Ujian midterm investor: cara menghadapi musim CUAN (Part 1)

Mid-term ExamSaya yakin saat ini banyak investor yg sedang bersenyum-senyum melihat hasil portonya yg tumbuh hijau dan subur. Jadi pertama, saya ingin mengucapkan “Selamat dan happy cuan buat yg sedang profit!“.

Namum di waktu yg sama, pikiran dan perasaan hati kita koq tidak terlepas dari kegalauan? Itu bisa terjadi karena beberapa alasan dan cenderung personal, seperti:

Pengalaman buruk sebelumnya membuat kita trauma, apa yg akan terjadi jika IHSG mulai koreksi dan cuan mulai menyusut jika tidak TP sekarang?

Banyak saham 3rd liner (gorengan) yg sebelumnya tidak pernah terdengar, tau-tau saja menjadi hot picks para pakar dan teman seperjuangan dan harganya uda naik puluhan hingga ratusan % dalam seminggu ini, apakah saatnya kita juga ikut masuk dikit dikit menimbang bluechip naiknya sudah terbatas dan cuan sudah ga seberapa?

Instinct atau lebih tepat feeling kita mengatakan IHSG sudah saatnya koreksi, ga mungkin naik terus!

Waduhhh… setelah kabar baik UU Tax-Amnesty tempo hari, kini koq katanya NPL bank pada meningkat, bahaya kalau ga exit, bisa-bisa untung jadi buntung.

Atau yg sedikit lebih masuk akal menurut saya:

Target cuan tahunan kita sudah tercapai, apapun yg akan terjadi dgn IHSG selanjutnya dlm tahun ini bukan lagi urusan kita, yg penting sudah cuan dan lindungi cuan. Jika emang rezeki, saat IHSG koreksi di Agustus nanti kita baru beli lagi di harga bawah lalu hold hingga cuan seperti sekarang ini.

Dulu saya juga sering mengalami pemikiran seperti atas. Cuan galau, rugi lebih galau. Tapi setelah mencoba tekunin ajaran Peter Lynch dan di dukung oleh sekelompok teman komunitas investor yg se-visi dan juga beberapa pemikiran Pat Dorsey (Morningstar), kini mental saya lebih kuat dan matang utk menghadapi beragam tantangan di bursa saham.

Jika sebelumnya saya sering membahas tentang analisa fundamental alias METODE, di article ini saya ingin kembali visit ke sisi psikologi investasi alias MENTAL. Jadi sesungguhnya setiap langkah yg kita ambil dalam perjalanan investasi adalah merupakan ujian. Jika kita gagal terpaksa mengulang; jika berhasil maka lulus dan naik kelas.

Dalam investasi saham sering terdapat 2 ujian tahunan yg harus kita hadapi. Yg pertama yaitu midterm exam “musim cuan” dan yg terakhir adalah final exam “musim loss”. Jika dilihat dari keadaan bursa saat ini, maka saya bilang saat ini yg kita hadapi adalah ujian midterm alias musim cuan.

Menghadapi ujian midterm sebetulnya tidaklah sulit. Jikapun gagal, kita tetap akan mencetak keuntungan, hanya saja kita akan mengalami opportunity loss (kehilangan kesempatan). Namum, JANGAN REMEHKAN pentingnya ujian midterm ini karena kesuskesan investasi masa depan kita ditentukan oleh ujian ini. Contoh: jika setiap kali satu saham yg kita miliki naik mencapai 100% kita jual seluruhnya dgn serba alasan yg cenderung bersifat emosional, maka sampai tua pun kita tidak akan pernah merasakan cuan 101%. Sama halnya jika kita patok cuan di 500%, maka kita tidak pernah akan merasakan cuan 1000% dst. Dgn cara kaku seperti ini maka kita tidak akan pernah memiliki kisah sukses yg inspiratif yg nantinya bisa diceritakan kepada anak dan cucu.

Lantas, apa yg harus kita lalukan utk menghadapi ujian midterm alias musim cuan ini?

Sebagai seorang investor jangka panjang yg menganut metode fundamental, maka semua perasaan, perbuatan dan pikiran harus kita fokuskan pada kata “FUNDAMENTAL”. Semua keputusan investasi yg kita ambil harus punya dasar dan logika dan tanpa dipengaruhi oleh gangguan emosional yg tidak masuk akal. Mental adalah satu hal yg paling sulit diajarkan, karena sesungguhnya yg kita lawan adalah diri kita sendiri dan hanya kita yg tau persis pola pikir diri kita. Namum dgn banyak membaca, belajar, mempraktek dan bergaul dgn orang-orang se-visi akan cukup membantu paling tidak dari segi motivasi.

