Pepatah orang dulu, “Banyak anak banyak rezeki”

Banyak anak banyak rezekiPada zaman dulu (hingga awal tahun 80an), keluarga yg memiliki anak 6 hingga 8 orang adalah sangat biasa. Entah karena emang pada zaman dulu kurang aktivitas hiburan atau bagaimana, tapi cenderung setiap keluarga memiliki anak yg banyak bukan hanya 2 atau 3 orang saja seperti zaman sekarang.

Sadar atau tanpa sadar, dengan banyak anak, bilang saja 6 orang, cenderung ada 1 dari mereka yg berhasil mencapai kesuksesan. Dan karena sukses, maka anak itu akan mampu mengsejahterakan orang tuanya sekaligus memberi peluang yg lebih besar kepada saudara-saundara lainnya utk ikut sukses. Jadi emang tidak salah kalau dibilang, “BANYAK ANAK ITU, BANYAK REZEKI”. Bayangkan kalau keluarga tadi hanya memiliki satu anak, dan anak tersebut kurang beruntung dan tidak bisa mengsejahterakan keluarganya, mala menjadi beban orangtuanya yg kini sudah lebih tua.

Lalu apa hubungan statement kuno atas dengan investasi saham?

Jika anda sudah mengikuti banyak seminar investasi, berbincang-bincang sama pakar saham, atau membaca buku-buku investasi, sering anda temui kata “DIVERSIFIKASI” atau “diversification“.

Diversifikasi dalam definisi singkat adalah membagi resiko. Prinsipnya sama dgn banyak anak tadi. Jadi, dalam investasi saham, anda tidak hanya dituntut untuk mengfilter dan mencari saham-saham yg berfundamental bagus, tapi anda juga wajib melakukan pembagian resiko. Mungkin ada yg bertanya (dgn muka sok hebat), “jika sudah yakin dengan analisa, mengapa tidak full power saja di satu saham? Mengapa harus investasi dgn ragu-ragu dan membagi resiko segala?”

Pertanyaan arogan atas sudah saya ajukan di tahun 2014. Dan jawabannya pun anda sudah tau jika anda bisa menangkap makna dari article saya ini.

Di dunia saham selalu ada faktor yg diluar perkiraan kita, baik sedalam dan sedetail apapun analisa kita tetap saja ada kemungkinan salah. Jadi kebayang tidak, dengan giat menganalisa saja bisa salah, apalagi tidak melakukan analisa sama sekali, dan buta buta mengikuti hot tips dan feeling dalam pemilihan calon saham investasi? Ingat bahwa investasi saham itu serious business, beda dgn membeli lottery ticket.

Balik ke prinsip diversifikasi.

Pembagian resiko yg dimaksud disini adalah dengan modal yg anda sisihkan utk investasi, anda tentukan terlebih dulu, seberapa besar resiko rugi yg anda berani ambil utk setiap saham! <— ok! skip skip skip! COME ON!!! Kalau anda masih bingung dgn diversifikasi, pertanyaan atas adalah percuma. Tidak ada orang awam yg bisa menjawab pertanyaan questionnaire seperti gitu. Menjawab sih gampang, tapi dalam praktek yg dilakukan nanti mungkin totally beda jika tidak menerapkan prinsip diversifikasi dengan benar (bicara dari pengalaman).

Dan kalau kita berbicara tentang diversifikasi, kita juga harus mengenalkan satu terminologi baru lagi yaitu, Money Management (MM). Ini adalah cara mengelolah uang anda dalam investasi. Tapi kalau mau bahas MM secara mendalam, mungkin butuh beberapa article baru lagi. Untuk kali ini saya hanya ingin fokuskan di diversifikasi saja. Jadi, hanya ambil sebagian dari MM utk di aplikasikan ke diversifikasi.

Untuk mempermudah, saya akan secara “dictatorship” bilang kepada anda, MM yg menurut saya layak di pakai dalam diversifikasi:
1. Jika anda memiliki modal 50JT, anda diversifikasi ke 5 saham saja.
2. Jika anda memiliki modal 100JT, anda diversifikasi ke 7 saham saja.
3. Jika anda memiliki modal 200JT, anda diversifikasi ke 12 saham saja.
4. Jika anda memiliki modal 1M, anda sudah pasti tidak akan membaca tulisan saya ini, jadi saya tidak perlu jelasin!

