Lower your low risk, or sway from original strategy

Risk factorBagi yg belum mengerti judul article ini, maksud saya “Mengurangi resiko dari resiko yg sudah rendah, atau kelainan hati dari strategi awal”.

Kali ini saya ingin metulis sedikit tentang strategi investasi, bukan membahas fundamental saham atau valuasi.

Setelah banyak belajar tentang strategi investasi utk mengfilter dan analisa saham secara fundamental, toh ujung-ujungnya yg kita cari adalah capital gain. Saya mencoba utk mencari improvement dari strategi yg sudah saya terapkan saat ini, dan berharap mungkin dgn improvement yg saya ulas ini, bisa membantu dalam prihal cash management yg lebih baik demi masa depan investasi.

Jika anda adalah seorang investor seperti saya yg tidak bisa secara rutin mengalokasikan dana segar ke dalam akun investasi saham, maka article ini mungkin akan lebih berarti ketimbang anda yg setiap bulannya mampu menyisihkan dana segar kedalam akun investasi saham anda.

Banyak kali dalam tahun 2016 ini, saya mengalami naik/turunnya portofolio, sebagian saham sempat naik hingga 30%++ dan sebagian pula yg naik 20%++. Baik karena sentimen pasar maupun fundamental ekonomi yg masih dlm tahap perbaikan, banyak terjadi gejolak pasar saham. Dari yg tadinya untung 20%-30% kini sebagian turun menjadi 5%-10%, dan ini ternyata bukan terjadi hanya 1-2 kali tapi cukup sering. Tentunya jika kita memiliki visi yg jauh, kita bisa saja cuek dan lupakan, karena asal kita sudah filter, analisa dan monitor saham-saham bagus yg sudah kita invest, percayalah 7-10 tahun yg akan datang, kita akan bisa menikmati hasil yg cukup berarti. Tapi tentunya buat kita yg masih newbie, 7-10 tahun adalah waktu yg lama, dan banyak perubahan akan terjadi dlm masa yg panjang ini.

Oleh karena itu, saya mencoba utk menegosiasi antara strategi investasi yg saya terapkan saat ini dengan strategi portfolio rebalancing lewat profit taking secara bertahap. Karena saya tidak ingin kehilangan kesempatan di saham fundamental bagus saat big discount, maka saya berharap lewat strategi ini saya bisa selalu menyiapkan uang nganggur di porto utk menanti kesempatan belanja berikut, baik itu buyback maupun saham baru.

Yang saya maksud dgn profit taking secara bertahap adalah, kita secara pasif menerapkan kelipatan persentase tertentu yg akan kita lakukan penjualan saham saat harga naik. Bisa saja setiap kelipatan untung 10% atau 20% kita jual keuntungan kita, ingat yg dijual hanyalah porsi yg untung saja, tidak lebih tidak kurang! Namum, tidak ada peraturan yg mengikat seberapa besar atau kecil persentase yg kita harus terapkan dlm strategi ini, tapi mungkin beberapa skema yg saya paparkan dibawah ini bisa menjadi acuan. Mari kita liat dulu:

skema-20

———————————

skema-25

———————————

skema-33

———————————

skema-50

Terdapat 4 skema yg sudah saya coba paparkan antara taking profit dalam setiap kelihatan 20%, 25%, 33% dan 50%.

Tentunya dgn kelipatan yg lebih tinggi, maka juga bisa dibilang akan lebih lama utk saham tersebut capai keuntungan segitu, dan sebaliknya lebih rendah, maka akan lebih gampang pula tercapai, dgn asumpsi kita sudah melakukan filter, analisa dan valuasi harga wajar.

Tapi yg menarik adalah: jika anda jeli melihat skema 20%, 25% dan 33%, selisih nilai untung saat harga sudah naik 100% adalah cukup kecil yaitu masing-masing dari 75%, 76% dan 78%, padahal kelipatan profit taking kita cukup jarak antara 3 skema tersebut.

Maka bisa disimpulkan bahwa, jika anda tidak ingin menunggu lama utk ambil untung, maka lebih bijak jika anda fokus di kelipatan 20% saja. Dgn gitu, kemungkinan besar anda akan lebih sering profit taking dan mengalokasikan keuntungan tersebut utk buyback maupun beli saham baru.

Nah sekarang dengan strategi ini, kembali lagi kita bertanya, apakah ini merupakan sebuah strategi kombinasi yg baik dalam investasi jangka panjang atau mala ini adalah sebuah perubahan sikap atas komitment kita terhadap strategi awal? silahkan anda jawab sendiri.

Sekian, dan semoga bermanfaat!

Tags

Author: aliantochan

I'm just an anybody guy who shows strong interest in stock investing. Stock investing is more than just making money, it's a way of life. The way we approach stock investing will reflect the way we are as a person. Choose wisely how you want to invest as to how you would want to live your life. The fundamental principles are the same. Contentment, discipline, endevour, patience, practice and mindfulness are the very true principles of a better person!

2 thoughts on “Lower your low risk, or sway from original strategy”

  1. Selamat pagi bapak alianto, saya mau tanya pak, dengan menjadi investor saham itu apakah seorang investor saham itu juga dapat atau memiliki kualifikasi sebagai analis saham suatu sekuritas atau investor tersebut harus mengikuti semacam sertifikasi atau kuliah lagi di universitas di fakultas pasar modal?
    Terima kasih pak alianto
    Dear ricky

  2. Tidak pak, menjadi seorang analis sekuritas tentunya ada syarat2nya. Namun sy kurang jelas, ada bbrpa tipe sertifikasi yg hrs di miliki.

    Namun jd seorang investor personal tentunya tdk membutuhkan itu semua lbh ke otodidak saja, belajar dr yg lbh pengalaman dan buku2 investing yg kita merasa cocok dgn style kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published.