Ayo stop berdebat, mari kita tanya ke perusahaan!

Investor's life linesTidak jarang kita temui di medsos, para investor-investor jago sering berdebat tentang suatu berita, baik itu rumour maupun berita yg berdampak fundamental. Masing-masing dengan pengetahuan dan kehebatan masing-masing berargumen dgn logis dan singit.

Ini mengingat saya sebuah cerita yg di sampaikan Peter Lynch dalam buku One up on wall street. Beliau menjelaskan bahwa di zaman kuno Yunani, para petinggi legislatif akan berdebat siang dan malam berhari-hari tentang kebenaran jumlah gigi seekor kuda, seolah-olah dgn perdebatan mereka yg panjang lebar, mereka akan menemukan jawaban. Sayangnya tidak ada satupun yg memiliki inisiatif utk keluar dari ruangan utk menghitung gigi seekor kuda yg ada di kandang.

Kadang kita tanpa sadar suka terjerumus dalam perdebatan singit tentang kebenaran yg kita harapkan. Itu bukanlah hal yg jelek dan emang merupakan tipikal manusia, termasuk diri saya. Namun masalahnya tidak jarang kita berdebat tanpa solusi, akhirnya masalah itu tidak selesai dan kita balik ke pandangan masing-masing pula.

Tapi jika kita pikir ulang, bukankah tujuan kita berdebat adalah utk menyelesaikan masalah? Sayangnya yg terjadi adalah pembentukan persepsi saja. Lebih bahaya lagi jika persepsi dan opini ini di tanggapi orang lain yg hanya mendengarkan sepotong cerita lalu mereka mengambil tindakan investasi. Dan pada akhirnya kembali ribut karena mereka merasa dirugikan begitu saham yg di beli tidak memberikan hasil yg di harapkan tanpa memahami mengapa.

Sejak saya memahami hal ini dan banyak terima kasih kepada admin komunitas kami, karena beliau yg berinisiatif utk bertindak konkrit sehingga kini kami juga sudah mengikuti jejak langkahnya.

Apa yg kami lakukan saat ada berita yg akan mempengaruhi investasi kami? Kami tanyakan langsung ke perusahaan tersebut.

Siapa lagi yg lebih mengerti dan mengetahui kondisi dan fakta tentang apa yg dibicarakan di publik jika bukan perusahaan itu sendiri? Itulah mengapa jika anda galau karena ada sesuatu yg membuat anda bingung tentang saham yg anda invest, pertama yg harus anda lakukan adalah BERTANYA KE PERUSAHAAN, dan bukan membuka trading system lalu bertransaksi secara agresif baik itu karena panik BUY maupun panik SELL.

Ok, mungkin anda masih skeptis dan akan bertanya, bagaimana jika perusahaan tidak jujur dan menutupi fakta? Well, suatu saat kemudian kita akan mengetahuinya, dan jika terbukti mereka tidak jujur, kita tinggal CORET kode emitennya dari watchlist. Bukannya lebih bagus demikian? sehingga watchlist kini lebih ramping, hanya tersisa perusahaan-perusahaan kredibel atau masih kredibel?

 

Lalu mungkin anda akan berprotes dan bertanya, Kalo saya sudah invest 100℅ di saham tersebut dan kini sudah kejebak loss masif karena perusahaan sudah memanipulasi saya dgn jawaban yg tidak benar, gimana tuh? Lah…! Siapa juga yg suruh anda invest tanpa money management? Toh harus selalu ingat, di saham itu apa saja mungkin, makanya saya tidak, sangat tidak menyarankan anda utk mengambil resiko yg berlebihan. Saya juga sering mengingatkan jika anda sudah menemukan cara investasi yg benar (metode), dan sudah punya mindset yg kuat (mental) maka yg akan membedakan anda dgn yg sejenis lainnya adalah kemampuan anda dalam mangatur portofolio dgn baik (money management).

Contoh lain: anda mendengar rumour dari si B tentang teman anda si A yg sudah melakukan kejahatan, apakah dgn berdebat sama si B sampai si Z anda akan mendapatkan fakta? Mengapa tidak langsung tanya ke si A yg merupakan pelaku? Get my point, now?