Namum, jika kita merujuk kepada dua master yaitu Peter Lynch dan Pat Dorsey, maka saran dari mereka hampir sama, cuman Peter Lynch mengambil inisitatif utk menjelaskan secara lengkap utk setiap kategori saham, namum prinsipnya secara garis besar sama. Jadi dalam article ini saya akan menggunakan penjelasan Pat Dorsey yg lebih singkat saja, supaya tidak terlalu panjang lebar.

Ini dia pandangan Pat Dorsey menyangkut kapan waktu yg tepat utk menjual saham:
“Investasi itu semestinya adalah utk jangka panjang bahkan kalau bisa lebih ideal jika abadi. Namun dalam realita, hanya terdapat segelintir perusahaan yg berhasil mencetak kinerja bagus hingga beberapa abad, dan kita investor awam tentunya sering gagal utk melihatnya.”

Menurut Pat Dorsey setiap kali kita mau menjual saham tanyakan dulu 5 pertanyaan ini sebelum kita mengambil keputusan/tindakan:

1. Apakah kita melakukan salah analisa?
Barangkali sebelumnya kita salah baca prospek perusahaan, sehingga perusahaan yg tadinya terlihat mungkin mampu berbalik badan mencetak untung dari rugi ternyata tetap gagal bahkan lebih rugi; atau kompetisi yg sebelumnya terlihat kecil, ternyata cukup merusak kinerja perusahaan; ataupun kita terlalu optimis dgn target perusahaan namum dlm realita kinerjanya tidak memuaskan. Jika pandangan kita saat ini terhadap perusahaan sudah tidak lagi sesuai dgn alasan awal kita membelinya, maka itulah alasan terbaik utk menjual, jikapun dalam posisi rugi.

2. Apakah fundamental memburuk?
Setelah mengalami beberapa tahun akselarasi pertumbuhan kinerja, kini pertumbuhan perusahaan mulai melambat. Kas perusahaan sudah menumpuk tapi perusahaan tidak memiliki rencana yg jelas bagaimana mencetak laba dan kompetisi terus mengerus margin laba. Saatnya kita mengevaluasi kembali prospek dan kinerja perusahaan ini, jika ternyata kinerja saat ini cukup buruk, saatnya jual.

3. Apakah harga saham naik terlalu jauh melampaui harga wajar?
Kadang market emang tidak rasional. Walaupun merupakan perusahaan bagus tapi jika harga sudah naik secara tidak wajar dan jauh sekali dari valuasinya maka tidak ada salahnya utk memanfaatkan situasi short-term ini. Tanya diri kita, sebepara mahal kita rela menjualnya dgn pertimbangan valuasi dan pertumbuhan kinerja hingga beberapa tahun kedepan. Jangan salah faham, yg dimaksud disini bukanlah menjual saat harga naik di atas wajar, tapi naik JAUH DIATAS wajar hingga tidak logika secara fundamental.

4. Jika bisa menemukan saham yg lebih bagus dan lebih murah
Jika ada perusahaan lain yg lebih menarik dan menawarkan harga saham yg lebih murah, tidak ada alasan mengapa tidak membelinya. Dan jika dana kita pas-pasan sehingga terpaksa harus menjual saham lain utk mendapatkannya, jual lah saham yg menurut kita memiliki kinerja yg dibawahnya dan secara valuasi pun lebih mahal banding saham yg mau kita beli ini.

5. Jika kita memiliki terlalu banyak uang di satu saham
Ini adalah merupakan alasan PALING BAGUS dan LOGIKA utk menjual saham kebanding 4 alasan lainnya diatas. Karena kita sudah memilih saham yg tepat sebelumnya maka kini bisa menikmati hasil untung. Kuncinya adalah jangan biarkan keserakahan menggangu sebuah management porto yg baik. Jika sebuah saham sudah melebihi 10% hingga 15% dari total porto (angka % ini hanya sebagai contoh, utk persisnya balik ke management porto masing-masing investor), saatnya melakukan porto-rebalancing. Sangat tidak masuk akal jika kita membiarkan terlalu banyak telor dalam satu keranjang dan tujuan kita adalah investasi jangka panjang. Management resiko jauh lebih penting dibanding mengejar pertumbuhan porto. Bisa dipastikan jika kita ingin berada dalam posisi hold lama di bursa, krisis pasti akan melandai kita, dan itu membuat management resiko menjadi jauh lebih penting diatas segalanya.