No.1 hingga no.3 adalah saran utk anda bermula. Nanti seiring dgn berjalannya waktu, jika anda benar-benar tekunin, anda akan secara perlahan menemukan sendiri porsi diversifikasi yg lebih ideal dan optimal buat diri anda. Jadi angka yg saya pakai atas tidak mutklak yg terbaik, hanya supaya anda bisa mulai tanpa bingung saja.

Logika di belakang prinsip diversifikasi ini adalah supaya saat anda salah, anda akan hanya loss secara maksimal sebagian porsi dari porto anda saja. Tapi, karena anda sudah melakukan filter, analisa, valuasi dan monitor, maka diharapkan dgn penerapan diversifikasi dan MM yg baik, dalam jangka panjang porto anda akan naik secara progresif sesuai dgn pertumbuhan kinerja emiten-emiten yg sudah anda invest.

Untuk lebih mengerti bagaimana diversifikasi dan MM menjaga resiko anda, mari kita ilustrasikan dalam angka. Kalau anda jeli dan bercermin kembali ke 5-10 tahun yg lalu, banyak sekali saham-saham yg saat ini dinilai bagus, harganya pun sudah tumbuh minimal 500%-1000% dalam kurun waktu 5-10 tahun terakhir.

Dengan berpedoman kepada investasi jangka panjang, maka kita lakukan sedikit asumpsi, bahwa di masa depan nanti, dari sekian banyak saham yg kita beli saat ini lewat: filter, analisa, valuasi dan monitor, maka setidaknya kita akan memiliki satu saham (minimal) yg berhasil menciptakan keuntungan 10xlipat, maka jika kita tulis dalam angka, hasil investasi kita akan seperti ini:

Modal 100jt, di bagi menjadi 7 saham:

  1. saham A (salah analisa) dan sudah delisting, nilai 0
  2. saham B (salah analisa) dan sudah delisting, nilai 0
  3. saham C (salah analisa) dan sudah delisting, nilai 0
  4. saham D (salah analisa) dan sudah delisting, nilai 0
  5. saham E (salah analisa) dan sudah delisting, nilai 0
  6. saham F (salah analisa) dan sudah delisting, nilai 0
  7. saham G (sesuai analisa) dan tumbuh 10xlipat = Rp 142.857.000

Berarti kita masih untung Rp 42.857.000 dari modal awal, tanpa menghitung lama waktu yg di korbankan dan perbandingan dgn bunga bank. Toh ini hanya memberi anda gambaran singkat saja bahwa jika anda melakukan diversifikasi yg benar, probabilitas anda utk rugi menjadi lebih kecil. Contoh diatas hanya berasumpsi jika anda benar di 1 saham. Bagaimana jika anda benar di 2 saham, di 3 saham atau di 4 saham? Tentu, hasilnya akan luar biasa.

Lalu bagaimana menerapkan diversifikasi yg baik dalam pemilihan saham?
Hanya 2 hal yg saya pertimbangkan diluar faktor fundamental, antara lain:

  1. Tidak memiliki lebih dari 2 saham dalam sektor yg sama.
  2. Diversifikasi juga harus di lakukan terhadap pemilik perusahaan, jangan beli semua emiten yg di miliki oleh satu konglomerasi walaupun emiten-emitennya bergerak di bidang yg beda.

Mungkin ada lagi hal lain, tapi umumnya itu saja yg saya perhatikan saat diversifikasi, selainnya sudah di cover saat analisa fundamental.

CATATAN PENTING: anda hanya bisa merugi 100% dari modal yg anda tempatkan di saham, tapi anda bisa memiliki potensi utk untung tidak terbatas selagi bursa tetap buka! Last advice: do your homework, be commited and be patient! (Saran terakhir: kerjakan PR, disiplin, dan bersabar!)

Tags

Author: aliantochan

I'm just an anybody guy who shows strong interest in stock investing. Stock investing is more than just making money, it's a way of life. The way we approach stock investing will reflect the way we are as a person. Choose wisely how you want to invest as to how you would want to live your life. The fundamental principles are the same. Contentment, discipline, endevour, patience, practice and mindfulness are the very true principles of a better person!

Leave a Reply

Your email address will not be published.