Updated: Bertanya ke perusahaan bukan semata-mata untuk mendapatkan jawaban yang kita hendaki. Kita berkomunikasi dengan perusahaan selain ingin mendapatkan fakta, sebetulnya kita juga ingin melihat reaksi management terhadap pertanyaan yang kita ajukan.

Kadang kita mendapatkan balasan yang sangat memuaskan beserta informasi dan fakta penting yang tidak kita dapatkan dari Google. Di waktu yang beda kita juga mungkin mendapatkan jawaban yang agak diragukan, bahkan tidak dijawab sama sekali ataupun secara terang menerang ditolak untuk menjawab. Dari situ kita bisa membuat kesimpulan atas kenyamanan kita terhadap orang yang bekerja di dalamnya.

Namun bertanya ke perusahaan juga butuh skill, bukan segampang yg dibayangkan.

Walaupun kita ingin berfikir bahwa kita sebagai investor adalah pemilik perusahaan sehingga para direksi harus tunduk kepada kita.. hahaha.. faktanya tidak seperti teori yg kita bayangkan atau paling tidak kita pun harus bersikap etis dan profesional sehingga tidak di jengkal sama karyawan kita yg menjalani perusahaan bahwa kita ada boss o’on.

Lantas persiapan apa yg harus kita lakukan sebelum bertanya?

Pertama tentunya kita harus tau dulu, mau tanya ke siapa di dalam perusahaan? Dalam perusahaan masing-masing punya tugas yg sudah diatur dalam SOP. Orang yg berhubungan dan berkomunikasi dgn investor adalah sekretaris perusahaan (corporate secretary alias Corsec). Dialah yg mengkepalai divisi investor relations sehingga merupakan kontak pertama para investor.

Untuk bertanya kepada Corsec, kita bisa lakukannya dengan beberapa cara:

Telp ke Corsec adalah cara yg paling cepat, namun dalam pengalaman saya kurang efektif. Kerana 1, saya suka lupa hal-hal penting yg mau saya tanyakan karena gugup, terus juga karena mereka selalu sibuk, tidak salalu ada di tempat, sehingga tidak selalu bisa kita hubungi langsung via phone.

Cara lain adalah via email dan ini yg sering saya lakukan. Via email enaknya saya bisa lebih leluasa dan santai menyusun kalimat pertanyaan saya sehingga gampang dimengerti dan saya juga bisa lebih pede bertanya semua hal yg ingin saya tanyakan. Selain itu, balasan dari Corsec pun dalam bentuk tulisan sehingga kapan-kapan saya bisa kembali membacanya.

Utk mendapatkan email Corsec, kita bisa lakukannya dgn beberapa cara. Saya biasanya tinggal ketik “email corsec [nama perusahaan/kode emiten]” di google. Jika tidak ketemu, saya lalu cari di halaman kontak di situs resmi perusahaan. Jika masih tidak ketemu, saya dapatkannya dari Laporan Tahunan perusahaan, biasanya tercantum disana, karena ada segment ulasan tentang Corsec.

Ok sekarang mari kita masuk kebagian yg terpenting di article ini. Apa yg harus kita tanya ke Corsec?Namun sebelum kita masuk ke segment terakhir ini, saya ingin ingatkan dulu tiga hal yg anda TIDAK ingin tanya ke Corsec?

1. JANGAN tanya mengapa harga saham turun!
Ingat tanggung jawab management adalah kinerja perusahaan, sedangkan pergerakan harga saham adalah tanggung jawab investor. Dengan menanyakan pertanyaan seperti ini, anda akan langsung di cap oleh perusahaan bahwa anda tidak megerti investasi dan mereka pun tidak akan menanggapi anda secara serius.

2. JANGAN tanya berapa laba perusahaan tahun ini!
Ini sama seperti anda menanyakan seseorang yg baru anda kenal, berapa gaji dia? Namun bukan berarti anda tidak boleh, hanya saja blakblakan gini akan sedikit menyinggung. Lagipula, sesungguhnya dalam situasi ekonomi seperti kini, cukup sulit buat management utk bisa secara akurat memberikan angka pasti, banyak hal yg akan mempengaruhi kinerja berjalan. Utk saham seperti UNVR yg sudah matang, mungkin management masih bisa memberi estimasi yg cukup dekat dgn fakta, namun bayangkan perusahaan seperti sektor komoditas dimana performa akan sangat tergantung pada pergerakan harga komoditas dunia, sangat sulit utk mengestimasi kinerja.

