada salahnya mereka tolak, operasi bisnis tetap harus jalan. Jadi tetap berterima kasih aj ke Stockbit yang paling tidak sudah memberikan diskon 5%. Bagi yang mau join Pro silahkan. Ini caranya!

Updated 05/12/16: Barusan saya cek ke situs Morningstar, emiten yang IPO dibawah 10 tahun datanya sudah bisa di akses kembali. Jadi sekarang the choice is yours. Jika anda mau mendapatkan data keuangan yang GRATIS dan cara analisa FA, silahkan baca ini. Namun jika anda tidak ingin nasib anda di tentukan oleh programmer Morningstar yang kadang membuat error hingga data tidak bisa tampil, maka pakailah StockbitPro seperti yang di pakai dalam article ini.

Sekian utk article kali ini. Semoga bermanfaat.

Selamat berinvestasi!

nb: Jika anda memiliki kesulitan utk akses ke gambar atau link yg saya tampilkan di situs ini, mohon di komen ya karena saya baru switch dr blogger ke wordpress dan pindah ke hosting sendiri, sehingga mungkin banyak glitches. thanks all!

Tags

Author: aliantochan

I'm just an anybody guy who shows strong interest in stock investing. Stock investing is more than just making money, it's a way of life. The way we approach stock investing will reflect the way we are as a person. Choose wisely how you want to invest as to how you would want to live your life. The fundamental principles are the same. Contentment, discipline, endevour, patience, practice and mindfulness are the very true principles of a better person!

10 thoughts on “LPPF: Matahari bersinar terang”

  1. Mantap pak analisanya. Baru tahu kalau backdor listing dan saham public baru besar dari 2013, makanya harga sahamnya tiba2 naik berkali lipat taun 2013. Dapat informasi sejarah dari mana ya pak? apa harus googling sendiri kah.
    Super memang LPPF dan ACES. Sering dapat pengumuman emiten dari LPPF menang reward the best ini itu.

    1. Iya pak chandra. Sebagian dari annual report sebagian lg yg kurang jelas di google original LPPF utk mengetahui siapa dia. Dlu adalah sebuah perusahaan investasi dr lippo tanam duit di LPPS namun 2008 rugi banyak.

      Yup ACES sangat fantastis pak, salah 1 saham idaman saya juga walaupun ada berita tdk sedap tentang kewajiban barang lokal sejak 2thn yg lalu, namun hal itu blm di tanggapi secara serius oleh perseroan krna menimbang byk hal, sesiapan lokal utk mengsupply dll.

      Balik ke LPPF, sungguh dahsyatt ya pak kemampuam dia mencetak laba dan cashflow. Saya sendiri sblm di hantam di closing ke hampir AR kiri sdh beli di 14.250 dan 14.050.

      Smoga article ini memberi manfaat ya

  2. Pembahasan untuk matahari sangat menarik, boleh request fa untuk Pakuwon jati dan Waskita beton nya pak?? Untuk saat ini saya pegang 2 saham tersebut. Saya masih tahap belajar pak. Terima kasih

    1. Hello Pak Aji, PWON sangat menarik, namun WSBP saya kurang tau krna baru IPO ya sehingga data terbatas.

      Hm… mungkin saya tidak akan bisa ulas semua saham yg diminati banyak orang, dan lebih cenderung ulas saham YANG SAYA TERTARIK, dan YANG SAYA MILIKI, dan itulah mengapa saya ulas, krna saya butuh tau sebagus apa dia utk meyakinkan diri bahwa yg saya beli adalah saham bagus pak.

      Jadi, mungkin bapak boleh saya sebelum ketemu cara yg bpk nyaman dalam analisa, mengambil contoh dari blog ini sebagai guide awal.

      Intinya yg saya ingin tekankan sih pak, setiap org harus bisa mandiri dan mau mandiri, sehingga akan bisa menjadi seorang investor sejati. Opini orang akan slalu hanya sebatas opini sesuai dgn pemikiran sang penulis saja.

      Jadi, ayo mari pak, kita belajar bersama, jika ada yg kurang jelas bisa tanyakan ke saya, namun, coba bpk mulai analisa dulu terhadap saham2 yg bpk miliki 🙂

  3. Detail sekali penjelasannya..briliant pak. Saya juga sedang memegang saham LPPF ini tapi so far memang lagi entah kenapa dibawa turun padahal tidak ada kejadian luar biasa yang terjadi dengan emiten ini. Keputusan masuk ke sektor e commerce melalui mataharistore.com sendiri bagi saya keputusan yang baik karena memang kecenderungan trend saat ini adalah belanja online. Saya pernah membaca tentang karakter belanja online suatu negara yang memiliki ongkos transportasi tinggi seperti Kanada dan Indonesia cenderung akan stuck di tempat apabila tidak didukung oleh toko offlinenya (saya harus buka2 file lagi tentang penelitian itu), matahari dengan brand yang bagus dan steady saya kira hanya masalah waktu saja harganya akan kembali ke valuasi sebenarnya.

    Btw saya juga pengguna stockbit dan sepertinya saya pernah ngobrol dengan bapak terkait perbedaan investor dan trader, jadi salam kenal Pak 😀

    1. Terima kasih pak Mustakawarman atas pendapatnya, saya tidak menyentuh kedalam eCom nya justru krna saya kurang faham, nah dr input bapak diatas sekarang sy mulai lebih mengerti keuntungan utk masuk ke eCom.

      Itulah indahnya saling berbagi dan saling menguntungkan. bukan menunjukan siapa hebat namun murni demi kebaikan bersama.

      Sering2 saran dan kritik pak utk hal yg menurut bpk bermanfaat buat org byk biar dunia investasi lbh indah 🙂

  4. halo pak Chan,

    kalau LPPF porsi saham publik nya cukup besar ya..lebih besar dibanding management nya..apakah ini ndak bahaya pak? artinya..management hanya memegang porsi saham lebih kecil..kerja rodi donk ya…

    1. Iya pak pemegang publiknya besar sekali, namun kita juga tidak tau publik itu siapa ya…. ingat saya kemaren di MYOR dan MIKA terjadi hal yang sama, ada saham crossing dgn harga yang sangat murah tidak masuk akal, itu sepertinya ada hubungannya dgn pelaporan tax amnesty sehingga owner mengclaim kepemilikan mrk yg sebelumnya belum di ketahui atau diatas nama orang lain.

      Namum, saya sependapat bahwa perusahaan harus ada 1 pemegang saham utama at least sehingga bisa kita pegang sebagai acuan. kita lihat saja kedepannya apakah ada owner yang muncul dr saham publik.

Leave a Reply

Your email address will not be published.