Ok, jadi kita bisa liat sesungguhnya jika dunia mau kiamat itu bukanlah alasa utk menjual saham. Apalagi kalau kita hanya mendengar berita tentang potensi masalah global yg mungkin terjadi, kita bisa tanggapi dengan santai saja tanpa harus panik atau berbuat apapun. Yang lebih penting adalah kita harus bisa mengawasi semua saham yg ada di porto kita satu per satu. Setiap laporan keuangan yg dipublikasikan harus kita baca utk mengetahui kinerja perusahaan apakah masih sejalan dgn pandangan kita. Setiap public expose dan annual report juga harus kita baca utk mengetahui rencana perusahaan utk masa depan sekaligus sedikit lebih mengenal para pemimpin perusahaan dan model bisnisnya. Berita-berita industri yg berkaitan juga butuh kita fahami namum jika waktu tidak memungkinkan atau kita masih agak malas melakukan terlalu banyak bacaan maka FOKUSLAH di satu hal saja, yaitu mikro ekonomi alias perusahaan itu sendiri.

Saya sudah menerapkan POINT #5 ini sejak bulan Mei kemarin. Anehnya saya malah mendapatkan ide tersebut bukan dari Pat Dorsey malahan dari teman komunitas yg sudah senior.

Anyway, jika anda saat ini sedang menjalani ujian midterm, semoga persiapan dan pemahaman anda bisa lebih matang tentang apa yg harus anda lakukan saat CUAN 🙂

Jika nanti koreksi besar-besaran datang, mari kita lanjut bahas bagian ke 2 dari article ini, yaitu “Ujian final investor: cara menghadapi musim LOSS”.

Sampai nanti, selamat berinvestasi!

Tags

Author: aliantochan

I'm just an anybody guy who shows strong interest in stock investing. Stock investing is more than just making money, it's a way of life. The way we approach stock investing will reflect the way we are as a person. Choose wisely how you want to invest as to how you would want to live your life. The fundamental principles are the same. Contentment, discipline, endevour, patience, practice and mindfulness are the very true principles of a better person!

9 thoughts on “Ujian midterm investor: cara menghadapi musim CUAN (Part 1)”

  1. You're most welcome.

    Hope some of my articles do render some helps in anyway or simply provide certain positive prospectives towards longterm investment we're trying to achieve as retail investors.

  2. Saya belajar investasi mid term & long term atas inspirasi metode invest hu Alianto di saham. Sebagian telah tumbuh dan masih simpan, sebagian (mid term) telah saya TP krn telah sesuai target (malah lebih cepat dari target, seperti BBNI & PGAS). Sebagian lagi terlalu cepat saya TP (masih plin plan) :D. Terima kasih untuk artikelnya, sangat membantu saya, selamat siang.

  3. Sama2 pak awie. Senang sdh bs membantu. Mungkin bs bc article ini juga ya mengenai cara TP, mana tau cocok dgn anda juga. http://www.longterm-investment.com/2016/05/lower-your-low-risk-or-sway-from-original-strategy/

    Jika kita bs melihat lbh jauh, maka kita tdk akan butuh galau krna terlalu cepat atau lambat TP, krna yg kita TP itu hanya untung sesaat, membantu bikin cashflow lbh liquid namun tdk bs membuat kita kayaraya di masa depan. Hrs punya mimpi bahwa kita akan suatu saat merasakan CUAN > 1000℅ dan bs cerita kisah sukses kpd anak dan cucu.

    Happy cuan dan investing pak awie 🙂

  4. Kalau kenaikannya di atas fundamental karena isu2 gimana ya misal isu holding atau merger seperti ppro pgas kaef ctrs ctra. Padahal fundamental lumayan bagus. Apa sebaiknya let the profit run dan jual kalau TA overbought misal MA 10 atau dari target PER misal per >50 atau gimana pak strateginya. Soalnya ini terkait investor melihat prospek masa depan. Dan kalau dijual mugkin ga bisa buy di harga yg lbh rendah misal karena belinya sudah jauh2 hari waktu masih murah.
    Thx.
    Chandra.

  5. Dalam kondisi apapun ttp merujuk kpd 5 prinsip atas pak.

    Namun yg lbh sering adalah;

    Ada saham yg lbh bgs dan lbh murah… Klo saham uda naik terlalu tinggi dan sdh lbh mahal dr yg lbh bgs ya silahkan switch.

    Dia memakan terlalu besar porsi porto kita, boleh di kurangi sebagian porsinya.

    Ingat, gmn kita bs merasakan cuan 100℅ jika setiap 50℅ kita jual habis. Gmn bs merasakan cuan 1000℅ jika setiap 100℅ kita jual habis.

    Namun disini anda hrs bisa yakinkan diri yg di beli adalah saham yg tepat lewat sisi FA. Sehingga mantapnya dia bs mengalahkan semua keraguan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.