3. JANGAN tanya pertanyaan yg bisa di jawab YES atau NO!
Tujuan kita menghubungi perusahaan adalah supaya kita bisa menggali lebih banyak informasi tentang kinerja dan prospek usaha perusahaan, jadi jangan kasih kemudahan kepada mereka dlm jawaban, dan jawaban Yes atau No tidak memberi banyak informasi kepada kita tentang perusahaan.

Lantas, apa yg harus kita tanya?

Melanjuti pembahasan saya di article sebelumnya tentang “siapapun bisa menjadi analis fundamental“, maka saya akan menggunakan 5 komponen analisa itu sebagai kompas detective kita utk bertanya ke Corsec.

1. Tentang laba perusahaan (Profitability).
Ok diatas saya bilang anda tidak boleh menanyakan laba perusahaan. Sebetulnya bukan tidak boleh, hanya saja cara blakblakan kurang etis. Jadi kita harus menanyakannya dgn cara yg lebih halus dan tidak langsung. Kita bisa mulai bertanya dgn pertanyaan seperti:

Menurut beberapa analis / paparan management di pubex yg saya baca, target pedapantan dan laba Perseroan utk tahun ini adalah sekian-sekian, apa upaya yg sudah di lakukan Perseroan utk mencapai target tersebut? dan bagaimana pencapaian saat ini apakah masih inline?

Lalu kita juga bisa tanya tentang margin kotor jika terlihat ada kejanggalan di gross margin, dgn pertanyaa seperti: Saya melihat ada penurunan gross margin tahun ini, apa penyebabnya?

Atau kerugian kurs yg masif, maka kita juga bisa menanyakan: Seberapa besar pengaruh kurs terhadap kinerja Perseroan, dan bagaimana Perseroan menjaga tingkat resiko fluktuasi kurs sehingga tidak merusak kinerja kedepan?

Lalu mungkin tentang beban bunga pinjaman yg membengkak, kita bisa bertanya: Apa langkah strategis yg akan Perseroan ambil utk memastikan beban bunga bisa terkendali dan tidak menimbulkan resiko gagal bayar?

Semua pertanyaan di bagian ini kita fokuskan pada laba dan marjin laba supaya kita mendapatkan gambaran yg lebih jelas tentang keuntungan perusahaan supaya kita bisa melakukan valuasi harga saham dan sentimen yg mungkin akan membuat harga saham naik di masa mendatang.

2. Tentang pertumbuhan (Growth)
Bagian pertumbuhan adalah salah 1 bagian yg paling penting. Karena saat kita beli saham, kita sebetulnya membeli masa depan perusahaan tersebut. Jadi tentunya kita ingin mendapatkan gambaran yg jelas tentang masa depan perusahaan sehingga investasi kita bisa menghasilkan keuntungan yg kita harapkan. Utk bagian ini kita mau tanya lebih tentang kompetisi dan keunggulan kompetitif berkelanjutan (MOATS / sustainable competitive advantages) perusahaan.

Beberapa contoh pertanyaan antara lain:

Berdasarkan laporan kinerja Perseroan 5 tahun terakhir, pertumbuhan laba adalah sekian-sekian %, apa strategi Perseroan utk menjaga trend ini bisa berlanjut utk waktu 3-5 tahun kedepan?

Ada berapa produk baru yg akan di launching Perseroan tahun ini, di segment mana saja?

Apakah ada kompetitor baru yg masuk ke industri yg Perseroan mengetahui dan siapa pula kompetitor terbesar Perseroan saat ini?

Apa salah satu kelebihan Perseroan yg tidak di miliki oleh kompetitor? dan apa pula satu keunggulan yg dimiliki oleh kompetitor yg Perseroan belum miliki?

Diukur dari pangsa pasar industri secara nasional, berapa besar pangsa pasar yg dimiliki Perseroan saat ini dan apa upaya yg akan dilakukan utk meningkatkan pangsa pasar?

3. Tentang Arus Kas (Cash Flow)
Dibagian ini kita ingin mengetahui segala sesuatu tentang arus masuk dan keluarnya kas dan juga penggunaan kas perusahaan utk apa saja.

Beberapa contoh pertanyaan antara lain:

Saya melihat pembayaran kepada pemasok sangat besar dan jauh diatas penerimaan dari pelanggan, apa yg menyebabkan hal itu?

Apa saja penggunaan capex utk tahun ini dan berapa?

Arus kas bersih Perseroan sangat fantastis, apa rencana penggunaan sisa kas nganggur? Apa kebijakan pembayaran dividen Perseroan? Mengapa dgn kas nganggur yg begitu besar, Perseroan belum memiliki agenda ekspansi usaha yg berarti jika di lihat dari penggunaan capex?

Jika Perseroan harus memakai uangnya utk berekspansi usaha, ekspansi seperti apa yg cenderung Perserona prioritaskan?

4. Tentang kesehatan keuangan (Financial Health)
Disini kita ingin tau seberapa sehat keuangan perusahaan, dan apakah ada pontensi gagal bayar utang.

Saya mengamati current ratio dan quick ratio Perseroan selama 1 tahun terakhir, terjadi penurunan dratis, apa penyebabnya? Bagaimana dengan persiapan Perusahaan atas utang sebesar xxx yg akan jatuh tempo dalam 1 tahun ini, pendanaan berasal dari mana?

Berapa besar ratio utang terhadap ekuitas yg dinilai layak oleh Perseroan? Apa langkah yg akan Perseroan lakukan utk mengurangi utang yg terlihat sangat membebani kinerja Perseroan?

5. Tentang rasio efisiensi (Efficiency Ratios)
Di sini kita ingin mengetahui sirklus perputaran uang perusahaan seberapa bagus, dan faktor apa saja yg mempengaruhinya.

Berdasarkan rasio hari piutang terlihat ada perlambatan, apa yg menyebabkan penagihan piutang melambat?

Berdasarkan rasio hari persedaan, terlihat perserdian menumpuk, apa yg menyebabkan hal itu? apakah Perseroan mengantisipasi perlambatan dalam penjualan?

Sirklus perputaran uang Perseroan melambat, apa penyebab utama dan apakah perlambatan ini hanya berefek jangka pendek?

Pertanyaan atas hanyalah sebatas contoh saja. Saya yakin anda pasti jauh lebih kreatif dan kritis dalam bertanya. Lebih sering kita bertanya ke Corsec, maka lebih besar pula database pertanyaan dan pengalaman kita dalam bertanya maka makin lincah dan pede pula kedepannya kita berkomunikasi dengan mereka.

Utk melihat apa yg sudah saya tanya ke Corsec dari beberapa perusahaan sebelumnya, bisa baca di sini.

Namum, let’s say, anda benar-benar lagi blank, tapi ingin sekali menanyakan ke Corsec, sebetulnya ada 2 hal yg bisa anda tanyakan dan tetap terlihat smart:
1. Apa hal-hal positif yg bisa diharapkan dari Perseroan tahun ini?
2. Apa pula hal-hal negatif yg menjadi tantangan Perseroan utk tahun ini?

Dua pertanyaan atas akan membuat perusahaan membuka diri utk menyampaikan kesuksesan yg sudah di capai sekaligus kegagalan ataupun tantangan yg mereka hadapi saat ini.

Saran saya sih, sebetulnya semua manusia itu sama. Kita selalu ingin di hargai, perusahaan juga tidak terkecuali. Jadi saya sangat menyarankan anda yg ingin bertanya ke perusahaan, lakukan lah PR mu terlebih dahulu. Jika anda menghargai mereka maka cenderung mereka juga akan menghargai anda. Cara kita menghargai mereka yaitu mengenali perusahaan mereka.

Saya ingin menutup article ini dgn membagikan sebuah link dari situs Investopedia, yaitu 9 pertanyaan yg ingin anda tanyakan kepada management utk menambah database anda saat bertanya.

Semoga bermanfaat, sampai ketemu di article berikut.

Salam longterm investment!

Tags

Author: aliantochan

I'm just an anybody guy who shows strong interest in stock investing. Stock investing is more than just making money, it's a way of life. The way we approach stock investing will reflect the way we are as a person. Choose wisely how you want to invest as to how you would want to live your life. The fundamental principles are the same. Contentment, discipline, endevour, patience, practice and mindfulness are the very true principles of a better person!

9 thoughts on “Ayo stop berdebat, mari kita tanya ke perusahaan!”

  1. Saya penasaran corporate secretary kok bisa tahu detail kegiatan dan rencana prusahaan yg ditanyakan di email. Apakah mereka tanya jawabannyya ke yg lebih tau. Bayangan saya yg namanya sekretaris hanya melayani jadwal atasan saja tidak sampai seperti direktur yg tau segalanya. Kalau liat jawaban corsec scma dia tau detail banget.
    Oiya saya liat MiDI sudah ngga ada di porto bapak. Ada insight apakah atau demi membeli jsmr. Saya mau tambah midi secara lap keuangan akhir taun bisa per dibawah 10 kalau kuartal 4 bagus. Kenapa ngga jual lpck saja secara lk jelek pertama x dalam sejarah (sudah bisa diduga dari kuartal 2)

  2. Corsec beda dgn asisten boss pak. Yg 1 ini hrs punya keahlian dan kepala divisi riset n komunikasi investor. Jd wajar semua yg berhub dgn fundamental perseroan mrk wajin tau.

    Iya pak, stlh timbang2 akhirnya sy terpaksa korban midi utk tambah jsmr. Well sbtlnya sedikit spekulasi disini ya. Sy berharap midi ms akan tetap di 7xx utk bbrp wkt. Jd memberi sy kesempatan utk belinya kembali di harga situ saat dana tersedia.

    Lpck mala sy mungkin hrs tambah klo turun dlm krna lk q3 yg cukup jelek. Kembali ke analisa yg sy ulas pak. Liat overview dlu br liat potongan kecil supaya kenal dgn perusahaan yg kita miliki.

    Liat jpfa, cpin, gjtl, adro, byk lagi yg lain, semua pernah alami kinerja buruk namun cmn 1-2thn max stlh itu rebound. Dan sy ms optimis dgn keberlanjutan masa dpn lpck yg cerah. Hanya butuh sabar. Toh dia juga tdk memiliki utang yg memperberat cashflow.

    Di sisi lain sy jg mencoba meramping sedikit dan ingin memperbesar bobot di 8-10 saham. Namun susah jg, ga pengen jual yg ada. Nnti liat bagaimana bgsnya dah.

    Moga senin bs sukses beli scma yg sy tunggu2 ga dpt2. Blm decide jg mau korban saham mana nnti hmm…

  3. Kalau kita tanya tentang proyek/kontrak apa aja yg udah didapetin perusahaan (umumnya konstruksi) mnurut bapak etis tdk?

  4. Sebetulnya semua jg boleh pak, kadang the best way utk belaar adalah beranikan diri utk bertanya dulu terlepas dr apa yg boleh apa yg tidak. Dr sana nnti pelan2 kita akan belajar apa cara yg layak dan efektif utk bertanya.

    Jgn lupa baca annual report dan pubex utk lbh mengerti perusahaannya pak.

  5. Oke, pak.. Soalnya ada perusahaan di portfolio saya (emiten konstruksi) pendapatan + laba turun drastis. Jadi penasaran aja proyek sama kontraknya apa aja kok bisa anjlok begitu kinerjanya

  6. Setuju pak kadang bhs inggris emang lbh ekspresif dan ga terkesan bertele-tele. Namun klo yg pintar susun kalimat dan pilih kosakata hrsnya sih ok2 saja, namun sy kurang disitu bahkan article kadang byk revisi2 utk menyusun kalimat yg menurut sy lbh enak di baca.

    Btw, blog yg menarik pak. Sering ikut RUPS kah?

  7. Luar biasa tulisannya pak. Gak pernah kepikiran sebelumnya untuk langsung bertanya ke corsec. ngapain debat yang gak ada hasilnya apalagi debat dengan orang yang sama-sama gak paham keadaal real perusahaan :))

    1. Iya bu, semua juga belajar dr pengalaman org. Kebetulan dlu admin komunitas memberi contoh, dr situ jd rajin bertanya ke perusahaan. Berdebat antar tmn investor sih sangat bgs asal konstruktif, tp klo bahasannya uda sampai ke saling menjelekan, nah itukan sdh bkn diskusi yg sehat lagi. Mari mencoba ya, sekali 2x asing, ke 3x uda kebiasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.